~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#522 Sophismata


Judul Buku : Sophismata
Penulis : Alanda Kariza
Halaman : 272
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sudah kurang lebih tiga tahun lamanya Sigi menjadi staf administrasi Johar Sancoyo, seorang anggota DPR Komisi VI. Selain Sigi, ada Catra dan Gilbert yang adalah Tenaga Ahli dan bekantor di ruangan yang sama. Bukannya tidak menyukai pekerjaannya, Sigi hanya merasa sudah saatnya dia mendapatkan promosi. Terutama karena dia merasa mampu untuk bekerja dalam tim Johan sebagai Tenaga Ahli.

Sayangnya, Johan tidak berpendapat sama. Baginya keberadaan Sigi di bagian administrasi sangat membantu pekerjaannya. Lagipula Sigi hanyalah lulusan S1, sedangkan untuk menjadi Tenaga Ahli dibutuhkan kualifikasi minimal S2. Sesuai saran Gilbert, Sigi mencoba mencari jalan lain agar dipandang oleh Johan. Dia mulai membaca informasi tentang Koperasi dan Kewirausahaan mengingat proyek besar Johan berikutnya ada di bagian itu.Sigi bahkan sempat tampil cemerlang di hadapan Unit Staf Kepresidenan kala Johan dan timnya sedang mempresentasikan suatu proyek untuk memuluskan langkah Johan menjadi calon Menteri.

Di kesempatan terpisah, Sigi bertemu dengan Timur, kakak kelasnya di SMA yang mengagumi Johar sebagai seorang tokoh politik. Timur sendiri sedang mendirikan partai politik bersama sejumlah anak muda lainnya. Pertemuannya kembali dengan Sigi mengingatkannya pada rasa sukanya terhadap Sigi bertahun-tahun lalu saat masih SMA. Mungkin sekarang ada jalan bagi mereka untuk bisa bersama.

Sophismata is a proposition of which the truth value is difficult to determine, because it is ambiguous, puzzling or simply difficult to interpret.

Saya mencari arti dari kata Sophismata sebelum membaca novel ini, dan menemukannya di sini. Kata ini sangat cocok dengan apa yang dialami Sigi ketika dia berhadapan dengan dunia politik. Bagi Sigi yang senang membuat kue, politik itu bisa dianalogikan sebagai proses membuat kue. Perlu persiapan yang matang. Tapi semakin lama berkecimpung di dunia politik membuat Sigi semakin membenci politik. Dia melihat bagaimana Johar lebih mengutamakan peluangnya menjadi Menteri daripada mengurusi kepentingan orang banyak. Atau ketika Johar tersandung masalah affair dengan seorang perempuan muda. 

Hidup Sigi adalah hitam dan putih. Sementara politik banyak bermain di wilayah abu-abu. Sebagai pembaca, saya memahami kekesalan Sigi yang dianggap tidak mumpuni hanya karena dia seorang perempuan dan berijazah S1. Saya pernah mengalami perasaan itu sewaktu saya masih seorang sarjana, dan melihat kemampuan kolega saya yang pendidikannya jauh lebih tinggi tidak lebih baik daripada apa yang saya bisa lakukan. Sebenarnya kalau Sigi memang hanya ingin hitam dan putih, ya dia tinggal memilih untuk terus atau keluar dari arena politik itu.

Untungnya ada Timur, yang bisa membantu Sigi memahami dunia politik yang dicintai Timur itu. Tadinya saya berharap akan ada konflik tersendiri antara Sigi dan Timur yang memiliki pandangan terhadap dunia politik yang berbeda. Tapi ternyata harapan saya ketinggian. Timur bisa menerima Sigi yang tidak menyukai politik, dan Sigi meski awalnya mempertanyakan mengapa Timur menyukai dunia politik, toh tidak mengganggu Timur dengan partainya. Seakan-akan romansa Timur dan Sigi hanya pemanis saja.

Yang membuat saya bertanya-tanya adalah kenapa akhirnya Johar memberikan lampu hijau kepada Sigi sebagai Tenaga Ahli? Apakah itu hanya sebagai permintaan maafnya belaka? Apakah aturan bahwa seorang Tenaga Ahli harus S2 benar-benar ada atau bisa diakali oleh si anggota DPR ini?

Terlepas dari kekurangan yang ada, novel ini cukup informatif. Premis dunia politik, partai, anggota DPR menjadi satu daya tarik karena rasanya belum ada novel yang mengangkat latar belakang seperti itu. Novel ini juga mencoba memperkenalkan bagaimana kerjanya seorang anggota DPR lewat sudut pandang seorang staf administratif. Untuk itu novel ini layak diberi bintang tiga. 


#521 Misteri Bilik Korek Api


Judul Buku : Misteri Bilik Korek Api
Penulis : Ruwi Meita
Halaman : 240
Penerbit : Grasindo


Sunday ditemukan oleh Bu Martha di kota Ambon saat kerusuhan melanda kota itu. Sunday dibawa ke Klaten dan dibesarkan di panti asuhan. Setelah SMA, Sunday dipercaya oleh pengelola panti asuhan untuk membantu menjaga beberapa adik-adik yang masih kecil. Ketika Bu Martha menemukan sebuah rumah di Jogja, dia memindahkan sebagian anak-anak ke Jogja. Sunday dibawa serta, karena Sunday bersekolah di Jogja. Di antara beberapa anak yang ikut serta ke Jogja, salah satunya adalah Emola.

Emola adalah anak yang unik. Dia jarang bicara dan suka menyendiri. Karena sama-sama berasal dari Ambon, ibu Martha meminta Sunday untuk lebih dekat kepada Emola. Emola sering terlihat memegang bandul kalung yang digunakannya. Anak-anak lainnya tidak begitu menyukai Emola karena tidak mau bergaul dengan mereka.

Misteri mulai terasa ketika mereka menemukan satu bilik khusus di balik wallpaper di kamar baru mereka. Bilik korek api. Bilik itu memang dipenuhi dengan kotak korek api dan juga replika yang terbuat dari korek api. Rupanya pemilik sebelumnya adalah seorang filumeni (pengoleksi korek api). Di dalam bilik itu juga terdapat buku dongeng tentang gadis korek api. Kalau Sunday dan kelima adiknya senang dengan bilik rahasia itu, berbeda dengan Emola. Emola merasakan ada bahaya di dalam bilik itu. 

Diceritakan dari sudut pandang Sunday dan Emola, kisah ini saling melengkapi. Kalau Sunday menceritakan apa yang bisa dilihat di dunia nyata, Emola melihatnya dari dunia berbeda. Di mata Emola dunia ini dipenuhi binatang-binatang, sehingga terkadang dia tidak bisa membedakan mana yang nyata atau tidak. Emola yang menggunakan bahasa dan dialeh Ambon saat bercerita seperti cenayang dengan kekuatan mata batin yang hebat. Bagian kisah Emola ini yang membuat saya bergidik saat membacanya, dan ingin segera pindah ke bagiannya Sunday. Setidaknya ada Nugi yang so sweet yang membuat bagian Sunday lebih berwarna. Apalagi saya membacanya di malam hari... serem rasanya. Mau berhenti kok nggak bisa juga. 

Selain filumenis, saya tertarik dengan arsitektur rumah jengki yang digambarkan di dalam novel ini. Saat mencari gambar yang mana sih yang dimaksud rumah jengki, saya teringat kalau di sekitaran Stadion Mandala Krida Jogja, memang ada beberapa rumah tua Belanda. Padahal menurut penjelasan Nugi, rumah jengki ini adalah bentuk perlawanan terhadap kolonial Belanda lewat arsitektur. Keren deh...risetnya sampai ke situ.



#520 TwinWar


Judul Buku : TwinWar
Penulis : Dwipatra
Halaman : 296
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Hisa dan Gara, sepasang anak kembar identik yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Meskipun kembar identik, Hisa dan Gara tidak selalu bersama. Hisa bersekolah di SMA Praja, Gara bersekolah di SMA Pandu Karya (Pakar). Hisa lebih berprestasi di bidang olahraga, sementara Gara cemerlang di bidang akademik. Keduanya pun memilih untuk tidur di kamar terpisah karena Hisa lebih menyukai musik menghentak, sedangkan Gara buth ketenangan untuk belajar. 

Siapa bilang saudara kembar nggak bisa perang?

Bibit peperangan antara Hisa dan Gara sudah terlihat sejak tiga tahun yang lalu. Entah kenapa seperti ada persaingan di antara keduanya. Gara seringkali merasa iri karena kedua orang tua mereka lebih memperhatikan prestasi Hisa di bidang olahraga. Sedangkan Hisa juga selalu merasa bodoh berada di dekat Gara yang memiliki nilai-nilai tinggi di semua mata pelajaran. Apalagi seperti saat ini menjelang musim try out di sekolah. Hisa harus menaikkan nilai-nilainya. Makanya dia memanfaatkan Gara untuk menggantikannya mengikuti ulangan matematika di sekolahnya. Gara jelas menolak, tapi kemudian bungkam ketika Hisa menunjukkan kartu As yang membuat Gara tidak berkutik. Foto Gara bersama seorang gadis menjadi senjata Hisa. Hisa dan Gara memang dilarang pacaran oleh kedua orang tua mereka sebelum mereka duduk di bangku perguruan tinggi. Bagi yang melanggar tentunya ada hukuman yang berat. 

Gara terpaksa menyamar menjadi Hisa. Tapi Hisa tidak fair. Di saat seharusnya Hisa hadir sebagai Gara di SMA Pakar, Hisa justru bolos. Akibatnya Gara terpaksa menerima hukuman dari sekolah. Gara yang sakit hati kemudian membalas perbuatan Hisa. Tidak mau terima, Hisa kembali membalas Gara. Begitu seterusnya hingga perang yang mereka sulut menjadi api yang menghancurkan satu sama lain.

Saya punya sepupu perempuan yang juga kembar identik. Tumbuh besar bersama mereka membuat saya mengamati hubungan yang terjalin di antara keduanya. Setahu saya, belum pernah kedua sepupu saya ini tidak kompak. Mereka saling mendukung apapun kondisinya. Hal ini membuat saya bertanya-tanya di awal membaca novel TwinWar ini, pasti ada pemicu utama sehingga Hisa dan Gara seperti jadi musuh bebuyutan.

Kalau boleh memilih, saya merasa lebih relate dengan Gara. Di mata saya Hisa ini bad boy-nya sementara Gara adalah good boy-nya. Hisa yang pemalas dan menghalalkan berbagai cara yang penting misinya menjadi pelari yang mewakili sekolahnya di Pekan Olahraga Pelajar terwujud. Kepada Gara, Hisa pun mengaku akan melakukan apa saja agar deretan trophy miliknya di ruang tamu bertambah.

Konflik yang muncul bukan hanya antara Hisa dan Gara saja. Ada juga masalah yang melatarbelakangi mengapa kedua orang tua mereka melarang mereka pacaran di masa SMA, hal yang memicu perang di antara Hisa dan Gara. Konflik lainnya yang menjadi favorit saya adalah antara Hisa dan Ollie, cewek yang naksir berat sama Hisa tapi selalu ditolak. Ollie adalah karakter favorit saya di novel ini. 

Saya suka dengan sisipan ilmu Biologi tentang pewarisan gen dan teori kembar di dalam novel ini. Hehe... maklum saya kan biologist, jadi senang rasanya bisa menemukan ilmu biologi di novel populer. Kemudian celetukan-celetukan dan candaan dari Danu dan Johan, sahabat Hisa juga menyegarkan. Bahkan hingga menutup halaman terakhir novel ini, saya jadi mengerti mengapa novel ini bisa menjadi juara I dalam Gramedia Writing Project Batch 3. Alurnya tertata baik, semua karakter terdeskripsikan dengan jelas, dan saya sepertinya tidak nemu typo dalam novel ini.

Terima kasih untuk Mas Utha yang sudah memberikan kepercayaan bagi saya untuk mengulas novel ini. Dan btw, ini novel teenlit GPU pertama yang saya baca dengan logo teenlit yang baru. Logonya keren, tagline logonya juga "Speak Up Your World". Dan habis membaca novel ini, saya jadi kepikiran untuk bikin proyek pribadi membaca semua karya Gramedia Writing Project yang sudah terbit. 


#519 Sirkuit Kemelut


Judul Buku : Sirkuit Kemelut
Penulis : Ashadi SIregar
Halaman : 279
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Alex dikenal oleh teman-teman se-SMA-nya sebagai pemuda yang sulit sekali didekati oleh perempuan. Sebenarnya ada alasan mengapa Alex tidak mau membuka diri pada perempuan. Alex ditinggalkan oleh ibunya yang kawin lari dengan pria lain. Ayahnya selalu menyalahkan dirinya sebagai anak wanita sial pengkhianat. Bagaimana jika gadis-gadis itu mengetahui siapa dirinya sebenarnya? Tentunya mereka akan semakin mencemooh dirinya.

Teman-teman Alex sampai gerah melihat Alex tidak mempunyai pacar. Mereka akhirnya menyusun rencana untuk Alex. Joice, seorang gadis yang selalu menghindari Alex mereka ajak bergabung dengan mereka di suatu siang. Joice diperdaya hingga tidak sadarkan diri. Alex pun mereka suruh untuk menggauli Joice, agar Joice tidak bisa menolak untuk dijadikan pacar. Tapi yang ada Alex malah menjadi bual-bualan keluarga Joice. Dia dihajar habis-habisan. Lebih sialnya Alex diusir dari rumah oleh ayahnya. Karena terlibat perkelahian dengan tukang parkir dia akhirnya dijebloskan ke penjara.

Kehidupan Alex yang penuh drama terus berlanjut. Setelah dibebaskan dari penjara, Alex berakhir menjadi montir di sebuah bengkel milik keturunan Tionghoa. Di situ dia bertemu dengan Tante Liana, yang ternyata mengenal siapa mamanya Alex. Perjumpaan dengan Tante Liana membuka babak baru dalam hidup Alex. Perlahan dia mulai jatuh cinta dengan Tante Liana. Sayangnya Tante Liana sudah menikah. Liana sendiri merasakan keterikatan dengan Alex. Mungkin karena dulu dialah yang menghasut agar mamanya Alex meninggalkan keluarganya. Jika dulu Liana tidak berbuat demikian tentunya hidup Alex tidak akan sepahit sekarang ini.

Sirkuit Kemelut ini memuat kisah romansa dengan konflik yang kompleks. Mulai dari pengkhianatan seorang istri, jiwa terluka seorang pemuda, keluarga yang broken home, sampai kasih tak sampai antara dua orang yang terpaut umur yang jauh.  Saya menemukan novel ini di SCOOP, yang ternyata cetak ulang dari novel berjudul sama yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1974 oleh Gramedia. Novel ini bisa dibilang metropop-nya jaman itu. Kisah pemuda yang hidup di kota metropolitan dengan gaya hidup high class. Isi novelnya saya rasa tidak ada yang berubah. Ada beberapa istilah yang saya tidak pahami, misalnya kelas dua Pas-pal (yang belakangan setelah saya googling kelas Pas-pal itu adalah kelas ilmu pasti dan pengetahuan alam), mata pelajaran genoe, dan krosboi. Beberapa brand seperti parfum Avon, merk rokok Lima-Lima dan Dunhill juga disebut-sebut dalam novel ini.

Meski penuh konflik, saya merasa novel ini datar. Tidak ada klimaks yang mengejutkan. Mungkin karena banyaknya konflik yang dialami oleh Alex itu. Endingnya juga seakan berhenti begitu saja dengan ungkapan cinta Alex pada seorang wanita. Dan ohya, saya sempat bingung karena blurb di bagian belakang sampul menyebutkan nama tokohnya adalah Lexi. Ternyata itu adalah nama samarannya Alex yang baru terungkap di pertengahan cerita. 

Ini adalah karya Ashadi Siregar pertama yang saya baca. Beliau adalah penulis novel legendaris Cintaku di Kampus Biru dan beberapa novel romansa lainnya. Saya memberikan bintang dua untuk novel ini. Lumayanlah untuk menambah referensi bacaan literatur Indonesia. 



#518 Laut Bercerita


Judul Buku : Laut bercerita
Penulis : Leila S. Chudori
Halaman : 389
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Sebelum saya lebih jauh mengulas isi bukunya, satu bintang telah saya sematkan terlebih dahulu khusus untuk gambar sampul yang memukau. 

Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris UGM, bertemu dengan Kasih Kinanti yang kemudian mengajaknya bergabung dengan Winatra dan Wirasena, sekelompok pemuda yang mulai "terusik" dengan rezim Orde Baru. Mereka berkumpul dan berdiskusi, menyusun rencana untuk membela masyarakat golongan bawah. Laut berkenalan dengan Daniel, Alex, dan beberapa mahasiswa lainnya yang sama-sama menginginkan Indonesia berubah. Beberapa kali mereka melakukan aksi, hingga akhirnya "tercium" oleh aparat. Laut dan kawan-kawannya dianggap sebagai orang-orang yang menginginkan presiden digantikan. Laut ditangkap, diinterogasi, disiksa, dan masih banyak perlakuan keji lainnya yang diterimanya dengan tujuan menghancurkan mental dan jiwa mereka.

Saya masih duduk di bangku SD pada tahun 1990-1993. Seperti yang diceritakan dalam buku ini, otoritas pemimpin negara di masa Orde Baru mungkin tidak terlalu terasa di luar Pulau Jawa. Namun saya masih ingat sekitar tahun 1997-1998, kerusuhan mulai merambah ke pulau Sulawesi. Banyak perjuangan-perjuangan yang dicetuskan oleh mahasiswa yang kemudian berbuah lengsernya presiden saat itu. Saya sendiri tidak begitu mengikuti sepak terjang mahasiswa, karena saya masih SMA. Namun setelah membaca buku ini, ada pencerahan baru yang saya peroleh.

Buku ini terbagi dalam dua bagian. Kisah dari sudut pandang Biru Laut, dan kisah dari sudut pandang Asmara, adiknya. Laut menceritakan bagaimana mahasiswa yang ikut bergerak menginginkan perubahan mendapatkan perlakuan di luar batas kemanusiaan. Sementara Asmara menceritakan kesedihan dan hilangnya harapan ketika ada anggota keluarga yang dinyatakan hilang tanpa kabar.

Karena di awal buku kisah Laut dibuka dengan kematiannya, maka porsi Laut dikisahkan dalam alur mundur. Hanya saja, saya sempat bertanya apa nilai penting seorang Laut dalam proses ini. Berbeda dengan Kinan dan Bram yang bisa dibilang "otak" dari pergerakan mahasiswa saat itu, Laut hanyalah salah satu dari pelaksana. Laut sendiri diceritakan sempat mengalami kegalauan, keresahan bagaimana jika dia mati. Bukan kematiannya yang dianggap berat, tapi apakah pengorbanannya setimpal dengan hasil yang akan diperoleh? Kemudian saya mendapatkan jawabnya melalui Kinan,
Yang penting kita ingat.... setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak, apakah terasa atau tidak, adalah sebuah kontribusi. Sebuah baris dalam puisimu. Sebuah kalimat pertama dari cerita pendekmu
Laut bercerita bukan hanya soal perjuangan, tapi juga pengkhianatan, kasih sayang, kehilangan, perubahan, pengorbanan. Laut bercerita memberikan harapan bahwa sekecil apapun usaha kita untuk sebuah perubahan, tetap terhitung sebagai kontribusi. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh kamu yang mengaku aktivis kampus :)


[GIVEAWAY] 6th Blogoversary Giveaway -- Updated



HAPPY 6th BLOGOVERSARY!!

Enam tahun yang lalu saya membulatkan hati membuat sebuah blog buku. Keputusan yang tidak pernah saya sesali. Dalam perjalanan 6 tahun ini, tentu saja ada banyak hal yang terjadi. Pasang surut dalam blogging selalu ada. Apalagi ada pekerjaan utama yang merebut perhatian lebih banyak.

Ketika kemudian saya memutuskan untuk berpindah platform blog, dan mencoba membuat domain pribadi untuk blog ini, bukan sebagai ajang untuk pamer atau berbangga diri. Hanya sebagai bentuk apresiasi untuk sebuah hobby yang bisa membawa saya ke sebuah dunia lain, yang selalu menjadi suaka saat saya lelah di dunia nyata. Dunia yang membuat saya mendapatkan banyak manfaat. 

Desty Baca Buku selama 6 tahun sudah menerbitkan 517 review buku, 59 buku diantaranya berupa permintaan review dari penulis/penerbit. Blog ini juga sudah mendapatkan penghargaan 7 kali terpilih dalam @ResensiPilihan Gramedia Pustaka Utama dan 10 kali dalam Sayembara Resensi Buku dari Yes24.co.id. Masih dalam angka yang kecil, tapi sudah menjadi prestasi besar bagi saya

So....di momen yang berbahagia ini, saya ingin berbagi dengan pengunjung setia blog ini lewat Blogoversary Giveaway. Ada voucher buku senilai max Rp100.000 untuk 2 orang pemenang. Tidak ada syarat apa-apa, cukup mencantumkan nama dan alamat surel-mu di kolom komentar di bawah ini. Kamu juga boleh menyebarkan informasi tentang GA ini di akun media sosialmu. GA ini akan saya tutup pada tanggal 22 November 2017, dan pemenangnya akan saya umumkan pada tanggal 23 November 2017

Selamat mengikuti GA-nya

--------------------------------------

Terima kasih telah mengikuti GA di blog ini. Tadinya saya berpikir GA ini akan sepi peminat, secara GA di blog buku sudah mulai ditinggalkan dan kalah bersaing dengan GA di Instragram atau media sosial lainnya. Tapi ada 36 peserta yang berminat mengikuti GA ini, dan atasnya saya mengucapkan terima kasih.

Terima kasih juga atas doa-doanya. Semoga blog ini bisa tetap bertahan dan eksis, membantu literasi di Indonesia meskipun efeknya ga seberapa.

So.... setelah mengundi bersama random.org, ada 2 oang yang beruntung mendapatkan voucher senilai max Rp100.000. Dan mereka adalah...

RESITA PUTRI
NURMA DESTY ANGGRAINI

Selamat buat kamu berdua. Nanti saya akan menghubungi lewat email, dan jika tidak ada balasan dalam waktu 2x24 jam, saya akan memilih pemenang pengganti.

Untuk yang belum beruntung, jangan kecewa... bulan depan akan ada GA lagi di blog ini. Sampai ketemu bulan depan ya....

#517 Cinder Ana On Duty


Judul Buku : Cinder Ana On Duty
Penulis : Sofi Meloni
Halaman : 280
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Siapa tak kenal dengan kisah cinta legendaris Cinderella? Gadis sederhana yang bertemu dengan pangeran tampan. Dengan mudah kita bisa menjumpai berbagai adapatasi kisah Cinderella. Kali ini Sofi Meloni meramu cerita remaja atau teenlit dengan merujuk ke kisah legendaris Disney tersebut.

Kisahnya diawali dengan pertemuan Ana dengan seorang pemua berpakaian serba hitam di lift sebuah mall. Keduanya terjebak di dalam lift yang macet karena listrik yang padam. Awalnya Ana tidak menyadari bahwa pemuda itu adalah Kent Adrian, seorang artis muda yang sedang naik daun. Tapi tingkah Kent yang sangat menyebalkan di mata Ana membuatnya merasa sial terjebak bersama Kent. Kent memarahi Ana yang berteriak-teriak minta keluar dari dalam lift, sementara Ana menyebut Kent sebagai artis kacangan. 

Sayangnya kesialan Ana harus berlanjut. Kent ternyata sedang menjalani syuting reality show Back To School di SMA Garuda tempat Ana bersekolah. Namanya juga artis, Kent menjadi pusat perhatian siswa-siswa di sekolah itu. Ketika Kent bertemu dengan Ana di parkiran, keduanya kembali terlibat pertengkaran yang tidak berlangsung lama karena para fans Kent segera datang menyerbu. Kent langsung menarik Ana naik ke mobilnya dan segera tancap gas. Ketika sadar bahwa Ana ikut naik di mobilnya, Kent lantas menyuruh Ana segera turun. Setelah berjalan cukup jauh hingga mendapatkan halte bus, lagi-lagi Kent datang menemui Ana untuk mengembalikan telepon genggam Ana yang tertinggal di mobil. Belum sempat berpindah tangan, telepon genggam milik Ana itu dijambret oleh seorang preman. Kent mencoba melawan namun justru mendapatkan luka sayatan di tangan. Belum cukup sampai di situ, Kent malah menyeret Ana ke kantor manajemennya untuk meminta ganti rugi karena tangannya yang luka. Kejadian itu berakhir dengan ditunjuknya Ana sebagai asisten Kent selama melakukan syuting di SMA Garuda.

Tugas Ana sebagai asisten antara lain menyiapkan makan siang Kent dan mengantarkannya ke mobil pada jam istirahat, menemani Kent dalam semua aktifitas Kent, mengerjakan tugas-tugas sekolah Kent dan masih banyak lagi. Semua itu dilakukan Ana sebagai misi khusus, karena Ana terikat dalam kontrak yang menyatakan bahwa Ana harus merahasiakan identitasnya sebagai asisten Kent. Tidak mudah bermain kucing-kucingan apalagi dengan kedua sahabatnya Lika dan Juli yang nge-fans berat pada Kent. Apalagi Kent adalah artis yang arogan, tidak pernah mau meminta maaf, selalu memarahi Ana, dan menganggap Ana sebagai anak kecil. Ana sendiri tidak jarang beradu mulut dengan Kent, meski dia tetap tahu diri harus melaksanakan tugasnya sebagai asisten.

Saya cukup terkejut ketika melihat informasi di akun Instagram milik Gramedia tentang novel terbaru karya Sofi Meloni yang bergenre teenlit. Tentunya saya penasaran, karena empat buku karya Sofi sebelumnya adalah novel romance dewasa. Dan saya ternyata sangat suka dengan tulisan terbaru Sofi ini. Sosok Ana yang terasa real berhadapan dengan figur Kent yang too good to be true. Ditambah dengan karakter-karakter tambahan seperti Lika, Juli dan Asep (asisten Kent) yang lucu dan menggemaskan. Saya juga suka dengan pelajaran sosial yang disampaikan Ana lewat pidatonya, tentang bagaimana Kent sebagai sosok idola adalah juga remaja yang merindukan kehidupan orang biasa. 

Kisah Cinderella tidak lengkap tanpa pesta dansa dan batasan waktu yang diberikan oleh ibu peri. Sofi Meloni menyelipkannya dalam bentuk prom night yang awalnya ingin dihindari oleh Ana karena dia tidak punya pasangan ke acara itu. Bagian prom night ini juga yang menjadi klimaks kisah Cinder Ana. Lantas apakah Ana menemui kebahagian selama-lamanya seperti Cinderella? Hehe.... baca sendiri ya bukunya. Kisah yang manis menghangatkan hati ini dijamin membuatmu akan mengenang kembali masa-masa indah di SMA.




Novemberian Wishlist



Suatu hari saya mendengar kabar bahwa event Secret Santa yang menjadi event tahunan di BBI tidak akan dilaksanakan pada tahun ini. Jujur saja, ini termasuk kabar buruk bagi saya. Karena event seperti ini adalah salah satu cara saling berbagi dan saling mengakrabkan diri dengan teman-teman BBI lainnya. Apalagi dengan tebak-tebak riddle yang selalu menyenangkan itu. 

Untungnya, saya kemudian mendapatkan info tentang grup Novemberian yang terdiri dari anggota BBI yag berulang tahun di bulan November. Saya memberanikan diri bertanya, apakah saya boleh bergabung? Bukan karena saya berulang tahun di bulan November, tetapi karena blog ini yang berulang tahun di bulan November. Dan Puji Tuhan, saya diterima bergabung di sana. Karena temanya ulang tahun, tentunya event-nya adalah tukar kado. Kemudian pengirim kado akan memberikan clue kepada penerima untuk ditebak. Mirip dengan Secret Santa.

Sebelumnya, peserta akan diminta untuk menuliskan wishlist kadonya. Bicara soal wishlist, dalam tahun ini saya lebih selektif memilih buku untuk dibeli. Jadi isi wishlist saya tidak banyak. Berikut adalah buku-buku yang saya inginkan berada di rak koleksi saya.


Seorang Laki-Laki yang Keluar Dari Rumah - Puthut EA
Gara-gara membaca buku "bajingan" karya penulis ini, saya jadi pengen baca karyanya yang lain. Apalagi sinopsisnya tertulis, "Anda bisa membaca novel ini dari setiap bab bernomor ganjil sampai tuntas, baru kemudian membaca bab genap; atau membaca novel ini sebagaimana lazimnya, dari awal sampai akhir; atau tidak membacanya sama sekali." Penasaran banget!


Muslihat Musang Emas - Yusi Avianto Pareanom
Saya pengen baca buku ini gara-gara ratingnya di Goodreads yang lumayan tinggi. Meskipun karya beliau yang berjudul "Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi" masih bertengger rapi belum tersentuh di rak saya. Cover yang ciamik juga membuat saya kepengen.


Call From An Angel - Guillaume Musso
Sinopsisnya bikin penasaran. Apalagi penulis novel ini asalnya dari Perancis. Sepertinya akan menjadi pengalaman pertama saya membaca novel terjemahan dari Perancis. 

Itu saja 3 buah buku yang masuk dalam wishlist saya. Masih ada sih...tapi masih belum terbit terjemahannya. Kasihan Peri Novemberian kalau harus nyari-nyari. Yang tiga di atas sih Insya Allah masih tersedia di toko-toko buku offline/online.  Selamat memilih dan mencari ya... 

#516 The Chronicle of a 35-Year-Old-Woman


Judul Buku : The Chronicle of a 35-Year-Old-Woman
Penulis : Kincir Mainan
Halaman : 245
Penerbit : Bhuana Sastra

Kikan, seorang gadis berumur 35 tahun dengan karakter work hard play hard. Dalam usianya yang berada di pertengahan tigapuluhan dia masih melajang. Bukannya tidak ada yang menjadi kekasihnya, dia hanya belum menemukan lelaki yang sesuai. Hingga seorang Prasetyo, junior copywriter di kantornya melamarnya dengan sebuah cincin mutiara. Saat dia sedang melamunkan nasibnya, tiba-tiba muncullah "Si blasteran siluman anjing pemburu" alias Andreas di hadapannya. Seketika Kikan langsung ilfil.

Andreas adalah kekasih Kikan 8 tahun yang lalu. Dia mencintai Andreas hanya dalam waktu singkat. Namun Andreas memang penjahat kelamin. Saat dia menghabiskan weekend di kamar hanya berdua dengan Kikan, ternyata Andreas masih berhubungan dengan wanita lain. Kikan menemukan sex tapes mereka di handycam milik Andreas. Kikan lantas meninggalkan Andreas begitu saja, terluka, dan sejak itu dia memilih untuk melajang. 

Sekarang Andreas datang, dan menyerbu masuk dalam kehidupan Kikan. Bukan hanya menyalahkan Kikan yang dulu pergi meninggalkannya, Andreas ternyata juga bekerja di kantor Kikan. Dan lebih parahnya, Andreas adalah saudara tirinya Pras. Ada sesuatu yang terjadi di antara Pras dan Andreas, sesuatu yang membuat keduanya bagai musuh bebuyutan.

Pras sendiri tahu Andreas akan bekerja di kantor yang sama dengannya dan Kikan. Makanya dia segera melamar Kikan. Dia tidak ingin Andreas merebut kembali wanita yang dicintainya. Tidak lagi sejak peristiwa yang dulu. 

Novel ini menarik perhatian saya karena judulnya. Dan saya pun membacanya tanpa ekspektasi apa-apa. Jujur saja, tidak ada satupun karakter utama (Kikan, Andreas dan Pras) yang mendapatkan simpati dari saya. Bahkan Pras, yang sepertinya menjadi "korban" di sini juga tidak. Pras yang terlihat alim, pendiam, dan berwibawa, ternyata punya sisi nakal juga. Sehari setelah jadian dengan Kikan (dan malam itu berakhir dengan suasana tidak menyenangkan), besoknya dia make out di storage room pantry dengan Kikan. Kikan sendiri wanita dengan gaya hidup bebas yang juga menginginkan kebutuhannya terpuaskan. Di sisi lain, Pras menuntut kesetiaan dari Kikan sementara dia sendiri tidak mau berbagi masa lalunya yang menghantui hubungannya dengan Kikan. Kalau Andreas, yah...dia memang tokoh antagonis yang nggak ada sejak awal "diciptakan" penulis dengan segala kelakuan jahatnya. Tapi klimaksnya, ketika hubungan Kikan dan Pras seperti menemukan jalan buntu, Kikan malah memilih menghabiskan malam itu dengan Andreas, yang jelas saja tidak ingin melepaskan kesempatan mencicipi tubuh Kikan seperti delapan tahun yang lalu. *sigh*

Tapi.... I'm quite enjoying reading this novel.  Entah...alur ceritanya seakan menyihir saya yang penasaran ingin mengetahui akhir kisah cinta segitiga ini. Dan saya merelakan waktu istirahat malam saya untuk menamatkan novel ini. Setelah sebulan lebih saya tidak mendapatkan "me time" untuk membaca novel, novel ini adalah pelipur lara untuk saya.


#515 Overruled


Judul Buku : Overruled (The Legal Briefs #1)
Penulis : Emma Chase
Halaman : 384
Penerbit : Elex Media Komputindo


Kisah ini berawal dengan munculnya dua garis positif pada alat penguji kehamilan yang digunakan oleh Jenny, kekasih Stanton Shaw. Kala itu mereka masih berada di Sunshine High School, Mississippi. Tentu saja Stanton ingin bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, namun Jenny menolak. Beasiswa football untuk kuliah di Columbia yang diperoleh Stanton sangat sayang untuk dilewatkan. Akhirnya Jenny tetap tinggal di Mississippi mengurus Presley, buah hati mereka.

Sepuluh tahun kemudian, Stanton telah menjadi seorang pengacara yang sukses. Kehidupannya di Washington DC merupakan idaman banyak pria. Sesekali Stanton pergi mengunjungi putrinya, namun sebagian besar hidupnya ada di Washington. Dia memiliki seorang partner (di kantor dan di kamar tidur) bernama Sofia Santos. Sofia adalah gadis modern, tidak ingin terikat, dan sangat menikmati kebersamaannya dengan Stanton. Dia tahu cara memuaskan Stanton, dan demikian pula hanya Stanton yang bisa menaklukkan dirinya. Tetapi, ketika Stanton mendengar bahwa Jenny akan menikah, Stanton menjadi panik. Dia harus menggagalkan pernikahan itu. Tidak ada yang bisa memiliki Jenny selain dirinya.

Well....Stanton memang bukan karakter yang menyenangkan. Menyebalkan lebih tepatnya. Dia menyayangi Jenny dan putrinya, tapi tetap saja tidak bisa melepaskan Sofia. Dia bahkan mengajak Sofia kembali ke Mississippi untuk membantunya fokus dalam menggagalkan pernikahan Jenny. Selama di Mississippi, Stanton bahkan sekamar dengan Sofia. Jelas saja banyak yang tidak percaya bahwa Stanton masih mencintai Jenny. 

Di sisi lain, Sofia sudah menyukai Stanton sejak pertama bertemu dengannya. Hubungan kasual yang mereka jalani semakin memperdalam perasaannya pada Stanton. Meski dia tahu Stanton memiliki seorang putri (dan ibu dari putrinya), Sofia tetap berharap dalam hati kecilnya untuk bisa memiliki Stanton. Sofia berusaha menikmati kebersamaannya dengan Stanton, sampai ketika dia tidak bisa lagi menerima bahwa dirinya hanyalah sebagian saja dalam perjalanan hidup Stanton.

Serial contemporary romance ini memuat banyak konten dewasa dan jelas tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Tapi novel ini mampu membuat saya terjaga selama dua jam lebih untuk menuntaskannya. Pastikan dirimu sudah dewasa sebelum membaca novel ini, karena isinya bisa bikin kipas-kipas. 


#514 Yang Bertahan dan Binasa Perlahan


Judul Buku : Yang Bertahan dan Binasa Perlahan
Penulis : Okky Madasari
Halaman : 196
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Kabar mengenai buku terbaru dari Okky Madasari ini saya peroleh dari linimasa twitter. Saya sempat mengira buku ini berupa novel seperti lima karya sebelumnya. Ternyata kali ini adalah kumpulan cerpen yang ditulis oleh Okky selama satu dekade, tahun 2007-2017.

Sebanyak 19 cerpen di dalam buku ini mempunyai benang merah yang sama, pertarungan dan daya tahan manusia. Mengutip kata pengantar dari penulisnya, di dalam kumpulan cerpen ini ada kisah manusia yang melawan dan bertahan, ada yang lari dan menyembunyikan diri, dan ada yang tidak punya pilihan selain binasa perlahan.

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, adalah cerpen pembuka sekaligus yang paling panjang. Berkisah tentang seorang lelaki yang memutuskan untuk menjadi transmigran ke Kalimantan. Berbekal tekad ingin punya rumah dan lahan, Bandiman memboyong istri dan ketiga anaknya. Meski harus kehilangan salah seorang anak di dalam perjalanan, Bandiman menunjukkan sikap mencoba melawan. Karena pilihan lainnya adalah binasa. Begitupun dengan cerpen Janin, yang mengisahkan tentang sosok janin yang mencoba bertahan ketika ingin dibinasakan oleh empunya rahim.

Sementara Sarap dan Pemain Topeng, keduanya merupakan kisah tentang orang yang bersembunyi. Yang satu berembunyi di balik status orang gila yang diberikan padanya, yang satunya lagi bersembunyi di balik topeng-topeng berwajah ceria buatannya. Laki-laki di Televisi adalah salah satu cerpen favorit saya. Tentang seorang ibu teroris yang begitu yakin bahwa teroris yang di televisi itu bukan anaknya. Sayangnya, ibu ini tidak bisa bersembunyi dari cercaan media. Dua Lelaki pun merupakan cerpen dengan "nyawa" yang hampir sama. Tentang dua pria yang dulunya bersahabat karib, terpaksa terpisah karena konflik agama. Kali ini mereka bertemu, tampak saling merindu, namun ada sesal dan ngilu yang tak terkatakan.

Keumala berkisah tentang seorang gadis yang ingin berlari dari hidupnya. Dia memilih menjadi perempuan tanpa kehormatan agar bisa pergi dari pengawasan kakeknya. Begitupun dengan Dua Pengantin, yang memilih jalan pintas menjadi pelaku bom bunuh diri untuk menuju surga agar bertemu dengan sepuluh bidadari

Ada juga kisah tentang pria yang mencari hiburan agar bisa bertahan hidup di tempat terpencil. Hiburannya tak lain adalah menyalurkan Hasrat pada murid-muridnya yang masih belia. Ada juga kisah para petinggi Partai Pengasih yang ingin mencari jalan pintas menuju kekuasaan. Namun lucunya berakhir dengan tragis.

Masih ada beberapa cerpen lainnya yang tidak kalah menariknya. Konflik sosial masih menjadi topik utama di dalam cerpen-cerpen ini, senyawa dengan lima buku karya Okky sebelumnya. Meskipun saya membaca versi digitalnya, saya rasa versi cetaknya layak untuk dikoleksi. Sebagai kolektor novel-novelnya, tentunya saya tidak akan melewatkan buku ini untuk dimasukan dalam koleksi saya.


#513 Kerumunan Terakhir


Judul Buku : Kerumunan Terakhir
Penulis : Okky Madasari
Halaman : 360
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Jayanegara adalah seorang pemuda yang kecewa dengan kelakuan Bapaknya. Bapaknya yang terpelajar, bahkan sampai bergelar Doktor dari Inggris ternyata melukai perasaan Ibunya. Bapaknya selingkuh. Berkal-kali, sampai akhirnya Ibunya menyerah dan memilih meninggalkan suami dan anak-anaknya. Jaya hanya bisa diam, meski dalam hatinya dia berontak.
Ada ngilu yang berlapis-lapis. Ada beban berat dalam tiap tarikan napas yang sialnya tak sedikit pun bisa kubagi dengan orang lain. Karena semua orang hanya boleh tahu : aku tidak apa-apa. (Hal 17)
Jaya mencari pelarian. Maera, kekasihnya mengenalkannya pada sebuah dunia. Dunia dimana semua orang bebas berteriak, dunia dimana dia bisa menemukan apa saja. Tidak ada yang peduli apakah yang ada di dunia itu hanya bualan atau memang benar apa adanya. Siapa yang bisa beretorika, dia akan punya panggung. Jaya sendiri memilih untuk tampil dalam wujud dan nama lain. Matajaya, seorang pemuda dari keluarga broken home yang bisa sukses menjadi stuntmen di New York. 

Kerumunan Terakhir menyorot tentang dunia maya dengan segala keriuhannya. Media sosial menjadi panggung tempat manusia-manusia beraksi. Seperti Jaya, orang yang mengenal dunia maya bisa terjebak dan menjadi kecanduan. Jaya sendiri bisa bertahan berjam-jam di depan layar komputer di dalam kamar kost Maera. Uniknya, cara Okky Madasari berkisah, membuat batasan antara dunia maya dan dunia nyata tidak jelas. 

Jujur saja, saya tidak bisa berempati pada Jaya, meski kisah hidupnya lumayan menyedihkan. Dia penuh kepalsuan. Mungkin karena di dunia maya, saya memilih jalan seperti Maera yang tampil dengan identitas aslinya. Jaya menghukum Bapak-nya yang dianggapnya bejat, sementara dia sendiri kelakuannya tidak bisa dibilang santun dan bermoral. 

Novel ini menarik, meski tidak menjadi favorit saya seperti karya Okky sebelumnya. Selalu ada fenomena sosial yang diangkat oleh Okky dalam setiap novelnya. Saat ini kita tidak bisa lagi bersembunyi dari media sosial. Yang perlu dilakukan adalah menjadi orang yang bertanggung jawab di dunia maya. Jejak digital yang kita tinggalkan tidak akan sepenuhnya hilang. Hanya perlu waktu, semua akan terbuka. 


#512 Kana di Negeri Kiwi


Judul Buku : Kana di Negeri Kiwi
Penulis : Rosemary Kesuly
Halaman : 202
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kana selalu merasa dirinya dibuang oleh ibunya. Selepas perceraian kedua orang tuanya, Kana tinggal dengan ibunya sedangkan ayahnya kembali ke Selandia Baru. Hingga ketika Kana SMA, ibunya hendak menikah lagi. Tidak ingin direpotkan oleh Kana yang selalu membantahnya, Kana dikirim ke Selandia Baru untuk tinggal bersama ayahnya.

Perpindahan ini membuat Kana sedih. Apalagi sebelum dia pindah dia diputuskan pacarnya dengan alasan badannya gemuk. Kana menjadi tidak percaya diri. Sesekali dia akan meminta pendapat sahabatnya, Jyotika, untuk memastikan dirinya tidak gemuk. Berkali-kali juga Jyotika mengatakan bahwa Kana seharusnya lebih menghargai tubuhnya, dan dia tidak gemuk sama sekali. Tapi Kana tidak sepenuhnya mendengarnya. Dia selalu sibuk mencari cara biar bisa baikan lagi dengan mantan pacarnya. Kesibukan Kana dengan dirinya sendiri akhirnya membuatnya mengabaikan sahabatnya, sampai dia tahu bahwa sahabatnya ternyata mengalami hal yang lebih parah dari dirinya.

Saya membaca novel teenlit ini karena rekomendasi dari Daniel. Seandainya saya tidak membaca timeline twitternya saya bahkan tidak tahu ada novel yang mendapatkan Juara 1 Lomba Novel Teenlit Writer 2005. Dan setelah saya membacanya, saya bisa berkata novel ini adalah teenlit rasa original. Ada beberapa problematika remaja yang diangkat di dalam novel ini, mulai dari rasa tidak percaya diri karena verbal abuse, bahkan sampai ke sexual abuse. Gaya berceritanya khas dengan kalimat-kalimat singkat. Dan ada solusi yang ditampilkan atas semua problem di dalam novel ini. Meski terkesan sederhana, tapi saya rasa mudah dipahami oleh remaja.

Selain konflik remajanya, penulis juga berusaha menggambarkan tentang Selandia Baru baguan Utara, dan juga bagaimana kondisi sekolah di sana. Lumayan buat nambah informasi baru. Mungkin novel ini akan sulit dijumpai versi cetaknya. Thank to SCOOP, saya bisa membaca versi digitalnya. Kalau kamu tertarik membacanya bisa membelinya di SCOOP. 



#511 Luna


Judul Buku : Luna
Penulis : Julie Anne Peters
Halaman : 248
Penerbit : Little Brown Books For Young Readers (ebook)

Regan sering terbangun tengah malam. Tepatnya dibangunkan oleh kakaknya, Liam. Malam ini Liam membangunkannya untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah menemukan nama baru. Luna. Seperti bulan yang hanya terlihat di malam hari. Demikian pula dengan Luna, yang hanya bisa menjadi dirinya di malam hari.

Sudah lama Liam merasakan bahwa dirinya adalah seorang perempuan, yang terlahir di dalam tubuh laki-laki. Hanya Regan yang tahu tentang status transgender yang dialami Liam. Seringkali Liam masuk ke dalam kamarnya untuk mencoba berbagai pakaian, wig, dan segala macam asesoris wanita. Regan memahami saudaranya itu. Hanya saja, rahasia ini terlalu berat buat Regan. Apalagi Luna berkeras ingin menampilkan dirinya. Dia tidak ingin bersembunyi lebih lama lagi.

Isu LGBT akhir-akhir ini kembali mencuat, seiringan dengan kasus penolakan terhadap salah satu gerai kopi ternama. Sebenarnya sudah banyak novel yang mengangkat topik tentang LGBT. Hanya saja masih sedikit yang menggunakan sudut pandang diluar tokoh yang mengalami LGBT. Di novel ini, pembaca diajak untuk memahami bagaimana seorang adik menerima kondisi kakaknya yang di mata orang lain dianggap tidak normal. Regan harus menjadi tameng sekaligus teman bagi Luna. Regan bahkan merasa dirinya tidak bisa hidup normal seperti orang lain.
My brother was a black hole in my universe. He was sucking the life right out of me
Novel ini juga menjelaskan bahwa seringkali transgender dianggap sama dengan gay. Padahal kedua hal tersebut berbeda. Luna di dalam novel ini menolak disebut sebagai gay. Karena sedari kecil, dia tahu di dalam dirinya dia adalah Lia Marie (nama yang digunakan Liam sebelum berganti menjadi Luna), dan bukannya Liam. Luna pun mengalami penolakan, bullying dari lingkungannya, bahkan dia berpikir lebih baik berhenti hidup daripada menjadi orang yang bukan dirinya.

Novel ini pernah diterjemahkan oleh Gramedia dengan judul sama dalam lini teenlit. Tapi saya lebih suka dengan cover aslinya. Cantik sekali. Novel ini juga memenangkan penghargaan Colorado Book Award For Young Adult tahun 2005. Saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca oleh para remaja.




#510 Rumah Lebah


Judul Buku : Rumah Lebah
Penulis : Ruwi Meita
Halaman : 296
Penerbit : Gagas Media

Winaya dan Nawai adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Winaya awalnya berprofesi sebagai seorang wartawan, namun akhirnya beralih profesi menjadi penulis fiksi. Dia memboyong istri dan anaknya meninggalkan Jakarta untuk tinggal di sebuah rumah di tepi danau di Ponorogo. Ini karena mereka tidak ingin lagi dibayang-bayangi oleh "hantu-hantu" yang sering dilihat oleh Mala, anaknya. Kejadian aneh dimana anaknya tiba-tiba saja berada di atas atap rumah di tengah malam, ditambah dengan interaksi sosialnya di sekolah yang dianggap tidak normal, hanyalah dua dari sekian alasan mereka meninggalkan Jakarta.

Namun "hantu-hantu" itu terus mengikuti, meski frekuensinya tidak lagi sama dengan yang dulu. Di rumah yang baru ini ada Winaya dan Mala punya ruangan khusus. Winaya selalu bekerja berjam-jam di ruang kerjanya. Di sebelahnya ada perpustakaan dimana Mala lebih banyak menghabiskan waktunya membaca ensiklopedia. Ada ruangan bawah tanah yang menghubungkan kedua tempat itu, disanalah Nawai terkadang menyalurkan bakat melukisnya. Nawai mendekorasi ulang ruang bawah tanah itu untuk dirinya sendiri. Rumah mereka cukup terpencil, hanya ada satu rumah tetangga. Itupun adalah villa milik seorang pengusaha kaya.

Suatu ketika, Winaya mendapatkan rezeki. Naskah fiksinya akan dadaptasi menjadi sebuah film. Kebetulan pemeran utamanya seorang aktris bernama Alegra, adalah kekasih Rayhan pemilik villa di sebelah rumah mereka. Ketika Alegra mengunang Winaya sekeluarga untuk makan malam di villa Rayhan, distulan malapetaka mulai terjadi.

Saya mencari novel ini sejak saya membaca Misteri Patung Garam dan Alias. Novel ini sangat langka, selain karena sudah terbitan lama, mungkin tidak dicetak ulang lagi. Betapa bahagianya saya ketika menemukannya dalam format digital di Google Play. Dan saya menghabiskannya hanya dalam waktu semalam. Alurnya rapi. Ruwi Meita memang paling lihai dalam menggiring pembaca untuk kemudian dikejutkan dengan twist di bagian akhir. 

Saya suka sekali dengan karakter Mala. Betapa anak istimewa ini bisa menjadi kunci dari misteri para hantu yang hadir di rumahnya. Di sisi lain, anak malang ini begitu mencintai keluarganya sehingga dia mau saja menerima pergaulan dengan hantu-hantu itu. Kemudian ada Nawai yang selalu kuatir dengan kesehatannya, sementara suaminya menganggap dia baik-baik saja. Semua tokoh mendapatkan pengembangan karakter dengan proporsi yang pas. 

Very recommended untuk penikmat novel thriller misteri


#509 Three Sisters


Judul Buku : Three Sisters
Penulis : Seplia
Halaman : 228
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Rera, Gina dan Yumi adalah tiga bersaudara dengan nasib yang berbeda. Rera si sulung yang berusia 32 tahun, belum menikah dan terus mendapatkan wejangan agar tidak menjadi perawan tua. Apalagi kedua adiknya sudah berkeluarga. Gina, anak tengah yang juga wanita karir, sudah menikah dengan dua anak. Namun Gina merasa lelah dengan kehidupan rumah tangganya. Yumi, si bungsu, telah menikah selama tiga tahun namun belum juga mendapatkan momongan. Sementara ibu mertuanya tidak henti-hentinya meneror dengan pertanyaan 'sudah hamil?'

Setiap mereka diperhadapkan dengan persoalan masing-masing. Rera memilih untuk mengikuti saja semua perjodohan dan kencan buta yang ditawarkan padanya. Tapi tak satupun ada pria yang bisa memenuhi kriterianya. Sementara itu, dia harus menghadapi arsitek yang mengawasi pembangunan rumah barunya bernama Xian, yang terkadang suka seenaknya mampir dan numpang makan di rumahnya. Gina memilih untuk mencari kebebasan di luar rumah. Tawaran itu datang dalam sosok Frans, seorang kenalan yang dijumpainya di pub. Bersama Frans, Gina sejenak melupakan rumah yang selalu berantakan, anak-anak yang sulit diatur, dan suaminya yang juga sibuk dengan karirnya. Yumi memilih menjalani masa penantiannya dengan mencoba berbagai macam saran yang dilontarkan kepadanya. Dia bersyukur cinta Ozi, suaminya, yang sangat besar mampu membuatnya bertahan menghadapi ibu mertuanya. Tapi jika harga dirinya terus menerus disakiti, Yumi mencapai batas kesabarannya.

Tiga wanita dengan tiga masalah. Uniknya, ketiganya saling bercermin pada saudarinya. Rera menyalahkan keegoisan Gina yang ingin meninggalkan keluarganya, sementara dirinya bahkan mendapatkan calon suami saja belum. Yumi juga kesal dengan kelakuan Gina yang tidak mensyukuri kehadiran anak-anak di rumahnya. Sementara Gina tidak mau kalah dengan melemparkan dalih baik Yumi bahkan Rera tidak pernah merasakan berada di posisinya.

Saya pernah berada di posisi Yumi, meski ibu mertua saya berbeda 180 derajat dengan mertua Yumi. Saya sangat paham betapa risih, sedih, kecewa, takut yang bercampur aduk terus membayangi perasaan. Mungkin saya nantinya juga akan berada di posisi Gina, ketika yang terasa setiap hari hanya kelelahan semata. Karenanya saya sangat mengapresiasi isi novel ini yang tidak hanya membeberkan masalah yang umumnya dialami wanita urban, tapi juga memberi beberapa pemecahan yang bisa diikuti.

Terlepas dari itu, karakter setiap tokohnya begitu pas. Tidak berlebihan, tapi juga tidak terlalu sempurna. Kehadiran Xian dengan gaya selebornya, Gale dengan kesabarannya, dan juga Ozi dengan kebijaksanannya melengkapi karakter tiga wanita yang bermasalah ini. Sebagai pelengkap, ada Bude Ina, pemilik toko kue yang menjadi semacam ibu peri bagi ketiganya. 

Saya memberikan bintang lima untuk metropop ini. Selain karena pesan moral yang sarat di dalamnya, membaca novel ini seperti membaca kisah three in one. Kamu bisa tertawa sekaligus menangis terharu saat membacanya. Setidaknya itu yang saya alami sendiri. 


#508 Scheduled Suicide Day


Judul Buku : Scheduled Suicide Day
Penulis : Akiyoshi Rikako
Halaman : 277
Penerbit : Haru


Ruri sudah merencanakan kematiannya dengan baik. Dia menuliskan surat terakhirnya yang berisi pesan bahwa ibu tirinya adalah pembunuh ayahnya. Ruri juga sudah memilih lokasi yang tepat untuk kematiannya berdasarkan rekomendasi dari sebuah situs bunuh diri di internet. Sayangnya,rencana bunuh diri Ruri tidak berjalan mulus. Dia ditolong oleh seorang hantu anak laki-laki bernama Hiroaki.

Rencana bunuh diri Ruri tidak lepas dari rasa sakit hatinya terhadap ibu tirinya. Sepeninggal ibu kandungnya yang mati tiba-tiba karena pendarahan otak, Ruri tinggal berdua dengan ayahnya yang berprofesi sebagai koki. Namun kehidupan mereka yang tenang mulai terusik ketika Reiko hadir dalam kehidupan ayahnya. Terlebih lagi pada saat akhirnya ayahnya menikah dengan Reiko. Reiko mengambil alih rumah mereka, dan puncaknya ketika Ruri melihat Reiko berada di samping ayahnya ketika ayahnya ditemukan meninggal di kamar kerjanya. Ruri yang merasa ada yang janggal dari kematian ayahnya mencoba menyelidiki. Namun upayanya termentahkan oleh pihak kepolisian yang mengatakan dia tak punya cukup bukti. Akhirnya Ruri menyerah dan memutuskan ingin "bergabung" dengan kedua orang tuanya.

Akan tetapi usaha bunuh dirinya gagal. Sebaliknya ada hantu yang membuat kesepakatan dengannya. Hiroaki, nama hantu ini, ingin membantu Ruri mencari bukti pembunuhan ayahnya. Ruri memberikan waktu selama enam hari saja. Jika upaya mereka gagal, maka Ruri akan melanjutkan niat awalnya untuk bunuh diri. Dalam enam hari, Ruri mencoba mengumpulkan bukti-bukti dan instingnya benar. Reiko melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kematian ayahnya.

Buku ini sudah saya nantikan sejak ada kabar akan diterbitkan. Berbekal hype dari buku sebelumnya, Holy Mother, saya sudah meniatkan harus membaca buku ini. Masih mengusung tema misteri dengan tokoh remaja, kali ini ada bumbu "hantu" di dalamnya. Untungnya bukan hantu yang menyeramkan. Dan saat membaca buku ini, saya sudah mengantisipasi bakal ada twist yang mengejutkan. 

Mengenai karakter tokoh utamanya, Ruri, sejak awal saya merasa sikap Ruri sepertinya berlebihan. Semua yang dilakukan ibu tirinya terlihat negatif di matanya. Saya nggak bisa merasa kasihan pada Ruri. Apalagi keputusannya untuk bunuh diri itu sepertinya terlalu mudah untuk diambil. Mungkin penulis ingin menunjukkan bahwa bunuh diri bisa menjadi salah satu pilihan orang-orang yang putus asa atau depresi dengan lingkungannya. 

Bagian lain yang menarik adalah ilmu tentang  fengshui dan masakan-masakan di Jepang yang ditampilkan di buku ini. Saya jadi dapat ilmu baru, khususnya tentang hari-hari Rokuyo yang berperan dalam peruntungan. Overall, buku ini memang tidak seintens Holy Mother, tapi tidak ada salahnya mencicipi misteri remaja ini. 


#507 An Heir of Deception


Judul Buku : An Heir of Deception 
Penulis : Beverley Kendall
Halaman : 480
Penerbit : Elex Media Komputindo


Alex Cartwright tidak bisa melupakan sakit hatinya ketika ditinggalkan oleh tunangannya di altar dengan hanya pemberitahuan melalui sepucuk surat. Belum lagi keterpurukan yang dialaminya selama lima tahun. Dan kini Charlotte Rutherford kembali ke Inggris setelah menghilang tanpa kabar. Yang membuat Alex lebih sakit hati, Charlotte kembali dengan seorang anak kecil yang tidka bisa dipungkiri adalah anak Alex.

Dengan berat hati Charlotte kembali ke Inggris karena mendapat kabar saudari kembarnya, Catherine, sedang sakit parah. Tentu saja kedatangannya disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Meski demikian Charlotte sangat cemas memikirkan akan bertemu dengan Alex, apalagi dia tidak datang seorang diri. Ketika akhirnya dia bertatap muka dengan Alex, Charlotte tahu perasaannya lima tahun yang lalu terhadap Alex tidak berubah. Dia berutang penjelasan kepada Alex.

Sayangnya Alex tidak mau mendengar alasannya. Tetapi Alex sendiri tidak bisa menyangkap pesona Charlotte masih terus menguasai dirinya. Misi Alex saat ini adalah mendapatkan kembali anaknya, meski dengan demikian dia harus membuat surat pernikahan palsu. Dan untuk menegaskan hubungan mereka, Charlotte dan Nicholas, anaknya, harus tinggal bersama dirinya.

Kisah Alex dan Charlotte adalah buku ketiga dari series The Elusive Lords. Inti utama dari kisah ini adalah masalah keterbukaan. Charlotte yang merupakan anak di luar pernikahan resmi, merasa dirinya tidak pantas untuk Alex yang adalah calon Duke. Namun cintanya membuatnya menerima lamaran Alex. Sayangnya ada pihak yang ingin membatalkan pernikahan itu dengan cara mengancam akan membuka skandal Charlotte yang bisa menyebabkan kedudukan sosial Alex terancam. Charlotte saat itu menjadi tidak yakin dengan cintanya sendiri, apalagi cinta Alex.

Cara keduanya menyelesaikan masalah cukup menarik. Charlotte dengan sabar berusaha menjelaskan pada Alex. Sementara itu Alex sedikit demi sedikit membuka celah untuk Charlotte. Apalagi sudah ada Nicholas yang akan diperjuangkan oleh Alex menjadi pewarisnya. Dan juga secara fisik, Alex dan Charlotte tidak bisa mengingkari ketertarikan mereka. Ada unsur misteri di dalam novel ini, meski masih lebih dominan romance-nya. Dan pengirim surat rahasia yang diterima oleh Charlotte itu sungguh di luar dugaan. 

Empat bintang untuk Alex dan Charlotte.



#506 Gantung


Judul Buku : Gantung
Penulis : Nadia Khan
Halaman : 320
Penerbit : Haru

Gibbs, Ray, Troll dan KJ adalah empat orang siswa di SMCGT, sebuah sekolah elite di Malaysia. Keempat pemuda ini merupakan siswa yang populer dan memiliki banyak penggemar. Meskipun memiliki sifat dan kesibukan yang berbeda, keempatnya sangat kompak dalam berbagai hal. Termasuk tentang wanita. Mereka punya prinsip one for all untuk wanita. Jika salah satu di antara mereka bisa mendapatkan seorang wanita untuk dikencani, maka wanita tersebut harus 'dibagi' dengan yang lain. Dan sejauh ini para wanita tidak ada yang keberatan.

Hingga suatu ketika, Gibbs menyukai seorang gadis di sekolah itu yang bernama Fara. Fara ini juga adalah ketua KP (semacam ketua OSIS kalau di Indonesia). Gibbs diam-diam mendekati Fara. Pendekatan Gibbs bersambut, Fara juga menginginkan dirinya. Gibbs yang baru kali ini merasa benar-benar menyukai seorang gadis tidak rela jika harus berbagi Fara dengan teman-temannya. Mereka berdua bertekad merahasiakan hubungan mereka. Sayangnya, hubungan itu diketahui oleh Deepa, gadis teman sekamar Fara, yang juga menyukai Gibbs. Dari sini malapetaka mulai berawal.

Ini adalah literatur Malaysia pertama yang saya baca. Saat membaca beberapa review di Goodreads saya semakin penasaran. Saya sendiri sempat terkejut dengan ceritanya yang vulgar, dimana di dalam novel ini dikisahkan anak usia SMA yang tidak ragu-ragu melakukan hubungan seksual. Apalagi setting-nya di asrama sekolah elite. Prinsip 'berbagi' diantara Gibbs, Ray, Troll dan KJ ini juga mengejutkan. Kesan misterinya sendiri baru terasa di pertengahan cerita. Yang dominan malah nuansa horornya. Yup...ada hantu di dalam novel ini.

Bayangkan saja adegan dimana ada seorang siswi yang sedang tidur di kamarnya, dan dia diganggu oleh sosok tak kasat mata. Kipas anginnya berputar sendiri, atau ada suara orang mencuci kain di wastafel. Yang lebih horor lagi, hantunya menampakkan diri di dalam mimpi si gadis. 

Yang membuat saya memberi bintang tiga adalah kepiawaian penulis mengaitkan bab per bab menjadi satu kisah yang utuh. Awalnya mungkin membingungkan, tapi semakin ke belakang makin jelas hubungan antara tokohnya. Namun sayang, endingnya bagi saya justu membuat nuansa misteri dan horornya menjadi bias.

Ada banyak istilah-istilah slang di Malaysia yang digunakan di dalam novel ini. Jangan kuatir, ada catatan kaki untuk setiap istilah itu. Terjemahannya bagus, tidak meghilangkan rasa Malaysia-nya. Saya jadi penasaran dengan literatur Malaysia. Semoga ada lagi dari penulis ini yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru.



#505 Side By Side


Judul Buku : Side By Side
Penulis : Sofi Meloni
Halaman : 272
Penerbit : Elex Media Komputindo


Rama berkenalan dengan Gita gara-gara sebuah taruhan. Siang itu di perpustakaan kampus, Rama menunggu seorang gadis berkacamata untuk mengetahui nama gadis itu. Keberuntungan ada di pihak Rama, ketika Gita tidak bisa lagi meminjam buku sementara dia sangat membutuhkan buku itu. Rama pun meminjamkan kartu ID-nya untuk digunakan oleh Gita. Gita yang tahu maksud Rama mengajaknya kenalan akhirnya luluh karena bantuan Rama. Dia pun membantu Rama untuk memenangkan taruhan. Ternyata kesepakatan taruhannya adalah bahwa Rama harus berpacaran dengan Gita.

Rama dan Gita adalah dua sosok yang bertolak belakang. Bagi Rama, masa kuliah itu harus dinikmati sebebas-bebasnya. Rama bahkan mengabaikan beberapa mata kuliahnya agar bisa lebih lama berada di kampus. Sementara Gita adalah mahasiswi dengan penuh perencenaan. Setiap langkah dalam hidupnya telah diatur sedemikian rupa. Tidak ada waktu bersantai atau bermain-main. Ketika Gita berkenalan dengan Rama, satupun dari mereka tidak menyangka jika hal peminjaman buku akan berlanjut.

Teraturnya hidup Gita sebenarnya tidak lepas dari kondisi keluarganya, khususnya keberadaan kakaknya, Luna. Di mata orang tuanya, Luna adalah sosok anadalan, yang bisa menjadi panutan. Luna mendapat beasiswa untuk kuliah di Jakarta. Gita dituntut untuk seperti kakaknya itu. Yang orang tuanya tidak tahu, sudah beberapa waktu ini Luna berubah. Bukannya kuliah, dia sibuk dengan anak geng motor, pacarnya. Beasiswanya dicabut, hidupnya tidak jelas. Beberapa kali Luna datang mengambil uang Gita, dan mengancam agar Gita tidak melaporkannya ke orang tua mereka.

Kesepakatan "pacaran" antara Rama dan Gita tidak mulus-mulus saja. Gita berusaha membuat Rama sadar akan pentingnya berusaha keras dan merencanakan hidup. Sementara Rama juga berusaha mengjak Gita bersenang-senang. Masalah mulai muncul ketika Gita menyalahartikan perhatian Rama padanya. Gita mulai menyukai Rama. Namun ternyata selain karena taruhan, Rama memanfaatkan Gita untuk membuat Jess, mantan pacarnya, kembali padanya. 
Kamu, kehadiranmu, tidak pernah ada dalam rencanaku. Sama halnya aku tidak pernah merencanakan untuk jatuh cinta dan patah hati karenamu. (Hal 251)
Ini adalah novel keempat dari Sofi Meloni, salah satu penulis yang karyanya selalu saya tunggu. Kali ini tulisan Sofi semakin matang, meski menurut pengakuan penulis naskah novel ini hanya ditulis dalam waktu sebulan. Saya suka dengan berbagai macam kontradiksi yang dihadirkan di dalam novel ini. Kedewasaan Gita yang berhadapan dengan kekanak-kanakan Rama, keteraturan Gita bertemu dengan amburadulnya Rama, cara berpikir Rama yang simpel bertabrakan dengan kompleksnya isi kepala Gita. Saya juga suka bagaimana cara penulis memasukkan episode "jatuh cinta tanpa terencana" dalam kehidupan Gita yang penuh dengan rencana. Ketika Gita mengalami patah hati, saya juga ikut menangis sedih. 

Membaca novel ini tidak butuh waktu lama, mungkin karena saya terlarut dalam kisahnya. Terlepas dari beberapa hal yang mengganggu (misalnya gambar covernya dimana si cowok diwakili oleh sepatu keds, bukannya sepatu boot seperti yang digambarkan dalam ceritanya), saya rasa bintang lima layak saya berikan untuk novel ini. 


#504 Touché: Rosetta


Judul Buku : Touché: Rosetta
Penulis : Windhy Puspitadewi
Halaman : 200
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 


Penggemar novel fantasy dalam negeri mungkin sudah menunggu terbitnya kelanjutan serial Touché ini. Buku kedua-nya terbit pada tahun 2014, dan sesuai siklus 3 tahunan (menurut penulisnya), maka buku ketiga diterbitkan pada tahun ini. Sebelum membacanya, saya mau ngasih peringatan: read on your own risk

Seperti kisah para kaum Touché sebelumnya, kali ini kita akan diajak berkenalan dengan Edward Kim, pemuda berpostur tinggi agak kurus dan bermata sipit yang memiliki kemampuan bisa menyerap informasi dari sebuah tulisan hanya dengan menyentuhnya. Keunikannya apapun bahasa dan tulisan yang tertera di situ, bisa dipahami langsung oleh Edward. Namun kemampuannya ini tidak bisa berlaku jika tulisannya merupakan produk digital. Profesor Fischer yang menyadari kemampuan Edward memanfaatkannya untuk keperluan menerjemahkan prasasti atau dokumen kuno. Hal ini tentunya menguntungkan Profesor Fischer, sementara bagi Edward tidak ada masalah selama dia mendapatkan banyak uang.

Masalah mulai muncul ketika salah satu Profesor Hamilton, rekan kerja Profesor Fischer, ditemukan tewas terbunuh. Ellen Hamilton, putri angkat Profesor Hamilton bersama dengan Yunus King, meminta bantuan Edward untuk membuka brankas rahasia yang diduga akan memberikan jawaban siapa pembunuh Profesor Hamilton. Pada kesempatan itu juga, Edward mendapatkan penjelasan dari Yunus mengenai siapa dirinya. Edward sangat terkejut mengetahui ada banyak orang terkenal yang termasuk dalam kaum Touché seperti dirinya. Termasuk Jean-Francois Champolitan, yang menerjemahkan Batu Rosetta.

 Petualangan Edward, Ellen dan Yunus untuk membuka misteri pembunuhan Profesor Hamilton dimulai. Ketika Edward (dibantu oleh Ellen yang memiliki ingatan eidetic) berhasil membuka brankas itu mereka menemukan buku tua yang berisi tulisan-tulisan kuno. Edward menerjemahkan seluruh isi buku itu, dan memindahkan terjemahannya di dalam laptop milik Ellen. Tanpa mereka sadari, nyawa mereka menjadi taruhannya. 

Novel ini sungguh adalah novel yang page-turner. Membaca novel ini mengingatkan saya saat membaca buku-buku Dan Brown, karena misteri yang ingin dipecahkan oleh Edward dan timnya terkait dengan para tokoh legendaris dari Italia seperti Michaelangelo dan Leonardo Da Vinci. Siapa yang menyangka kalau mereka juga termasuk dalam Touché ? Meski saya bisa menebak beberapa bagian dari misteri di dalam novel ini (seperti patung David dan lukisan di langit-langit kapel) dan juga siapa yang membunuh Profesor Hamilton, tapi saya ikut merasakan rasa penasaran dan ketegangan saat membaca novel ini.

Lantas resiko apa yang saya singgung di awal postingan ini? Karena novel ini ditutup dengan ending mengejutkan sekaligus menggantung. Belum lagi ada kehadiran Hiro Morrison yang membuat saya semakin penasaran. Membayangkan baru bisa membaca kelanjutannya 3 tahun lagi sempat membuat saya kesal.