~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#117 The Fault In Our Star


Judul Buku : The Fault In Our Star
Penulis : John Green
Halaman : 198 (ebook)
Penerbit : Penguin Group USA

Saya belum pernah membaca karya John Green sebelumnya, walaupun di sampul buku ini ada tertulis bukunya yang berjudul Looking for Alaska adalah best selling di New York. Tetapi karena melihat rating buku biru berawan-awan ini di GR sangat tinggi, jadinya saya niatkan mencari e-booknya dan ketemu. Sempat tersimpan lama di dalam tablet, akhirnya sampulnya yang eyecatching nan sederhana ini menarik perhatianku untuk membacanya.

What should I say? Ini kisah yang membuat saya meneteskan air mata, gregetan dan tertawa. Lima bintang dan menjadi favorit saya.

Hazel Grace, seorang penderita kanker tyhroid yang meluas sampai ke paru-paru, membuat dia harus hidup sehari-hari dengan tabung oksigen. Tanpa tabung oksigen itu, dia tidak bisa mendapatkan suplai oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Meskipun demikian, dalam kisah ini sempat diceritakan beberapa kali Hazel mengalami kejadian dimana paru-parunya berisi air sehingga dia tidak bisa bernafas. Bagi Hazel semua hal yang dialaminya sebagai efek samping kematian.

Oleh ibunya, yang selalu setia mendampinginya, Hazel diminta mengikuti Support Group untuk penderita kanker. Di sana dia bertemu dengan Isaac, penderita kanker mata dan Augustus Waters, survivor kanker osteosarkoma. Augustus kehilangan satu kakinya karena kanker yang dialaminya, sementara Isaac (akan) kehilangan matanya.

Antara August dan Hazel kemudian terjalin suatu hubungan yang didasarkan dari kesamaan dan perbedaan mereka. Kesamaannya mereka berdua sama-sama berpikir out of box mengenai penderitaan kanker yang mereka alami. Perbedaannya, August cenderung berpikir postif sementara Hazel cenderung berpikir negatif. Berangkat dari situ, akhirnya mereka berdua sama-sama saling menyukai, walaupun awalnya Hazel sempat ragu karena mantan-nya August (penderita kanker otak yang sudah meninggal) mirip dengan dirinya.

Hazel menyukai satu buku berjudul An Imperial Affliction karangan Peter van Houten yang menceritakan tentang gadis penderita kanker. Buku ini sangat berpengaruh bagi Hazel sehingga dia membacanya berulang kali. Tapi dia tidak puas dengan endingnya yang "menggantung". Ada banyak hal yang tidak jelas bagi Hazel. Ketika August membaca buku itu, dia juga punya pendapat yang sama. Bersama-sama mereka berusaha menghubungi penulisnya, lewat asisten penulis itu, untuk mencari jawabannya. August bahkan merelakan "Wish"-nya untuk dipakai bersama-sama dengan Hazel pergi ke Amsterdam menemui Mr. van Houten tadi.Walaupun mereka berhasil menemui penulis itu, tapi mereka tidak mendapatkan jawaban apapun. Malahan sepulangnya dari sana, Hazel harus menerima kenyataan bahwa August "kembali" sekarat karena kanker-nya datang lagi.

Yang membuat saya menyukai buku ini adalah cara berpikir Hazel dan August yang berbeda, terlihat dari percakapan mereka yang witty. Kisah cinta keduanya pun tidak biasa, tapi romantis menurut saya. Ketika August mulai merasakan The Last Good Day-nya dia malah membuat prefuneral dengan mengundang Isaac dan Hazel membacakan eulogi untuknya. Dan tentu saja eulogi Hazel membuat saya menangis.

I can’t talk about our love story, so I will talk about math. I am not a mathematician, but I know this: There are infinite numbers between 0 and 1. There’s 0.1 and 0.12 and 0.112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million. Some infinities are bigger than other infinities. A writer we used to like thaught us that. There are days, many of them, when I resent the size of my unbounded set. I want more numbers than I’m likely to get, and God, I want more numbers for Augustus Waters than he got. But, Gus, my love, I cannot tell you how thankful I am for our little infinity. I wouldn’t trade it for the world. You gave me a forever within the numbered days, and I’m grateful.
 Whoaa.. saya berharap banget ada penerbit di Indonesia yang mau menerjemahkan buku ini. Buku ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi penderita kanker, tapi juga bagi semua orang dalam memahami arti kehidupan.


#116 The White Tiger


Judul Buku : The White Tiger
Penulis : Aravind Adiga
Halaman : 360
Penerbit : ANDI

The White Tiger adalah kisah dalam bentuk surat yang ditulis oleh Balram Halwai kepada Perdana Menteri Cina yang akan berkunjung ke India. Mengapa dia memilih mengirim surat untuk PM Cina? Menurut Balram, Cina adalah salah satu negara yang tidak pernah terjajah, selain kemajuannya dalam pembangunan yang membuat Balram kagum. Karena berbentuk surat, maka tentu saja isi bukunya adalah dari sudut pandang Balram (nyaris berupa monolog).

Balram berasal dari desa Kegelapan. Ayahnya bekerja sebagai penarik rickshaw. Di antara semua pria di keluarganya, Balram satu-satunya yang mampu membaca dan menulis (hal yang langka untuk masyarakat kelas bawah di India). Tetapi sebagaimana lazimnya dalam keluarganya, ketika Balram dianggap sudah mampu bekerja, maka dia diajak oleh kakaknya untuk bekerja di kedai teh sebagai pemukul batubara. Hingga dalam satu kesempatan, Balram melamar menjadi seorang sopir pada keluarga tuan tanah. Pekerjaan ini yang kemudian menjadi batu lompatan bagi Balram untuk mengenal dunia yang lebih luas di New Delhi.

Kisah Balram dibagi dalam "tujuh malam". Setiap malamnya dia menceritakan apa yang dialaminya dengan nada satir. Hampir semua kebobrokan di India dibeberkan oleh Balram. Mulai dari politik, kesehatan, lalu lintas, dunia hiburan malam, bahkan keamanan dan kependudukan. Seperti ketika Balram kecil pergi ke sekolah, dimana murid-murid lainnya sibuk bermain sementara gurunya tidur di dalam kelas. Atau ketika Balram dan kakaknya melihat ayahya mati karena TBC di emperan rumah sakit karena tidak ada satupun dokter yang bertugas. Balram juga menjadi saksi mata saat tuannya menabrak mati seorang anak kecil karena mengemudi dalam keadaan mabuk, tetapi kemudian Balram "dipaksa" membuat pengakuan tertulis bahwa dialah yang mengemudi malam itu. Balram pun melihat tuannya yang menyogok pemerintah supaya usahanya berjalan lancar.

Selain Balram, ada tokoh penting lainnya dalam kisah ini. Dia adalah Mr. Ashok, majikan Balram. Mr. Ashok adalah anak tuan tanah (Tuan Bangau) yang baru saja pulang dari Amerika. Sebenarnya Mr. Ashok punya moral yang baik, dan mengalami "shock culture" saat dia kembali ke India meneruskan usaha keluarganya. Tetapi Mr. Ashok adalah pria lemah (di mata Balram) yang menyerah pada sistem yang berlaku. Hal  ini membuat Balram menjadi muak terhadap tuannya, sehingga akhirnya dia membunuh tuannya itu.

Awal membaca buku ini saya sempat berdecak kagum dengan pola pemikiran Balram yang mampu melihat dan menceritakan hal yang dianggap wajar di India. Tapi semakin ke belakang, saya mulai sedikit bosan, apalagi dengan gaya bercerita Balram yang melompat-lompat. Hanya saja, setelah membaca buku ini sampai halaman terakhir, saya setuju kalau buku ini memang layak memenangkan penghargaan Man Booker Prize di tahun 2008, dan menjadi salah satu buku dari 1001 buku yang wajib dibaca .



*Terima kasih untuk Jamal Kutubi yang sudah memberikan buku ini kepada saya. 

#115 If I Lie


Judul Buku : If I Lie
Penulis : Corrine Jackson
Halaman : 276 (ebook)
Penerbit : Simon Pulse

Carey Breen dinyatakan MIA (Missing In Action) di Afganishtan. Semua penduduk kota tentu akan semakin membenci Sophie Quinn. Semua bermula ketika foto Quinn dan seorang pria sedang berciuman tersebar di internet. Tentu saja pria itu bukan Carey kekasihnya. Quinn dianggap mengkhianati Carey, pahlawan kota Sweethaven. Apalagi ketika Carey dinyatakan hilang, semua orang ingin mencari siapa yang harus disalahkan atas kejadian itu, dan orang itu tentunya Quinn.

Quinn sendiri tidak bisa membela dirinya, karena dia sudah berjanji untuk menyimpan rahasia Carey. Jika dia mengakui siapa pria yang ada di foto tersebut, dia juga harus membuka rahasia Carey. Kini ketika Carey hilang, Quinn hanya berharap agar Carey dapat ditemukan agar dia bisa terlepas dari beban ini. Blake, sahabat Carey dan Quinn, juga tidak banyak membantu. Blake, yang mengetahui siapa orang di foto itu (karena itu adalah dirinya), tidak bisa mengaku karena orang tua Carey sangat mengandalkan dirinya semenjak kepergian Carey. Blake tentu tidak mau membuat orang tua Carey semakin terluka sejak "pengkhianatan" Quinn.

Kenapa Quinn tidak mau berkata jujur? Dia punya trauma di masa lalu. Di usia 11 tahun, Quinn mendapati ibunya di tempat tidur dengan Uncle Eddy, adik ayahnya. Ibunya meminta Quinn untuk menutup mulut, tetapi Quinn menceritakan hal itu pada ayahnya. Dan lihatlah apa yang terjadi ketika Quinn membuka mulutnya, ibunya pergi meninggalkannya. Kehidupannya bersama ayahnya yang seorang marinir pun tidak mudah. Seperti halnya penduduk kota Sweehaven, ayahnya mengabaikannya, dan menganggap dirinya sama seperti ibunya yang seorang pengkhianat.

Sometimes a moment defines you, defines how people see you for the rest of your life.
 Kisah dengan alur maju-mundur dari sudut pandang Sophie Quinn menceritakan tentang perjuangan Quinn menghadapi penolakan, kesedihan, dan beban orang lain yang harus ditanggungnya, Quinn menjadi dewasa dengan caranya sendiri. Selain itu buku ini juga bercerita tentang pejuang veteran perang. Quinn menjalani hari-harinya dengan bekerja sebagai sukarelawan pada The Veterans History Project, dimana dia berkenalan dengan seorang veteran George yang mengajarinya fotografi. Tugas mereka adalah mewawancari pejuang veteran dan mengumpulkan foto-foto mereka.

Saat saya membaca kisah ini, saya berkali-kali dibuat gemas oleh Quinn yang terus mengalami persitiwa yang tidak menyenangkan karena rahasia yang disimpannya. Tapi di akhir cerita saya bisa memahami pilihan yang diambil oleh Quinn. Saya juga suka dengan covernya yang minimalis tapi bisa bercerita banyak hal.



#114 Call Me Wild


Judul Buku : Call Me Wild
Penulis : Robin Kaye
Halaman : 352 (ebook)
Penerbit : Sourcebook Cassblanca

Well... sejak membaca serial Domestic God yang sudah pernah saya review sebelumnya, saya jadi fans-nyaRobin Kaye. Not mention that she continue this series with Wild Thing series. Di serial Wil Thing kita akan bertemu dengan sepupu-sepupu Ben yang memiliki nama aneh: Trapper, Hunter, Fisher dan Karma. Sayangnya saya masih menemukan buku #2 dari serial Wild Thing ini terlebih dahulu. Jadinya saya "berkenalan" dengan Fisher Kincaid, salah satu dari sepupu kembar Ben. Kembarannya, Hunter Kincaid diceritakan di buku #1, Wild Thing.

Fisher Kincaid adalah seorang dokter orthopedist di dareah Biose, Idaho. Sejak saudara kembarnya Hunter menikah, Fisher tidak pernah terlihat bersama seorang wanita. Di samping jadwal kerjanya yang padat di rumah sakit, dia sepertinya tidak tertarik pada wanita manapun. Tetapi sejak pertama kali dia melihat Jessica James, dia tahu kalau dia menyukai gadis itu.

Jessica a.k.a Jessie adalah seorang reporter olahraga. Dengan postur tubuhnya yang "kekar", dia selalu merasa aman berada di antara para olahragawan. Tetapi ketika dia dipecat dari pekerjaannya, Jessie mulai mencoba menghidupi dirinya dengan menulis novel romance. Sayangnya, yang menjadi kendala adalah dia tidak percaya pada romance-thing. Baginya tidak ada cinta, yang ada hanya nafsu dan seks.Singkat cerita, dia membuat perjanjian dengan Fisher bahwa Fisher akan menjadi rekannya dalam melakukan research tentang romance. Dari sini sudah bisa ditebak dong... Perjanjian tinggal perjanjian ketika Fisher menyadari dia jatuh cinta pada Jessie. Ketika dia mengungkapkan perasaannya pada Jessie, Jessie berusaha meyakinkan bahwa hal itu adalah kesalahan.

Yang saya sukai dari novel ini adalah humor yang selalu ada hampir di setiap halamannya. Dan ohya, kebiasaan para pria di Domestic Gods yang super ahli dalam urusan bersih-bersih rumah dan memasak masih berlanjut di serial ini. Tapi saya tidak bosan, karena kisah setiap pasangan pasti berbeda. Dan tentu saja brotherhood di dalam buku ini sangat terasa. Salah satu adegan lucu dalam buku ini adalah ketika fisher mengalami kecelakaan dan luka di bagian kepala yang menyebabkan dia harus bedrest, Hunter (kembarannya) merasakan ada yang tidak beres pada Fisher. Jadi dia mengumpulkan semua saudaranya, Trapper, Karma dan Ben (tidak ketinggalan Gramps Joe dan Kate Kincaid) untuk datang ke rumah Fisher, hanya untuk mendapatkan Fisher sedang di tempat tidur berdua dengan Jessie. *cough* Di buku ini Fisher juga menjelaskan mengapa mereka mendapatkan nama aneh. Yang pasti nama mereka ada hubungannya dengan pekerjaan ayah mereka ketika mereka lahir. Kecuali Karma, nama itu diberikan ibunya karena pada saat dia akan melahirkan Karma, ayahnya justru meninggalkannya.

Ohya, masih ingat dengan Gina, istri Ben, yang berusaha mencari adik angkatnya? Di akhir buku ini ada sedikit petunjuk mengenai keberadaan adiknya itu. Haha... dunia memang sempit di serial ini :)



Friday's Recommendation #6

Semangat pagi... Jumat ini saya mau merekomendasikan satu buku untuk ditejemahkan. Ga tahu juga ya apakah sudah dalam proses penerjemahan atau nggak. Soalnya buku pertama-nya (Romeo Romeo) sudah diterjemahkan oleh Elexmedia.


Too Hot To Handle (by Robin Kaye)
He sure would love to have someone to take care of…
Dr. Mike Flynn's single mom taught him early how to cook and clean, and there's nothing like vacuuming or doing dishes to help a guy relax. Annabelle Ronaldi is an artist without a domestic bone in her body. Since her fiance's death, she can't paint, and life looks hopeless.
Until the day after her sister's wedding, when she wakes up with Mike next to her in bed, and then she's really beside herself - because the handsome stranger is a dead ringer for her dead fiance.
After their mind-blowing one night stand, Mike is sure this is the woman he wants to take care of forever, but she acts like she's seen a ghost. While Mike sets to work wooing Annabelle, she sets to work sniffing out the truth of the convoluted family secret that turns everybody's lives upside down.


Saya sudah pernah mereview buku ini di sini. Dari empat buku dalam series Domestic Gods saya paling suka dengan buku kedua ini.

Itu buku yang saya rekomendasikan. Kalau kamu  mau ikutan Meme yang diadakan oleh Ren's Little Corner, berikut ini aturannya :

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.

2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Posting button meme kayak yg di atas ya

5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog-nya Ren, sehingga pembaca bisa blog walking.

6. Bahasa yang dipergunakan terserah. Jika memang khusus blog yang menggunakan bahasa Inggris, dipersilakan menulis dengan bahasa Inggris. Begitu juga sebaliknya.

#113 The Not-So-Amazing Life of @aMrazing


Judul Buku : The Not-So-Amazing Life of @aMrazing
Penulis : Alexander Thian
Halaman : 228
Penerbit : Gagasmedia

Sejak awal saya membuat account di twitter pada tahun 2009, ada satu account yang selalu saya cari hampir setiap pagi ketika saya bangun tidur atau kalau belum bisa tidur, yaitu @aMrazing. Twit-twitnya kocak, menghibur bahkan kadang bikin "jleb". Ketika suatu waktu saya melihat ada hashtag #TNSALOA di timeline-nya dan itu mengarah ke sebuah buku yang ditulisnya, saya langsung memasukkan bukunya ke wishlist. Dan kemarin, kesampaian juga membaca bukunya dalam waktu kurang dari 3 jam.

#TNSALOA ini adalah kumpulan kisah Alex saat masih menjadi penjaga konter hape sekitar tahun 2007 sampai 2009. Jaman dimana hape Nokia masih berjaya dengan harga sekian juta. Masa dimana lagunya Kangen Band atau Trio Macan masih dikejar-kejar banyak orang untuk dijadikan nada dering. #TNSALOA memuat 14 cerita yang saat membacanya serasa naik rollercoaster alias naik turun emosinya.

Diawali dengan kisah Maria Kere Vs Selin Dion, dimana Alex berhadapan dengan pelanggan yang ngotot bahwa lagu soundtrack film "yu jam ai jam" itu yang nyanyi adalah Maria Kere. Kemudian ada juga pelanggan bahenol yang minta diisiin hapenya dengan lagu-lagu dangdut dan dibayar pake goyangan ala Inul dalam kisah Kondom Ona Sutra. Apa hubungannya lagu dangdut sama kondom? Fenomena demam fesbuk juga ada dalam kisah Fesbuk Oh Fesbuk yang bikin perut tekosok karena ngakak.

Masih senyum-senyum setelah membaca tiga cerita di atas, tiba-tiba saya nangis (iya.. beneran nangis) membaca kisah Dummy Seharga Dua Juta yang bercerita tentang Rama, anak autis yang pengen banget hape Sony Ericcson W880i. Juga ada kisah Nggak Canggih, Nggak Gaya? Nggak Gaul! tentang anak kecil kelas enam SD yang pengen iPhone sampai mamanya harus jual hape dan menguras isi ATM.

Lanjut... ngakak lagi dengan kisah Amnesia Mendadak, Napas Dari Neraka, The Akward Moment dan Saya Anggota Dewan Yu Know?!  Ternyata masih ada juga orang yang sok keren tapi gaptek ya...Dangdut Halitosis dan Manajer Masturbasi adalah kisah yang bikin euww... :D Kemudian kisah Don't  Judge The Heart By The Look membuat saya belajar tentang satu hal.

Belajar melihat dengan mata hati. Dunia akan lebih berwarna kalau kamu bisa.

Kisah Alex ditutup dengan Jujur Itu Mahal! yang terasa personal tapi mengandung pelajaran moral.

Pada akhirnya, kebenaran dan kejujuran akan membebaskan dan melegakan. Dan pada akhirnya, orang yang berbesar hati akan menertawakan kesalahannya sendiri tanpa beban.

Saya ngasih bintang lima untuk buku kuning dengan judul yang eyecatching ini dan memasukkannya dalam daftar buku favorit saya. Saya tidak menemukan typo, plus ada bonus komik di antara halamannya. Buat kamu yang mencari buku ringan tapi isinya dalam, jangan melewatkan buku satu ini. Hidup Alex mungkin ga hebat, tapi buku ini amazing!! Semoga Alex ga berhenti nulis buku ya... :)



#112 Yours For The Taking


Judul Buku : Yours For The Taking
Penulis : Robin Kaye
Halaman : 384 (ebook)
Penerbit : Sourcebook

Ben Walsh harus segera menikah. Itu adalah syarat yang diberikan oleh kakeknya, Joe Walsh, agar Ben mendapatkan warisannya berupa ranch yang merupakan tempat tinggalnya semasa kecil, saat kedua orang tuanya masih ada. Ranch itu adalah satu-satunya kenangan yang dia punya punya, dan Ben harus mendapatkannya. Dan wanita yang akan dia nikahi adalah Gina Reyez. Gina adalah kandidat sempurna. Wanita itu tidak pernah mau terlibat dalam komitmen pernikahan. Jadi Ben menawarkan perjanjian bisnis dengannya. Dia akan memberikan apapun yang diinginkan Gina, asalkan mereka menikah, dan mungkin setahun dua tahun berikutnya mereka bisa bercerai.

Gina Reyez memiliki masa lalu yang suram. Ibunya pemabuk, dan ayahnya pencandu narkoba. Ayahnya bahkan tega menjual adiknya, Rafael demi mendapatkan narkoba. Gina kecil berusaha mempertahankan Tina, agar tidak direbut ayahnya. Mereka berdua berusaha hidup hari demi hari. Gina menjadi sangat protektif terhadap Tina, bahkan hingga Tina menikah. Perjanjian bisnisnya dengan Ben membuatnya akan mendapatkan banyak uang untuk membeli rumah bagi Tina dan Sam, suaminya; rumah baginya dan menyewa detektif pribadi untuk mencari adiknya yang hilang.

Pernikahan pun berlangsung dengan Rosalie serta Rich Ronaldi menjadi saksi mereka. Satu hal lagi yang membuat Gina yakin untuk menikahi Ben, adalah karena Ben seorang gay. Setidaknya dia tidak perlu tidur dengan Ben. Gina pun mendapatkan rumah besar 5 lantai dan sejumlah uang setiap bulannya. Gina tinggal di rumah tersebut, sementara Ben tinggal di apartemennya. Masalah muncul ketika Joe Walsh tiba-tiba muncul di rumah Gina dan menginap di sana. Ben dan Gina harus bersandiwara dan terpaksa tidur seranjang. Parahnya lagi, Joe memaksa Gina untuk ikut ke Idaho, tempat asal Ben, untuk berbulan madu di sana.

Apa yang terjadi di Idaho lebih seru, lucu sekaligus romantis. Yang seru adalah ketika Gina harus bertemu dengan kerabat Ben, Trapper, Hunter, Fisher dan Karma (nama-namanya lucu ya... :D ). Yang lucu ketika Gina membuktikan bahwa Ben bukan gay, dan tentu saja ada banyak romantisme (dan ehm...adegan kipas) selanjutnya. Sewaktu keduanya sudah mulai dekat, Joe Walsh membuat "ulah" dengan mewariskan ranch kepada Gina. Ben sangat marah, apalagi ketika menerima telepon dari seorang detektif yang mencari Gina dan mengabarkan kalau saat ini dia sedang menyelidiki sebidang tanah. Ben menganggap Gina sudah mengincar ranch itu sejak awal dan hanya memanfaatkan Ben untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Domestic Gods #4 ini agak berbeda dengan tiga buku sebelumnya. Kali ini settingnya bukan di apartemen Rosalie (walaupun Gina sempat tinggal di tempat itu) dan tidak ada pasangan Henry-Wayne, restoran D'Nicola serta Aunt Rose. Sebagai gantinya, ada sepupu-sepupu Ben yang solid dan kompak dan ranch yang sangat indah. Tentu saja Ben adalah salah satu Domestic Gods yang bisa memasak, membersihkan rumah serta hot di ranjang.

Buku #4 ini merupakan serial terakhir dari Domestic Gods, tapi juga menjadi pengantar ke serial karya Robin Kaye berikutnya, Wild Thing. Dan sepertinya serial Wild Thing ini tidak kalah seru dengan Domestic Gods. :)



#111 Breakfast In Bed


Judul Buku : Breakfast In Bad
Penulis : Robin Kaye
Halaman : 361 (ebook)
Penerbit : Sourcebook

Breakfast in Bed adalah buku #3 dari serial Domestic Gods oleh Robin Kaye. Kali ini ada kisah cinta antara Becca (sahabat Anabelle sekaligus adik tiri Mike di Too Hot To Handle) dan Richie Ronaldi (kakak dari Anabelle dan Rosalie, sekaligus teman baik Nick Romeo di Romeo, Romeo). Sedikit banyak mereka sudah ada di dua buku sebelumnya, jadi kalau mau tahu dengan jelas, saya menyarankan membaca series ini secara berurutan.

Rebecca Larsen terlahir dari keluarga yang kaya raya. Sayangnya, keluarganya tidak harmonis karena ibunya yang hanya mengejar status sosial. Berangkat dari pengalaman pahit yang diperolehnya di keluarga, Becca menjadi sangat anti pada orang-orang yang memandang dia berdasarkan harta dan nama besar keluarganya. Untungnya dia memiliki bakat yang sangat bagus di bidang seni, terutama membuat patung dan lukisan. Saat mengambil sekolah jurusan seni dia bertemu dengan Anabelle Ronaldi. Siapa sangka, pertemuannya dengan Anabelle membuatnya bertemu dengan saudara tirinya Mike Flynn yang tidak lain adalah kekasih Anabelle. Mike Flynn sendiri lahir lebih dahulu daripada Becca. Ketika Mike "ditemukan" otomatis warisan keluarga berpindah dari tangan Becca ke Mike. Walaupun Mike tidak sepenuhnya memanfaatkan warisan tersebut. Tetapi teman-teman dari kalangan elite memandang sebelah mata pada Becca karena menjadi "miskin" mendadak (sebenarnya ga miskin juga sih, dia masih dapat warisan juga).

Dari warisan yang mereka peroleh itu, Mike dan Becca merenovasi sebuah rumah menjadi 4 tingkat. Dimana tingkat 1 dan 2 ditempati oleh Mike dan Anabelle, sementara tingkat 3 dan 4 untuk Becca dan studionya. Sementara renovasi berjalan, Anabelle meminjamkan apartemennya kepada Becca. Sayangnya ada kesalahpahaman. Apartemen yang tadinya milik Rosalie (sebelum dipakai oleh Anabelle) oleh Rosalie diserahkan pada Rich, mengingat Rich membutuhkan tempat tinggal setelah pindah dari Colombia ke Brooklyn. Jadilah Becca dan Rich "berebut" apartemen, sampai mereka menemukan kesepakatan.

Rich baru saja diputuskan oleh Gina, pacarnya (sahabat Rosalie). Gina menganggap Rich tidak bisa menjalin hubungan jangka panjang, karena Rich anak manja yang tidak bisa berbuat apa-apa terlebih dalam urusan rumah tangga. Untuk mendapatkan perhatian Gina kembali, Rich meminta Becca untuk melatihnya menjadi domestic god. Well, jika Nick dan Mike sudah ahli dari awalnya, Rich ini benar-benar tidak tahu urusan dapur dan bersih-bersih rumah. Rich tidak tahu menyetrika, memasak, bahkan mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Becca bersedia menjadi pelatih dengan syarat dia boleh tinggal di apartemen itu sampai rumahnya beres.

Ternyata ketika Rich mulai ahli, Gina tetap tidak mau menerima dia. Padahal Rich butuh pendamping untuk hadir dalam pesta yang diadakan oleh fakultas tempatnya mengajar (Rich adalah professor psikologi) untuk memperlihatkan bahwa dia adalah pria mapan dan berkomitmen. Berhubung Gina tidak bisa, Becca diminta untuk menjadi pasangannya ke pesta tersebut. Di pesta, Becca bertemu dengan Emily Stewart, istri dari dekan tempat Rich mengajar. Mengetahui bahwa Becca adalah seniman, Emily ingin melihat hasil karya Becca dan jika memungkinkan akan memperkenalkan Becca pada beberapa galeri yang dikenalnya. Becca melihat kesempatan ini sebagai ajang untuk membuktikan dirinya. Hanya dirinya, tanpa embel-embel nama besar keluarganya.

Karena tinggalnya seapartemen, tentunya tidak sulit bagi Rich dan Becca untuk saling menyukai satu sama lain. Tapi Becca adalah orang yang tidak percaya begitu saja pada orang lain. Termasuk ketika Rich bilang "i love you" padanya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat Rich mengeluarkan kata keramat itu. Becca tidak yakin Rich benar-benar cinta sama dia. Mungkin saja Rich hanya mengejar kekayaan keluarganya. Dugaan Becca terbukti ketika dalam satu acara makan malam, Becca mengetahui bahwa Rich baru saja dipromosikan menjadi pengajar tetap dan dengan hubungannya bersama Becca dan nama besar ayah Becca, Rich bisa sukses dalam karirnya.

Membaca serial Domestic Gods ini membuat saya tersenyum, tertawa, bahkan melted dengan romantisme antara tokoh-tokohnya. Bukan saja karena kisah cinta dan dialognya yang lucu menyegarkan, tapi ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari serial ini. Salah satunya adalah seperti quote yang saya dapat dari buku Breakfast in Bed :

“Trust and respect are more important than love in a relationship because no love will last without equal amounts of respect and trust.”

Ada kesamaan dari tiga buku pertama dalam serial ini. Yang pertama, apartemen yang menjadi tempat tinggal (bahkan saksi "jadiannnya") para tokoh. Berhubung apartemennya dipindah-tangankan antar saudara ya ga heran juga sih... Yang kedua, ada satu restoran Italia bernama D'Nicola tempat "pelarian" para pria Domestic Gods ini jika mendapati masalah. Restoran ini dikelola oleh seorang Vinny D'Nicola, pria Italia, kerabat Nick, Mike dan Rich yang juga membantu mereka memecahkan masalah dan memberi nasehat-nasehat untuk ketiga pria ini. Yang keempat, di atas apertemen "andalan" itu tinggal Henry dan Wayne, yang selalu siap membantu kapanpun penghuni apartemen bawah memerlukan bantuan atau sekedar teman curhat. Yang kelima,  Aunt Rose, bibi dari Ronaldi bersaudara yang "dicurigai" memiliki kemampuan meramal. Soalnya beliau selalu tahu apa yang akan terjadi pada keponakannya :) Yang keenam, walaupun tergolong dalam alpha-male, ketiga pria ini tidak segan meminta tolong satu sama lain jika ada yang terlibat masalah.

Saya jadi penasaran dengan buku keempat, yang tokohnya bukan lagi keluarga Ronaldi. Kira-kira ada ga ya dari enam hal di atas yang "nyangkut" di tokoh dalam Yours for the Taking? :)



#110 Rumah Cokelat


Judul : Rumah Cokelat
Penulis : Sitta Karina
Halaman : 226
Penerbit : Buah Hati

Menjadi wanita karier sekaligus ibu selalu menjadi dilema. Apalagi jika anak yang ditinggalkan di rumah justru lebih dekat kepada pengasuhnya dibandingkan pada ibunya. Hal ini dialami Hannah, ketika mendapati anaknya mengucapkan "Razsya sayang Mbak Upik" dalam tidurnya. Padahal Hannah dan Wigra suaminya telah berusaha meluangkan waktu untuk bisa dekat dengan anak semata wayang mereka. Hannah merasa terbebani ketika tumbuh kembang anaknya justru lebih banyak diketahui oleh Upik, pengasuh Razsya. Apalagi ketika dia mengetahui bahwa anaknya sangat dimanjakan oleh ibunya, Eyang Yanni. Hannah kelimpungan. Selama ini dia berusaha menerapkan pola disiplin untuk anaknya, tetapi eyangnya malah membuat Razsya melanggar aturan ibunya.

Akhirnya perlahan Hannah mulai mendekati anaknya kembali. Tidak mudah bagi Hannah. Untungnya suaminya yang kalem tapi bijaksana selalu punya cara untuk meredamkan hati dan kepala Hannah yang panas. Puncaknya ketika Hannah memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran demi anaknya. hari-hari menjadi fulltime mommy dilalui Hannah dengan ketegangan.

Kisah momlit ini dipenuhi dengan berbagai pilihan. Memilih menjadi ibu rumah tangga, memilih menghindari permasalahan keluarga, memilih jalan keluar. Salah satu contoh adalah ketika Hannah memilih menjadi "wanita rumahan", ternyata dia tetap dihadapkan pada masalah perhatiannya disita penuh oleh anaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja sambilan.  Bahkan untuk melakukan me-time pun terasa sulit.

Rumah Cokelat ini menarik untuk dibaca oleh para ibu. Hanya saja, walaupun ada begitu banyak konflik yang dihadapi Hannah, kisah ini cenderung datar dan bisa ditebak akhirnya. Tapi, saya suka dengan banyak quote (terutama dari Wigra) di dalam buku ini. Salah satunya adalah berikut ini.

Funny things do happen in life. So let's dance in the rain too. Instead of just surviving the storm



#109 Too Hot To Handle


Judul Buku : Too Hot To Handle
Penulis : Robin Kaye
Halaman : 405
Penerbit : Sourcebook

Let's meet The Domestic God #2, Dr. Mike Flynn. Selain pintar memasak, jago bersih-bersih rumah, dia juga pastinya hot untuk urusan "domestik" lainnya. Lahir sebagai anak tanpa kehadiran ayah, Mike diasuh oleh ibunya dalam kedisiplinan, super hemat, dan bisa diandalkan. Ayahnya meninggalkan ibunya (yang saat itu sedang bertunangan) demi seorang wanita kaya. Yang menyakitkan adalah pernikahan ayahnya itu diketahui lewat pengumuman di surat kabar. Colleen, ibu Mike, yang saat itu sedang mengandung diusir oleh keluarganya dan pergi ke Irlandia. Mike lahir di Irlandia dan tinggal selama 3 tahun kemudian kembali ke Brooklyn. Dengan susah payah dan hanya bergantung pada beasiswa, Mike berhasil menjadi seorang pulmonologist. Bahkan ketika menjadi seorang dokter ahli, kehidupan Mike tetap memiliki tunggakan biaya sekolah. Tidak heran jika Mike tetap hidup hemat dan kerja keras.

Di pesta pernikahan Nick Romeo, sahabatnya, dia bertemu dengan seorang gadis yang tidak lain adalah adik mempelai wanita Rosalie Ronaldi (kisah Nick dan Rosalie dapat dibaca di Romeo Romeo). Anabelle Ronaldi sangat terkejut melihat Mike yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya, Chip Larsen. Chip sendiri sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kanker. Chip menolak menerima pengobatan. Walaupun Anabelle tahu Chip tidak mau berjuang (setidaknya untuk cinta mereka), Anabelle selalu mendampinginya hingga Chip meninggal. Setelah Chip meninggal, Anabelle ditunangkan oleh ibunya dengan seorang pria, yang pada akhirnya mengkhianatinya seminggu menjelang pernikahannya. Untungnya ada Nick dan Rosalie yang "menggunakan" semua persiapan yang sudah dilakukan untuk pernikahannya.

Saking shock-nya melihat Mike, Anabelle tidak sadar sudah banyak minum dan akhirnya menjadi mabuk. Ketika dia berhasil menangkap buket bunga dari Rosalie, dan Mike mendapatkan galter dari Nick, Anabelle mendapatkan dirinya bangun keesokan harinya tanpa busana di samping Mike. Kejadian satu malam itu cukup untuk membuat Mike dan Anabelle tertarik satu sama lain. Hubungan mereka berlanjut dengan didasarkan atas kebutuhan fisik. Apalagi ketika Anabelle mengalami cedera pada kakinya, sebagai dokter Mike punya alasan untuk lebih sering mengunjungi Anabelle. Mike kemudian menyadari bahwa dia mencintai Anabelle dan ingin menikahinya. Sementara Anabelle yang hatinya masih terluka karena Chip belum siap menikah.

Masalah muncul ketika Becca, sahabatnya (yang tidak lain adalah kembaran Chip) menemukan fakta bahwa Mike adalah saudara tirinya. Tidak heran jika Mike sangat mirip dengan Chip. Anabelle sendiri akhirnya mengetahui fakta itu dari ibu Mike, ketika tanpa sengaja Colleen menyebutkan nama ayah Mike sebagai seorang dokter cardiologist terkenal dan sangat kaya, yang tidak lain adalah ayah mantan kekasihnya. Anabelle pernah mengalami masa-masa pahit saat mendampingi Chip, ketika dia dituduh oleh ayah Chip bahwa dia hanya menginginkan uang dengan menjadi kekasih Chip. Anabelle tidak mau lagi berada dalam situasi tersebut. Harga dirinya sudah cukup terluka di masa lalu. Ketika Mike mengetahui fakta itu, dia langsung sadar bahwa Anabelle tidak mencintainya. Dia mau menjalin hubungan dengannya hanya karena dia mirip dengan Chip. Sayangnya, fakta itu didapatkannya sesaat sebelum dia mau melamar Anabelle.

Saya lebih menyukai serial Domestic Gods buku #2 ini dibandingkan dengan kisah Nick dan Rosalie dalam Romeo Romeo. Saya suka dengan tokoh Mike yang berjuang untuk dirinya, ibunya, dan cintanya. Tidak jarang Mike rela menghabiskan uangnya demi Anabelle, walaupun dia sendiri harus berpikir keras mengenai kondisi keuangannya. Bahkan ketika dia ingin menikahi Anabelle, Mike tidak segan untuk berusaha mencari pekerjaan lain demi kehidupannya dengan Anabelle kelak. Di samping itu, dialog-dialog dalam buku ini menyegarkan, cerdas, lucu, tapi romantis. Robin Kaye bisa menjadi salah satu penulis cerita romantic-comedy favorit saya. Tidak sabar ingin membaca kisah Rich Ronaldi dan Becca Larson di buku #3, Breakfast in Bed.



#108 Specials


Judul Buku : Specials
Penulis : Scott Westerfeld
Halaman : 389
Penerbit : Matahati

Okey. Dari judulnya saja sudah ketahuan kalau dalam buku ketiga dari serial Uglies ini akan diceritakan mengenai kelompok Specials dari Special Circumtances. Setelah tertangkap kembali oleh Dr. Cable, Tally akhirnya dirubah menjadi Specials. Saya sempat berpikir, Tally benar-benar istimewa, dia bisa mengalami semua fase mulai dari buruk rupa-rupawan-specials. Ohya, selain Tally, Shay juga menjadi bagian dari tim Specials. Dan kali ini Shay menjadi pemimpin satu kelompok bernama Cutter (kelompok Specials yang spesial). Sementara Zane harus menjalani pengobatan di rumah sakit akibat kerusakan yang dialaminya (di buku kedua, Pretties).

Separuh isi buku menceritakan mengenai pengalaman Tally menjadi Specials. Mulai dari sistem di dalam tubuhnya yang sempurna : sensor, pemancar, otot yang refleks, mata yang bisa melihat dengan tajam, bahkan Tally bisa "mencium" perasaan orang di dekatnya. Tetapi satu hal yang berubah, karena dia masuk ke dalam kelompok Cutter, Tally juga mulai melukai dirinya untuk bsa berpikir lebih jernih dan tajam. Jadi mirip kayak orang lagi sakaw yang melukai tubuhnya untuk mendapatkan sensasi tertentu.

Bagaimana dengan kisah cinta Tally dan Zane? Walaupun Tally sudah menjadi Specials dan Zane menjadi pesakitan, Tally masih menyimpan rasa cintanya untuk Zane. Hanya saja dengan menjadi Specials, dia tidak bisa lagi memandang Zane seperti dulu. Ada rasa jijik dan merendahkan karena melihat Zane pincang, sering gemetar dan mengalami gangguan koordinasi tubuh. Untuk itu Tally ingin agar Zane juga berubah menjadi Specials. Bersama Shay, mereka menyusun strategi dengan cara menyuruh Zane dan beberapa temannya untuk melarikan diri. Ketika nanti Zane "ditangkap" oleh Shay dan Tally, Zane akan diusulkan untuk menjadi Specials. Lho kok bisa? Ternyata, Specials Circumtances selalu mengamati orang-orang yang mampu melarikan diri dan menyeleksi mereka untuk dijadikan Specials. Jika Zane dianggap mampu memimpin teman-temannya maka bisa jadi dia adalah kandidat Specials. Di samping itu Shay dan Tally punya rencana khusus untuk menemukan Smoke Baru. Pengobatan yang dikembangkan oleh Maddy, ibu David mengalami perkembangan besar-besaran. Mereka mendapatkan "sponsor" dari Kota Diego, sehingga mampu memproduksi pil penyembuh dalam jumlah besar. Pil itu kemudian disebarkan ke dalam kota Rupawan Baru. Specials mendapatkan "musuh" baru, yaitu orang-orang yang menyebarkan pil tersebut. Dan David tentu saja masuk di dalam orang-orang tersebut. Untuk menghentikan peredaran obat-obat itu, maka kota penghasilnya harus dihancurkan.

Perjalanan Zane dan kawan-kawan melarikan diri adalah kisah selanjutnya dalam buku ini. Tally yang ditugaskan untuk mengikuti mereka. Petualangan mereka sendiri cukup seru. Karena Smoke Baru sudah berpindah tempat, maka petualangan yang mereka alami juga berbeda.

Semakin mendekati akhir, semakin banyak twist dalam buku ketiga ini. Ada begitu banyak kejutan dan perubahan pada masing-masing tokoh. Ketegangan juga meningkat, walaupun akhirnya agak dramatis. Setelah membaca ketiga buku dari serial Uglies ini, saya lebih menyukai buku pertama dibandingkan buku kedua dan ketiga, walaupun semuanya sama-sama mendapatkan tiga bintang. Setidaknya di buku pertama Tally tidak begitu menyebalkan dan plin-plan :)



#107 Pretties


Judul Buku : Pretties
Penulis : Scott Westerfeld
Halaman : 384
Penerbit : Matahati

Apa yang terjadi jika kesempurnaan tak pernah cukup?
 Tally Youngblood mendapatkan impiannya. Wajahnya menjadi cantik dengan mata perak dan bibir penuh. Ditambah lagi berkat keberanian dan tipu muslihatnya di masa lalu, dia diterima masuk dalam kelompok Crim yang diketuai oleh Zane. Zane sendiri menaruh perhatian lebih pada Tally yang pemberani. Dan sebagai seorang rupawan baru, jatuh cinta adalah hal yang wajar. Tally dan Zane menjadi sepasang kekasih.

Kegiatan yang dialami oleh Tally sebagai seorang rupawan (pesta setiap harinya) membuatnya lupa akan janjinya pada kelompok Smoke Baru. Hingga dalam suatu pesta, Croy datang membawakan obat pemulih yang harus diminumnya sebagai bagian dari eksperimental yang sudah disepakatinya dulu. Untuk menjadi seorang rupawan, Tally harus menjalani serangkaian operasi, termasuk otaknya. Sebelum mengalami transformasi, Tally mengetahui bahwa otaknya akan mengalami kerusakan setelah menjalani operasi.  Kerusakan otak yang dialami oleh seorang rupawan baru membuat mereka tidak dapat berpikir jernih. Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah ingin berpesta, tertawa, dan melupakan masa-masa menjadi buruk rupa. Tally telah membuat perjanjian dengan Maddy bahwa dia akan menjalani ekperimen pengobatan kerusakan otak apabila ia sudah berubah menjadi rupawan.

Zane yang selalu bersama dengan Tally, akhirnya ikut mengetahui dan terlibat dalam proyek eksperimen itu. Ada dua pil yang dibawakan oleh Croy, yang harus diminum oleh Tally. Pil itu diharapkan dapat mengobati kerusakan otak yang dialami Tally sebagai seorang rupawan. Tapi Tally ketakutan, sehingga dia berbagi pil itu dengan Zane. Masing-masing dari mereka meminum satu pil. Sejak meminum pil tersebut, terjadi perubahan dalam otak mereka berdua. Mereka bisa berpikir lebih jernih. Obat itu berhasil. Tally dan Zane kemudian memutuskan untuk (sekali lagi) melarikan diri mencari kelompok Smoke Baru untuk mendapatkan pengobatan lebih banyak lagi.

Shay, sahabat Tally yang terlebih dahulu mengalami perubahan sebelum Tally, menyadari perubahan Tally. Dia meminta penjelasan kepada Tally apa yang sudah dialaminya. Sedikit banyak Shay masih mengingat mengenai kejadian sebelum mereka kembali ke kota Rupawan Baru. Shay menganggap Tally punya utang besar padanya, pertama karena Tally mengkhianatinya dengan membawa tim Special menghancurkan kota Smoke; dan kedua, karena Tally pernah merebut David darinya. Ketika Shay mengetahui bahwa Tally berbagi obat penyembuh dengan Zane dan bukan dengan dirinya, Shay marah besar kepada Tally.

Saat membaca buku kedua ini, saya lebih concern kepada Shay dibandingkan Tally (walaupun porsi Shay hanya sedikit). Saya memahami perasaan Shay yang merasa dua kali dikhianati oleh sahabatnya. Tidak heran ketika akhirnya Shay mencari jalan keluar yang dianggapnya baik. Shay kehilangan sahabat, sehingga akhirnya dia membuat perkumpulan baru bernama Cutter. Beberapa anggota Cutter adalah anggota lama Crim, yang mencoba mencari pengobatan untuk otak mereka.  Terhadap tokoh Tally, saya kurang menaruh simpati, walaupun di buku kedua digambarkan sosoknya yang semakin berani dan petualangannya yang makin seru. Mungkin karena pengkhianatannya terhadap Shay dan jatuh cintanya pada Zane (yeah... I am in David team :) )

Di buku kedua, kita juga akan menjumpai satu kelompok manusia lainnya, yang jauh lebih terbelakang dibandingkan kelompok Smoke. Tally sempat "terjebak" tinggal bersama mereka beberapa waktu. Ternyata, kelompok ini menjadi bahan percobaan dari Special Circumtances untuk mempelajari sifat dasar manusia. Mereka ditempatkan dalam satu lokasi yang dijaga (daerah isolasi) dan diobservasi. Hidup kelompok ini sama seperti manusia purba, berburu, berkompetisi, dan saling membunuh membalasakan dendam antar satu suku dengan suku lainnya. Ketika Tally datang, dia dianggap sebagai "dewa" soalnya Tally datangnya dengan cara jatuh dari langit :)

Bagaimana dengan kelompok Smoke Baru? They survive. Dibuktikan dengan pil yang berhasil diciptakan oleh Maddy, ibu David yang juga seorang dokter. Tetapi pil yang dimakan oleh Zane dan Tally ternyata membawa efek yang berbeda. Kenapa? Well.. ga seru dong kalau dibeberkan di sini

Harapan saya, semoga di buku selanjutnya porsi David bisa lebih banyak.. hehe. Dan saya juga pengen tahu lebih banyak tentang Shay. Kira-kira ada ga ya cerita bagian kedua ini dari sudut pandang Shay?



#106 Uglies


Judul Buku : Uglies
Penulis : Scott Westerfeld
Halaman : 432
Penerbit : Matahati

Seberapa besar keinginanmu untuk terlihat cantik dan rupawan? Tentunya tidak sama pada setiap orang. Tapi satu hal yang pasti, semua orang ingin terlihat lebih menarik dan rupawan. Walaupun sudah dikaruniai wajah yang cantik dan rupawan, tentunya selalu ada keinginan untuk "lebih" lagi. Karena kata pepatah, cantik itu relatif, jelek itu mutlak :D

Begitupun dengan Tally Youngblood. Di usianya yang menjelang 16 tahun, dia sudah merancang bagaimana wajahnya nanti ketika dia mendapatkan kesempatan untuk "dioperasi" menjadi rupawan. Kesempatan itu akan datang pada saat dia berusia 16 tahun, dan dia akan meninggalkan kota Uglyville menuju kota Rupawan Baru. Tapi waktu 3 bulan itu terasa lama, apalagi setelah sahabatnya Peris sudah lebih dahulu menjadi rupawan.

Ketika dalam masa penantian itu dia bertemu dengan Shay, seorang gadis yang ternyata ulang tahunnya sama dengan Tally. Artinya, mereka akan menjalani operasi di hari yang sama. Anehnya, Shay mengatakan dia tidak tertarik untuk merubah penampilannya. Dia memilih untuk menjadi buruk rupa. Dan dia meninggalkan satu rahasia mengenai kota Smoke kepada Tally saat dia melarikan diri dari Uglyville. Pelarian Sally menjadi musibah bagi Tally. Dia tidak diizinkan menjalani operasi. Sebaliknya dia diminta untuk menjadi mata-mata yang akan menunjukkan di mana letak kota Smoke. Demi wajah yang rupawan, Tally akhirnya mau melakukannya.

Berbekal pesan rahasia yang ditinggalkan Shay, Tally akhirnya berhasil menemukan kota Smoke. Di sana ada banyak orang yang melarikan diri dan memilih untuk menjadi buruk rupa selamanya. Di tempat itu juga dia bertemu dengan David, dan kedua orangtuanya Az dan Maddy. Dan yang terpenting di sana dia mengetahui bahwa ada konsekuensi dari menjadi seorang yang rupawan.

Saya membayangkan dunia dystopian seperti dalam buku ini suatu saat nanti akan ada. Ketika proses evolusi di dunia ini terus berjalan, suatu saat nanti dunia ini akan dihuni sebagian besar oleh orang-orang berwajah rupawan. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa wajah jelek atau buruk rupa dianggap sebagai kekurangan yang harus disingkirkan. Lihat saja kampanye dan iklan kosmetik dan perawatan tubuh yang ada sekarang ini. Walaupun kita sebagai manusia sudah seharusnya bersyukur atas segala karunia Tuhan, tetapi tetap saja pandangan umum bahwa cantik itu perlu banyak mempengaruhi manusia. Syukurlah, kecantikan dan wajah rupawan bukanlah satu-satunya standar "kebaikan" di dunia ini. :)

"Kita tak perlu sama seperti orang lain, Tally, ataupun berbuat serupa dengan mereka. Kita punya pilihan untuk tumbuh sesuai keinginan kita"

Novel ini membawa pesan moral bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekedar mengikuti pandangan umum. Hal itu adalah memiliki pilihan atas kehidupan kita sendiri. Kalaupun nantinya kita memilih untuk menjadi rupawan, hal itu bukan didasarkan karena pandangan orang lain.

Yang menarik lainnya dalam novel ini adalah alur cepat penuh petualangan. Saya paling suka dengan hoverboard  (papan terbang) seperti di film-film futuristik. Tidak sabar ingin melanjutkan ke buku kedua Pretties, buku ketiga Specials dan buku keempat Extras. Untungnya udah beli ketiganya buku sekaligus plus dapat ebook serial ke-empatnya. Jadi penasarannya tidak lama-lama :D



#105 Call Me Mrs. Miracle


Judul Buku : Call Me Mrs. Miracle
Penulis : Debbie Macomber
Halaman : 240 (ebook)
Penerbit : Mira Books

Natal jelas masih lama, tapi tidak ada salahnya kan membaca cerita bertemakan natal? Kemarin, saya menemukan sebuah ebook novel dari Debbie Macomber, salah satu penulis romance kesukaan saya. Saya menyukai tulisan Debbie karena biasanya dia mengangkat tema keluarga. Sama halnya dengan kisah yang satu ini, bercerita tentang seorang wanita yang harus tinggal dengan keponakannya.

Holly Larson terpaksa mengasuh keponakannya, Gabe, ketika ayah anak itu (yang adalah kakak dari Holly) ditugaskan ke Afganishtan.  Holly yang pernah diputuskan oleh kekasihnya karena dianggap tidak mempunyai jiwa keibuan, kali ini harus menjadi "ibu" bagi Gabe. Namun, Holly berusaha sebaik mungkin agar Gabe nyaman tinggal bersamanya, demi kakaknya yang dikasihinya. Salah satu upaya Holly adalah membuat hari natal yang bahagia untuk Gabe, termasuk ketika Gabe menginginkan sebuah mainan robot Telly yang seharga 250 dollar. Padahal dia tahu kondisi keuangannya pas-pasan untuk hidup sehari-hari. Holly butuh keajaiban.

Jake Finley menghadapi tantangan ketika dia diminta menjadi manajer di bagian permainan dari pusat perbelanjaan Finley. Insting Jake untuk membeli 500 unit mainan robot Telly ditentang oleh ayahnya, pemilik pusat perbelanjaan Finley sekaligus direktur utama. Bagaimana mungkin menjual mainan yang mahal itu sebagai hadiah natal? Walaupun mainan itu disukai oleh anak-anak, tapi tidak semua orang tua sanggup membeli mainan itu untuk menjadi hadiah natal bagi anak mereka. Jake jelas butuh keajaiban untuk menjual mainan tersebut. Di satu sisi, Jake dan ayahnya tidak percaya lagi dengan keajaiban natal sejak ibu dan saudarinya meninggal karena kecelakaan tepat di malam natal.

Keajaiban untuk Holly dan Jake hadir lewat Emily Merkle (a.k.a Mrs. Miracle). Wanita paruh baya yang menjadi sales sementara di pusat perbelanjaan Finley, selalu optimis Gabe akan mendapatkan robot Telly, Jake mampu menjual semua robot mahal itu, dan bonusnya adalah ada cinta antara Holly dan Jake. Dengan caranya sendiri (yang penuh misteri) Mrs. Miracle menciptakan keajaiban untuk semua orang. Selain menciptakan keajaiban, Mrs. Miracle juga adalah satu-satunya orang yang berani beradu argumen dengan Mr. Finley, ayah Jake yang hampir saja memecatnya.

Saya menyukai kisah yang manis tentang keajaiban natal ini. Ada begitu banyak harapan yang selalu hadir di saat natal. Keajaiban akan terjadi hanya jika kau mempercayainya. Membaca kisah ini membawa kehangatan tersendiri dalam hati saya. Apalagi kisah ini dilengkapi dengan quote-quote lucu tapi "nendang" ala Mrs. Miracle di awal setiap bab-nya

Needs a newlife? God take trade-ins
Exercise daily - walk with The Lord
Coincidence is when God chooses to remain anonymous
Aspire to inspire before you expire

Belum lagi ada resep-resep menarik seputar sajian tradisional natal dalam buku ini.. Hmmm.. slurp!



PS. Postingan untuk Names in A Book Challenge 2012