~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#553 Jasmerah : Pidato-Pidato Spektakuler Bung Karno Sepanjang Masa


Awal tahun ini dibuka dengan peristiwa razia buku di sebuah toko buku di Padang oleh oknum TNI. Mereka mencari buku PKI. Salah satu dari tiga buku yang disita adalah kumpulan pidato Bung Karno yang berjudul Jasmerah. Katanya buku yang disita baru akan dipelajari isinya. Belum lama, Jaksa Agung malah mengusulkan razia besar-besaran buku yang mengandung paham komunis. Kalau perlu perampasan buku perlu dilakukan. 

Mungkin beliau lupa, kalau seharusnya tidak ada lagi penyitaan buku tanpa melalui surat perintah pengadilan. Buku Jasmerah misalnya, diterbitkan oleh Penerbit Laksana (imprint dari DivaPress), memiliki ijin penjualan resmi. Saya dan beberapa teman memutuskan untuk membeli dan membaca buku ini. Hitung-hitung bantuin menelaah isi bukunya. Benarkah berbahaya?

Seperti yang tercantum di judulnya, buku ini berisi pidato-pidato Bung Karno. Total ada enam (6) pidato. Berikut saya bagikan intisari pidatonya dari hasil baca saya.

(1) Proklamasi Kemerdekaan
Pidato singkat Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945, yang berisi proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pidato ini istimewa karena menjadi awal tonggak sejarah Indonesia. 

"Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya." 

(2)Tetaplah Bersemangat Elang Rajawali!
Pidato ini disampaikan sebagai amanat Presiden Soekarno pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1949 di Yogyakarta. Dalam pidatonya ini, Soekarno menyampaikan refleksi perjuangan selama empat tahun setelah Indonesia merdeka. Salah satu yang menjadi sorotan utamanya adalah proses Persetujuan Linggjati dan Persetujuan Renville yang dianggapnya gagal. Namun Soekarno tetap memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh pemuda, angkatan perang, polisi dan rakyat Indonesia yang dijulukinya sebagai Elang Rajawali.

"Kita belum hidup di dalam sinar bulan yang purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali!"

(3) Penemuan Kembali Revolusi Kita
Pidato ketiga dalam buku ini masih merupakan amanat Presiden Soekarno pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1959 di Jakarta. Soekarno menganggap tahun 1959 merupakan tahun istimewa dimana bangsa Indonesia menemukan kembali semangat revolusi (rediscovery of revolution). Tahun dimana Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang membubarkan Konstitante, memberlakukan kembali Undang-Undang Dasar 1945 dan pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Dalam pidatonya ini, Soekarno menyinggung masalah kemanusiaan dan kemerdekaan. Dia mengambil contoh dari isi Declaration of Independence Amerika dan Manifes Komunis. Bahwa manusia yang bukan makhluk tanpa arah memiliki hak hidup, hak kebebasan dan hak mengejar kebahagiaan. Juga bahwa manusia tidak boleh ditindas. Soekarno juga menganjurkan Pax Humanica atas dasar kedua deklarasi tersebut di Washington dan Moskow. Soekarno juga menyerukan semangat gotong-royong (Ho-Lopis-Kuntul-Baris) yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

(4) Lahirnya Pancasila
Pidato keempat ini adalah pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 di hadapan Badan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau yang disebut juga Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai. Inti pidato ini adalah mengemukakan jawaban atas pertanyaan "apa yang menjadi dasar Indonesia merdeka?". Dalam pidatonya Soekarno menyampaikan lima prinsip dasar yang menjadi cikal bakal Pancasila sebagai dasar negara. Semuanya jika dirumuskan dalam satu prinsip menjadi gotong-royong untuk kepentingan bersama.

"Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekad mati-matian untuk mencapai merdeka, tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya, sampai ke akhir zaman!"

(5) Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jasmerah)
Pidato ini adalah pidato terakhir Bung Karno sebagai Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS RI. Dibawakan pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1966 di Jakarta. Soekarno menganggap 21 tahun Indonesia merdeka merupakan tahun-tahun penggemblengan atas kemampuan dan kepribadian bangsa. Soekarno juga menyinggung tentang peristiwa di tahun 1965, secara khusus Supersemar, sebagai upaya mempreteli kekuasaannya dan penyerahan pemerintah. Sejarah panjang yang dilewati oleh bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan pasca merdeka dijabarkan secara rinci oleh Soekarno. Pesan Soekarno agar tidak meninggalkan sejarah sebagai acuan pelaksanaan pemerintahan.

"Dengan berpegang terus kepada sejarah itu, maka dengan kekuatan baru, dengan selalu bertambah semangat baru, dengan selalu bertambah mantap dan kokoh keyakinan, bertambah cerah harapan-harapan baru, mari kita menggembleng terus persatuan dan kesatuan untuk perjuangan kita selanjutnya."

(6) Nawaksara
Pidato keenam ini disampaikan pada Sidang Umum MPRS tanggal 22 Juni 1966, dan diberi judul Nawaksara oleh Soekarno. Di dalam pidatonya Soekarno menyampaikan sembilan hal terkait amanat yang diterimanya sebagai pemimpin. Salah satunya adalah penetapan Sidang Umum MPRS II tahun 1963 yang menetapkan Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup. Tetapi Soekarno memberikan jawaban alangkah baiknya jika MPR nantinya yang adalah MPR hasil pemilihan umum meninjau kembali hal tersebut.

Pada bagian penutup pidatonya ini Soekarno menyebutkan bahwa dalam world of the mind dia berjumpa dengan banyak pemimpin besar dari segala bangsa dan segala negara. World of the mind yang dimaksudnya adalah dunia pemikiran yang tercipta saat dia membaca buku-buku para pemimpin besar itu. Soekarno telah mendedikasikan hidupnya selama hampir empat puluh tahun untuk kemerdekaan bangsa

"Saya berjumpa dengan orang-orang besar ini, tegasnya, jelasnya dari membaca buku-buku."

Well... menurut saya sebagai orang awam, tidak ada yang perlu ditakutkan dari isi buku ini. Bahkan beberapa bagian masih relevan dengan kondisi Indonesia sekarang. Mbak Busyra membuat beberapa foto isi bukunya di sini

Aksi razia itu yang justru membuat masyarakat diingatkan kembali kepada ketakutan. Ketakutan akan kekuasaan absolut. Di samping itu, penyitaan buku adalah suatu bentuk penistaan terhadap akal sehat dan kecerdasan. Bukankah tujuan bangsa kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa? Soekarno saja menggunakan buku-buku untuk "bertemu" dengan pemimpin besar lainnya dan menuangkan pemikirannya untuk bangsa. Dan sekali lagi, jangan melupakan sejarah. Apa salahnya mengenal sejarah lewat membaca buku?

Jasmerah : Pidato-Pidato Spektakuler Bung Karno Sepanjang Masa
Wirianto Sumartono
262 halaman
Penerbit Laksana
2018

Review tentang buku ini juga bisa dibaca di Bacaan Bzee

#552 Summer Sky


Summer Sky Azalea baru saja patah hati. Kekasihnya selama 6 tahun, Alex, memutuskan hubungan mereka. Alex lebih memilih impiannya untuk lanjut studi S2 ke Jerman dibandingkan hubungannya dengan Sky. Berharap trip bersama mamanya ke Kinabalu, Malaysia bisa memulihkan hatinya, Sky mengambil cuti dari kantornya.

Mamanya bekerja di sebuah MLM IntoLife. Saat mendapatkan reward perjalanan ke Malaysia, Mamanya mengajak Sky. Lagipula Sky juga didaftarkan sebagai anggota MLM itu, meski yang menjalankan sepenuhnya adalah mamanya. Mengetahui anaknya sudah putus dari pacarnya, mamanya langsung berniat menjodohkan Sky dengan Jordan, branch manager IntoLife Surabaya. Jordan memang menarik, sabar, pembawaannya tenang. Dan untuk memulihkan sakit hatinya, Sky mencoba saran mamanya untuk lebih mengenal Jordan.

Saat Sky mencoba untuk move on, Alex justru ingin hubungan mereka kembali seperti dahulu. Ternyata beasiswa Alex ditangguhkan sehingga dia tidak jadi berangkat ke Jerman tahun ini. Sky merasa dilema. Di satu sisi, dia sangat marah kepada Alex, tapi dia juga sudah lama mengikatkan hatinya pada Alex. Saat kesempatan itu ada, apakah Sky melepasnya? Lagipula dia tidak mengenal Jordan dengan baik. Hanya saja sepertinya keluarganya lebih memilih Jordan daripada Alex.

Summer Sky adalah novel metropop terbaru dari Stephanie Zen. Tadinya saya berpikir novel ini berkisah tentang liburan musim panas atau semacamnya. Memang ada sih sesi liburannya, ternyata novel ini fokus pada bagaimana Sky menata hatinya dan memilih di antara dua pilihan. Kalau saya sih pastinya ada di tim Jordan. Soalnya saya kesal dengan Alex yang menempatkan Sky di kursi cadangan di masa depannya. Memang sih Alex kemudian menyadari bahwa dia membutuhkan Sky dalam hidupnya sehingga dia meminta Sky kembali. Tapi yaaa... nyebelin lah pokoknya. Sementara Jordan dengan sikap tenangnya, mencoba mengambil kesempatan memenangkan hati Sky. Dia punya cara-cara sendiri yang membuat Sky tersentuh. Saya yang membacanya ikut-ikutan meleleh. 

Novel ini manis dan menghangatkan hati seperti summer, terutama di bagian ending-nya. Ada bagian lucunya juga. Komplitlah sebagai bacaan yang menghibur. Yang kangen dengan karya Stephanie Zen, silakan mencoba novel satu ini.

Summer Sky
Stephanie Zen
280 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari 2019



*diikutkan dalam 2019 FiksiMetropop Reading Challenge dengan tema  #novelMetropop dengan nama tokoh pada judulnya

#551 The Wanker



Nico, salah satu personel boyband ternama Pentagon, baru saja putus dengan kekasihnya Denok. Alasan Denok karena dia ingin mengembangkan karirnya dan tidak ingin berada di bawah bayang-bayang nama besar Nico Pentagon. Padahal Nico sudah mencurahkan jiwa raganya hanya untuk Denok. Apapun yang Denok minta di masa lalu selalu dia berikan. Nico memang tipe cwok yang setia. Sulit sekali baginya untuk melupakan Denok. Bahkan aroma parfumnya pun masih terbayang dan membuatnya seperti kecanduan. Makanya Nico tidak kuasa menahan diri memeluk tetangganya yang menggunakan parfum beraroma sama, di depan lift pada dini hari.

Lu, pemilik dua klub ternama di Jakarta, memiliki jam kerja yang tidak sama dengan wanita karir kebanyakan. Pulang subuh sudah menjadi rutinitasnya. Pagi ini ketika dia, dengan tubuh lelah dan emosi terkuras akibat kejadian-kejadian di klub, tiba di apartemennya, yang diinginkannya hanyalah segera beristirahat. Tapi kelakuan tentangganya yang dijulukinya The Wanker memeluknya di depan lift membuatnya sangat marah. Bukan salahnya jika tendangannya melayang ke arah selangkangan cowok itu.

Sebenarnya Nico menyadari kesalahannya yang langsung menyergap Lu, dan untuk itu dia berusaha meminta maaf. Meski dia tahu gadis yang tinggal di sebelah apartemennya itu bukan gadis baik-baik, sikap misterius Lu membuatnya penasaran. Pertemuan demi pertemuan terjadi di antara mereka, dan menimbulkan perasaan baru di hati Nico. Tapi mungkinkah dia berani mempertaruhkan nama besar Pentagon hanya untuk gadis itu?

Setelah mengulas kisah percintaan Taran di buku Boy Toy, kali ini giliran Nico perosnel boyband Pentagon yang diangkat dalam novel berjudul unik, The Wanker. Dan menariknya karena Nico harus berhadapan dengan gadis penyuka romansa tapi sering menggunakan pakaian terbuka yang sering keluar malam. Padahal Lu menggunakan pakaian itu demi kenyamanannya bekerja di klub malam miliknya.

Interaksi antara Nico dan Lu memang lebih luwes jika dibandingkan dengan Taran dan Lea di buku Boy Toy. Bisa jadi karena profesi keduanya tidak jauh dari dunia hiburan. Saya menyukai adegan dimana Lu memaksa Nico membaca buku Gone With The Wind (alamaak....itu kan buku bantal yang jumlah halamannya lebih dari 1000), yang berakhir dengan Nico membeli sekuel buku itu di toko buku. Atau ketika Nico mengajak Lu menonton film zombie dan membuat Lu takut untuk masuk ke dalam apartemennya. 

Keberadaan personel Pentagon lainnya juga sangat menghibur. Berhubing timeline kisahnya Nico hampir bersamaan dengan kisahnya Taran, ada sedikit sneak peak dimana Taran dihibur oleh teman-temannya karena putus dengan Lea. Dan kekompakan tim Pentagon ini patut diacungi jempol. Saya jadi penasaran, siapa anggota tim lainnya yang akan muncul di buku #3. Please...jangan lama-lama ya.


The Wanker
aliaZalea
332 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2019

*diikutkan dalam 2019 FiksiMetropop Reading Challenge dengan tema  #novelMetropop dengan karakter tokoh dari kalangan selebritis

#550 Fake Love: Aku, Suamiku, dan Gunpla-nya



Memiliki hobi tentunya hak pribadi setiap orang. Tapi bagaimana jika hobi itu menghambat untuk bertemu dengan jodoh? Begitulah yang dirasakan Arlin. Kesukaannya terhadap bento membuatnya acap kali disebut sebagai anak kecil oleh pria-pria yang pernah menjadi kekasihnya. Daripada terus menerus gagal menikah sementara keluarganya terus menuntut, Arlin sepakat untuk dijodohkan melalui situs perjodohan.

Tidak butuh waktu lama, seorang pria bernama Delan melamarnya. Delan ternyata juga punya hobi unik. Dia maniak Gundam Plastik atau gunpla. Sama dengan Arlin, keluarganya juga mendesaknya untuk menikah. Situasi yang sama membuat Delan nekat melamar Arlin. Dia juga setuju dengan syarat yang diajukan oleh Arlin. Pernikahan ini hanya di atas kertas. Mereka tidak akan berhubungan lebih jauh layaknya suami istri. 

Hari-hari penyesuaian diri antara Arlin, Delan, bento dan gunpla dimulai. Delan sangat tegas melarang Arlin masuk ke dalam kamarnya yang penuh dengan pernak-pernik gunpla tanpa sepengetahuan Delan. Arlin sendiri yang awalnya ragu memulai memasak dan membuat bento lagi akhirnya lega karena suaminya tidak mempermasalahkan hobinya itu. Yang menjadi masalah di antara mereka adalah cara berkomunikasi saja. Delan yang sering nyolot, membuat Arlin yang perasa sering menangis.

Konflik tambahan yang muncul adalah dari seorang bernama Shiyan yang sering berkunjung ke blog milik Arlin. Arlin kemudian berpikir mengapa orang yang belum perah ditemuinya itu jauh lebih perhatian pada daripada suaminya sendiri.  Belum lagi persoalan tetangga mereka yang sok tahu dan selalu ingin menjadi sumber berita. Arlin yang tinggal di rumah paling sering mendapat masalah dengan tetangganya itu. 

Ide cerita tentang hobi sepasang suami istri ini menarik, karena penulis mencoba untuk menampilkan bagaimana keduanya berusaha saling memahami hobi masing-masing. Meskipun upaya untuk itu lebih terlihat pada Arlin ketimbang Delan. Karakter Arlin lebih terlihat perkembangannya dibandingkan dengan Delan. Mungkin karena penulis mengambil sudut pandang orang ketiga yang dominan di Arlin. 

Saya pernah mengulas bahwa lini Le-Mariage dari Elex Media Komputindo ini tema utamanya kebanyakan tentang perjodohan. Novel yang satu ini juga begitu. Tapi novel ini lumayan seru, kocak dan ringan. 

Fake Love: Aku, Suamiku, dan Gunpla-nya
Shireishou
296 halaman
Elex Media Komputindo
November 2017




*diikutkan dalam event Tantangan Baca Goodreads Indonesia bulan Januari