~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#509 Three Sisters


Judul Buku : Three Sisters
Penulis : Seplia
Halaman : 228
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Rera, Gina dan Yumi adalah tiga bersaudara dengan nasib yang berbeda. Rera si sulung yang berusia 32 tahun, belum menikah dan terus mendapatkan wejangan agar tidak menjadi perawan tua. Apalagi kedua adiknya sudah berkeluarga. Gina, anak tengah yang juga wanita karir, sudah menikah dengan dua anak. Namun Gina merasa lelah dengan kehidupan rumah tangganya. Yumi, si bungsu, telah menikah selama tiga tahun namun belum juga mendapatkan momongan. Sementara ibu mertuanya tidak henti-hentinya meneror dengan pertanyaan 'sudah hamil?'

Setiap mereka diperhadapkan dengan persoalan masing-masing. Rera memilih untuk mengikuti saja semua perjodohan dan kencan buta yang ditawarkan padanya. Tapi tak satupun ada pria yang bisa memenuhi kriterianya. Sementara itu, dia harus menghadapi arsitek yang mengawasi pembangunan rumah barunya bernama Xian, yang terkadang suka seenaknya mampir dan numpang makan di rumahnya. Gina memilih untuk mencari kebebasan di luar rumah. Tawaran itu datang dalam sosok Frans, seorang kenalan yang dijumpainya di pub. Bersama Frans, Gina sejenak melupakan rumah yang selalu berantakan, anak-anak yang sulit diatur, dan suaminya yang juga sibuk dengan karirnya. Yumi memilih menjalani masa penantiannya dengan mencoba berbagai macam saran yang dilontarkan kepadanya. Dia bersyukur cinta Ozi, suaminya, yang sangat besar mampu membuatnya bertahan menghadapi ibu mertuanya. Tapi jika harga dirinya terus menerus disakiti, Yumi mencapai batas kesabarannya.

Tiga wanita dengan tiga masalah. Uniknya, ketiganya saling bercermin pada saudarinya. Rera menyalahkan keegoisan Gina yang ingin meninggalkan keluarganya, sementara dirinya bahkan mendapatkan calon suami saja belum. Yumi juga kesal dengan kelakuan Gina yang tidak mensyukuri kehadiran anak-anak di rumahnya. Sementara Gina tidak mau kalah dengan melemparkan dalih baik Yumi bahkan Rera tidak pernah merasakan berada di posisinya.

Saya pernah berada di posisi Yumi, meski ibu mertua saya berbeda 180 derajat dengan mertua Yumi. Saya sangat paham betapa risih, sedih, kecewa, takut yang bercampur aduk terus membayangi perasaan. Mungkin saya nantinya juga akan berada di posisi Gina, ketika yang terasa setiap hari hanya kelelahan semata. Karenanya saya sangat mengapresiasi isi novel ini yang tidak hanya membeberkan masalah yang umumnya dialami wanita urban, tapi juga memberi beberapa pemecahan yang bisa diikuti.

Terlepas dari itu, karakter setiap tokohnya begitu pas. Tidak berlebihan, tapi juga tidak terlalu sempurna. Kehadiran Xian dengan gaya selebornya, Gale dengan kesabarannya, dan juga Ozi dengan kebijaksanannya melengkapi karakter tiga wanita yang bermasalah ini. Sebagai pelengkap, ada Bude Ina, pemilik toko kue yang menjadi semacam ibu peri bagi ketiganya. 

Saya memberikan bintang lima untuk metropop ini. Selain karena pesan moral yang sarat di dalamnya, membaca novel ini seperti membaca kisah three in one. Kamu bisa tertawa sekaligus menangis terharu saat membacanya. Setidaknya itu yang saya alami sendiri. 


#508 Scheduled Suicide Day


Judul Buku : Scheduled Suicide Day
Penulis : Akiyoshi Rikako
Halaman : 277
Penerbit : Haru


Ruri sudah merencanakan kematiannya dengan baik. Dia menuliskan surat terakhirnya yang berisi pesan bahwa ibu tirinya adalah pembunuh ayahnya. Ruri juga sudah memilih lokasi yang tepat untuk kematiannya berdasarkan rekomendasi dari sebuah situs bunuh diri di internet. Sayangnya,rencana bunuh diri Ruri tidak berjalan mulus. Dia ditolong oleh seorang hantu anak laki-laki bernama Hiroaki.

Rencana bunuh diri Ruri tidak lepas dari rasa sakit hatinya terhadap ibu tirinya. Sepeninggal ibu kandungnya yang mati tiba-tiba karena pendarahan otak, Ruri tinggal berdua dengan ayahnya yang berprofesi sebagai koki. Namun kehidupan mereka yang tenang mulai terusik ketika Reiko hadir dalam kehidupan ayahnya. Terlebih lagi pada saat akhirnya ayahnya menikah dengan Reiko. Reiko mengambil alih rumah mereka, dan puncaknya ketika Ruri melihat Reiko berada di samping ayahnya ketika ayahnya ditemukan meninggal di kamar kerjanya. Ruri yang merasa ada yang janggal dari kematian ayahnya mencoba menyelidiki. Namun upayanya termentahkan oleh pihak kepolisian yang mengatakan dia tak punya cukup bukti. Akhirnya Ruri menyerah dan memutuskan ingin "bergabung" dengan kedua orang tuanya.

Akan tetapi usaha bunuh dirinya gagal. Sebaliknya ada hantu yang membuat kesepakatan dengannya. Hiroaki, nama hantu ini, ingin membantu Ruri mencari bukti pembunuhan ayahnya. Ruri memberikan waktu selama enam hari saja. Jika upaya mereka gagal, maka Ruri akan melanjutkan niat awalnya untuk bunuh diri. Dalam enam hari, Ruri mencoba mengumpulkan bukti-bukti dan instingnya benar. Reiko melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kematian ayahnya.

Buku ini sudah saya nantikan sejak ada kabar akan diterbitkan. Berbekal hype dari buku sebelumnya, Holy Mother, saya sudah meniatkan harus membaca buku ini. Masih mengusung tema misteri dengan tokoh remaja, kali ini ada bumbu "hantu" di dalamnya. Untungnya bukan hantu yang menyeramkan. Dan saat membaca buku ini, saya sudah mengantisipasi bakal ada twist yang mengejutkan. 

Mengenai karakter tokoh utamanya, Ruri, sejak awal saya merasa sikap Ruri sepertinya berlebihan. Semua yang dilakukan ibu tirinya terlihat negatif di matanya. Saya nggak bisa merasa kasihan pada Ruri. Apalagi keputusannya untuk bunuh diri itu sepertinya terlalu mudah untuk diambil. Mungkin penulis ingin menunjukkan bahwa bunuh diri bisa menjadi salah satu pilihan orang-orang yang putus asa atau depresi dengan lingkungannya. 

Bagian lain yang menarik adalah ilmu tentang  fengshui dan masakan-masakan di Jepang yang ditampilkan di buku ini. Saya jadi dapat ilmu baru, khususnya tentang hari-hari Rokuyo yang berperan dalam peruntungan. Overall, buku ini memang tidak seintens Holy Mother, tapi tidak ada salahnya mencicipi misteri remaja ini. 


#507 An Heir of Deception


Judul Buku : An Heir of Deception 
Penulis : Beverley Kendall
Halaman : 480
Penerbit : Elex Media Komputindo


Alex Cartwright tidak bisa melupakan sakit hatinya ketika ditinggalkan oleh tunangannya di altar dengan hanya pemberitahuan melalui sepucuk surat. Belum lagi keterpurukan yang dialaminya selama lima tahun. Dan kini Charlotte Rutherford kembali ke Inggris setelah menghilang tanpa kabar. Yang membuat Alex lebih sakit hati, Charlotte kembali dengan seorang anak kecil yang tidka bisa dipungkiri adalah anak Alex.

Dengan berat hati Charlotte kembali ke Inggris karena mendapat kabar saudari kembarnya, Catherine, sedang sakit parah. Tentu saja kedatangannya disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Meski demikian Charlotte sangat cemas memikirkan akan bertemu dengan Alex, apalagi dia tidak datang seorang diri. Ketika akhirnya dia bertatap muka dengan Alex, Charlotte tahu perasaannya lima tahun yang lalu terhadap Alex tidak berubah. Dia berutang penjelasan kepada Alex.

Sayangnya Alex tidak mau mendengar alasannya. Tetapi Alex sendiri tidak bisa menyangkap pesona Charlotte masih terus menguasai dirinya. Misi Alex saat ini adalah mendapatkan kembali anaknya, meski dengan demikian dia harus membuat surat pernikahan palsu. Dan untuk menegaskan hubungan mereka, Charlotte dan Nicholas, anaknya, harus tinggal bersama dirinya.

Kisah Alex dan Charlotte adalah buku ketiga dari series The Elusive Lords. Inti utama dari kisah ini adalah masalah keterbukaan. Charlotte yang merupakan anak di luar pernikahan resmi, merasa dirinya tidak pantas untuk Alex yang adalah calon Duke. Namun cintanya membuatnya menerima lamaran Alex. Sayangnya ada pihak yang ingin membatalkan pernikahan itu dengan cara mengancam akan membuka skandal Charlotte yang bisa menyebabkan kedudukan sosial Alex terancam. Charlotte saat itu menjadi tidak yakin dengan cintanya sendiri, apalagi cinta Alex.

Cara keduanya menyelesaikan masalah cukup menarik. Charlotte dengan sabar berusaha menjelaskan pada Alex. Sementara itu Alex sedikit demi sedikit membuka celah untuk Charlotte. Apalagi sudah ada Nicholas yang akan diperjuangkan oleh Alex menjadi pewarisnya. Dan juga secara fisik, Alex dan Charlotte tidak bisa mengingkari ketertarikan mereka. Ada unsur misteri di dalam novel ini, meski masih lebih dominan romance-nya. Dan pengirim surat rahasia yang diterima oleh Charlotte itu sungguh di luar dugaan. 

Empat bintang untuk Alex dan Charlotte.



#506 Gantung


Judul Buku : Gantung
Penulis : Nadia Khan
Halaman : 320
Penerbit : Haru

Gibbs, Ray, Troll dan KJ adalah empat orang siswa di SMCGT, sebuah sekolah elite di Malaysia. Keempat pemuda ini merupakan siswa yang populer dan memiliki banyak penggemar. Meskipun memiliki sifat dan kesibukan yang berbeda, keempatnya sangat kompak dalam berbagai hal. Termasuk tentang wanita. Mereka punya prinsip one for all untuk wanita. Jika salah satu di antara mereka bisa mendapatkan seorang wanita untuk dikencani, maka wanita tersebut harus 'dibagi' dengan yang lain. Dan sejauh ini para wanita tidak ada yang keberatan.

Hingga suatu ketika, Gibbs menyukai seorang gadis di sekolah itu yang bernama Fara. Fara ini juga adalah ketua KP (semacam ketua OSIS kalau di Indonesia). Gibbs diam-diam mendekati Fara. Pendekatan Gibbs bersambut, Fara juga menginginkan dirinya. Gibbs yang baru kali ini merasa benar-benar menyukai seorang gadis tidak rela jika harus berbagi Fara dengan teman-temannya. Mereka berdua bertekad merahasiakan hubungan mereka. Sayangnya, hubungan itu diketahui oleh Deepa, gadis teman sekamar Fara, yang juga menyukai Gibbs. Dari sini malapetaka mulai berawal.

Ini adalah literatur Malaysia pertama yang saya baca. Saat membaca beberapa review di Goodreads saya semakin penasaran. Saya sendiri sempat terkejut dengan ceritanya yang vulgar, dimana di dalam novel ini dikisahkan anak usia SMA yang tidak ragu-ragu melakukan hubungan seksual. Apalagi setting-nya di asrama sekolah elite. Prinsip 'berbagi' diantara Gibbs, Ray, Troll dan KJ ini juga mengejutkan. Kesan misterinya sendiri baru terasa di pertengahan cerita. Yang dominan malah nuansa horornya. Yup...ada hantu di dalam novel ini.

Bayangkan saja adegan dimana ada seorang siswi yang sedang tidur di kamarnya, dan dia diganggu oleh sosok tak kasat mata. Kipas anginnya berputar sendiri, atau ada suara orang mencuci kain di wastafel. Yang lebih horor lagi, hantunya menampakkan diri di dalam mimpi si gadis. 

Yang membuat saya memberi bintang tiga adalah kepiawaian penulis mengaitkan bab per bab menjadi satu kisah yang utuh. Awalnya mungkin membingungkan, tapi semakin ke belakang makin jelas hubungan antara tokohnya. Namun sayang, endingnya bagi saya justu membuat nuansa misteri dan horornya menjadi bias.

Ada banyak istilah-istilah slang di Malaysia yang digunakan di dalam novel ini. Jangan kuatir, ada catatan kaki untuk setiap istilah itu. Terjemahannya bagus, tidak meghilangkan rasa Malaysia-nya. Saya jadi penasaran dengan literatur Malaysia. Semoga ada lagi dari penulis ini yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru.



#505 Side By Side


Judul Buku : Side By Side
Penulis : Sofi Meloni
Halaman : 272
Penerbit : Elex Media Komputindo


Rama berkenalan dengan Gita gara-gara sebuah taruhan. Siang itu di perpustakaan kampus, Rama menunggu seorang gadis berkacamata untuk mengetahui nama gadis itu. Keberuntungan ada di pihak Rama, ketika Gita tidak bisa lagi meminjam buku sementara dia sangat membutuhkan buku itu. Rama pun meminjamkan kartu ID-nya untuk digunakan oleh Gita. Gita yang tahu maksud Rama mengajaknya kenalan akhirnya luluh karena bantuan Rama. Dia pun membantu Rama untuk memenangkan taruhan. Ternyata kesepakatan taruhannya adalah bahwa Rama harus berpacaran dengan Gita.

Rama dan Gita adalah dua sosok yang bertolak belakang. Bagi Rama, masa kuliah itu harus dinikmati sebebas-bebasnya. Rama bahkan mengabaikan beberapa mata kuliahnya agar bisa lebih lama berada di kampus. Sementara Gita adalah mahasiswi dengan penuh perencenaan. Setiap langkah dalam hidupnya telah diatur sedemikian rupa. Tidak ada waktu bersantai atau bermain-main. Ketika Gita berkenalan dengan Rama, satupun dari mereka tidak menyangka jika hal peminjaman buku akan berlanjut.

Teraturnya hidup Gita sebenarnya tidak lepas dari kondisi keluarganya, khususnya keberadaan kakaknya, Luna. Di mata orang tuanya, Luna adalah sosok anadalan, yang bisa menjadi panutan. Luna mendapat beasiswa untuk kuliah di Jakarta. Gita dituntut untuk seperti kakaknya itu. Yang orang tuanya tidak tahu, sudah beberapa waktu ini Luna berubah. Bukannya kuliah, dia sibuk dengan anak geng motor, pacarnya. Beasiswanya dicabut, hidupnya tidak jelas. Beberapa kali Luna datang mengambil uang Gita, dan mengancam agar Gita tidak melaporkannya ke orang tua mereka.

Kesepakatan "pacaran" antara Rama dan Gita tidak mulus-mulus saja. Gita berusaha membuat Rama sadar akan pentingnya berusaha keras dan merencanakan hidup. Sementara Rama juga berusaha mengjak Gita bersenang-senang. Masalah mulai muncul ketika Gita menyalahartikan perhatian Rama padanya. Gita mulai menyukai Rama. Namun ternyata selain karena taruhan, Rama memanfaatkan Gita untuk membuat Jess, mantan pacarnya, kembali padanya. 
Kamu, kehadiranmu, tidak pernah ada dalam rencanaku. Sama halnya aku tidak pernah merencanakan untuk jatuh cinta dan patah hati karenamu. (Hal 251)
Ini adalah novel keempat dari Sofi Meloni, salah satu penulis yang karyanya selalu saya tunggu. Kali ini tulisan Sofi semakin matang, meski menurut pengakuan penulis naskah novel ini hanya ditulis dalam waktu sebulan. Saya suka dengan berbagai macam kontradiksi yang dihadirkan di dalam novel ini. Kedewasaan Gita yang berhadapan dengan kekanak-kanakan Rama, keteraturan Gita bertemu dengan amburadulnya Rama, cara berpikir Rama yang simpel bertabrakan dengan kompleksnya isi kepala Gita. Saya juga suka bagaimana cara penulis memasukkan episode "jatuh cinta tanpa terencana" dalam kehidupan Gita yang penuh dengan rencana. Ketika Gita mengalami patah hati, saya juga ikut menangis sedih. 

Membaca novel ini tidak butuh waktu lama, mungkin karena saya terlarut dalam kisahnya. Terlepas dari beberapa hal yang mengganggu (misalnya gambar covernya dimana si cowok diwakili oleh sepatu keds, bukannya sepatu boot seperti yang digambarkan dalam ceritanya), saya rasa bintang lima layak saya berikan untuk novel ini. 


#504 Touché: Rosetta


Judul Buku : Touché: Rosetta
Penulis : Windhy Puspitadewi
Halaman : 200
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 


Penggemar novel fantasy dalam negeri mungkin sudah menunggu terbitnya kelanjutan serial Touché ini. Buku kedua-nya terbit pada tahun 2014, dan sesuai siklus 3 tahunan (menurut penulisnya), maka buku ketiga diterbitkan pada tahun ini. Sebelum membacanya, saya mau ngasih peringatan: read on your own risk

Seperti kisah para kaum Touché sebelumnya, kali ini kita akan diajak berkenalan dengan Edward Kim, pemuda berpostur tinggi agak kurus dan bermata sipit yang memiliki kemampuan bisa menyerap informasi dari sebuah tulisan hanya dengan menyentuhnya. Keunikannya apapun bahasa dan tulisan yang tertera di situ, bisa dipahami langsung oleh Edward. Namun kemampuannya ini tidak bisa berlaku jika tulisannya merupakan produk digital. Profesor Fischer yang menyadari kemampuan Edward memanfaatkannya untuk keperluan menerjemahkan prasasti atau dokumen kuno. Hal ini tentunya menguntungkan Profesor Fischer, sementara bagi Edward tidak ada masalah selama dia mendapatkan banyak uang.

Masalah mulai muncul ketika salah satu Profesor Hamilton, rekan kerja Profesor Fischer, ditemukan tewas terbunuh. Ellen Hamilton, putri angkat Profesor Hamilton bersama dengan Yunus King, meminta bantuan Edward untuk membuka brankas rahasia yang diduga akan memberikan jawaban siapa pembunuh Profesor Hamilton. Pada kesempatan itu juga, Edward mendapatkan penjelasan dari Yunus mengenai siapa dirinya. Edward sangat terkejut mengetahui ada banyak orang terkenal yang termasuk dalam kaum Touché seperti dirinya. Termasuk Jean-Francois Champolitan, yang menerjemahkan Batu Rosetta.

 Petualangan Edward, Ellen dan Yunus untuk membuka misteri pembunuhan Profesor Hamilton dimulai. Ketika Edward (dibantu oleh Ellen yang memiliki ingatan eidetic) berhasil membuka brankas itu mereka menemukan buku tua yang berisi tulisan-tulisan kuno. Edward menerjemahkan seluruh isi buku itu, dan memindahkan terjemahannya di dalam laptop milik Ellen. Tanpa mereka sadari, nyawa mereka menjadi taruhannya. 

Novel ini sungguh adalah novel yang page-turner. Membaca novel ini mengingatkan saya saat membaca buku-buku Dan Brown, karena misteri yang ingin dipecahkan oleh Edward dan timnya terkait dengan para tokoh legendaris dari Italia seperti Michaelangelo dan Leonardo Da Vinci. Siapa yang menyangka kalau mereka juga termasuk dalam Touché ? Meski saya bisa menebak beberapa bagian dari misteri di dalam novel ini (seperti patung David dan lukisan di langit-langit kapel) dan juga siapa yang membunuh Profesor Hamilton, tapi saya ikut merasakan rasa penasaran dan ketegangan saat membaca novel ini.

Lantas resiko apa yang saya singgung di awal postingan ini? Karena novel ini ditutup dengan ending mengejutkan sekaligus menggantung. Belum lagi ada kehadiran Hiro Morrison yang membuat saya semakin penasaran. Membayangkan baru bisa membaca kelanjutannya 3 tahun lagi sempat membuat saya kesal. 


[Giveaway] #503 Momiji


Judul Buku : Momiji
Penulis : Orizuka
Halaman : 210
Penerbit : Inari


Patriot Bela Negara, seorang pemuda kelahiran Indonesia, yang sangat kesal dengan nama pemberian Ibuk-nya. Salah satu alasannya adalah karena kenyataannya postur tubuhnya sangat jauh dari gambaran patriot. Pabel (begitu teman-temannya menyingkat namanya) adalah sosok pemuda kurus, pucat, dan alergi pada debu. Trauma dengan namanya, membuat Pabel tidak mencintai negaranya sendiri. Dia justru ingin pergi ke Jepang, terutama karena dia sendiri adalah seorang otaku.

Maka Pabel mati-matian belajar bahasa Jepang dan menabung untuk pergi ke sana. Dia mengambil sekolah bahasa selama 1 bulan. Pabel ternyata punya misi lain, ingin mencari sosok Yamato Nadeshiko (istilah orang Jepang untuk menggambarkan wanita ideal) yang mau menjadi pacarnya. Di Jepang, Pabel tinggal di rumah keluarga Shiraishi. Nanami-san (ibu keluarga Shiraishi) mengatakan kalau dia mempunyai anak gadis seusia Pabel yang bernama Momiji.

Momiji dalam bahasa Jepang berarti dedaunan yang berubah menjadi berwarna merah saat musim gugur. Pabel sudah membayangkan sosok gadis impiannya. Ternyata tidak perlu lama-lama menemukan Yamato Nadeshiko-nya. Sayangnya ketika Pabel bertemu dengan Momiji pertama kali yang ada dia pingsan karena dipukul dengan menggunakan pedang bambu oleh Momiji, setelah dituduh sebagai pencuri susu.

Sosok Momiji yang seperti preman berambut merah dan kusut megar ternyata tidak seramah yang dibayangkan Pabel. Momiji, yang ternyata telah meninggalkan rumah selama 3 tahun, akhirnya pulang. Namun bukannya disambut dengan baik, Momiji justru selalu bertengkar dengan ibunya. Ketika Momiji memaksa untuk menjadi pengawal Pabel selama di Jepang membuat hari-hari Pabel di Jepang langsung berubah drastis dari rencananya.

Ketika saya melihat di toko buku online langganan ada novel karya Orizuka yang terbaru, secara impulsif saya langsung membelinya. Apalagi sampulnya yang sangat eye-catching ini sungguh menggoda. Belum lagi nama tokohnya unik, Patriot Bela Negara. Saya sendiri termasuk orang yang tidak habis pikir kalau ada orang tua yang memberi nama anaknya se-aneh itu. Jadinya saya penasaran sekali dengan kisahnya Pabel ini. Dan saya tidak kecewa, gaya tulisan Orizuka yang mengalir lancar sangat menghibur. Seandainya saya penyuka anime dan segala yang berbau Jepang-jepangan, pasti saya memberikan nilai sempurna untuk novel ini.

Saya membaca novel ini hanya dalam waktu 2 jam. Saking menikmatinya, saya merasa novel ini terlalu singkat. Ada bagian dimana tiba-tiba hari-hari Pabel di Jepang melompat ke hari ke-24 dan dia sudah mau pulang. Padahal saya masih ingin tahu tentang Pabel dan Momiji.


Well....ada yang juga ingin membaca kisah Pabel dan Momiji? Saya akan memberikan buku ini kepada satu orang yang beruntung. Meski sudah tidak dalam kondisi tersegel, buku ini sudah saya beri sampul plastik PLUS ada tanda tangannya Orizuka. 

Caranya sederhana, tulis nama, email dan akun twitter-mu di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa follow blog ini via GFC (lihat di sidebar). Kalau kamu mau share tentang giveaway ini di akun twittermu juga boleh. Saya tunggu ya sampai tanggal 3 Juni 2017. Pengumumannya akan saya posting di sini pada tanggal 4 Juni 2017.

-----
Hai semuaa... terima kasih sudah mau ikutan giveaway ini ya... Jadi, langsung saja satu orang yang beruntung akan mendapatkan buku Momiji adalah....

vanisa desfriani

Selamat ya buat kamu. Nanti akan saya hubungi via DM twitter. Untuk yang belum beruntung jangan berkecil hati ya... tetap rajin berkunjung ke blog ini, akan ada giveaway berikutnya dalam waktu dekat. Ditunggu yaaa...

#502 Close Enough To Touch


Judul Buku : Close Enough To Touch
Penulis : Victoria Dahl
Halaman : 504
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Grace Barret akhirnya menginjakkan kakinya di Wyoming. Dalam perjalanannya menuju Vancouver, dia singgah di Wyoming karena mendapatkan tempat tinggal sementara dari bibi buyutnya. Seandainya Grace masih mempunyai uang dan tidak berutang pada mantan kekasihnya, dia tidak akan menerima tawaran ini. Setidaknya selama sebulan, dia akan mencari uang di tempat persinggahan ini. Namun menjumpai apartemen yang dijanjikan bibi buyutnya dalam keadaan terkunci, membuat amarah Grace tersulut.

Cole Rawlins terpana melihat seorang gadis berambut ungu yang berusaha membuka pintu apartemen di depan apartemennya. Yang pasti gadis ini langsung membuat Cole tertarik. Ada sesuatu yang liar dan keras di dalam diri gadis itu yang membuatnya tertarik. Apalagi ketika Grace, begitu dia memperkenalkan diri, membalas keramahannnya dengan angkuh. Tapi keangkuhan ini tidak berlangsung begitu lama. Saat Grace ingin merayakan pekerjaan barunya, dan Cole ingin melupakan kekesalannya, keduanya bertemu di kedai minum dan berakhir dengan seks kilat di apartemen Cole.

Di beberapa bab awal, saya dibuat bingung dengan karakter Grace. Dia ingin menunjukkan karakter yang tangguh, kuat, bahkan dia dengan lugas mengatakan ingin memanfaatkan Cole untuk kesenangan semata. Tapi ada ketakutan yang besar yang selalu membayangi Grace sehari-hari. Ketakutan itu bukan semata-mata karena utangnya pada mantan kekasihnya, tapi juga pada masa lalunya. Sementara itu Cole juga punya ketakutan tersendiri. Cedera parah pada pinggul dan pahanya membuatnya terancam tidak bisa lagi menunggangi kuda, padahal dia ingin mengambil alih peternakan milik teman ayahnya. Cara Cole dan Grace saling memanfaatkan, kemudian saling menyalahkan, tetapi juga saling membutuhkan, berkali-kali dengan pola seperti itu membuat saya hampir menyerah menyelesaikan novel ini. Namun menjelang bagian akhir, novel ini ternyata mulai asyik. Ada kalimat yang diucapkan oleh Cole yang saya rasa menjadi inti dari kisah pasangan unik ini. 
Mungkin takut berarti kita masih hidup, mungkin itu berarti kita belum menyerah kalah (hal. 486)
Terlepas dari kedua tokoh utama yang berusaha mengatasi ketakutan mereka, saya terhibur dengan kehadiran Aunt Rayleen, bibi buyutnya Grace, yang kata-kata sarkasnya malah jadi hiburan yang lucu. Tapi saya masih bingung sama cover versi terjemahan ini, yang gambarnya bath tube. Kayaknya ga ada hubungannya sama isi ceritanya deh. Masih mending cover aslinya yang gambarnya cowok dan cewek di sofa. Setidaknya memang ada adegan di sofa yang lumayan steamy #eh






#501 What A Gentleman Wants


Judul Buku : What A Gentleman Wants
Penulis : Caroline Linden
Halaman : 496
Penerbit : Elex Media Komputindo

Marcus Reece, Duke of Exeter, selalu menjadi penyelamat bagi adik kembarnya, David Reece. Hutang-hutang Davis, perselingkuhannya dengan istri seorang bangsawan, dan masih banyak kekacauan yang dilakukan oleh David, semuanya ditalangi oleh Marcus. Suatu ketika, David mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah seorang janda pendeta, Hanna Preston. David ingin sekali membalas kebaikan hati Hannah. Ketika dia tahu bahwa Hannah harus segera pindah dari rumah jabatan pendeta itu dan tidak punya tempat tinggal, David mengutarakan lamarannya untuk Hannah. Setelah berpikir panjang, Hannah menerima lamaran itu.

Namun alangkah terkejutnya Hannah ketika dia mengetahui bahwa yang tercantum di buku nikahnya bukan nama David, melainkan saudara kembarnya, Marcus. David sendiri menghilang setelah meninggalkan Hannah di London, di kediaman Duke of Exeter. David bahkan menyurati ibu dan saudara perempuannya mengenai pernikahan Marcus dan mengarang kisah cinta mereka. Duchess Dowager yang sudah lama ingin menikahkan putranya menyambut gembira kehadiran Hannah. Marcus yang merasa terjebak, sekali lagi harus membereskan kekacauan yang ditimbulkan adiknya itu. Meski tidak mengenal dan tentunya tidak menyukai Hannah, Marcus tetap memperkenalkannya sebagai Duchess of Exeter. Setidaknya dia mendapatkan satu keuntungan dengan menikahi Hannah.

Hannah, meski sosok yang sederhana, namun dia punya karakter yang kuat. Dia cerdas, penyayang dan mampu menguasai keadaan. Meski dia tidak setuju harus berbohong pada banyak orang, lambat laun dia mulai mengagumi Marcus. Hannah memahami pengorbanan yang dilakukan oleh Marcus. Marcus sendiri mulai menikmati kehadiran Hannah. Dia menyukai Hannah yang bisa diajaknya bertukar pikiran, namun tahu kapan harus diam dan tidak bersuara. 

Selain konflik hubungan Marcus dan Hannah, Marcus juga berusaha mengungkap kasus pemalsuan uang. David diduga terlibat di dalamnya. Oleh karena itu Marcus sangat berhati-hati agar David tidak dipenjarakan. Setiap malam dia harus ikut berjudi untuk mengumpulkan bukti-bukti. Saya suka dengan penyelesaian konflik pemalsuan uang ini, dimana yang tampil sebagai pahlawan adalah Duchess of Exeter.

Novel ini sepertinya adalah debut-nya Caroline Linden, dan ada tiga buku dalam series Reece Family Trilogy ini. Ketiganya sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Dan tentunya saya penasaran dengan kisah cintanya David.


#500 Sintren


Judul Buku : Sintren
Penulis : Dianing Widya Yudhistira
Halaman : 295
Penerbit : Grasindo


Saraswati, lahir dalam keluarga miskin. Marto, bapaknya, hanya bisa bekerja serabutan. Terakhir dia bekerja sebagai penarik becak. Sementara Sinur, ibunya, bekerja sebagai buruh ikan asin pada seorang juragan kaya di kota Batang, Pekalongan. Setiap hari Sinur ingin agar putri satu-satunya itu membantunya bekerja. Sementara Saras yang duduk di bangku kelas 5 SD hanya ingin bersekolah. Jika saja bisa, dia ingin bisa bersekolah sampai kuliah.

Suatu hari Saras terpaksa menemani ibunya bekerja menjemur ikan asin. Juragan Wargo pemilik usaha pengeringan ikan tempat Sinur bekerja melihat kecantikan Saras, dan ingin menikahkan Saras dengan anaknya, Kirman. Tentu saja Sinur bahagia mendengar rencana itu. Meski Marto tidak menyetujui keinginan istrinya, ketika Juragan Wargo datang untuk melamar Saras, akhirnya Marto dan Sinur menerima lamaran itu. Sayangnya, ada orang yang tidak suka dengan perjodohan ini. Wartini, yang emaknya meninggal pasca ditabrak oleh Kirman, dengan segala cara membatalkan perjodohan itu. Kirman tak jadi menikahi Saras. Sinur yang kepalang malu dan kecea, akhirnya berhenti bekerja.

Ketika seorang kawan lamanya datang menemui Sinur untuk meminta bantuan dicarikan anak gadis yang akan dijadikan Sintren, tidak ragu-ragu Sinur mengajukan anaknya. Saras yang mengetahui bahwa honor Sintren bisa digunakan untuk membiayai sekolahnya, langsung setuju. Yang penting dia bisa bersekolah. Saras harus melewati ujian untuk menjadi Sintren. Di antara sekian banyak anak gadis yang dipanggil menjadi Sintren, hanya Saras yang lolos. Maka dimulailah perjalanan Saras menjadi seorang Sintren.

Sintren adalah sebuah kesenian rakyat yang dinilai memiliki unsur mistis. Seorang anak gadis perawan, yang selanjutnya disebut sintren, akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam. Seorang pawang mulai membaca mantra diiringi gending. Ketika kurungan dibuka, sintren yang sudah berpakaian lengkap dan berkacamata hitam akan mulai menari. Penonton yang mau menari bersama sintren, harus melemparkan sapu tangan ke sintren. Setelah selesai menari, sintren akan mengedarkan tampah untuk diisi uang oleh penonton. Selanjutnya sintren masuk kembali ke dalam kurungan. Kesenian ini terkenal di pesisir pantai utara pulau Jawa. Tidak sembarangan gadis yang bisa menjadi sintren. Seperti Saras, ada ujian yang harus dilaluinya.

Novel ini mengangkat sisi kehidupan rakyat yang hidup di bawah garis kesejahteraan di pesisir pantai utara. Novel ini memperlihatkan bagaimana kemiskinan membuat seorang ibu merelakan anaknya menjadi seorang Sintren. Meski akhirnya Sinur menyesali perbuatannya, dia tidak bisa memutar kembali keadaan. Apalagi Saras bisa membantu perekonomian keluarga dengan menjadi Sintren. Sayangnya, tidak semua orang menyukai hal itu. Diceritakan banyak pria yang terpesona oleh kecantikan Saras, bahkan ada yang menjadi gila karenanya. Kemudian banyak pula wanita, termasuk para istri, yang mengalami kekecewaan karena lelaki mereka mengejar-ngejar Saras.

Sebelum membaca buku ini, saya belum tahu bahwa ada budaya di Indonesia yang bernama Sintren. Novel ini membuka wawasan saya. Istimewanya, novel ini menceritakan apa yang dialami Saras ketika dia menjadi Sintren, ketika dia berada dalam keadaan tidak sadar. Pembaca bisa mengetahui alam takhayul yang dialami Saras. Gaya bercerita yang mengalir dengan cepat membuat pembaca tidak akan bosan saat membaca novel ini. 

Sesungguhnya, prosa seperti ini seharusnya mengambil tempat penting dalam literatur di Indonesia. Tapi sepertinya, novel ini tidak begitu populer ya... Padahal novel seperti inilah yang membuat budaya Sintren tetap hidup, meski suatu saat nanti kita tidak akan menjumpai lagi pertunjukan Sintren di Indonesia.




#499 Honeymoon Express


Judul Buku : Honeymoon Express
Penulis : Mia Arsjad
Halaman : 312
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Shera bertemu kembali dengan cowok yang pernah disukainya semasa kuliah. Alva, cowok pencinta lingkungan yang selalu membuat jantungnya berdebar-debar itu, kini hadir kembali di hadapannya. Setelah enam tahun berpisah, perasaan yang dimilikinya untuk Alva ternyata tidak berubah. Dia masih menyukai pria itu. Namun harapannya pupus ketika Alva memintanya untuk merancang perjalanan bulan madu untuknya.

Shera memang memiliki biro yang mengurus tentang bulan madu. Honeymoon Express, adalah mimpi Shera sejak lama. Kesukaannya pada tempat-tempat romantis membuatnya menjalankan mimpinya itu. Usahanya cukup sukses, dia memiliki karyawan yang bisa dipercaya. Namun untuk bulan madu Alva, Shera mau meng-handle-nya sendiri. Bermain api, kata sahabatnya Yulia. Setidaknya Shera bisa merasakan berada di dekat Alva sekali lagi. Shera bisa melihat betapa Alva sangat mencintai kekasihnya, sampai rela merancang perjalanan bulan madu dan melakukan ujicoba untuk memastikan semuanya sempurna. Sungguh Keisha, kekasih Alva adalah orang yang beruntung.

Alva sendiri juga merasakan hal yang sama dengan Shera. Enam tahun lalu dia tidak punya keberanian mengungkapkan perasaannya. Kini saat mereka dipertemukan kembali, Alva mencoba untuk mengabaikan getaran yang selalu muncul di hatinya jika berada di dekat Shera. Dia harus fokus pada Keisha. Tapi fokusnya buyar saat di Shera mereka ada di Bali, dan Alva tidak kuasa menahan diri untuk mencium Shera. Shera membalasnya, dan sesaat kemudian Shera meninggalkannya dengan kemarahan yang besar.

Saya selalu suka dengan tulisan Mia Arsjad. Setidaknya belum pernah ada karyanya (yang sudah saya baca) yang membuat saya memberi nilai di bawah 3 bintang. Gaya menulisnya yang santai tetapi tidak melupakan detail membuat saya langsung tertarik ingin membaca novel ini begitu terbit. Meski saya sempat dibuat senewen dengan karakter Shera yang kebanyakan mikir dan "bermain-main" dengan jodoh. Tetapi profesi Shera yang seorang pemilik biro perjalanan bulan madu ini adalah hal yang baru dan menarik untuk disimak. Begitu juga dengan perjalanan bulan madu yang dirancangnya untuk Alva, bikin mupeng deh.

Sayangnya, profesi Alva yang seorang animator tidak banyak diulas, dan perpindahan POV antara Alva dan Shera sering sekali berganti tanpa terduga. Meski sama-sama menggunakan POV orang ketiga, saya kadang bingung apakah ini dari sisi Alva atau sisi Shera. Tapi overall, bacaan ini menyenangkan. Buat kamu yang ingin berbulan madu, tidak ada salahnya mengintip rencana yang dibuat Shera di dalam novel ini. Dijamin romantis habis.


#498 Pangeran Pengantin Casper


Judul Buku : Pengantin Pangeran Casper
Penulis : Sarah Morgan
Halaman : 224
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Holly baru saja diputuskan oleh tunangannya karena alasan sepele, rambutnya merah seperti senja. Holly yakin tunangannya mencampakkannya demi gadis pirang itu karena dia belum ingin menyerahkan dirinya sepenuhnya pada tunangannya. Dan sekarang saat Holly masih bersedih, dia harus melayani keluarga kerajaan yang datang ke Inggris untuk menonton rugby. Dia dipilih karena tidak berbahaya, begitu kata atasannya, mengingat reputasi Pangeran Casper yang selalu terlihat bersama wanita-wanita.

Saat melihat Holly yang menyeka air matanya, Casper mendekatinya. Seorang pelayan tentunya tidak berbahaya. Namun rasa tertarik yang kuat pada Holly membuatnya lupa diri, dan Casper mendapatkan keperawanan Holly di ruang makan itu. Holly sendiri yang merasa baru kali ini ada yang begitu memperhatikan dirinya dan menganggapnya menarik, menyerah pada pesona Casper. Ketika semuanya selesai, Holly memberanikan diri mengecup bibir Casper. Dan saat itu, semua kamera mengarah padanya.

Holly melarikan diri dan bersembunyi. Belum cukup satu masalah yang dihadapinya karena tindakan impulsifnya, dia mendapati dirinya hamil. Saat dia berusaha menata kembali hidupnya, Casper menemukannya, dan memerintahkan dirinya untuk menikah karena Holly mengandung ahli waris kerajaan. Kehidupan Holly pasca pernikahan tidak mulus. Dia berusah menunjukkan kepeduliannya pad Casper, terutama karena dia ingin anaknya mendapatkan cinta kasih dari ayahnya. Tapi Casper menolak memberikan cintanya. Dan pukulan telak bagi Holly adalah ketika Casper mengakui dirinya mandul akibat kecelakaan yang pernah dialaminya.

Sejujurnya saya hampir tidak menyukai novel ini, karena dibuka oleh adegan Casper yang bercinta dengan Holly, di saat kondisi Holly sedang rapuh. Sesudahnya, Casper menuduh Holly sengaja menarik perhatiannya demi uang dan ketenaran. Tapi sikap gigih Holly yang polos namun menggemaskan itu yang membuat saya bertahan membaca novel ini. Bahkan membuat saya terjaga semalaman.Saya suka dengan cara Holly memenangkan hati semua pelayan di kerajaan Casper, mengingat dirinya sendiri pernah berada di posisi itu. Dan bagaimana Casper perlahan demi perlahan meruntuhkan keegoisannya karena mencoba untuk lebih mengenal Holly.

Saya sempat berharap ada sedikit drama mengenai kondisi kehamilan Holly, tapi ternyata nggak ada. Dan cara Casper menemukan kembali kepercayaan dirinya dan juga cintanya pada Holly agak terlalu cepat, seakan-akan ada arahan yang bilang, okey sudah waktunya kisah ini berakhir bahagia. Tapi saya cukup senang karena membaca novel ini membangkitkan kembali selera baca saya yang sempat turun.


#497 Boy Toy


Judul Buku : Boy Toy (Pentagon Series #1)
Penulis : aliaZalea
Halaman : 384
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sebagai pembaca karya aliaZalea sejak debut pertamanya, Miss Pesimis, saya tidak bisa melewatkan satu pun karya beliau. Dan mengingat antara satu buku dengan buku lainnya ada koneksinya, Boy Toy jadi incaran saya sejak ada pengumuman aliaZalea akan mengeluarkan buku baru. Kali ini merupakan serial "beneran". Kenapa saya bilang beneran? Karena ya itu... buku-bukunya aliaZalea sebelumnya sebenarnya bisa menjadi satu serial sendiri alih-alih dalam format single.

Tema yang diusung dalam series ini adalah Boyband. Agak-agak terlambat sih mengingat kepopuleran boyband di Indonesia sudah mulai turun hits-nya. Tapi kalau mempertimbangkan boyband Korea yang masih banyak seliweran itu, mungkin masih okelah. Apalagi toh Pentagon dalam novel ini bukan boyband yang baru. Kurang lebih sudah lima tahun umurnya.

Jadi, Pentagon adalah boyband yang terdiri atas lima personel yaitu Taran, Adam, Erik, Nico dan Pierre. Mereka terbentuk sebagai grup vocal alumni X-Factor, ajang pencarian bakat menyanyi yang disiarkan di televisi. Kebetulan Pentagon ini sekarang berada di bawah manajemen artis MRAM miliknya Revel. Pembaca setia karya aliaZalea tentunya tahu tentang sosok Revel yang muncul di novel Celebrity Wedding itu. 


Salah satu personel Pentagon yaitu Taran, menyukai seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih tua darinya. Lea, wanita yang dijumpainya tanpa sengaja saat sedang melakukan tour di Bali. Ada yang unik pada diri Lea, yang membuat Taran ingin mendekati gadis itu. Lea tidak seperti cewek-cewek kebanyakan yang akan langsung histeris ketika melihat dirinya, Lea justru lari menjauh darinya. Sayangnya pertemuan di Bali tidak berlanjut karena kesibukan Taran dan boybandnya.

Lea sendiri tidak akan tahu siapa Taran Pentagon jika sahabatnya, Bela, tidak ikut-ikutan histeris ketika mengetahui mereka menginap di hotel yang sama sewaktu di Bali. Lea sudah menutup hatinya rapat-rapat terhadap makhluk bernama pria sejak ditinggalkan begitu saja oleh Reiner, tunangannya di hari pertunangan mereka. Lagipula Lea seorang dosen dengan gelar doktor, tidak mungkin akan bersama anggota Boyband,Brondong dan ABG, tiga hal yang tidak akan diasosiasikan dengan dirinya. Tapi takdir berkata lain. Pertemuan keduanya dengan Taran membuatnya mulai berpikir bahwa Taran worth it untuk berada di lingkaran terdekatnya. 

Kalau biasanya di novel-novel romance, yang anti komitmen itu hero-nya, di Boy Toy justru Lea yang tidak ingin masuk dalam komitmen. Bagi Lea, tahap paling jauh yang bisa ditolerir olehnya adalah berpacaran. Itupun karena saling suka dan rasa nyaman. Ketika Taran mengungkapkan cinta pada Lea, yang ada Lea kembali lari dari Taran. Di dalam buku pertama dari Pentagon Series ini seakan mau mengungkapkan bahwa kedewasaan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan kadangkala tidak ditentukan oleh umur.

Konsistensi karakter Taran dan Lea dalam novel ini menarik untuk dicermati. Taran, yang sukses di usia muda dengan kelompok vocalnya terkadang masih merasa insecure dengan dirinya sendiri. Dia sering tidak yakin akan kemampuannya. Tapi dalam hal mencintai Lea, Taran sangat yakin. Sempat tergoyahkan sih ketika lagi-lagi Lea lari darinya, sampai membuat Taran melakukan self destruction dengan mabuk-mabukan. Sementara Lea, meski masuk dalam kelompok geeky, sangat tidak percaya diri dalam urusan cinta, tapi tetap bisa berpikir kritis dalam kondisi apapun. Ohya, satu bintang yang saya berikan pada novel ini karena penulis bisa menggambarkan dengan baik bagaimana seorang dosen perempuan (apalagi dengan gelar doktor) terkadang dianggap kaku dan membosankan. Karakter Lea sebagai seorang dosen ini tidak hanya sekadar tempelan saja. Mungkin karena latar belakang pekerjaan aliaZalea yang juga seorang dosen, jadi dia paham benar bagaimana karakter Lea dibangun. Cara Lea berpikir yang terstruktur dan kadang mengalahkan perasaannya itu bertahan sampai akhir cerita. Contohnya karena Reiner meninggalkannya tanpa alasan yang jelas, alam sadarnya Lea berpikir ada yang salah pada dirinya sehingga Reiner pergi. Dan kalau ada yang salah pada dirinya, tentunya hubugannya dengan pria manapun tidak akan berhasil. Apalagi dengan pria yang umurnya lebih muda dari dirinya dan latar belakang yang jauh berbeda dengannya.

Bintang lainnya saya berikan karena jalan cerita yang mengalir dengan asyik. Saya suka sekali membaca bagian dimana kelima personil Pentagon berkumpul. Mereka sudah kayak soulmate. Saling bercanda, saling mengumpat, saling mendukung. Ohya, berhubung label novel ini adalah novel dewasa, membacanya pun memerlukan kedewasaan dalam berpikir. Tenang saja...ga ada adegan kipas-kipas kok. Hanya saja ada beberapa hal yang bertentangan dengan budaya timur yang muncul di dalam novel ini. Misalnya pemikiran Taran bahwa oke-oke saja jika mereka tinggal bersama ketika statusnya masih berpacaran. Yah...anggap saja gaya hidup metropolitan. Namanya juga Metropop.

Well...saya jadi tidak sabar ingin membaca kisah para cowok-cowok Pentagon lainnya. Sudah ada hint tentang Nico dan tetangga misteriusnya. Bisa jadi berikutnya adalah kisahnya Nico. Please...jangan lama-lama ya terbitnya. 


#496 Always and Forever, Lara Jean


Judul Buku : Always and Forever, Lara Jean
Penulis : Jenny Han
Halaman : 336
Penerbit : Simon Schuster Books For Young Readers


Lara Jean and Peter K are back!! Setelah menunggu sekian lama, akhirnya bisa baca kelanjutan kisah si gadis Korea, Lara Jean. Kali ini menceritakan kehidupan Lara Jean di akhir kelas seniornya di high school. Tentunya masih ada Peter Kavinsky yang setia mendampinginya. Setelah insiden hot tube yang memalukan, dan hampir setahun menjadi pacar Peter, Lara Jean merasa bahwa Peter benar-benar adalah cinta sejatinya. Masalahnya, high school akan berakhir dan mungkin mereka akan berpisah. 

Kenapa mungkin? Karena Peter sudah pasti akan melanjutkan studinya di UVA berkat prestasinya di lacrosse. Sementara Lara Jean masih harus berjuang mengirimkan aplikasi ke UVA agar bisa bersama-sama dengan Peter selamanya. Segala rencana mereka sudah tersusun dengan baik, sampai ketika Lara Jean mendapatkan surat pemberitahuan dia tidak diterima di UVA. Lara Jean tentunya sangat kecewa, dan segera menyusun rencana kedua. Ketika dia mengetahui dirinya diterima di William and Mary, bersama Peter mereka berjanji bahwa Lara Jean akan melakukan pindah ke UVA pada tahun kedua mereka berkuliah. Dengan demikian, mereka hanya perlu menjalani LDR selama setahun saja.

Di samping masalah akan kuliah di mana, Lara Jean juga "disibukkan" dengan rencana pernikahan ayahnya. Yup, ayahnya akhirnya berani melamar Ms.Rothschild. Lara Jean senang melihat ayahnya bisa mendapatkan kebahagiaanya kembali. Kitty, adiknya, lebih senang lagi karena Kitty memang memiliki keterikatan tersendiri dengan Ms. Rothschild. Satu-satunya yang tidak menyukai berita itu adalah Margot. Ketika dia datang berlibur dari Scotland dan menjumpai Ms. Rothschild di rumah mereka, Margot memasang sikap antipati. Meski dia tidak memperlihatkannya secara terang-terangan, Lara Jean tahu akan kegelisahan kakaknya itu.

Saya betul-betul merindukan Lara Jean dan segala problematika khas remaja yang dialaminya. Kegelisahan saat memilih tempat kuliah, rasa sayangnya pada keluarganya, dan juga cintanya pada Peter. Jenny Han dengan baik membawa pembaca mendalami ruwetnya isi kepala seorang remaja. Meskipun saya bisa menebak ending-nya, tapi saya sangat menikmati jalan ceritanya. Saya ikut deg-degan saat Lara Jean menanti-nantikan college mana yang akan menerimanya, dan juga ikut sedih saat masalah LDR yang akan dihadapinya dengan Peter membuat kedua sejoli ini mulai saling meragu.

Dan Peter Kavinsky.... whoaa... he's just a perfect boyfriend. Ngakunya nggak romantis tapi bisa bikin kekasihya meleleh dengan semua kejutannya. Misalnya ketika mereka melakukan kunjungan ke New York, Peter bela-belain mencari chocolate cookies untuk Lara Jean yang terobsesi membuat kue coklat yang sempurna. Atau saat dia membuat kejutan ulang tahun untuk Lara Jean sama persis dengan film romantis yang pernah mereka tonton. 

Jika kamu mencari bacaan yang menghangatkan hati, buku ini bisa masuk dalam daftar pilihanmu. Tapi sepertinya, biar makin afdol harus baca buku pertama dan keduanya dulu kali ya... Buku ketiga ini adalah penutup yang manis dari serial To All The Boys I've Loved Before. 


#495 Married By Mistake


Judul Buku : Married By Mistake
Penulis : Abby Gaines
Halaman : 336
Penerbit : Elex Media Komputindo


Casey memutuskan untuk mempercepat pernikahannya dengan Joe, kekasihnya, lewat sebuah acara Kiss The Bride. Sebenarnya Casey tidak yakin, tapi inilah satu-satunya cara agar dia bisa keluar dari rumahnya dan melanjutkan karirnya sebagai penulis. Namun Joe menolaknya di acara yang ditayangkan langsung oleh televisi itu. Casey shock ketika Joe meninggalkannya di panggung. Beruntung, Adam, pemilik stasiun TV menyelamatkannya. Dia melamar Casey dan menikahinya saat itu juga.

Adam melakukan itu semata-mata untuk menyelamatkan stasiun TV-nya. Tentu saja dia tidak berniat untuk menikahi Casey dalam waktu lama. Segera setelah pernikahan itu selesai, Adam mencari cara agar pernikahan itu dibatalkan. Namun satu dan lain hal menyebabkan mereka berdua harus bertahan paling tidak sebulan lamanya.

Adam yang hidup serba teratur bertemu dengan Casey yang penyayang dan mudah dipengaruhi. Seumur hidupnya Casey habiskan mengurus ayah dan adik-adiknya. Sementara Adam hidup dalam rasa sakit hati karena menyaksikan ayahnya yang sibuk dengan bisnisnya. Ketika ibu Adam meninggal, dan ayahnya menemukan wanita lain, ayahnya berubah 180 derajat. Dia mulai meninggalka bisnisnya demi bersama Eloise, ibu tiri Adam. Sementara Adam berusaha menyelamatkan bisnis keluarganya, ayahnya meninggal dengan memberikan surat wasiat bahwa bisnis itu akan menjadi milik Adam asalkan dia menikah dan hidup bahagia.

Saya suka dengan cara Casey memenangkan hati Adam, dan bagaimana Adam melepaskan Casey dari cengkraman keluarganya. Dan yang lebih menyenangkan, lagi-lagi novel Harlequin ini tidak mengedepankan reaksi fisik antara kedua tokoh utamanya saja, melainkan betul-betul mengutamakan jalan ceritanya. Adegan paling menarik adalah ketika Adam membuang handphone milik Casey ke dalam vas bunga, yang kemudian dibalas Casey dengan melempar handphone Adam keluar jendela. 

Ohya, ebooknya (dalam bahasa Inggris) sebenarnya pernah dibagikan gratis lewat situs Harlequin. Waktu itu sempat saya unduh, tapi kemudian hanya tersimpan lama bersama timbunan ebook lainnya. Akhirnya malah baca terjemahannya. Kali ini terjemahannya minim typo, dan enak untuk diikuti.


#494 Kenangan Sang Pangeran


Judul Buku : Kenangan Sang Pangeran (The Prince She Never Forgot)
Penulis : Scarlet Wilson
Halaman : 232
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Bagaimana mungkin sebuah ciuman dan perbincangan singkat membawa kesan yang mendalam dan bertahan hingga sepuluh tahun kemudian?

Itulah yang dialami Ruby. Dia bertemu dengan Alex yang menyelamatkannya dari kerumunan orang pada malam tahun baru di Paris. Ketika Alex menciumnya di bawah kembang api tahun baru, Ruby tidak tahu siapa Alex yang sebenarnya. Malam itu mereka berpisah secara terpaksa ketika beberapa pria dengan setelan hitam menjemput Alex. Beberapa hari kemudian, Ruby baru mengetahui dia adalah Alexander, putra mahkota kerajaan Euronia.

Sepuluh tahun kemudian, Ruby yang sukses dengan karirnya sebagai ahli terapi wicara dan bahasa, sudah berusaha melupakan Alex. Bagaimanapun Alex adalah pangeran yang di luar jangkauannya. Meski dia tidak sepenuhnya bisa menghilangkan perasaannya pada Alex yang meninggalkannya begitu saja tanpa kabar. Dari media, Ruby tahu Alex telah menikah dengan Putri Sophia, dan memiliki seorang putri. Sophia kemudian meninggal karena kanker tidak lama setelah melahirkan. Ketika Alex kemudian muncul di hadapannya, memintanya untuk menjadi terapis bagi putrinya (Anabelle berusia 3 tahun dan belum bisa bicara), yang ingin ditanyakan Ruby hanyalah kenapa dirinya, dan kenapa harus menunggu sekian tahun lamanya bagi Alex untuk mencari Ruby.

Senang rasanya bisa membaca Harlequin yang tidak mengutamakan hubungan fisik dalam alur ceritanya. Di dalam novel ini, konflik utamanya adalah bagaimana Alex dan Ruby bisa menjelaskan satu sama lain mengenai sepuluh tahun yang terlewat. Karena nampaknya, bukan hanya Ruby yang tidak bisa melupakan Alex, Alex pun demikian. Hanya saja bagi Alex kondisinya tidak semudah yang Ruby pikirkan dan alami. Alex punya tanggung jawab sebagai putra mahkota yang kala itu ayahnya (raja Euronia) jatuh sakit. Alex harus mengambil alih pimpinan kerajaan sejak sepuluh tahun yang lalu. Alex harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengembalikan kondisi kerajaannya yang hampir kolaps. Dan selama sepuluh tahun Alex menaruh Ruby dalam satu sudut pikirannya, mengirimkan bunga tanpa identitas kepada Ruby sesekali. Namun ketika Alex memiliki Sophia dan Anabelle, mengirimkan bunga kepada wanita lain terasa tidak benar. Di sini saya melihat, Alex sebagai sosok yang bertanggung jawab. Dia menyisihkan egoismenya untuk kepentingan banyak orang. Dan berusaha berjalan di jalan yang benar.

Ruby sendiri bukanlah wanita lemah yang mengejar cintanya semata-mata. Sepeninggal Alex, dia melanjutkan hidupnya, sempat bersama beberapa pria meskipun rasanya tidak pernah benar. Hingga akhirnya ketika dia bertemu Alex, Ruby tidak serta merta melemparkan dirinya ke dalam pelukan Alex. Dia menguji dirinya, dia menanyakan kesetiaan Alex dan dimana sebenarnya posisinya di dalam hati Alex. Sementara itu, Ruby bersikap profesional dengan mengatasi kesulitan bicara Anabelle.

Satu lagi yang menarik dalam novel ini adalah kondisi Anabelle. Dia mengidap Mutisme Selektif (atau di dalam buku ini disebutkan sebagai Bisu Selektif). Saya pernah membaca sebuah buku tentang kondisi ini yang diceritakan dari sudut pandang si penderita. Tapi di novel ini, Ruby sebagai seorang ahli mencoba melakukan banyak pendekatan mencari tahu tentang bisu selektif yang dialami Anabelle. Anabelle sempat merasakan 11 bulan bersama ibu kandungnya. Meski Sophia dalam kondisi kesakitan, dia ingin menghabiskan sebanyak mungkin waktu bersama Anabelle. Ketika Sophia meninggal, Alex dan seisi istana Euronia yang tidak mengetahui apa-apa, menghilangkan Sophia sama sekali dari kehidupan Anabelle. Banyak ahli mengatakan bahwa ingatan seorang anak baru mulai terbentuk di usia dua-tiga tahun. Namun kenyataan itu tidak bisa berlaku umum bagi semua orang. Anabelle menyimpan di benaknya suara ibunya yang didengarnya selama sembilan bulan di kandungan dan sebelas bulan sebelum kematian ibunya. Ketika ibunya tiada, Alex sebagai ayahnya yang penuh dengan kesibukan dan tanggung jawab sebagai pemimpin Euronia juga menjauh daru Anabelle. Inilah yang menyebabkan Anabelle memilih bahasa isyarat daripada bersuara. Dan Ruby mengetahui hal itu melalui pendekatannya pada Anabelle.

Selayaknya novel Harlequin, novel ini menjanjikan akhir yang bahagia. Ini bukan spoiler ya... yang sering membaca Harlequin pasti sudah tahu pakemnya romance satu ini. Tapi bagaimana kedua tokoh utamanya menemukan kebahagiaan itulah yang menjadi inti dari novel ini. Kisah yang mengingatkan kembali kepada kita bahwa cinta sejati itu ada. Bahwa cinta bisa menemukan jalannya kembali dengan banyak usaha. Bahwa cinta butuh perjuangan, pengorbanan, dan juga kompromi.


BBI 6th Birthday Giveaway


Enam tahun sudah BBI ikut memberi warna dalam dunia literasi di Indonesia. Dalam kurun waktu itu, kiprah BBI baik itu sebagai komunitas maupun personal dari setiap anggotanya sudah mulai diakui keberadaannya.

Salah satu nilai inti dari keberadaan BBI adalah berbagi (sharing). Dan itu termasuk juga berbagi kebahagiaan ulang tahun ke-6 ini dalam bentuk Giveaway. Tahun ini ada banyak anggota BBI yang ikut berpartisipasi menjadi host Giveaway. Dan saya pun ingin berbagi dengan pembaca setia "desty baca buku".

Kali ini saya akan membagikan 2 paket hadiah kepada 2 orang yang beruntung.
Paket 1 : Voucher berlangganan SCOOP Premium selama 1 bulan
Paket 2 : Buku Silent Wife  (kolpri)+ Agenda (Reading Plan) dari BBI.
 
Cara mendapatkannya mudah. Kamu cukup mengikuti blog ini (bisa via email atau GFC) lalu meninggalkan identitasmu di kolom komentar (nama, email, akun twitter, follow via email/GFC). Jangan lupa untuk memilih paket hadiah yang kamu mau ya. Kamu bisa membagikan informasi ini di akun media sosial milikmu.

Giveaway akan berlangsung selama 1 minggu (s.d tanggal 22 April 2017). Pengumuman akan diadakan pada tanggal 23 April 2017 di blog ini. 

Selamat mengikuti Giveaway. Jangan lupa mencoba keberuntunganmu di tempat lainnya.

---------------------

Haii semua, pasti sudah menunggu pengumuman GA di sini ya? Mohon maaf, saya hampir saja lupa kalau pengumumannya hari ini. 

Jadi... yang beruntung untuk mendapatkan Paket 1 adalah Alfath; sementara yang mendapatkan Paket 2 adalah Dheril Sofia. Selamat untuk kalian berdua. Nanti akan saya hubungi via email dan twitter.

Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa ya... siapa tahu kalian beruntung di blog BBI lainnya. 



Happy Birthday Blogger Buku Indonesia


Happy Birthday!!


Enam tahun bagi sebuah komunitas bukanlah waktu yang singkat. Dalam enam tahun, Blogger Buku Indonesia (BBI) sebagai komunitas yang bergerak di bidang literasi sudah memperoleh banyak pengalaman. Dengan jumlah anggota yang mencapai angka 300an dan tersebar di seluruh penjuru nusantara, BBI menjadi wadah untuk saling berbagi segala informasi tentang buku.

Saya masih mengingat pertama kali memberanikan diri mendaftarkan blog buku saya (waktu itu masih di WP) ke Rahib Tanzil. Saya menjadi anggota ke-100 waktu itu. Begitupun saat mendapatkan buku hadiah dari Santa pertama saya (Maya Floria Yasmin). Masih ingat juga pertama kali bertemu dengan Oky, Alvina dan Dion di Gramedia Sudirman Jogja. Juga ketika tengah malam "dilamar" bang Helvry untuk menjadi koord. Divisi Riset BBI (apa kabar, bang?). Atau rame-rame di grup WA Bajay (nama grup WA BBI se-Nusantara kala itu). Saling nge-spank di grup WA CG (ini sih grup eksklusif yang terbentuk gara-gara baca FSOG). Tukar-tukaran kado di event Secret Santa. Dan masih banyak kenangan bersama BBI-ers lainnya. How I miss them all.

Memang tidak mudah mengurus dan mengelola sebuah komunitas yang berangkat dari renjana. BBI ada juga karena renjana tentang buku yang pasti dipunyai setiap anggotanya. Namun, menjaga agar renjana itu tetap hidup mungkin susah bagi sebagian orang. Kesibukan-kesibukan (kerja, kuliah, politik, nonton film, main game, dsb) menjadi alasan yang tidak bisa digugat. Saya mengapresiasi Divisi Event yang menyediakan event-event untuk menjaga agar semangat menulis itu tetap ada. Sekarang ini blogger buku memang belum setenar blogger fashion atau travelling. Percayalah, ketika kita menuliskan apapun tentang buku, kita sudah menjadi agen literasi bagi Indonesia.

At least... Selamat ulang tahun BBI. Salam hangat untuk semua anggota BBI. Teruslah berkarya untuk memajukan literasi dari dan di Indonesia. Tularkan virus membaca ke lebih banyak orang. Semoga komunitas ini bisa tetap merayakan ulang tahunnya puluhan tahun ke depan. Amin.










Abibliophobia


Membaca adalah candu. 

Saya menuliskannya sebagai bagian dari tagline blog buku ini. Hingga dewasa, satu-satunya hobby saya yang bertahan sedari saya masih kecil adalah membaca. Terlebih ketika saya bergabung dengan BBI. Setiap hari saya menyisihkan waktu untuk membaca. Hingga akhirnya, saya menjadi abibliophobia

Apa itu? Abibliophobia adalah ketakutan akan kehabisan bahan bacaan. Hal yang sebenarnya nyaris tidak mungkin terjadi ketika menjadi member BBI. Entah ini semacam kutukan atau wabah atau apalah namanya, hampir semua anggota BBI punya timbunan buku. Malah ada lho yang membeli buku dan lupa kalau sudah punya buku dengan judul yang sama :) Dan memang sih, timbunan buku itu semacam penawar untuk phobia yang satu ini. Kalau saya sih, selain buku fisik saya juga menimbun buku elektronik.

Lantas apa yang saya lakukan untuk mengatasi abibliophobia sekaligus menghindari menjadi book hoarder?

Yang pertama, saya membatasi jumlah buku yang saya beli setiap bulannya. Dulu saya sempat ikut program Babat Timbunan Joglosemar. Habiskan 5 timbunan sebelum membeli buku yang baru. Lumayan berhasil sih. Saya membaca 130 buku dari timbunan, dan hanya membeli 37 buku saja dalam setahun. Sayangnya program ini tidak berlanjut. Sebagai gantinya ada Read and Keep Challenge. Saya hanya akan membeli buku menggunakan dana yang terkumpul dari sejumlah buku yang telah saya baca. 

Kedua, meminjam buku. Saya sering meminjam buku ke teman BBI atau ke perpustakaan online. Tahun kemarin saya sukses membaca banyak buku berkat perpustakaan online seperti iJakarta, iPerpusnas, iJogja dan iSukabumi. 

Ketiga, membaca buku elektronik. Sudah bukan rahasia lagi kalau ada banyak cara mendapatkan buku elektronik gratisan. Yah...beberapa menganggap hal ini ilegal. Tapi bagi saya yang penting saya tidak menjualnya kembali dan hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Keempat, berlangganan buku elektronik seperti SCOOP Premium atau Bookmate. Asyiknya karena berlangganannya bisa barengan dengan teman-teman. Lebih murah, praktis dan tentunya legal.

Phobia-nya memang tidak lantas sembuh sih. Saya malah merasa phobia ini penting juga untuk tetap ada. Soalnya gara-gara phobia ini saya tetap semangat membaca. Saya malah gak kepengen sembuh dari phobia ini. Kalau kamu bagaimana? Apakah juga mengalami hal yang sama?



#493 Emakku Bukan Kartini


Judul Buku : Emakku Bukan Kartini
Penulis : Hasanudin Abdurakhman
Halaman : 316
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Di belakang seorang pria sukses, berdiri wanita yang hebat. Pepatah ini mungkin sudah sering kita dengarkan. Demikian pula yang terjadi dalam hidup Hasanudin Abdurakhman, seorang Doktor di bidang Fisika, lulusan Tohoku University, Jepang. 

Wanita hebat itu adalah Emak, seorang ibu dari delapan orang anak yang tinggal di pesisir selatan Kalimantan Barat. Emak dan  Ayah bukanlah orang berada, tetapi mereka pekerja keras. Sebagai petani, mereka mengolah kebun kelapa dan kopi. Setahun sekali mereka menanam padi. Hasil kebun dan sawah dimanfaatkan untuk hidup sehari-hari dan membiayai keperluan rumah tangga.
Aku melihat semangat hidup Emak dipicu oleh 2 hal tadi. Ia dilarang belajar, dan ia hidup miskin. Sepanjang hidupnya ia berjuang untuk 2 hal itu, membebaskan dirinya dan anak-anaknya dari kebodohan dan kemiskinan (Hal 24)
Yang mengagumkan dari sosok Emak adalah usahanya membebaskan anak-anaknya dari kebodohan dan kemiskinan. Selain membantu Ayah berkebun, Emak juga berdagang. Emak pun menjadi perias pengantin. Semua dimulai dari nol, dari hanya coba-coba hingga akhirnya mendapat untung. Emak juga manajer pendidikan yang ulung. Dia mengatur pendidikan setiap anaknya, hingga berhasil. Ketika anak-anaknya semakin banyak yang bersekolah di kota, Emak membangun rumah untuk mereka.
Emak adalah perintis mode, pembawa berbagai gaya busana kota ke kampong kami. (Hal. 143)
Bukan hanya anaknya, Emak juga "pahlawan" bagi kampong Teluk Nibung. Emak mendorong Ayah untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak di kampong. Emak menjual baju-baju dari kota supaya para wanita bisa berpakaian layak. 

Selain kisah Emak, buku ini juga menceritakan perjalanan pendidikan Hasan. Saya kagum dengan sosok Hasan yang punya mimpi besar. Dia memilih ilmu Fisika, ilmu yang jarang dilirik oleh orang. Jalannya meraih pendidikan tinggi tidak mulus, ada banyak sandungan. Tapi keteguhan hatinya dan tekadnya mengantarnya menjadi seorang doktor. 

Menyandingkan Emak dengan sosok Kartini bagaikan ironi. Emak bukan bangswan. Emak buta huruf. Emak tidak menulis surat untuk kawannya. Tapi Emak mengantar anak-anaknya menuju kesuksesan. Catatan hidup anaknya menjadi bukti nyata. Sosok Emak mewakili banyak sekali orangtua di Indonesia yang berjuang habis-habisan untuk pendidikan anak-anaknya. Tentu ada di antara kita yang punya "Emak-Emak" yang mungkin menempuh cara yang berbeda. Tanpa menafikan dan mengabaikan perjuangan Ibu Kartini, Emak adalah sosok Kartini yang sesungguhnya.