~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#614 Efek Jera


Dio, seorang remaja berumur 19 tahun. Sehari-hari dia menyambung hidup dengan menjual DVD bajakan di dekat kampus ternama di Jakarta. Dio tamatan SMA, dan memilih meninggalkan rumah setelah ayahnya ditangkap karena kasus korupsi. Kini, Dio berhadapan dengan salah seorang pria dari masa lalunya yang mengajaknya beralih profesi.

Om Jon, demikian Dio memanggilnya. Dulu Om Jon adalah tetangga di depan rumah Dio yang mengajarinya membaca, mengaji dan sedikit bela diri. Namun kemudian Om Jon yang adalah seorang tentara ditugaskan ke luar negeri. Om Jon mengajak Dion untuk bergabung dalam bisnis start-up yang sedang dirintisnya. Om Jon membutuhkan pemuda untuk bertugas di lapangan, dan Om Jon yakin Dio bisa melaksanakan tugas itu. Setelah melalui pelatihan singkat di Cisarua, Dio diutus untuk tugas perdananya. 

Dio diminta ke Semarang untuk menyelidiki sebuah kasus yang melibatkan kematian seorang pilot muda dari Penida Airways bernama Angga Hudaya. Angga ditemukan tergantung di kamar kostnya. Menurut pemberitaan di media, Angga bunuh diri karena masalah pribadi. Tapi Om Jon dan rekannya, Pak Makarim tidak percaya itu. Ada kejanggalan dari kasus ini. Terutama setelah beberapa pilot yang pernah bekerja di Penida Airways mengungkapkan pelanggaran terkait hak-hak tenaga kerja di Penida Airways. Dio harus mengumpulkan informasi dan bukti-bukti yang berhubungan dengan pelanggaran tersebut. 

Efek Jera adalah novel ketiga Tsugaeda setelah Rencana Besar dan Sudut Mati. Ada rentang waktu yang cukup lama dari novel kedua hingga terbitnya novel ketiga ini. Selain itu, novel ketiga ini diterbitkan oleh penerbit yang berbeda dengan dua novel sebelumnya. Masih mendukung tema misteri dan investigasi, Efek Jera juga menghadirkan tokoh Makarim Ghanim, seorang ekonom yang tertarik memecahkan permasalahan ala detektif. Dio, tokoh utama dalam novel ini disebut sebagai asisten Makarim, meski yang menjadi tentor Dio sesungguhnya adalah Sarjono atau Om Jon. 

Penida Airways di dalam novel ini mengingatkan saya pada dua maskapai penerbangan di Indonesia. Penida Airways menerapkan konsep penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier) yang menyebabkan Penida Airways banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, pelayanan dan manajemen Penida Airways sangat mengecewakan. Sering terlambat plus angka kecelakaan yang tinggi. Di kepala saya yang terbayang adalah maskapai berlogo singa itu. Tetapi persoalan ketenaga kerjaan di Penida Airways mengingatkan saya pada maskapai berlogo burung biru yang kasusnya sempat booming di twitter. Sayangnya, wabah Corona membuat kasus itu seperti terlupakan. 

Nuansa misteri pada novel Efek Jera ini tidak sekuat dua novel sebelumnya. Tapi investigasinya lumayan. Hanya saja saya sulit membayangkan Dio dengan segala kemampuan dan kalimat-kalimat yang dia ucapkan adalah seorang pemuda belasan tahun. Meski kasus yang harus diselidiki Dio ini masih dalam tahapan ujicoba buatnya, tapi hampir membuat nyawa Dio melayang. Sepertinya Om Jon memang menaruh harapan sangat besar untuk Dio.

Hal kedua yang cukup mengganggu adalah tentang kematian Angga. Pada bab 10, ketika Dio datang mengunjungi kos tempat tinggal Angga, disebutkan bahwa mayat Angga baru ditemukan setelah dua hari sejak kematiannya. Itupun karena aroma busuk yang membuat penjaga kos curiga. Namun dalam jurnal milik seorang wartawati yang meliput kematian Angga disebutkan bahwa sehari sebelum kematiannya, Angga masih sempat janjian dengan wartawati tersebut untuk bertemu di sebuah kafe. 

Terlepas dari itu, novel ini memberikan penyegaran pada novel misteri di Indonesia. Saya mengapresiasi riset yang dilakukan penulis sehingga bisa meramu permasalahan aktual yang terjadi di Indonesia menjadi novel yang menarik dan page turner.. Saya pasti menantikan aksi Makarim selanjutnya.

Efek Jera
Tsugaeda
344 halaman
One Peach Media
Maret, 2020






#613 Lethal White



Sebelum membaca buku Cormoran Strike #4 ada baiknya membaca buku sebelumnya khususnya buku #3 yang berjudul Career of Evil. Sejujurnya, kisah antara Strike dan Robin yang membuat saya penasaran membaca buku #4 ini.

Robin menikah dengan pacarnya, Matthew. Keputusan itu diambil Robin setelah dirinya dipecat oleh Strike. Yang belakangan Robin ketahui, Strike menghubunginya kembali namun pesan-pesan itu telah dihapus oleh Matthew. Robin sangat marah dan hampir saja meninggalkan pernikahannya. Namun bayangan pengorbanan biaya yang telah dikeluarkan oleh kedua orangtuanya membuatnya mengurungkan niat itu. Kepada Strike, Robin berjanji akan segera kembali ke kantor setelah urusan bulan madunya selesai.

Kasus yang dihadapi oleh Strike dan Robin kali ini diawali oleh kedatangan seorang pemuda gila ke kantor mereka yang meminta bantuan Strike untuk mencari pembunuh seorang anak. Billy, pemuda itu mengaku telah melihat seorang pemuda mencekik seorang anak di sebuah tempat kuda. Namun Billy menghilang seketika sebelum Strike mengorek keterangan lebih lanjut. Kemudian datanglah permintaan dari seorang Mentri Kebudayaan untuk mengusut pemerasan atas dirinya yang dilakukan oleh seorang Mentri lainnya. Ternyata kedua kasus ini berhubungan karena orang-orang yang terlibat di dalamnya saling beririsan.

Jujur saja, saya tidak begitu tertarik dengan kasus di dalam buku #4 ini. Ada banyak zona abu-abu yang baru mulai kelihatan kejelasannya setelah masuk ke bagian kedua buku ini. Yang mana sudah hampir setengah buku yang setebal 700an halaman ini. Itupun setelah orang yang mengajukan kasus kedua kepada Strike meninggal dalam keadaan mengenaskan. Kepiawaian Robert Galbraith menghubungkan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya (meskipun ada banyak sekali tokoh yang terlibat) membuat kasusnya mudah dicerna.

Saya justru tertarik dengan hubungan antara Strike dan Robin (yang sejak series ini diawali, relasi kedua tokoh utama ini membuat saya penasaran). Robin harus menjalani terapi karena serangan panik akibat kecelakaan di kasus terakhir yang membuat dirinya dipecat oleh Strike. Di samping itu dia berusaha meyakinkan dirinya untuk percaya bahwa pernikahannya dengan Matthew layak dipertahankan, hanya untuk mendapati suaminya belum bisa melupakan kekasihnya yang lama. Sementara itu Strike juga harus mengalami putus hubungan dengan kekasih sepuluh bulannya, sampai bertemu kembali dengan Charlotte, mantan tunangannya. Lantas bagaimana dengan hubungan antara Strike dan Robin sendiri? Di balik sikap profesionalisme antar partner yang harus mereka jaga, ada rasa yang terus terpendam. Dan membuat sebagian pembaca penasaran akan kelanjutannya di buku ke#5 yang akan terbit tidak lama lagi. 


Lethal White - Kuda Putih
Robert Galbraith
704 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2019



#612 Satu Hari Bersamamu


Dua hari yang lalu, tepatnya 20 Mei 2020 adalah tepat dua tahun sejak kepergian papaku. Saat membaca sinopsisnya saya langsung memutuskan harus membacanya sekarang, setelah menyimpan buku ini selama 7 tahun di rak buku.

Apa yang akan kau lakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kau sayangi, yang telah tiada?

Nggak, saya nggak seputus asa Charley, tokoh dalam novel ini, yang ingin menghabisi hidupnya setelah serangkaian kegagalan yang dihadapinya. Berpisah dengan istrinya, pekerjaan berantakan, dan tidak diundang saat pernikahan putri satu-satunya. Charley memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di kota tempatnya lahir. Saat dalam perjalanan ke kota itu, dia mengalami kecelakaan. Namun Charley masih bisa bangkit dan berjalan sampai ke rumahnya. Dan di sana dia bertemu dengan ibunya. Hal yang tidak mungkin, karena ibunya sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Meski merasa tidak mungkin, Charley melewati satu hari penuh bersama ibunya. Mengunjungi beberapa orang yang juga akan berakhir hidupnya.

Di sela-sela perjalanan bersama ibunya, Charley mengulas balik kehidupannya. Sejak ayahnya meninggalkan keluarga mereka, saat-saat dia dibela oleh ibunya, saat-saat dia tidak membela ibunya, atau ketika sampai akhir hidup ibunya, yang Charley selalu pikirikan adalah membuat ayahnya bangga. Membuat dirinya menjadi anak ayah, bukan anak ibu.

Ada banyak rahasia terungkap, hal-hal yang tidak diketahui oleh Charley sebelumnya. Hal yang kemudian mengubah cara pandangnya terhadap ibunya dan juga ayahnya. Terlebih lagi cara dia menghadapi hidup yang harus dijalaninya

Novel ini menyentuh saya sedemikian rupa. Saya merasa saya juga ingin punya satu hari lagi untuk bercakap-cakap secara pribadi, heart to heart , dengan Papa. Hal yang tidak sering saya lakukan semasa beliau masih hidup. Mungkin kesempatan itu akan datang, mungkin juga tidak. Di akhir kisah ini, ada satu kata yang diucapkan oleh seorang wanita untuk Charley. "Perdonare" yang berarti "maafkan". Kata yang sama yang saya bisikkan di telinga Papa menjelang nafas terakhirnya. "Maafkan saya, Pa."

In memoriam of Papa, May 20th 2018.

Satu Hari Bersamamu
Mitch Albom
248  halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2010

#611 Angel In The Rain



Ayu adalah seorang pencinta buku yang melakukan perjalanan ke London untuk menghindari pertunangan kakaknya, Luh dengan pria yang pernah dicintainya, Em. Di London, dia bertemu dengan seorang pemuda yang juga menyukai buku, bernama Gilang. Gilang berkunjung ke London untuk mengejar seorang wanita yang dicintainya. Ning, nama gadis itu, adalah sahabatnya. Sayang cinta Gilang tidak berbalas. Ning hanya menganggapnya sebagai sahabat dan Ning mencintai pria lainnya. 

Ayu dan Gilang beberapa kali bertemu secara kebetulan, dan setiap kali mereka bertemu selalu ada hujan yang menyertai. Saat kembali ke Indonesia, Ayu menawarkan buku Burmese Days cetakan pertama karya George Orwell yang sudah lama dicari oleh Gilang. Sayangnya, sampai tiba di bandara Soekarno-Hatta buku itu tidak juga berpindah tangan. Buku itulah yang kemudian akan mengawali pertemuan kembali antara Ayu dan Gilang.

Profesi Ayu sebenarnya adalah penulis novel. Novel kelimanya sudah dinantikan oleh editornya, namun tertunda karena kepergian Ayu ke London. Ayu kemudian menulis sebuah novel dengan judul Angel in The Rain. Gilang pernah mengatakan bahwa ada malaikat yang ikut turun bersama hujan dan membawa keajaiban. Ayu tidak percaya dengan perkataan itu, tapi kemudian menjadi inspirasinya dalam menulis novel yang laris manis. 

Sementara itu, Gilang berusaha melupakan cintanya yang kandas. Pertemuannya kembali dengan Ayu di Indonesia membawa sesuatu yang baru di hatinya. Ketika perasaannya pada Ayu mulai bertumbuh, Ning kembali ke Indonesia. Gilang merasa ada yang berbeda dengan sahabatnya, dan berusaha menghibur sahabatnya. Usaha yang membuat Ayu menjadi tidak percaya pada Gilang.

Novel ini unik, karena yang bercerita bukan Ayu atau Gilang sebagai tokoh utama. Yang bercerita adalah Goldilocks, sosok malaikat yang membawa payung merah untuk sepasang kekasih. Goldilocks menampakkan diri kepada Gilang di London, yang membuat Gilang sangat penasaran. 

Selain legenda di London dan beberapa tempat-tempat menarik tentang London, novel ini juga banyak bercerita tentang novel dan penulis klasik. Sebut saja Wuthering Heights, novel yang "dikejar" oleh Ayu, atau The Gatsby yang menjadi inspirasi Gilang dalam membuat blog. Keberadaan novel klasik dan beberapa novel lainnya membuat karakter Ayu sebagai pencinta buku (saya tidak ingin menyebutnya gila buku) lebih kuat. Bahkan Gilang yang disebut-sebut sebagai pemuda lucu oleh Goldilocks juga terimbas karakter pencinta buku. Saya malah tidak merasakan lucunya Gilang. Menariknya lagi, seperti  Ayu yang menulis novel berjudul sama dengan novel ini, Gilang juga akhirnya menulis novel dengan judul London : Angel

Selain kisah cinta segitiga, satu topik yang juga diangkat dalam novel ini adalah soal kepercayaan. Ayu memiliki masalah tidak bisa percaya pada lelaki, karena lelaki yang disukainya punya masa lalu dengan wanita lain. Karena pengalamannya dalam cinta segitiga antara dirinya, Luh dan Em, Ayu menolak mempercayai Gilang ketika Ning kembali hadir di tengah mereka. Butuh waktu lama bagi Ayu untuk menemukan rasa percaya itu.

Seperti Ayu yang mengoleksi buku cetakan pertama karya penulis favoritnya, saya juga berusaha mendapatkan cetakan pertama karya Windry Ramadhina. Karena novel ini adalah sekuel dari London : Angel, saya tentunya segera memesan ketika novel ini diterbitkan pertama kali lengkap dengan bonus postcard-nya. Saya penasaran dengan kelanjutan kisah Gilang dan Goldilock di novel London : Angel. Sayangnya, kesibukan membuat saya menunda-nunda membaca novel ini, sampai akhirnya hampir empat tahun tersimpan di rak buku. Bukunya sampai menguning dan penuh bercak cokelat. Sepertinya Angel In The Rain ini adalah buku terakhir Windry dengan penerbit Gagas Media. Masih ada dua buku karya Windry di rak saya yang menunggu waktu tepat untuk dibaca :)

Angel In The Rain
Windry Ramadhina
468 halaman
Gagas Media
Oktober, 2016



#610 The Player




The Pentagon Series is coming back.  Kalau membaca judulnya sih sudah kelihatan siapa yang jadi tokoh utama. Karena sudah sejak awal pembaca (yang mengikuti series ini) tahu kalau personel Pentagon yang player itu adalah Pierre, anggota Pentagon yang setengah bule. 

Kisah ini dibuka dengan cerita Pierre remaja yang berlibur di Marseille, Perancis, negeri kelahiran maminya. Pierre bertemu dengan seorang teman Renée (sepupu Pierre) yang bernama Jules. Sebut saja tertarik pada pandangan pertama, itu yang dirasakan Pierre saat bertemu dengan Jules. Meski awalnya Pierre merasa malu menyadari dirinya menyukai Jules, belakangan Pierre akhirnya pacaran dengan Jules. 

Kembali ke para personel Pentagon, kali ini personel Pentagon mendapatkan cuti sehubungan dengan pernikahan Adam yang akan digelar di Jogja. Zi (calon istri Adam) mengatur penginapan bagi personel Pentagon, dan Pierre bersama Erick (dua personel yang masih jomblo) menginap di rumah Hanna, sahabat Zi. Hanna sendiri tinggal di Amerika dan bekerja di sana, dan kembali ke Indonesia khusus menghadiri pernikahan sahabatnya. Pertama kali bertemu dengan Hanna, Pierre sudah langsung suka, terutama dengan postur tubuh Hanna yang menggoda. 

Hanna sendiri sebenarnya tidak nyaman dengan postur tubuhnya, terutama bagian dadanya yang berukuran besar. Dia yakin salah satu alasan Andrei menolaknya karena dia tidak selangsing gadis yang menjadi pacar Andrei. Seandainya Andrei jujur saat menolaknya, mungkin Hanna bisa menerima. Tapi waktu itu Andrei hanya mengatakan tidak ingin pacaran dulu, lalu seminggu kemudian Hanna mendapati Andrei sudah berganti status. Hanna berusaha menghindari Andrei, dia tidak yakin bagaimana perasaannya jika berada di ruangan yang sama dengan Andrei. Masalahnya, Andrei adalah sahabat Adam, dan juga menjadi bestman di pernikahan Adam. Mau tak mau, Hanna akan bertemu kembali dengan Andrei.

Untungnya, Pierre bersedia membantu Hanna. Dengan membuat skenario Pierre berusaha mendekati Hanna, mereka berharap Andrei akan menyukai Hanna kembali. Apalagi Pierre dan Hanna dipasangkan dalam prosesi pernikahan Adam. Sampai pada suatu malam, Hana pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dibantu oleh Pierre dan Erick, yang berujung Hanna make out dengan Pierre di kamar Hanna. Pierre mulai yakin dirinya tidak bisa melepaskan Hanna. Tapi apakah Hanna mau menerimanya, terlebih saat Pierre membuka tentang dirinya pada Hanna?

Saya tidak menyangka, Pierre yang player dan hidupnya terlihat easy going sejak buku #1 ini ternyata memiliki kehidupan yang complicated. Tapi bagusnya karena Pierre bisa menerima dirinya apa adanya. Lebih bagus lagi, keluarganya dan juga teman-temannya tidak ada masalah dengan pilihan hidup Pierre. Saya sendiri baru tahu istilah panseksual saat membaca novel ini.

Meski kali ini tidak terlalu banyak interaksi di antara personel Pentagon yang dikisahkan, ada satu bagian dimana persahabatan di antara personel Pentagon diuji. Pierre sempat melakukan pembelaan atas Hanna terhadap Andrei yang berujung adegan baku hantam. Adam diperhadapkan pada kondisi dimana dua sahabatnya terlibat perkelahian. Tentu saja Adam dengan kedewasaannya tahu siapa yang harus dibela kali ini. 

Well... tinggal si baby Erick nih di buku #5. Tadinya saya berpikir Erick akan dapat jatah di buku #4, ternyata harus bersabar lagi sampai buku #5 yang mungkin akan terbit tahun depan. Penasaran bangetlah sama kisah cinta Erick si lugu ini.


The Player (Pentagon Series #4)
aliaZalea
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2020


 

#609 Becoming



Saya mengagumi sosok Michelle Obama. Seorang perempuan dengan banyak pemikiran hebat dan tentunya kehidupan yang juga hebat. Tidak ada yang akan menyangkal kemewahan dan privillege yang dperoleh saat menjadi first lady negara adikuasa. Namun itu adalah tampilan luarnya. Bagaimana kehidupan Michelle yang sebenarnya? Michelle berbagi kisahnya lewat biografi yang ditulisnya sendiri, Becoming.

Buku ini terdiri atas tiga bagian utama: Becoming Me, Becoming Us dan Becoming More. Dalam bagian Becoming Me, Michelle menuliskan tentang kehidupan masa kecilnya, tentang ayahnya yang difabel, ibunya, kakaknya Craig, dan gambaran kehidupan keluarga yang dijalaninya. Michelle terlahir sebagai seorang anak Amerika berkulit hitam. Kehidupan keluarganya tidak mudah, namun menyenangkan. Ayahnya, Fraser, mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan bekerja keras dan banyak tertawa. Sementara Ibunya, Marian, menekankan pentingnya untuk berpikir sendiri dan menggunakan suara dalam menentukan pilihan. Dalam bagian ini juga dikisahkan tentang kehidupannya menjalani masa sekolah, dari SD hingga kuliah di Princeton. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Barack Obama

Perjalanan hidupnya bersama Barack dikisahkan dalam bagian Becoming Us.  Kehilangan ayah menguatkan Michelle untuk tidak merenung terlalu lama dalam menentukan arah hidup dan bergerak dengan segara. Michelle dan Barack menjalin hubungan cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Dalam masa berpacaran, mereka seringkali bertukar pikiran, berdebat ala pengacara, dan saling berkompromi. Barack akhirnya melamar Michelle di sebuah restoran, dan menikah pada bulan Oktober 1992. Menjadi seorang istri juga merupakan tantangan bagi Michelle, terutama saat Barack terjun dalam dunia politik dan menjadi senator. Michelle tidak menyukai politik. Jadwal pada Barack membuatnya kesal, hingga akhirnya pertengkaran di dalam rumah tangga mereka tak terhindari. Namun keduanya saling mencintai, sehingga memutuskan menjalani konseling yang membuka babakan baru dalam rumah tangga mereka. Ketika Barack mendapatkan tawaran menjadi presiden, dia menyerahkan keputusan itu kepada Michelle.

Michelle menyadari menjadi seorang ibu negara bukan perkara mudah. Michelle mendampingi Barack untuk tinggal di White House menjalani tugas baru sebagai POTUS dan FLOTUS. Semuanya dikisahkan dalam bagian Becoming More. Bukan hanya soal perannya sebagai ibu negara, Michelle juga mengisahkan kegelisahannya, namun dia menyadari bahwa dia harus memberikan yang lebih hingga akhirnya saat meninggalkan Gedung Putih.

"Ingin menjadi apa saat kau dewasa nanti? Apakah aku cukup baik? Ingin menjadi orang seperti apa aku?"

Beberapa pertanyaan di atas menjadi pertanyaan yang mendasari Michelle menuliskan kisah hidupnya. Melalui buku ini Michelle ingin berbagi bahwa becoming (diterjemahkan menjelma) bukanlah suatu kejadian tiba-tiba. Ada proses, langkah-langkah kecil di jalan setapak, membutuhkan kesabaran dan kegigihan. Masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak proses yang dilalui untuk berkembang. 

Membaca biografi ini, seakan-akan mendengarkan sendiri Michelle bercerita tentang kehidupan yang sudah dilalui. Tentang kegelisahannya sebagai manusia biasa, tentang mimpi-mimpinya ke depan, tentang perilaku dan berpikir positif meski di saat sulit. Tentang bagaimana didengarkan dan mendengarkan. Jadi, tidak berlebihan jika saya mengatakan buku ini wajib dibaca oleh setiap wanita. 

Becoming
Michelle Obama
576 halaman
Noura Books


#608 Cinta Andromeda


Tantangan Baca GRI bulan Mei 2020 mengangkat tema buku dengan tokoh cyborg, robot atau AI. Saya langsung mencari kira-kira adakah buku atau novel Indonesia bertemakan seperti itu pada genre romance? Tidak disangka, saya menemukan satu novel Metropop terbitan tahun 2007 yang mengangkat tema itu. Wuih...seperti menemukan harta karun.

Cinta Andromeda berkisah tentang seorang wanita bernama Salsabila yang berpacaran dengan humanoid bernama Andromeda. Andromeda adalah robot android yang menjadi proyek besar Nunoid Project. Pada tahun 2070, robot android sudah banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Target dari Andromeda adalah membuat robot android bisa merasakan emosi berupa cinta. Untuk itu, Andromeda diuji untuk bertemu seorang wanita dan menjalin hubungan dengannya. Salsa adalah target untuk uji coba Andromeda.

Secara garis besar, Andromeda berhasil menarik perhatian Salsa yang memang menginginkan pasangan yang gentle dan sempurna. Namun kesempurnaan Andromeda membuat Wina, sahabat Salsa, menjadi penasaran. Wina yang adalah seorang jurnalis fashion mencoba menyelidiki Andromeda. Sayangnya, Wina tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya. 

Di sisi lain, tim Nunoid memiliki masalah tersendiri. Erik, salah satu senior di tim yang selalu mengawasi Andromeda, malah jatuh cinta kepada Salsa. Sementara Mariska, rekan Erik, sudah lama menaruh perhatian kepada Erik. Proyek Nunoid kemudian mengalami perkembangan. Andromeda harus menikah dengan Salsa. Tentu saja hal ini akan merugikan Salsa. Bukan hanya itu, di bawah tekanan Harrison, Erik dan Mariska harus memilih antara kemanusiaan atau karier cemerlang mereka. 

Novel ini unik, tentunya karena salah satu karakternya adalah sebuah robot berwujud manusia. Sayangnya, karakter Andromeda bukan yang utama di novel ini. Salsa, kekasih Andromeda pun seperti "tergilas" oleh Erik dan Mariska. Akibatnya tidak ada karakter yang menonjol. Meski demikian, alur ceritanya menarik karena ada unsur kejutan di dalamnya. Ketegangan cerita ini terbangun dengan baik, tetapi ditutup dengan ending yang terkesan terburu-buru. 

Tapi kalau kalian ingin merasakan metropop yang sedikit berbeda, bolehlah membaca novel ini. Mungkin versi cetaknya sudah jarang ditemukan ya, tapi ada versi digitalnya di Gramedia Digital. 


Cinta Andromeda
Tria Barmawi
336 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2007

#607 Kekasihku


Tanggal 28 April merupakan Hari Puisi Nasional. Tanggal yang sama dengan wafatnya seorang penyair kenamaan Indonesia, Chairil Anwar. Beliau disebut-sebut sebagai perintis puisi kesustraan Indonesia, khususnya di Angkatan 45. Puisi-puisinya dianggap memmberikan semangat perlawanan dan kemerdekaan.

Saat ini ada begitu banyak penyair dengan gaya dan warna berbeda. Salah satunya adalah Joko Pinurbo. Penyair kelahiran Sukabumi namun bermukin di Yogyakarta ini telah memperoleh banyak penghargaan dan melahirkan beberapa buku puisi. Kekasihku adalah buku kumpulan puisinya yang ke-5, diterbitkan di tahun 2004. 

Jokpin (sebutan singkat untuk Joko Pinurbo) dikenal dengan puisi bertema celana. Tidak heran, karena itulah judul buku puisi pertama yang diterbitkannya di tahun 1999. Dalam buku ini ada beberapa puisi yang juga bertema celana, seperti "Celana Tidur" dan "Satu Celana Berdua". Nuansa yang kental lainnya adalah tentang hubungan antara Ibu dan Anak. Seperti yang termuat dalam puiai "Ranjang Ibu", "Telepon Tengah Malam", "Dua Orang Peronda", dan "Ibuku".

Ibu suka membacakan buku untuk mengantar tidurku. 
Aku terbuai mendengarkan ibu dan buku, mendengarkan ibuku,
sambil membayangkan dan bertanya ini itu.
Pada saatnya beta harus meninggalkan bunda sebab tak bisa selamanya menyusu pada ibu. 
Aku harus mencari susu baru.
S ambil menahan airmata, ibu memeluk dan menciumku: 
Pergilah. Terbanglah. Aku pun terbang bersayapkan buku
ke antah-berantah yang bagiku sendiri masih entah.
(Ibuku, 2003)

Selain puisi "Ibuku" di atas, saya juga suka dengan satu puisi berjudul "Dengan Kata Lain". Puisi ini berkisah tentang seorang pemuda yang pulang kampung dan bertemu dengan guru Sejarah-nya yang kini menjadi tukang ojek. Saat ingin membayar jasa ojeknya, guru itu pergi begitu saja. 

Tak ada angin tak ada hujan, Ayah tiba-tiba 
bangkit berdiri dan berseru padaku: "Dengan kata lain,
kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu."
(Dengan Kata Lain, 2004)

Pertama kali saya berkenalan dengan pusi Joko Pinurbo adalah lewat Buku Latihan Tidur. Sejak itu, saya berupaya membaca puisi-puisi beliau yang lain. Saya jatuh cinta dengan kata-kata yang terangkai indah dan bermakan dalam. Kadang bisa dipahami hanya dengan membaca sekilas, namun ada juga yang perlu dibaca berulang agar bisa diserap. Untungnya ada Gramedia Digital yang menyimpan beberapa buku kumpulan puisi beliau.

Kalau kamu, siapa penyair favoritmu?

Kekasihku
Joko Pinurbo
62 halaman
Kepustakaan Populer Gramedia
Juli, 2004

#606 The Case We Met



Redita Harris adalah seorang pengacara yang mengawali karirnya di New York. Dia mengikuti jejak ayah dan kakaknya berkarir di bidang hukum. Kebanyakan klien Dita adalah para wanita dan lansia dengan kasus hukum terkait malapraktik dokter. Kali ini dia ingin membalas budi seorang dokter yang dituntut dengan tuduhan malapraktik. Orang itu tidak lain adalah Nathan, sahabat kakaknya.

Dita sudah lama mengenal Nathan. Sewaktu SMA, Nathan adalah seniornya yang sering terlibat tawuran. Dita takut pada Nathan karena beberapa kali menerima bentakan dari pria itu. Tapi Nathan sudah menolongnya saat pingsan di New York. Lagipula, Dita cukup berpengalaman dengan kasus di bidang kedokteran.

Nathan yang adalah dokter spesialis anastesi, dituduh dengan sengaja melalaikan prosedur pembiusan sehingga mengakibatkan kematian seorang pasien. Istri pasien tersebut menuntut Nathan hingga ke pengadilan. Sebenarnya Nathan menghendaki Rehan, sahabatnya untuk menjadi pengacaranya. Dia tidak mau Dita terlibat. Nathan merasa sulit bersikap pada gadis yang dicintainya dalam diam selama bertahun-tahun. Tapi Dita memaksa, akhirnya Nathan pun menerima. Mungkin ini adalah kesempatan bagi Nathan untuk bisa kembali dekat dengan adik sahabatnya itu.

Novel ini adalah debut penulis di lini metropop, sekaligus karya pertama beliau yang saya baca. Kalau sebelumnya karya beliau sepertinya di kental dengan nuansa ke-Korea-an, kali ini penulis mengambil kota Yogyakarta sebagai latar belakang dengan kisah bernuansa hukum, kedokteran dan islami. Background penulis yang juga seorang dokter, membuat beberapa istilah dan prosedur kedokteran bisa dengan fasih diceritakan. Yang membuka wawasan baru bagi saya adalah bahwa prosedur anastesi yang biasanya "terlihat" sederhana membutuhkan persiapan dan prosedur rumit.

Sebagian besar cerita dalam novel ini adalah tentang persidangan Nathan. Penulis juga mampu menyajikan jalannya persidangan sehingga pembaca seakan-akan bisa hadir di persidangan itu. Dan yang menambah nilai plus novel ini adalah nuansa islami yang hadir, hal yang jarang dijumpai dalam novel metropop.

Overall, saya suka dengan novel ini. Kira-kira akankah ada sekuel menceritakan tentang Rehan dan Ratu? Sepertinya ada sesuatu di antara mereka ;)

The Case We Met
Flazia
444 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2020

#605 Second Chance


Flavia berusaha melunasi utang mendiang ibunya dengan melakukan banyak pekerjaan. Salah satunya adalah menjadi pendamping anak di sebuah day care. Sudah enam tahun Via meninggalkan kuliahnya agar dia tidak dikejar-kejar oleh orang-orang yang menagih utang ibunya. Sampai akhirnya, Dela menawarkan pekerjaan sebagai pendamping atau pengasuh anak kembar dari seorang duda yang berprofesi sebagai pengacara.

Raynaldi selalu kesulitan untuk dekat dengan kedua anak kembarnya. Untuk itu dia butuh pengasuh. Ibu kedua anak itu sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ray jenuh dengan kewajibannya sebagai seorang ayah dan anak yang berbakti pada orang tuanya. Kesedihan dan kekecewaannya disebut sebagai pria yang menghamili anak orang, duda cerai, ayah tak bertanggungjawab membuatnya tidak bisa dekat dengan kedua anaknya. Melihat kedekatan Via dengan anak-anaknya, Ray menawarkan gaji tinggi asalkan Via mau tinggal di rumahnya dan mengasuh anak-anaknya. Selain itu, ada misi lain yang ingin dilakukan Ray terhadap Via.

Novel ini diceritakan melalui sudut pandang Via dan Ray. Via melihat Ray kurang berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan anak-anaknya. Via ingin berusaha memperbaiki hubungan itu. Di sisi lain, Via tidak bisa menepikan pesona Ray. Sementara Ray merasakan ada yang berubah semenjak Via hadir dalam hidupnya. Ray melihat dirinya dan Via adalah dua pribadi yang sama, dua orang yang berusaha bertahan memperbaiki hidup mereka. 

Novel ini memang seperti judulnya berkisah tentang menjalani kesempatan kedua. Kesempatan kedua bagi Okan-Olin, anak kembar Ray, untuk mendapatkan kasih sayang papanya. Kesempatan kedua Via merasakan kehangatan keluarga dan cinta. Kesempatan kedua bagi Ray untuk menjaga keutuhan keluarganya. Namun di atas semua itu, kesempatan kedua untuk Ray dan Via memaafkan diri di masa lalu dan memulai hidup baru.

Sebagai debut di lini metropop, novel ini menarik karena tema yang diusung bukan tema mainstream. Ada keunikan sendiri dalam ceritanya. Sayangnya typo-nya masih banyak. Juga yang mengganggu buat saya, kadang Via atau Ray memanggil Dela, teman mereka dengan nama lengkap (Fidela) kadang dengan nama panggilan meski dalam konteks yang sama. Dan ada beberapa tokoh sampingan yang masih dibuat misterius, Rissa dan Nora contohnya. Mungkin akan ada sekuel ke depannya.

Second Chance
Flara Deviana
296 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2020


#604 Bukan Nikah Biasa


Dishi dan Dimas memutuskan untuk menikah. Mereka sudah lama saling mengenal, bahkan keluarga mereka juga sudah dekat. Tidak perlu ada cinta untuk mengawali pernikahan mereka. Nanti juga seiring dengan terbiasa bertemu, mereka bisa saling mencintai. Yang terpenting mereka berjanji untuk saling setia mempertahankan pernikahan mereka.

Dishi memang sudah lama tidak merasakan cinta. Sejak cinta pertamanya kandas di masa SMP. Dan tiba-tiba Ditya, cinta pertama Dishi hadir kembali. Dia adalah atasan Dishi di tempat kerjanya yang baru. Debar-debar di dada Dishi membuatnya ragu, dan Dishi berusaha membentengi dirinya agar tidak berselingkuh. Ternyata Ditya sudah lama berkenalan dengan Dimas, dan itu membuat Dishi semakin bingung. Belum selesai masalah Dishi dan Ditya, cinta pertama Dimas juga muncul kembali. Kali ini dengan kehadiran seorang anak.

Membaca judulnya, Bukan Nikah Biasa, saya sempat berpikir mungkin dalam pernikahan Dishi dan Dimas ada semacam kontrak atau perjanjian dalam jangka waktu tertentu. Ternyata tidak ada. Pernikahan tanpa cinta itu sendiri tergolong biasa menurut saya. Dishi sendiri mengakuinya, karena pernikahan orang tuanya saja yang dijodohkan tanpa dasar cinta bisa bertahan lama. Lantas apanya yang "bukan biasa"? Apakah diamnya Dishi menghadapi kehadiran Ditya juga usaha Dishi untuk membantu menyelesaikan masalah Ditya itu yang dikategorikan "bukan biasa" dalam pernikahan? 

Penggunaan nama karakter yang hampir mirip (Dishi, Dimas, Ditya, Dylan, Nina, Nana) membuat saya kadang jeda sejenak mencerna siapa yang lagi ngapain. Lantas ending-nya seakan pengen cepat-cepat diselesaikan saja. Untungnya karakter Dimas yang lucu dan suka mengeluarkan jokes-jokes receh menyelamatkan novel ini. 

Bukan Nikah Biasa
Maeta
268 halaman
Elex Media Komputindo
Februari, 2020


#603 Little Bit of Muffin


Kesha sudah dua bulan tidak menginjakkan kaki ke Sugar Bakery, toko kue milik keluarganya. Sejak Evan, mantan chef di Sugar Bakery, pergi ke Italia, semua hal di dapur Sugar Bakery membuat Kesha selalu mengingat Evan. Kesha memang mencintai Evan, tapi dia belum pernah menyatakan perasaannya pada Evan. Dan kini kepergian Evan membuatnya patah hati.

Sugar Bakery akhirnya menerima chef baru untuk menggantikan Evan. Nida, ibunya Kesha, berusaha membuat Kesha bisa kembali ke Sugar Bakery. Hingga akhirnya Kesha tidak punya pilihan selain kembali, dan harus bekerjsa sama dengan Gathan. Kedekatan mereka lambat laun berbuah. Kesha mulai menyukai Gathan. Mungkin dengan memulai hubungan baru bersama Gathan dia bisa sepenuhnya melupakan Evan. Di sisi lain, Gathan juga ingin melepaskan bayangan Lidya, seorang wanita yang dia cintai, namun ternyata memilih orang lain. Hanya saja, meski Gathan menyanggupi untuk memulai hubungan baru dengan Kesha, dia belum sepenuhnya bisa mencintai Kesha.

Tema Tantangan Baca GRI untuk bulan Februari 2020 adalah buku tentang makanan. Tadinya saya ingin membaca serial fantasy tentang bakery, namun satu dan lain hal saya belum sanggup menyelesaikannya. Saya lalu teringat dengan series yummylit dari Bentang Pustaka. Sudah ada 2 novel dari serial ini, yaitu Deessert karya Elsa Puspita dan Strawberry Cheesecake karya Ayuwidya yang saya baca. Saya lantas mencari novel lainnya dari serial ini dan menemukan novel Little Bit Muffin ini. 

Kesha mengibaratkan Evan dan Gathan seperti muffin. Kue yang agak keras di luarnya, namun lembut di dalamnya. Keduanya biasa terlihat angkuh, tapi sebenarnya pribadi keduanya cukup manis. Apalagi keduanya adalah chef pastry yang handal. 

Hanya saja, entah mengapa saya kurang bisa klik dengan kedua tokoh utamanya. Baik Kesha dan Gathan punya masa lalu, dan menjadikan satu sama lain "pelarian" untuk melupakan masa lalu itu. Meskipun keduanya tidak mengakui menjadikan satu sama lain sebagai pelarian, saat orang dari masa lalu itu datang, hubungan Kesha dan Gathan sempat goyah. 

Tapi novel ini tentu saja ada porsi manisnya, seperti kue-kue yang bertaburan di dalam novel ini. Cara Kesha yang sedikit agresif terkadang membuat Gathan jadi gemas. Dan...ohya, novel ini dilengkapi dengan beberapa resep muffin. Siapa tahu ada yang mencoba ikut merasakan muffin yang lezat seperti buatan Gathan dan Kesha. 

Little Bit of Muffin
Aiu Ahra
284 halaman
Bentang Pustaka
November, 2016

#602 Ganjil-Genap


Gala, 29 tahun, telah berpacaran selama 13 tahun lamanya dengan Bara. Beberapa waktu belakangan, Gala menantikan kapan dirinya akan dilamar oleh Bara. Sepertinya Bara belum siap, dan Gala juga tidak mau mendesak lebih jauh. Hingga akhirnya, Bara memutuskan hubungan dengan Gala dengan alasan tidak jelas di halaman parkir. Gala tidak terima dirinya diputuskan begitu saja. Namun Bara juga tidak bisa memberikan penjelasan, selain kalimat "kamu terlalu baik".

Gala panik. Tahun depan dia akan berumur 30 tahun. Ditambah lagi adiknya, Gisha ingin segera menikah. Orangtua Gala mewanti-wanti agar sebagai kakak, Gala tidak boleh dilangkahi. Gala berusaha mencari pengganti Bara. berbagai cara dilakukan oleh Gala: ikut klub diving, speed dating, sampai mencoba aplikasi perjodohan Tinder. 

Dalam upayanya mencari jodoh, Gala bertemu dengan Aiman, seorang dokter gigi yang usianya 10 tahun lebih tua daripada Gala. Awalnya Gala meragukan orientasi seksual Aiman, namun seiring perjalanan waktu, perhatian dari Aiman membuat Gala sedikit. Sayangnya Aiman menolak untuk berkomitmen ke arah pernikahan. Sementara Gala tidak mau lagi terlibat hubungan eksklusif tanpa ujung.

Judul "Ganjil-Genap" ini menarik perhatian. Sama halnya dengan judul "Resign", karya Almira Bastari sebelumnya. Bagi warga Jakarta tentu akrab dengan istilah ini. Bara dan Gala seringkali bergantian saling menjemput, Bara di hari ganjil, Gala di hari genap. Mereka saling melengkapi di rutinitas itu. Putusnya hubungan Gala dan Bara, membuat Gala harus mencari seseorang untuk menggenapi hidupnya.

Sebenarnya saya sempat berpikir, mengapa Gala begitu "insecure" dengan status lajang di usia 30? Gala yang adalah seorang wanita karir yang mapan, smart, menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Australia, tetap saja panik berhadapan dengan stigma negatif wanita lajang di usia 30. Mungkin karena kedua sahabatnya, Sydney dan Detira juga sudah menikah. Atau karena dia tidak mau mengecewakan kedua orangtua dan adiknya. Atau bisa jadi karena dia trauma dengan hubungan jangka panjang yang berakhir begitu saja. Namun, saya suka dengan penyelesaian akhir kegalauan Gala, dimana dia harus berdamai dengan dirinya sendiri dulu, sebelum mencoba membahagiakan orang lain.

Novel ini juga dilengkapi dengan quote-quote unik tentang jomblo. Belum lagi interaksi Gala dengan ketiga sahabatnya yang asyik diikuti. Menjelang akhir, saya baru sadar, kalau Sydney di dalam novel ini adalah tokoh utama di Melbourne (Wedding) Marathon, karya Almira sebelumnya. Semoga Nandi juga dibuatkan cerita tersendiri ya.

Ganjil-Genap
Almira Bastari
344 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari, 2020


#601 Finn


Liz sudah memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa memberitahu kedua orangtuanya. Dia menerima pekerjaan sebagai terapis bagi anak autis di Balikpapan. Ini adalah langkah pertama dari rencana Liz agar tidak lagi tinggal di rumah orang tuanya. Rumah itu seperti kuburan. Yah...mungkin memang semua penghuninya sudah ikut dikubur bersama dengan Arthur, adik Liz yang meninggal karena kecelakaan.

Arthur juga seorang penderita autisme. Setidaknya pengalaman merawat Arthur dan hasil belajarnya bersama komunitas pemerhati autisme di grup facebook membuatnya memberanikan diri menerima pekerjaan dari Dika. Tapi setibanya di Balikpapan, Liz tidak menyangka jika yang akan dirawatnya adalah seorang pemuda berusia 21 tahun.

Finn menderita autisme sejak lahir. Sebenarnya Finn sudah menunjukkan banyak kemajuan berkat asuhan dan kesabaran ibunya, Ibu Montik. Namun kematian Ibu Montik memberikan kesedihan mendalam bagi Finn. Hidupnya yang teratur menjadi kacau karena tidak adanya Ibu Montik di sisinya. Sementara ayahnya tidak menyukai Finn. Dia selalu memukul Finn jika Finn tantrum. Bahkan seringkali mengikat Finn di dalam kamar. Untungnya masih ada Dika, kakak Finn, yang menjaganya setiap kali ayahnya melampiaskan amarah.

Dua kali dalam sebulan ini saya membaca novel tentang penderita autisme. Yang menarik di buku ini karena diceritakan dari dua sudut pandang, Liz dan Finn. Sudut pandang Liz lebih banyak berkisah tentang perjalanannya ke Balikpapan, metodenya dalam melakukan terapi, permasalahan yang membuatnya meninggalkan rumah, juga tentang keluarga Finn terutama Dika, kakaknya Finn. Sementara dari sudut pandang Finn, tentu saja bercerita tentang perasaaan Finn. Dengan cara bercerita yang membuat pembaca seperti tenggelam dalam pikiran penuh suara di dalam kepala Finn.

Ada beberapa hal yang diangkat dalam novel ini. Yang pertama adalah bagaimana memahami bahwa autisme itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Sedikit banyak ada informasi terkait metode terapi penderita autisme. Masih banyak orang yang menganggap autisme sama dengan gila, idiot, atau penyakit menular. Novel ini mencoba memberikan fakta yang dapat mengubah paradigma tersebut. Penderita autisme membutuhkan dukungan penuh keluarga untuk bisa sembuh. 

Yang kedua adalah tentang hidup tanpa harapan. Inilah yang dijalani oleh Liz. Kematian adiknya membawa perubahan besar di dalam keluarganya. Nyaris tidak ada komunikasi antara Lz dengan kedua orangtuanya. Dianggap tidak ada bagi Liz sangat menyakitkan. Terlebih lagi karena peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya terjadi atas campur tangan Liz. Liz mencoba mencari harapan yang hilang itu pada Finn.

Yang ketiga adalah tentang orang-orang yang harus menjadi "korban" ketika salah satu anggota keluarga terlahir dengan kebutuhan khusus seperti Finn. Liz dan Dika mengalami hal ini. Hidup Liz saat Arthur masih hidup berputar di sekitar Arthur dan autisme yang dideritanya. Demikian juga Dika dengan keberadaan Finn selama 21 tahun. Seringkali orang-orang seperti Liz dan Dika harus "terpaksa" memaklumi dan menjalani hidup yang bukan hidup mereka sendiri. Dan tentu saja itu butuh pengorbanan. 

Novel metropop yang satu ini bisa dibilang berbeda dengan metropop kebanyakan. Saya menangis saat membaca novel ini. Saya berterima kasih kepada penulis yang mengizinkan saya "mengintip" isi kepala Finn. Saya jadi memahami mengapa Finn (dan beberapa penderita autis atau anak berkebutuhan khusus lainnya) seringkali memukul atau membenturkan kepala untuk menghilangkan kegaduhan dan sakit di kepala mereka. Saya jadi memahami mengapa mereka tidak mau disentuh atau dipeluk. Atau mengapa mereka hanya menyukai orang tertentu saja. Saya berharap novel ini untuk dibaca oleh banyak orang, agar kepedulian kita terhadap penderita autis meningkat.

Finn
Honey Dee
312 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2020



#600 The Silent Patient


Alicia berprofesi sebagai seorang pelukis, sementara Gabriel adalah seorang fotografer. Keduanya adalah sepasang suami istri yang hidup saling mencintai, sampai suatu hari Gabriel ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan terikat di kursi dengan lima bekas tembakan di wajahnya, dan tentu saja kepalanya hancur. Saat ditemukan, Alicia berada di ruangan yang sama, berdiri di depan suaminya, dengan senjata api tidak jauh dari dirinya. Tangannya berdarah karena tersayat. Tidak ada yang tahu siapa pembunuh Gabriel, karena Alicia memilih untuk diam membisu dan tidak pernah berbicara lagi

Beberapa waktu setelah kematian suaminya, Alicia membuat lukisan dirinya. Alicia "berbicara" melalui lukisannya. Namun tidak seorangpun bisa memahami maksud lukisan itu, karena tidak ada petunjuk apapun kecuali sebaris huruf Yunani yang membentuk satu kata: ALCESTIS. Alicia sendiri kemudian dimasukkan ke dalam rumah sakit The Grove, tempatnya dirawat karena dianggap gila.

Theo Faber, seorang psikoterapis ingin sekali memecahkan kasus Alicia. Dia memulainya dengan mandaftar sebagai psikoterapis di The Grove. Theo mencoba membuat Alicia kembali berbicara, meski dia mendapatkan hambatan dari rekan-rekan kerjanya. Di sisi lain, Theo yang dibayangi oleh masa lalunya, menggali lebih jauh infomasi terkait Alicia. Dia menghubungi beberapa orang yang pernah dekat dengan Alicia. Ada sesuatu di masa lalu Alicia yang perlu dikuak untuk memancing Alicia berbicara.

Karya Alex Michaelides ini mendapatkan penghargaan Goodreads Choice Awards for Mystery and Thriller 2019. Novel ini membuat saya penasaran sejak muncul di timeline Goodreads, dan syukurnya bisa saya baca terjemahannya di Gramedia Digital. Penulis menggunakan dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang Theo dan sudut pandang Alicia melalui buku hariannya. Kedua sudut pandang ini disandingkan untuk saling melengkapi memberikan gambaran apa yang sebenarnya terjadi pada Alicia. 

Buku harian, Alcestis dan masa lalu Alicia menjadi kunci misteri membisunya Alicia. Ditambah dengan bumbu psikoterapi, novel ini menjanjikan alur yang sepertinya tidak mudah ditebak. Bagi yang sering membaca buku misteri tentu sudah menduga akan ada plot twist di akhir cerita. Saya bisa menebak siapa pelaku pembunuhan Gabriel dan apa yang menyebabkan Alicia membisu. Cara penulis menyajikan runtutan cerita demi cerita membantu pembaca untuk itu. Meski saya tidak menduga ada permainan waktu di dalamnya, ada sesuatu yang membuat saya hanya bisa memberikan bintang tiga untuk novel ini. Saya merasa sisi psikologis Alicia seharusnya digali lebih dalam. Dan keputusan penulis akan kondisi Alicia di akhir cerita membuat saya masih menyimpan pertanyaan. Salah satunya adalah penjelasan mengenai lukisan yang dibuat oleh Alicia di The Grove. 

Anyway... sebagai karya debut, novel ini mencuri perhatian. Novel ini bahkan dinominasikan jga dalam kategori Debut Novel di Goodreads Choice Awards., tapi kalah dari Red, White & Royal Blue-nya Casey McQuiston. Pencinta thriller mystery memang sebaiknya tidak melewatkan novel ini. 

The Silent Patient
Alex Michaelides
400 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2019

#599 Milkman


Aku adalah seorang perempuan yang digosipkan memiliki affair dengan tukang susu. Perbedaan usia yang cukup jauh menjadi topik hangat. Sampai saudara ipar pertama harus turun tangan mengingatkan, disusul oleh saudari pertama dan juga Ma. Padahal Aku tidak pernah memiliki afair dengan tukang susu. Memang dia beberapa kali menjumpai Aku, saat Aku sedang berjalan sambil membaca, ataupun saat sedang berlari di waduk. 

Aku sendiri sebenarnya memiliki mana-tahu-pacar. Seseorang yang dianggapnya pria ideal untuk dijadikan pacar. Tapi mereka tidak menjalani stutus itu karena akan terasa aneh. Sementara itu saudara ipar pertama selalu melecehkan diri Aku dengan sebutan tak senonoh. Dan Ma tidak hentinya menyuruh Aku menikah.

Novel ini unik dalam arti sebenarnya. Tidak ada satupun tokoh di dalamnya yang memiliki nama. Pembaca hanya akan mendapati kata Aku, Saudara ipar pertama, Saudari ertama, Saudara Ipar Ketiga, Saudari ketga, Ma, Mana-Tahu-Pacar, hingga Seseorang McSeseorang. Jujur saja, sampai 200 halaman pertama saya dibuat bingung dan seakan meraba-raba kemana arah cerita novel ini. Belum lagi narasi yang panjang, dengan detail selengkap mungkin. Dan ohya, bukan hanya tokohnya tidak bernama, settingan tempat novel ini juga tidak bernama. Saya lantas berhenti membacanya, dan mencari tahu tentang novel ini melalui beberapa review. Hingga akhirnya saya menemukan pencerahan, dan membaca sisanya jadi lebih mudah dan jelas.

Novel yang memenangkan Man Booker Prize 2018 ini bersetting di Irlandia Utara. Dari beberapa literatur yang saya baca, novel ini dikaitkan dengan gerakan #MeToo, sebuah gerakan melawan pelecehan dan kekerasan seksual pada wanita. Tokoh Aku sendiri mengalami pelecehan tersebut, baik dari keluarganya maupun lingkungannya. Selain pelecehan seksual, novel ini juga menyinggung tentang komunitas, agama, norma, patrarki, hingga bagaimana orang bahkan keluarga sendiri lebih mudah termakan gunjingan dari orang lain tanpa perlu mencari tahu kebenarannya.

Membaca novel ini butuh waktu untuk mencerna, berpikir dan memahami isinya. Bukan bacaan santai. Yang jeas saya salut pada Penerbit Semicolon yang sudah menerjemahkan novel ini. Sungguh membaca novel ini akan memperkaya kosakata bahasa Indonesia pembaca. Terima kasih untuk Penerbit Semicolon yang memberikan kesempatan bagi saya meresensi buku ini. 

Milkman
Anna Burns
520 halaman
Penerbit Semicolon
November, 2019

#598 Miss Echa


Miss Echa adalah judul sebuah buku yang merupakan kumpulan 10 cerita pendek tentang perempuan. Diterbitkan pada pertengahan November, sepertinya ingin mengejar momen Hari Ibu atau Hari Natal (mengingat beberapa cerpen di dalamnya bernuansa Kristiani). Berikut adalah kilasan dari sepuluh cerpen tersebut

1. Miss Echa
Anggia hendak menjodohkan anaknya, Echa dengan anak temannya. Sayangnya perjumpaan pertama mereka berlangsung tidak mulus karena ada kesalahpahaman. Lagipula Echa memang menolak dijodohkan oleh ibunya. Tanpa diduga oleh Anggia, Echa dan Ben kembali bertemu. Berkat bantuan seorang anak TK asuhan Echa, Ben dan Echa menjadi dekat.

2. Ke Kuta Kucari Cinta
Jennifer baru mengetahui jika dia bukan anak ibunya. Warna kulitnya yang berbeda membuatnya bertanya apakah dia anak adopsi. Jawaban ayahnya mengejutkannya, dan membuatnya pergi mencari ibu kandungnya ke Bali, Indonesia. Jenn berusaha mencari tahu mengapa ibunya membiarkannya dibawa pergi oleh ayahnya jauh dari Indonesia.

3. Di Doa Ibuku
Teresa seringkali heran melihat ibunya duduk bertelut berdoa dalam waktu yang lama. Ternyata ibunya mendoakan agar dia bisa kembai bersama dengan Jonan, (mantan) suaminya yang pernah mengkhianatinya. Mereka memang belum resmi bercerai. Tapi ibunya juga tahu bahwa Jonan yang dahulu pernah berselingkuh. Dan mengapa ibunya terus mendoakannya?

4. Karena Aku Punya Hati
Aku kesal karena ibu mertuaku, mantan ibu mertuaku tepatnya, meminta aku mengasuh Erin. Erin adalah anak dari mantan suamiku dan istri barunya. Mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan dan meninggalkan Erin sebatang kara. Aku memang mewarisi usaha mantan suamiku, tapi aku tidak mungkin juga "mewarisi" anaknya. 

5. Segitiga Cinta
Shinta mengadopsi Nanda pada saat dia baru lahir. Ibu kandungnya belum pernah meihat Nanda sama sekali. Kini saat suaminya meninggal, Shinta merasa perlu untuk memberitahukan tentang siapa Nanda sebenarnya. Awalnya Nanda sangat marah, tapi kemudian dia bisa menerimanya. Kini Shinta yang harus merelakan Nanda mencari tahu ibu kandungnya.

6. Hadir Untuk Wina
Cerita ini agak beda, karena melibatkan seorang ibu yang sudah berpulang ke Penciptanya. Tapi si Ibu hadir kembali saat anaknya, Wina mendapatkan masalah. Si ibu belum tenang, karena dia merasa selama hidupnya dia tidak berlaku adil pada Wina. Kini dia ingin membalasnya dengan membantu anak bungsunya tersebut.

7. Mei - Desember
Aku terlibat hubunga Mei-Desember dengan Evan. Disebut Mei-Desember karena aku lebih tua daripada Evan. Lagipula dia juniorku di kantor. Beberapa kali aku menolaknya, tapi Evan tetap kukuh dengan perasaannya. Setelah melewati proses panjang, akhirnya hatiku luluh dan kami melangsungkan pernikahan. Siapa yang menyangka jika Evan-lah yang duluan meninggalkan aku?

8. Aku Bukan Gwat Eng
Gwat Eng menginap di rumahku malam ini. Kerusuhan di daerah Trisakti yang dekat dengan rumahnya membuatnya tidak bisa pulang. Gwat Eng memang keturunan Tionghoa yang bermata sipit. Semalaman aku berusaha menenangkannya, tapi aku memang bukan Gwat Eng. Aku belum tentu memahami bagaimana menjadi dirinya yang tinggal di negara ini.

9. Kekasih Ayah
Maya biasanya mengikuti misa natal pada tengah malam. Namun kali ini Harry memintanya untuk mengikuti misa sore, karena Lilian anaknya ikut kor sekolahnya. Lilian adalah alasan Maya belum bisa menerima Harry menjadi suaminya. Karena jika dia menikah dengan Harry, maka dia juga akan menjadi ibu bagi Lilian. Sementara Maya belum bisa sepenuh hati menyayangi Lilian.

10. Garis-Garis di Kusen Pintu
Aku dan (mantan) suamiku membersihkan rumah yang pernah kami tempati bersama. Rumah itu rencananya akan kami jual untuk membiayai sekolah anak pertama kami. Saat kami pindah ke ibukota, tuntutan pekerjaan membuat kami lebih sering bertengkar. Akibatnya suamiku memilih pergi dari rumah tanpa menyelesaikan masalahnya. Saat kami menemukan garis-garis pertumbuhan anak-anak di kusen pintu, momen kenangan kembali menyerbu, dan membuat kami bertanya-tanya apa yang membuat kami menjauh?

Buku ini bisa dibaca dalam sekali duduk, karena jumlah halamannya kurang dari 200 halaman. Ceritanya pun ringan dan mudah dicerna. Ohya, saya membaca ini sekalian untuk tantangan baca Joglosemar 2020. 

Miss Echa
Belinda Gunawan
196 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November, 2019