~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#50 Daddy Long Legs


Judul Buku : Daddy Long Legs
Penulis : Jean Webster
Halaman : 235
Penerbit : Penerbit Atria


Dear, Mr. Daddy...

Hai.... Mungkin Anda tidak mengenal saya, tapi saya mengenal Anda. Well... setidaknya Judy yang mengenalkan saya pada Anda. Anda tahu kan, dia menulis surat kepada Anda hampir setiap bulan. Bahkan terkadang dalam sebulan dia bisa menulis surat berkali-kali. Saya tidak tahu kalau Judy senang bercerita (lewat tulisan tentunya dan sepertinya hanya pada Anda). Seringkali ketika saya mengajaknya untuk ngobrol bersama di malam hari, dia memilih untuk menyingkir, dan ketika saya mengintipnya, dia sudah larut dalam surat-suratnya.

Judy memang senang membaca (Anda sudah tahu itu), dia juga senang sekali ketika diajak pergi ke peternakan. Mungkin karena dia berasal dari panti asuhan (maafkan kata-kata saya), dimana dia harus bekerja sepanjang waktu. Dia benar-benar gadis beruntung karena Anda membiayai studinya.

Daddy... (boleh kan saya memanggilmu begitu?),

Anda sangat sombong tidak membalas satu pun surat Judy. Saya seperti membaca monolog saja. Hampir saja saya kobosanan membaca surat-surat Judy itu. Tapi Anda sangat manis mengirmkan bunga untuk Judy ketika dia sakit atau mengirimkan uang padanya ketika Natal tiba. Tapi saya sangat penasaran siapakah Anda sebenarnya?

Sudahlah, Daddy... Saya tidak tahu mau menuliskan apa lagi. Saya kan tidak seperti Judy yang bisa menulis surat berlemba-lembar. Sekarang Judy sudah benar-benar menjadi penulis. Dia bahkan mendapatkan uang dari tulisannya. Tulisannya kabarnya sangat menarik. Ah... Judy memang berbakat.

Sincerely,

Desty-yang-ikut-membaca-surat-Judy

PS. Saya dengar Anda mau menemui Judy. Bisakah saya ikut bertemu dengan Anda?


3 comments on "#50 Daddy Long Legs"