desty baca buku

~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#515 Overruled


Judul Buku : Overruled (The Legal Briefs #1)
Penulis : Emma Chase
Halaman : 384
Penerbit : Elex Media Komputindo


Kisah ini berawal dengan munculnya dua garis positif pada alat penguji kehamilan yang digunakan oleh Jenny, kekasih Stanton Shaw. Kala itu mereka masih berada di Sunshine High School, Mississippi. Tentu saja Stanton ingin bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, namun Jenny menolak. Beasiswa football untuk kuliah di Columbia yang diperoleh Stanton sangat sayang untuk dilewatkan. Akhirnya Jenny tetap tinggal di Mississippi mengurus Presley, buah hati mereka.

Sepuluh tahun kemudian, Stanton telah menjadi seorang pengacara yang sukses. Kehidupannya di Washington DC merupakan idaman banyak pria. Sesekali Stanton pergi mengunjungi putrinya, namun sebagian besar hidupnya ada di Washington. Dia memiliki seorang partner (di kantor dan di kamar tidur) bernama Sofia Santos. Sofia adalah gadis modern, tidak ingin terikat, dan sangat menikmati kebersamaannya dengan Stanton. Dia tahu cara memuaskan Stanton, dan demikian pula hanya Stanton yang bisa menaklukkan dirinya. Tetapi, ketika Stanton mendengar bahwa Jenny akan menikah, Stanton menjadi panik. Dia harus menggagalkan pernikahan itu. Tidak ada yang bisa memiliki Jenny selain dirinya.

Well....Stanton memang bukan karakter yang menyenangkan. Menyebalkan lebih tepatnya. Dia menyayangi Jenny dan putrinya, tapi tetap saja tidak bisa melepaskan Sofia. Dia bahkan mengajak Sofia kembali ke Mississippi untuk membantunya fokus dalam menggagalkan pernikahan Jenny. Selama di Mississippi, Stanton bahkan sekamar dengan Sofia. Jelas saja banyak yang tidak percaya bahwa Stanton masih mencintai Jenny. 

Di sisi lain, Sofia sudah menyukai Stanton sejak pertama bertemu dengannya. Hubungan kasual yang mereka jalani semakin memperdalam perasaannya pada Stanton. Meski dia tahu Stanton memiliki seorang putri (dan ibu dari putrinya), Sofia tetap berharap dalam hati kecilnya untuk bisa memiliki Stanton. Sofia berusaha menikmati kebersamaannya dengan Stanton, sampai ketika dia tidak bisa lagi menerima bahwa dirinya hanyalah sebagian saja dalam perjalanan hidup Stanton.

Serial contemporary romance ini memuat banyak konten dewasa dan jelas tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Tapi novel ini mampu membuat saya terjaga selama dua jam lebih untuk menuntaskannya. Pastikan dirimu sudah dewasa sebelum membaca novel ini, karena isinya bisa bikin kipas-kipas. 


#514 Yang Bertahan dan Binasa Perlahan


Judul Buku : Yang Bertahan dan Binasa Perlahan
Penulis : Okky Madasari
Halaman : 196
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Kabar mengenai buku terbaru dari Okky Madasari ini saya peroleh dari linimasa twitter. Saya sempat mengira buku ini berupa novel seperti lima karya sebelumnya. Ternyata kali ini adalah kumpulan cerpen yang ditulis oleh Okky selama satu dekade, tahun 2007-2017.

Sebanyak 19 cerpen di dalam buku ini mempunyai benang merah yang sama, pertarungan dan daya tahan manusia. Mengutip kata pengantar dari penulisnya, di dalam kumpulan cerpen ini ada kisah manusia yang melawan dan bertahan, ada yang lari dan menyembunyikan diri, dan ada yang tidak punya pilihan selain binasa perlahan.

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, adalah cerpen pembuka sekaligus yang paling panjang. Berkisah tentang seorang lelaki yang memutuskan untuk menjadi transmigran ke Kalimantan. Berbekal tekad ingin punya rumah dan lahan, Bandiman memboyong istri dan ketiga anaknya. Meski harus kehilangan salah seorang anak di dalam perjalanan, Bandiman menunjukkan sikap mencoba melawan. Karena pilihan lainnya adalah binasa. Begitupun dengan cerpen Janin, yang mengisahkan tentang sosok janin yang mencoba bertahan ketika ingin dibinasakan oleh empunya rahim.

Sementara Sarap dan Pemain Topeng, keduanya merupakan kisah tentang orang yang bersembunyi. Yang satu berembunyi di balik status orang gila yang diberikan padanya, yang satunya lagi bersembunyi di balik topeng-topeng berwajah ceria buatannya. Laki-laki di Televisi adalah salah satu cerpen favorit saya. Tentang seorang ibu teroris yang begitu yakin bahwa teroris yang di televisi itu bukan anaknya. Sayangnya, ibu ini tidak bisa bersembunyi dari cercaan media. Dua Lelaki pun merupakan cerpen dengan "nyawa" yang hampir sama. Tentang dua pria yang dulunya bersahabat karib, terpaksa terpisah karena konflik agama. Kali ini mereka bertemu, tampak saling merindu, namun ada sesal dan ngilu yang tak terkatakan.

Keumala berkisah tentang seorang gadis yang ingin berlari dari hidupnya. Dia memilih menjadi perempuan tanpa kehormatan agar bisa pergi dari pengawasan kakeknya. Begitupun dengan Dua Pengantin, yang memilih jalan pintas menjadi pelaku bom bunuh diri untuk menuju surga agar bertemu dengan sepuluh bidadari

Ada juga kisah tentang pria yang mencari hiburan agar bisa bertahan hidup di tempat terpencil. Hiburannya tak lain adalah menyalurkan Hasrat pada murid-muridnya yang masih belia. Ada juga kisah para petinggi Partai Pengasih yang ingin mencari jalan pintas menuju kekuasaan. Namun lucunya berakhir dengan tragis.

Masih ada beberapa cerpen lainnya yang tidak kalah menariknya. Konflik sosial masih menjadi topik utama di dalam cerpen-cerpen ini, senyawa dengan lima buku karya Okky sebelumnya. Meskipun saya membaca versi digitalnya, saya rasa versi cetaknya layak untuk dikoleksi. Sebagai kolektor novel-novelnya, tentunya saya tidak akan melewatkan buku ini untuk dimasukan dalam koleksi saya.


#513 Kerumunan Terakhir


Judul Buku : Kerumunan Terakhir
Penulis : Okky Madasari
Halaman : 360
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Jayanegara adalah seorang pemuda yang kecewa dengan kelakuan Bapaknya. Bapaknya yang terpelajar, bahkan sampai bergelar Doktor dari Inggris ternyata melukai perasaan Ibunya. Bapaknya selingkuh. Berkal-kali, sampai akhirnya Ibunya menyerah dan memilih meninggalkan suami dan anak-anaknya. Jaya hanya bisa diam, meski dalam hatinya dia berontak.
Ada ngilu yang berlapis-lapis. Ada beban berat dalam tiap tarikan napas yang sialnya tak sedikit pun bisa kubagi dengan orang lain. Karena semua orang hanya boleh tahu : aku tidak apa-apa. (Hal 17)
Jaya mencari pelarian. Maera, kekasihnya mengenalkannya pada sebuah dunia. Dunia dimana semua orang bebas berteriak, dunia dimana dia bisa menemukan apa saja. Tidak ada yang peduli apakah yang ada di dunia itu hanya bualan atau memang benar apa adanya. Siapa yang bisa beretorika, dia akan punya panggung. Jaya sendiri memilih untuk tampil dalam wujud dan nama lain. Matajaya, seorang pemuda dari keluarga broken home yang bisa sukses menjadi stuntmen di New York. 

Kerumunan Terakhir menyorot tentang dunia maya dengan segala keriuhannya. Media sosial menjadi panggung tempat manusia-manusia beraksi. Seperti Jaya, orang yang mengenal dunia maya bisa terjebak dan menjadi kecanduan. Jaya sendiri bisa bertahan berjam-jam di depan layar komputer di dalam kamar kost Maera. Uniknya, cara Okky Madasari berkisah, membuat batasan antara dunia maya dan dunia nyata tidak jelas. 

Jujur saja, saya tidak bisa berempati pada Jaya, meski kisah hidupnya lumayan menyedihkan. Dia penuh kepalsuan. Mungkin karena di dunia maya, saya memilih jalan seperti Maera yang tampil dengan identitas aslinya. Jaya menghukum Bapak-nya yang dianggapnya bejat, sementara dia sendiri kelakuannya tidak bisa dibilang santun dan bermoral. 

Novel ini menarik, meski tidak menjadi favorit saya seperti karya Okky sebelumnya. Selalu ada fenomena sosial yang diangkat oleh Okky dalam setiap novelnya. Saat ini kita tidak bisa lagi bersembunyi dari media sosial. Yang perlu dilakukan adalah menjadi orang yang bertanggung jawab di dunia maya. Jejak digital yang kita tinggalkan tidak akan sepenuhnya hilang. Hanya perlu waktu, semua akan terbuka. 


#512 Kana di Negeri Kiwi


Judul Buku : Kana di Negeri Kiwi
Penulis : Rosemary Kesuly
Halaman : 202
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kana selalu merasa dirinya dibuang oleh ibunya. Selepas perceraian kedua orang tuanya, Kana tinggal dengan ibunya sedangkan ayahnya kembali ke Selandia Baru. Hingga ketika Kana SMA, ibunya hendak menikah lagi. Tidak ingin direpotkan oleh Kana yang selalu membantahnya, Kana dikirim ke Selandia Baru untuk tinggal bersama ayahnya.

Perpindahan ini membuat Kana sedih. Apalagi sebelum dia pindah dia diputuskan pacarnya dengan alasan badannya gemuk. Kana menjadi tidak percaya diri. Sesekali dia akan meminta pendapat sahabatnya, Jyotika, untuk memastikan dirinya tidak gemuk. Berkali-kali juga Jyotika mengatakan bahwa Kana seharusnya lebih menghargai tubuhnya, dan dia tidak gemuk sama sekali. Tapi Kana tidak sepenuhnya mendengarnya. Dia selalu sibuk mencari cara biar bisa baikan lagi dengan mantan pacarnya. Kesibukan Kana dengan dirinya sendiri akhirnya membuatnya mengabaikan sahabatnya, sampai dia tahu bahwa sahabatnya ternyata mengalami hal yang lebih parah dari dirinya.

Saya membaca novel teenlit ini karena rekomendasi dari Daniel. Seandainya saya tidak membaca timeline twitternya saya bahkan tidak tahu ada novel yang mendapatkan Juara 1 Lomba Novel Teenlit Writer 2005. Dan setelah saya membacanya, saya bisa berkata novel ini adalah teenlit rasa original. Ada beberapa problematika remaja yang diangkat di dalam novel ini, mulai dari rasa tidak percaya diri karena verbal abuse, bahkan sampai ke sexual abuse. Gaya berceritanya khas dengan kalimat-kalimat singkat. Dan ada solusi yang ditampilkan atas semua problem di dalam novel ini. Meski terkesan sederhana, tapi saya rasa mudah dipahami oleh remaja.

Selain konflik remajanya, penulis juga berusaha menggambarkan tentang Selandia Baru baguan Utara, dan juga bagaimana kondisi sekolah di sana. Lumayan buat nambah informasi baru. Mungkin novel ini akan sulit dijumpai versi cetaknya. Thank to SCOOP, saya bisa membaca versi digitalnya. Kalau kamu tertarik membacanya bisa membelinya di SCOOP. 



#511 Luna


Judul Buku : Luna
Penulis : Julie Anne Peters
Halaman : 248
Penerbit : Little Brown Books For Young Readers (ebook)

Regan sering terbangun tengah malam. Tepatnya dibangunkan oleh kakaknya, Liam. Malam ini Liam membangunkannya untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah menemukan nama baru. Luna. Seperti bulan yang hanya terlihat di malam hari. Demikian pula dengan Luna, yang hanya bisa menjadi dirinya di malam hari.

Sudah lama Liam merasakan bahwa dirinya adalah seorang perempuan, yang terlahir di dalam tubuh laki-laki. Hanya Regan yang tahu tentang status transgender yang dialami Liam. Seringkali Liam masuk ke dalam kamarnya untuk mencoba berbagai pakaian, wig, dan segala macam asesoris wanita. Regan memahami saudaranya itu. Hanya saja, rahasia ini terlalu berat buat Regan. Apalagi Luna berkeras ingin menampilkan dirinya. Dia tidak ingin bersembunyi lebih lama lagi.

Isu LGBT akhir-akhir ini kembali mencuat, seiringan dengan kasus penolakan terhadap salah satu gerai kopi ternama. Sebenarnya sudah banyak novel yang mengangkat topik tentang LGBT. Hanya saja masih sedikit yang menggunakan sudut pandang diluar tokoh yang mengalami LGBT. Di novel ini, pembaca diajak untuk memahami bagaimana seorang adik menerima kondisi kakaknya yang di mata orang lain dianggap tidak normal. Regan harus menjadi tameng sekaligus teman bagi Luna. Regan bahkan merasa dirinya tidak bisa hidup normal seperti orang lain.
My brother was a black hole in my universe. He was sucking the life right out of me
Novel ini juga menjelaskan bahwa seringkali transgender dianggap sama dengan gay. Padahal kedua hal tersebut berbeda. Luna di dalam novel ini menolak disebut sebagai gay. Karena sedari kecil, dia tahu di dalam dirinya dia adalah Lia Marie (nama yang digunakan Liam sebelum berganti menjadi Luna), dan bukannya Liam. Luna pun mengalami penolakan, bullying dari lingkungannya, bahkan dia berpikir lebih baik berhenti hidup daripada menjadi orang yang bukan dirinya.

Novel ini pernah diterjemahkan oleh Gramedia dengan judul sama dalam lini teenlit. Tapi saya lebih suka dengan cover aslinya. Cantik sekali. Novel ini juga memenangkan penghargaan Colorado Book Award For Young Adult tahun 2005. Saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca oleh para remaja.




#510 Rumah Lebah


Judul Buku : Rumah Lebah
Penulis : Ruwi Meita
Halaman : 296
Penerbit : Gagas Media

Winaya dan Nawai adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Winaya awalnya berprofesi sebagai seorang wartawan, namun akhirnya beralih profesi menjadi penulis fiksi. Dia memboyong istri dan anaknya meninggalkan Jakarta untuk tinggal di sebuah rumah di tepi danau di Ponorogo. Ini karena mereka tidak ingin lagi dibayang-bayangi oleh "hantu-hantu" yang sering dilihat oleh Mala, anaknya. Kejadian aneh dimana anaknya tiba-tiba saja berada di atas atap rumah di tengah malam, ditambah dengan interaksi sosialnya di sekolah yang dianggap tidak normal, hanyalah dua dari sekian alasan mereka meninggalkan Jakarta.

Namun "hantu-hantu" itu terus mengikuti, meski frekuensinya tidak lagi sama dengan yang dulu. Di rumah yang baru ini ada Winaya dan Mala punya ruangan khusus. Winaya selalu bekerja berjam-jam di ruang kerjanya. Di sebelahnya ada perpustakaan dimana Mala lebih banyak menghabiskan waktunya membaca ensiklopedia. Ada ruangan bawah tanah yang menghubungkan kedua tempat itu, disanalah Nawai terkadang menyalurkan bakat melukisnya. Nawai mendekorasi ulang ruang bawah tanah itu untuk dirinya sendiri. Rumah mereka cukup terpencil, hanya ada satu rumah tetangga. Itupun adalah villa milik seorang pengusaha kaya.

Suatu ketika, Winaya mendapatkan rezeki. Naskah fiksinya akan dadaptasi menjadi sebuah film. Kebetulan pemeran utamanya seorang aktris bernama Alegra, adalah kekasih Rayhan pemilik villa di sebelah rumah mereka. Ketika Alegra mengunang Winaya sekeluarga untuk makan malam di villa Rayhan, distulan malapetaka mulai terjadi.

Saya mencari novel ini sejak saya membaca Misteri Patung Garam dan Alias. Novel ini sangat langka, selain karena sudah terbitan lama, mungkin tidak dicetak ulang lagi. Betapa bahagianya saya ketika menemukannya dalam format digital di Google Play. Dan saya menghabiskannya hanya dalam waktu semalam. Alurnya rapi. Ruwi Meita memang paling lihai dalam menggiring pembaca untuk kemudian dikejutkan dengan twist di bagian akhir. 

Saya suka sekali dengan karakter Mala. Betapa anak istimewa ini bisa menjadi kunci dari misteri para hantu yang hadir di rumahnya. Di sisi lain, anak malang ini begitu mencintai keluarganya sehingga dia mau saja menerima pergaulan dengan hantu-hantu itu. Kemudian ada Nawai yang selalu kuatir dengan kesehatannya, sementara suaminya menganggap dia baik-baik saja. Semua tokoh mendapatkan pengembangan karakter dengan proporsi yang pas. 

Very recommended untuk penikmat novel thriller misteri


#509 Three Sisters


Judul Buku : Three Sisters
Penulis : Seplia
Halaman : 228
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Rera, Gina dan Yumi adalah tiga bersaudara dengan nasib yang berbeda. Rera si sulung yang berusia 32 tahun, belum menikah dan terus mendapatkan wejangan agar tidak menjadi perawan tua. Apalagi kedua adiknya sudah berkeluarga. Gina, anak tengah yang juga wanita karir, sudah menikah dengan dua anak. Namun Gina merasa lelah dengan kehidupan rumah tangganya. Yumi, si bungsu, telah menikah selama tiga tahun namun belum juga mendapatkan momongan. Sementara ibu mertuanya tidak henti-hentinya meneror dengan pertanyaan 'sudah hamil?'

Setiap mereka diperhadapkan dengan persoalan masing-masing. Rera memilih untuk mengikuti saja semua perjodohan dan kencan buta yang ditawarkan padanya. Tapi tak satupun ada pria yang bisa memenuhi kriterianya. Sementara itu, dia harus menghadapi arsitek yang mengawasi pembangunan rumah barunya bernama Xian, yang terkadang suka seenaknya mampir dan numpang makan di rumahnya. Gina memilih untuk mencari kebebasan di luar rumah. Tawaran itu datang dalam sosok Frans, seorang kenalan yang dijumpainya di pub. Bersama Frans, Gina sejenak melupakan rumah yang selalu berantakan, anak-anak yang sulit diatur, dan suaminya yang juga sibuk dengan karirnya. Yumi memilih menjalani masa penantiannya dengan mencoba berbagai macam saran yang dilontarkan kepadanya. Dia bersyukur cinta Ozi, suaminya, yang sangat besar mampu membuatnya bertahan menghadapi ibu mertuanya. Tapi jika harga dirinya terus menerus disakiti, Yumi mencapai batas kesabarannya.

Tiga wanita dengan tiga masalah. Uniknya, ketiganya saling bercermin pada saudarinya. Rera menyalahkan keegoisan Gina yang ingin meninggalkan keluarganya, sementara dirinya bahkan mendapatkan calon suami saja belum. Yumi juga kesal dengan kelakuan Gina yang tidak mensyukuri kehadiran anak-anak di rumahnya. Sementara Gina tidak mau kalah dengan melemparkan dalih baik Yumi bahkan Rera tidak pernah merasakan berada di posisinya.

Saya pernah berada di posisi Yumi, meski ibu mertua saya berbeda 180 derajat dengan mertua Yumi. Saya sangat paham betapa risih, sedih, kecewa, takut yang bercampur aduk terus membayangi perasaan. Mungkin saya nantinya juga akan berada di posisi Gina, ketika yang terasa setiap hari hanya kelelahan semata. Karenanya saya sangat mengapresiasi isi novel ini yang tidak hanya membeberkan masalah yang umumnya dialami wanita urban, tapi juga memberi beberapa pemecahan yang bisa diikuti.

Terlepas dari itu, karakter setiap tokohnya begitu pas. Tidak berlebihan, tapi juga tidak terlalu sempurna. Kehadiran Xian dengan gaya selebornya, Gale dengan kesabarannya, dan juga Ozi dengan kebijaksanannya melengkapi karakter tiga wanita yang bermasalah ini. Sebagai pelengkap, ada Bude Ina, pemilik toko kue yang menjadi semacam ibu peri bagi ketiganya. 

Saya memberikan bintang lima untuk metropop ini. Selain karena pesan moral yang sarat di dalamnya, membaca novel ini seperti membaca kisah three in one. Kamu bisa tertawa sekaligus menangis terharu saat membacanya. Setidaknya itu yang saya alami sendiri.