~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#403 The Silkworm


Judul Buku : The Silkworm (Cormoran Strike #2)

Penulis : Robert Galbraith

Halaman : 536

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama



Cormoran Strike kembali beraksi. Kali ini kliennya adalah seorang wanita yang melaporkan suaminya yang menghilang. Leonora Quine meminta bantuan Cormoran untuk menemukan suaminya, Owen Quine, seorang penulis novel. Owen sudah meninggalkan rumah lebih dari sepuluh hari sejak mendapatkan kabar buku terbarunya tidak bisa diterbitkan. 


Dibantu oleh asistennya, Robin, Cormoran mulai melacak keberadaan Owen. Owen digambarkan sebagai seorang penulis novel fantasy yang sombong, egois dan pemarah. Naskah terakhirnya yang berjudul Bombyx Mori berisi sindiran dan cercaan kepada beberapa orang melalui tokoh/karakter di dalam novel tersebut. Tentu saja bukan karakter yang bagus. Malah bisa dibilang Bombyx Mori ini cerita yang menjijikkan. Ketika Cormoran akhirnya menemukan Owen di sebuah rumah dalam keadaan tewas secara mengenaskan, Bombyx Mori menjadi kunci dari kasus orang hilang yang beralih menjadi kasus pembunuhan. Pasalnya, kematian Owen mirip dengan deskripsi yang ada di buku Bombyx Mori.

Seperti biasa, Robert Galbraith (RG) mendeskripsikan setiap tokoh dengan baik. Belajar dari buku pertama, saya menyimak dengan baik setiap tokoh yang muncul. Saya sampai bikin catatan tersendiri, supaya bisa menebak siapa pembunuh Owen. Ternyata dengan lihainya, RG membuat twist sehingga tebakan saya salah.  Dan pembunuhan di dalam buku ini benar-benar sadis. Melibatkan bahan kimia, pembedahan, dan tali-temali. Dan ohya, dari buku ini saya baru tahu kalau modar dan genah sudah menjadi kata baku.

Berbeda dengan buku pertama, buku kedua ini lebih seru. Saya semakin semangat membacanya karena Robin bukan lagi sekadar asisten penerima telpon untuk Cormoran. Dengan kegigihannya, Robin menunjukkan kapabilitasnya untuk bisa menjadi asisten Cormoran. Tentu saja dia harus berhadapan dengan tunangannya, Matthew yang tidak menyukai Cormoran. Ada banyak kejutan yang diberikan Robin di dalam buku kedua ini. Sementara itu Cormoran, yang pamornya mulai naik sejak kasus Luna Landry, masih juga belum move on sepenuhnya dari mantannya. Jujur saja, saya hanya membaca skimming beberapa bagian dimana Cormoran mengenang keberadaan Charlotte. Untungnya di bagian akhir buku ini, ada perkembangan hubungan antara Cormoran dan Robin yang membuat saya penasaran ingin membaca buku ketiganya.

4 stars
2 comments on "#403 The Silkworm"
  1. Beneran mbak modar sama genah dah jadi kata baku? Apa di KBBI ada?

    ReplyDelete
  2. […] tarik utama bagi saya untuk membaca buku ketiga ini. Setelah dibuat penasaran di akhir buku kedua (The Silkworm), saya dibuat gregetan setengah mati sama kelakuan Cormoran dan Robin. Seperti yang sudah diketahui […]

    ReplyDelete