~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#594 Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982


Isu feminisme di negara yang menjunjung patriarki akan selalu mengundang kontroversial. Demikian pula yang terjadi di Korea Selatan, ketika novel ini terbit pertama kali pada tahun 2016. Seorang selebritis Korea, Irene Red Velvet,  yang terlihat membaca novel ini sempat mendapatkan bullying dari netizen. Saya sendiri tertarik ingin membaca novel ini karena informasi yang beredar dan karena tagline "lahir tahun 1982" itu. Soalnya saya juga lahir di tahun yang sama.

Kim Ji-Yeong adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya seorang perempuan, dan adiknya seorang laki-laki. Perlakuan yang diterima oleh Ji-Yeong dan kakaknya tidak seistimewa yang diterima oleh adik laki-laki. Sebagaimana seorang perempuan Korea dibesarkan, Ji-Yeong dan kakaknya harus mulai membantu ibu mereka sejak usia dini. Sementara si adik laki-laki tidak perlu. Dalam urusan pembagian makanan pun, adik laki-laki selalu mendapatkan bagian terbaik.

Bukan hanya di rumah, di sekolah perlakuan yang diterima oleh murid perempuan tidak sama dengan murid laki-laki. Meski beberapa kali murid perempuan berusaha melawan, tapi upaya mereka akhirnya akan padam. Ji-Yeong sendiri beberapa kali meneriakkan protes, tapi hanya disimpan di dalam hatinya. Dia tidak mampu bersuara. Hingga akhirnya Ji-Yeong menikah, lalu mempunyai anak. Ji-Yeong harus melepas pekerjaan yang diperolehnya dengan susah payah. Ji-Yeong mengalami depresi, tapi tetap diam.

Puncak depresi yang dialami Ji-Yeong akhirnya memaksanya untuk bersuara. Tapi suara itu bukan keluar dari pribadi Ji-Yeong. Dia berkata-kata seperti orang lain. Suaminya menjadi bingung, dan akhirnya membawanya ke psikolog.

Somehow, ada beberapa kali saya mengambil jeda saat membaca novel ini. Dengan usia yang kurang lebih sama dengan sosok Kim Ji-Yeong, saya dengan mudah menaruh kaki dalam sepatunya. Sosok ibu Kim Ji-Yeong yang membanting tulang mencari tambahan nafkah bagi keluarga sama persis dengan ibu saya. Saya lantas bersyukur, meski hidup di Indonesia yang masih menganut patriarki, setidaknya kesetaraan gender telah saya alami. Tapi ada satu kalimat di bagian akhir novel ini yang paling menohok buat saya, yang masih saya (dan teman-teman perempuan lainnya di tempat kerja) alami dan sering mendapatkan sorotan dari pimpinan.

"Sebaik apa pun orangnya, pekerja perempuan hanya akan menimbulkan banyak kesulitan apabila mereka tidak bisa mengurus masalah pengasuhan anak." (hlmn. 175)

Novel ini dilengkapi dengan banyak catatan kaki, yang seakan-akan membuat novel ini terasa seperti sebuah esai. Lalu ada sebuah ulasan di bagian akhir novel yang membuat pembaca bisa lebih memahami kondisi yang dialami oleh Kim Ji-Yeong.

Terjemahan versi Indonesia lebih duluan terbit dibandingkan terjemahan Inggris-nya. Terima kasih GPU yang sudah gerak cepat, sehingga novelnya bisa terbit hampir bersamaan dengan tayangnya film adaptasi novel ini. Tapi sebagai penganut paham baca dulu baru nonton, menuntaskan buku ini wajib dilakukan sebelum menonton filmnya.

Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982
Cho Nam-Joo
192 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November, 2019


#593 Lusifer! Lusifer!


Markus Yonatan dibesarkan dalam keluarga Kristen. Ayahnya seorang diaken, ibunya pekerja gereja. Kakaknya, Matius Abraham adalah seorang pemimpin barisan pendoa. Ketiga orang dalam keluarga Markus tersebut telah mengalami lahir baru. Dahulu ayahnya sering berganti perempuan, sementara ibunya mencari pelarian di racun serangga. Namun sejak Matius Abraham mendapatkan penglihatan dan lahir baru, ayah dan ibunya pun mulai berubah. Tidak ingin menjadi beban dalam keluarga, Markus Yonatan memutuskan untuk ikut lahir baru.

Markus Yonatan dulunya punya seorang kakak rohani, bernama Singa Yehuda. Tapi Singa Yehuda lebih suka dipanggil SY saja, karena baginya nama yang menyimbolkan Yesus Kristus itu terlalu berat baginya. Tugas SY adalah membimbing Markus Yonatan agar lebih dekat pada Tuhan dan menjauhi urusan duniawi. SY punya seorang adik perempuan bernama Mawarsaron. Sikap Mawarsaron ternyata berbeda dengan keluarganya. Dia tidak ingin terlibat dalam persekutuan di gereja. Puncaknya ketika Mawarsaron dianggap telah dirasuki oleh tiga jenis iblis. Empat belas orang terpilih menjadi tim barisan pendoa untuk membebaskan Mawarsaron dari kuasa iblis. Markus Yonatan salah satu diantaranya. Di tengah situasi pelik melawan kuasa iblis, Markus dihadapkan pada pilihan. Iman kepercayannya atau logika akal sehat.

Saya melihat buku ini pertama kali di instastory-nya Dewi Lestari. Lantas saya memasukkannya ke dalam wishlist setelah membaca sinopsisnya. Sebagai seorang yang dibesarkan dalam keluarga Kristiani, latar belakang yang diangkat dalam novela ini cukup akrab bagi saya. Meskipun tata ibadah di gereja saya bukan karismatik, namun saya cukup tahu mengenai hal tersebut.

Mengejutkan. Itu kesan pertama saya saat membaca novela ini. Saya bisa memahami pikiran Markus Yonatan saat dia merasa sebagai "anak hilang". Dalam novela ini digambarkan ada keluarga yang menyepelekan sisi humanis pada hubungan antara orangtua dan anak, hanya karena kesibukan mereka melayani Tuhan. Penulis berani mengangkat fanatisme dalam agama minoritas disandingkan langsung dengan kemanusiaan. 

Meskipun novela ini banyak menyebutkan istilah keagamaan khususnya Kristen Protestan karismatik, berikut prosesi ibadah atau ritualnya, membacanya tidak akan membingungkan. Saya suka dengan novela ini, dan memasukkannya dalam salah satu bacaan favorit saya tahun ini. 

Lusifer! Lusifer!
Venerdi Handoyo
138 halaman
Post Press
Juli, 2019


#592 Syrian Brides


Syrian Brides is a debut from Anna Halabi, a Syrian who currently lives in Germany with her family. This book contains 14 short stories about Syrian women, all of them married women or brides to be who lives in Syrian.

I honestly don't know much about culture in Syria, and reading this collection of short stories enlightens me. From some articles I read, patriarchal culture in Syria makes women in the second classes. Likewise, in this anthology, women must submit under the hands of their husbands. In the story of The Groom's Miracle, it is told of a wife who was locked up by her husband, was afraid she might stray if he let her out. Also in the The Groom's Hand which depicts a light-handed husband but always compensates luxury items for his wife.

The issue of polygamy was also discussed in one of the short story entitled The Bride's Maid. Khadija is 7 months pregnant and wants a maid. When her husband returned with a beautiful girl, Khadija was worried. Until then her husband wanted to marry the girl on the grounds of maintaining their honor. 

I understand that Syrian cultures are influenced by Arabic culture, so does about the marriage. If you curious about that, you should read this book. This collection of short stories gives readers a unique insight into the Syrian culture. Although generally raised about household issues that are gloomy, but there are also stories that make me smiles and even laugh. My favorite is Nobody's Bride, about a clever woman who robbed two sellers at about the same time.

I hope this anthology can be translated into Indonesian. But you can buy the paperback on Amazon and the digital version in Google Play  Hopefully Anna can continue to produce other work about Syrian culture. Thank you Anna for providing me this book. 

Syrian Brides
Anna Halabi
132 pages (Kindle edition)
Petra Books
November, 2018


#591 Starting Over



Erlan adalah orang kepercayaan Johny Salim. Kepercayaan Johny terhadap Erlan mungkin melebihi kepercayaannya pada anak tunggalnya sendiri, Prita Salim. Tidak heran jika Johny menginginkan Erlan menjadi menantunya dan membuat mereka bertunangan. Prita sendiri tidak habis pikir bagaimana harus menghadapi Erlan yang seperti robot, tidak punya perasaan. Prita bahkan mencoba membuat taruhan check-in di hotel dengan seorang artis hanya untuk membuat Erlan cemburu. Yang ada artis itu ditemukan tewas di hotel, dan Prita yang menjadi tersangkanya. Untungnya ada Erlan yang membereskan kasus itu, sehingga Prita dinyatakan tidak bersalah, meski sempat merasakan tinggal di tahanan. Kejadian itu ditambah beberapa hal lain membuat Prita memutuskan pertunangan dengan Erlan.

Prita memutuskan untuk tidak lagi mendekati Erlan. Lebih dari itu dia meyakini bahwa Erlan betul-betul manusia robot tanpa perasaan. Meski kedua orang tuanya mencoba terus menjodohkan mereka, Prita tidak ingin dekat dengan pria yang tidak bisa memahami perasaannya. Di sisi lain, Erlan juga merasa dirinya tidak pantas untuk disandingkan dengan anak atasannya itu. Hutang budinya pada Johny Salim terlalu besar untuk ditukar dengan posisi menjadi menantu. Lebih dari pada itu, Erlan tidak ingin menempatkan Prita dalam posisi ibunya. Erlan tahu dalam darahnya ada gen ayahnya yang pemberang dan suka menyakiti wanita. Tidak mungkin dia berlaku seperti itu pada Prita.

Baik Prita maupun Erlan ini punya asumsi dan kesimpulan masing-masing, sampai sebuah ciuman membuat Prita memutuskan untuk mengejar Erlan. Tapi memang karakter Erlan ini lempeng kayak kayu sih... menggemaskan membaca interaksi keduanya. Namanya perempuan ya, pengen juga diperjuangkan, dikejar apalagi sama pria yang disukainya. Belum lagi ada muncul wanita lain yang menjadi penghalang antara Erlan dan Prita. 

Kebiasaan saya tiap Senin pagi itu adalah mengecek buku baru apa saja yang muncul di Gramedia Digital. Pas lihat novelnya Titi Sanaria yang terbaru ini, tentu saja langsung saya unduh. Pas siangnya saya lihat lagi novel ini sudah ga ada di GD. Nggak tahu kenapa, tapi saya sih bahagia karena sudah tersimpan di hape saya....hehe. 

Saya sudah membaca beberapa karya dari Titi Sanaria. Dan saya suka dengan novel-novelnya termasuk yang satu ini. Meski awalnya saya merasa seperti membaca Harlequin minus adegan-adegan panasnya. Maksud saya konfliknya agak mirip dengan HQ. Tokoh utama yang menyimpan masa lalunya sedemikian rupa sampai mempengaruhi cara pandangnya terhadap cinta. Tapi saya tetap suka dengan karakter Erlan dan Prita yang konsisten sampai akhir cerita. Tapi yang lebih menggemaskan itu si Orlin, asistennya Prita. Sok tahu, tapi juga suka kikuk menghadapi cowok yang disukainya. Pengen deh ada spin off ceritanya si Orlin ini. Jadian nggak sih dengan Bastian?

Starting Over
Titi Sanaria
394 halaman
Elex Media Komputindo
Oktober, 2019

#590 90 Hari Mencari Suami



Eli, seorang gadis berumur 30 tahun. Di usia kepala tiga ini, Eli terancam menjomlo seumur hidup. Pasalnya, adik bungsunya sudah merencanakan pernikahan, sementara adiknya yang kedua segera menyusul untuk melamar pacarnya. Sementara Eli, jangankan calon suami, pacar saja dia belum punya.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang Event Organizer, Eli meminta saran pada sahabatnya. Sandra, yang sudah menikah dengan seorang bule, dan Rosa, seorang fotografer lepas adalah dua orang sahabatnya sejak bekerja di Glow. Sayangnya, Sandra juga sedang dirundung masalah berselisih pendapat dengan suaminya. Dan Rosa, dia harus menghadapi dirinya hamil dan tidak bisa meminta pertanggunjawaban dari pria yang memberinya anak itu. Untungnya Sandra masih sempat memberikan catatan khusus kepada Eli dengan judul 90 hari mencari suami,

Mitos bahwa seorang perempuan yang dilangkahi menikah oleh adiknya menghantui Eli. Beberapa kali dia berkenalan dengan laki-laki, ada saja kendalanya. Dari yang 'anak mami' sampai seorang posesif. Meski Eli berusaha tidak mempercayai mitos itu, tapi sebenarnya dia juga takut seandainya nanti dia benar-benar tidak menikah.

Ken Terate sudah banyak mengeluarkan novel-novel dalam lini teenlit  dan young adult. Namun novel ini adalah debut pertama beliau dalam lini metropop. Novel ini bisa saya bilang sukses sebagai debut pertama. Eli adalah gambaran gadis metropolitan yang sukses dalam karir namun memiliki tanda tanya besar dalam urusan jodoh.

Hanya saja, pengantar bagi Eli untuk sampai ke misi "90 hari mencari suami" itu terlalu panjang menurut saya. Butuh 90an halaman sampai akhirnya Eli memutuskan untuk mencari suami. Terlepas dari itu, saya suka dengan pesan moral yang disebutkan dalam novel ini:

"Lo boleh punya alasan apa pun buat nikah atau nggak nikah, tetapi ketakutan bukan salah satunya." (hlmn 288)

Novel ini saya rekomendasikan untuk kamu yang merasa senasib dengan Eli, atau yang sedang merencanakan pernikahan, atau bahkan yang terbersit pemikiran tidak ingin menikah. Mungkin pikiranmu akan berubah setelah membaca novel ini.

90 Hari Mencari Suami
Ken Terate
364 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2019

#589 Cintaku Tak Pernah Negatif


Ivan akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Tapi baru beberapa hari bekerja, Ivan menemukan banyak kejanggalan. Mulai dari ketidakberesan SOP, peraturan meeting yang tidak jelas, sampai kelakuan pimpinan perusahaan yang menurut Ivan suka memberi tugas seenaknya.

Di perusahaan tersebut, pimpinan HRD-nya bernama Siska. Siska ini menjadi tempat karyawan lain berkeluh kesah. Sampai datanglah berita bahwa semua karyawan akan di-reshuffle. Tentunya karyawan menjadi panik. Sebenarnya Siska juga sudah berusaha berbicara dengan pimpinan, tapi Siska pun tak berdaya. Kondisi sama-sama merasa dirugikan, mendapat ketidak adilan membuat Ivan dan karyawan lainnya menjadi dekat.

Novella ini merupakan karya kedua dari seorang penulis pendatang baru bernama Ikhsan Hee, yang diterbitkan oleh penerbit indie, Guepedia. Dan karena karyanya ini berupa novella, saya tidak berharap akan ada konflik yang panjang dalam novella setebal 164 halaman ini.  Hanya saja, karena sudah diterbitkan dalam bentuk buku, saya berpikir bahwa novella ini telah melalui sejumlah proses, misalnya editing. Tapi sepertinya editor melewatkan banyak hal mendasar. Misalnya penulisan "di" sebagai awalan dan kata depan. Well...cukup mengganggu buat saya sebagai pembaca untuk kekeliruan itu.

Pemilihan judul juga menjadi satu poin yang membuat saya bertanya-tanya. Saat membaca judulnya, terlintas di benak saya bahwa novella ini bergenre romance. Sebagai penikmat novel romance garis keras, saya tidak merasakan unsur romansa dalam novella ini. Ada sih kedekatan Ivan dengan dua orang rekan kerjanya, tapi ya nggak jelas juga. 

Saya lantas membandingkan novella ini dengan karya debut penulis . Sepertinya penulis memang lebih cocok menuliskan genre science fiction. Tapi keberaniannya mencoba ranah romance patut diapresisasi. Semoga penulis bisa mengeluarkan karya-karya lainnya di masa yang akan datang.

Cintaku Tak Pernah Negatif
Ikhsan Hee
164 halaman
Guepedia
September, 2019


#588 Trio Kuantum


Pada abad ke-43, di alam semesta ini terdapat sebuah planet yang identik dengan bumi. Namanya Planet Ostkom, letaknya berdampingan dengan Planet Jupiter. Planet ini telah dihuni oleh sebagian besar penduduk Bumi ang sudah menetap di sana beberapa waktu lamanya. Tentunya kehidupan di sana didukung oleh berbagai peralatan canggih.

Adalah Prof. Imners yang berjasa menemukan sejumlah peralatan canggih untuk mendukung kehidupan di Ostkom. Bersama tiga asistennya, Legurs, Shepala dan Urgeno (yang disebut sebagai Trio Kuantum) mereka bertugas memonitor kondisi planet Ostkom. Ketika suatu waktu terjadi ledakan besar, semua orang terkejut. Pasalnya, yang mereka ketahui planet Ostkom adalah palnet yang aman. Bahkan dari guncangan apapun.

Novella science fiction ini mengangkat topik kemajuan teknologi puluhan abad ke depan. Teknologi yang memungkinkan manusia bisa tinggal di planet selain bumi. Novell ini adalah debut dari seorang penulis pendatang baru bernama Ikhsan Hee. Dengan latar belakang pendidikan MIPA di bangku universitas, tidak heran jika penulis piawai menceritakan detail teknologi canggih dalam novella ini. Hanya saja too much detail membuat saya jadi sempat bingung ini ceritanya mau dibawa ke mana. Konfliknya sebenarnya apa, dan apa peranan trio kuantum ini?

Selain empat tokoh utama "penjaga" planet Ostkom, ada dua tokoh lainnya Kurners dan Isburn yang sepertinya terlibat dalam nuansa romantis. Kedua orang ini juga menjadi saksi ledakan besar yang terjadi di Planet Ostkom. Yang agak mengherankan buat saya adalah potongan-potongan lagu yang dimasukkan oleh penulis yang kebanyakan adalah lagu tahu 90-an. Padahal ini settingan-nya abad 43 lho... Well, mungkin pada masa itu lagu-lagu yang ada dalam novella ini sudah menjadi lagu evergreen kali ya...

Sebagai debut, novella ini patut mendapat apresiasi. Saya berharap penulis tetap mengasah kemampuannya menciptakan karya-karya yang baru.

Trio Kuantum
Ikhsan Hee
128 halaman
Guepedia
Agustus, 2019


#587 Langkah Kaki Kecil


Cerita Mamah Muda adalah salah satu lini keluaran Gramedia yang memuat cerita pendek dengan tema tertentu seputar konflik yang biasa dialami oleh ibu muda. Dua buku pertama berjudul Resolusi dan Me Time masuk dalam bacaan favorit saya. Kali ini ada tema baru yaitu perjuangan mama muda mengurus anak dengan judul Langkah Kaki Kecil. Meski buku ini terbit awal September, saya sengaja menunda membacanya di bulan Oktiber. Biar pas dengan Tantangan Baca Goodreads Indonesia dengan tema buku tentang keluarga.

Langkah Kaki Kecil berisi cerita pendek yang ditulis oleh 6 penulis GPU ternama. Saya akan ulas satu per satu cerpennya ya...

1. Buku Panduan Memahami Salsa Bangtan Sonyeondan (Ruwi Meita)
Iya... tulisan judulnya memang begitu. Benang merah dalam cerita ini bahwa BTS lebih memahami Salsa daripada mama. Mama yang sibuk bekerja, mama yang sering lupa janji, sampai mama yang bertengkar dengan papa sehingga membuat papa pergi dari rumah. Untuk melihat keseriusan mama, Salsa memutuskan kabur dari rumah. Rema kelabakan mencari anaknya ditemani sebuah buku dengan beberapa petunjuk mencari Salsa. Isi petunjuknya semua tentang BTS, boyband Korea favorit Salsa. Rema semakin pusing karena dia tidak tahu apa-apa soal BTS. 

2. Avana dan Ayana (Christina Tirta)
Cath memiliki dua orang anak perempuan, Ava dan Aya. Ava si sulung memiliki suara emas, yang menghantarkannya menjuarai beberapa perlombaan menyanyi. Cath sangat bangga dengan pencapaian anak sulungnya. Berbeda dengan Aya, si bungsu yang sejak bayi sering sakit-sakitan dan harus mendapatkan perhatian ekstra. Tapi akhir-akhir ini Cath merasa Aya selalu berusaha merebut perhatiannya jika Cath mengurusi Ava. Apakah Cath tidak memiliki kasih sayang yang sama untuk kedua anaknya?

3. Tiga Cinta (Ken Terate)
Ririn, Tere dan Firda dipanggil oleh ibu kepala sekolah TK tempat ketiga anak mereka bersekolah. Cakra (anak Tere) bekerja sama dengan Feeya (anak Firda) mencuri bekal makan siang Lala (anak Ririn). Pasalnya, Cakra kesal karena Lala menyebutkan bekal yang dibawa oleh Cakra adalah makanan sampah. Sebagai single parent, Tere memang kadang tidak sempat menyiapkan bekal homemade buat anaknya. Sementara Ririn selalu menyiapkan bekal sempurna buat Lala. Makanan seperti coklat adalah makanan sampah. Feeya sih hanya ikut-ikutan saja karena diajak oleh Cakra.

Ketiga ibu muda ini punya masalah masing-masing. Ririn dengan trauma masa lalunya, Tere yang dikejar-kejar oleh mantan suami yang ingin merebut anaknya, dan Firda yang pusing berdoa semoga bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki sesuai harapan suaminya. Masalah yang dihadapi oleh ketiga anak mereka membuat mereka saling mencurigai, menyalahkan sampai akhirnya kemudian bisa saling menguatkan.

4. Hai Ma (Mia Arsjad)
Pembantu yang mau mudik adalah bencana buat ibu muda yang sibuk mengejar karir seperti Pia. Selama ini Bik Nining yang selalu memastikan kebutuhan Lili mulai dari bangun sampai tidur. Bukannya Pia tidak sayang pada anaknya, tapi kesibukannya menjamin masa depan Lili membuatnya sulit membagi waktu. Sakti suaminya pun rencananya akan dinas ke Hong Kong selama seminggu. Sebenarnya Sakti menawarkan untuk mengajak Lili, karena Sakti tahu kesabaran Pia menghadapi anak mereka itu tipis sekali. Tapi Pia malah marah dianggap tidak mampu mengurus anaknya sendiri.

5. White Flag - Malashantii
Rista memilih menjadi single parent karena Tody lebih mengutamakan ibunya daripada istri dan anaknya. Meski demikian, Rista tetap memberikan kesempatan bagi Tody untuk bertemu dan mengasuh Tissa. Mengasuh Tissa seorang diri terasa berat, tapi Rista jalani demi prinsip. Beberapa temannya menyarankan agar Rista kembali rujuk dengan mantan suaminya, demi anak mereka. Hanya saja, Rista belum yakin Tody bisa berubah.

6. Sweet Child O Mine (Lea Agustina Citra)
Arin seorang selebgram mom yang sukses. Beberapa kali dia bahkan mengulas tentang parenting di Instagramnya. Kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, Arin seringkali tidak memperhatikan kedua anaknya. Namun Arin berkilah apa yang dilakukannya untuk membantu Bima, suaminya menafkahi keluarga mereka. Saat Karen anaknya jatuh sakit, Bima meminta Arin untuk mempertimbangkan kembali prioritasnya. Arin marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung Bima. 

***
Benang merah dari keenam cerita di atas sebenarnya bukan topik baru. Seorang ibu muda dengan ambisi tinggi, baik itu berkarir maupun merancang yang terbaik untuk anak-anaknya, seringkali terjebak dalam impiannya sendiri. Butuh satu momen, atau langkah mundur untuk bisa melihat lebih jelas. Saya sendiri kadang masih terjebak dalam situasi seperti itu, walaupun tentu saja saya menanamkan dalam pikiran saya, anak saya adalah hal yang utama. 

Cerita favorit saya adalah karya Ruwi Meita. Meski temanya tentang kehidupan berkeluarga tapi beliau masih bisa menyisipkan nuansa misteri. Cerita yang lain juga bagus, ada nilai moral yang bisa didapat dari masing-masing kisah. Karena belajar bukan hanya dari pengalaman sendiri kan? 

Recommended untuk mamah muda. 

Langkah Kaki Kecil
Lea Agustina Citra dkk.
312 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2019

#586 Walk On Memories



Proyek Revitalisasi Kota Tua adalah segalanya bagi Asha. Dia sangat menanti-nantikan momen ini. Ada yang ingin dia buktikan kepada seseorang lewat keikutsertaannya pada proyek ini. Tapi begitu tahu bahwa Aaron dipilih untuk menjadi partnernya dalam proyek ini, membuat kebahagiaan Asha sedikit pudar. Di sisi lain, Aaron juga tidak begitu senang dipasangkan dengan Asha dalam proyek besar ini. Perempuan angkuh dan arogan, yang pernah menggagalkan aksinya dengan gadis incaran di toilet tak terpakai itu, sangat sulit diajak kerjasama. Namun Ethan, atasan mereka memaksa mereka harus bersama-sama menggarap proyek tersebut.

Selama menggarap proyek, sedikit demi sedikit ketegangan antara Asha dan Aaron mulai mencair. Setidaknya mereka bisa mulai sejalan mengeluarkan ide dan kerja keras mereka, sehingga proyek itu diterima dengan baik oleh atasan mereka. Kedekatan mereka membuat Aaron mulai melihat Asha dari sudut pandang berbeda, dan tanpa sadar dia mulai menyukai gadis itu. Masalahnya Asha menyukai Salman, seorang arsitek dari kantor saingan mereka, yang juga ikut dalam tender proyek yang sama. Aaron jadi cemburu, karena obsesi Asha terhadap Salman.

Asha sudah lama mencintai Salman. Dia bahkan mengikuti semua perkembangan tentang Salman, baik karir maupun kehidupan pribadinya. Semua tentang Salman menarik perhatian Asha. Padahal awalnya dia mencari pria itu hanya karena ingin mengetahui tentang orang yang telah menyakiti hati ibunya. Rasa cintanya pada Salman begitu besar sekaligus salah.

Novel ini menjadi novel kedua dari penulis yang saya baca. Pada bagian kata pengantar, penulis menyebutkan bahwa tantangan menuliskan "novel dewasa" merupakan hal yang baru dan berusaha dijawabnya lewat novel ini. Saya rasa penulis berhasil. Karakter Aaron yang player, dan interaksi antara Aaron dan Asha lumayan merepresentasikan tantangan tersebut. Porsinya pas dan tidak berlebihan. Soal unsur arsitektur dalam novel ini rasanya sudah jadi makanan sehari-hari buat penulis yang memang memiliki latar belakang pendidikan dari Teknik Arsitektur.

Saya suka dengan pilihan judul Walk On Memories, yang sangat menggambarkan tentang kehidupan Asha. Frase yang sama juga digunakan oleh penulis sebagai tema desain yang diangkat oleh Asha dan Aaron dalam Proyek Revitalisasi Kota Tua yang mereka garap. Saya suka dengan detail arsitekturnya yang membuat saya tertarik ingin mencari tahu lebih banyak. Nice metropop. 

#585 Vio: Don't Mess Up


Vio adalah siswi yang bermasalah. Sering bolos, suka ngutang gorengan di kantin, dan nilai-nilainya dibawah nilai rata-rata. Akhirnya Kepala Sekolah turun tangan, mencarikan mentor untuk Vio. Joshua alias Jo dipilih sebagai mentor. Terpaksa Vio harus berhadapan dengan Jo si kaku yang seperti robot.

Sebenarnya Jo punya alasan berlaku seperti anak nakal. Mama meninggalkannya saat dia berusia sembilan tahun. Dua tahun kemudian Papanya menikah lagi dengan seorang wanita yang harus dipanggilnya sebagai Bunda. Lalu, abangnya Cello harus pergi melanjutkan studi ke Belanda. Vio berpikir jika dia menjadi anak nakal, Mama akan kembali datang kepadanya.

Pertemuan Vio dengan Jo lambat laun membuat diri Vio berubah. Setidaknya nilai-nilainya menjadi lebih baik. Vio bahkan mulai menantikan saat-saat belajar bersama dengan Jo. Di lain sisi, Jo juga terbebani dengan masa lalunya. Vio mirip sekali dengan Re, seorang perempuan yang membuatnya harus menjadi kaku dan menjaga jarak dari teman-temannya. Berada di dekat Vio membuat Jo harus mengorek kembali luka lamanya.

Saya memasukkan novel teenlit ini dalam daftar bacaan saya karena nama Vio yang mirip dengan nama sepupu saya. Dan ketika melihat novel ini adalah debutan dari Shania Kurniawan, cocok sekali untuk dibaca untuk Tantangan Baca Goodreads bulan ini. 

Konflik yang diangkat sebenarnya bukan hal yang baru, tapi cara penulis menceritakannya dari sudut pandang orang ketiga melalui Vio dan Jo membuat saya bisa memahami kegundahan hati keduanya. Saya tadinya berharap Rio, saudara tiri Vio akan membawa kejutan, minimal soal cinta terlarang atau apalah. 

Kesimpulan saya, sebagai karya pertama novel ini mendapatkan apresiasi dari saya karena cerita yang mengalir dan enak dibaca. Kekuatan karakter kedua tokoh utama adalah nilai plus dari novel ini. Semoga dalam waktu tidak lama, penulis akan mengeluarkan karya terbarunya ya.

Vio: Don't Mess Up
Shania Kurniawan
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2019


#584 Berkelana


Jika ditanya, "buku apa yang membuatmu merasakan nostalgia?", buku-buku Lima Sekawan pasti akan ada dalam daftarku. Saya masih ingat saat kecil, ketika Mama pulang dari Jakarta, beliau membawa setumpuk buku-buku Lima Sekawan. Rasanya seperti mendapatkan harta karun. Tapi buku-buku itu sekarang entah hilang kemana, banyak yang dipinjam tapi tidak kembali. Namun, certa Lima Sekawan tetap akan selalu diingat. Beberapa tahun lalu, saya berniat untuk membaca kembali 21 buku serial Lima Sekawan. Tapi saya baru menyelesaikan lima buku, termasuk yang satu ini.

Liburan kali ini Julian, Dick, George, Anne dan Timmy tidak berada di Pulau Kirrin. Ayah George sedang melakukan penelitian sehingga tidak menginginkan anak-anak berada di dekatnya. Makanya George berlibur ke rumah sepupunya. Sementara itu, kedua orang tua Julian juga merencanakan pergi keluar negeri. Jadi keempat anak ini bingung hendak melakukan apa dalam liburan mereka.

Sedang asyik berbincang mengenai apa yang harus dilakukan selama liburan, serombongan sirkus melewati rumah mereka. Lima Sekawan sangat girang melihat rombongan sirkus tersebut. Mereka bahkan sempat berkenalan dengan seorang anak dari rombongan itu yang bernama Nobby. Sayangnya, Paman Dan (pamannya Nobby sekaligus kepala pelawak) tidak ramah pada anak-anak. Timbullah ide di benak anak-anak untuk menyewa karavan dan pergi berlibur menggunakan karavan yang ditarik oleh seekor kuda. Ternyata ayah dan ibu Julian malah menyewakan dua karavan untuk mereka.

Lima Sekawan mulai berkelana menggunakan karavan. Anne senag sekali dipercaya untuk mengurus perbekalan saudara-saudaranya. Julian tentunya menjadi penanggung jawab rombongan. Mereka hendak menyusul rombongan sirkus dan bermain bersama Nobby. Mungkin mereka bisa melihat-lihat semua binatang sirkus. Sayangnya, Paman Dan dan Lou, pemain akrobat di sirkus itu tidak menyambut mereka dengan ramah. Lima Sekawan diusir menjauh dari perkemahan sirkus. Tetapi beberapa hari kemudian, Paman Dan malah menjadi ramah. Ada yang aneh dirasakan oleh Julian dan saudaranya. Apalagi setelah Timmy hampir saja memakan daging beracun. Saatnya Lima Sekawan beraksi membongkar misteri yang disembunyikan Paman Dan dan Lou. 

Cerita Lima Sekawan ini memang selalu menghibur dan tak lekang oleh waktu. Perasaan yang saya alami saat membaca cerita Lima Sekawan sewaktu pertama kali masih sama dengan saat ini. George yang lebih suka dikira sebagai anak laki-laki, Anne yang penakut tapi tidak ingin ditinggalkan oleh saudaranya, Timmy yang cerdas dan satu lagi.... limun jahe. Sampai sekarang saya penasaran bagaimana rasanya ya limun jahe itu.

Berkelana (Lima Sekawan #5)
Enid Blyton
259 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari, 2018 (cetak ulang)

#583 Mencari Simetri


April berada di penghujung dekade ketiga usianya. Tapi sampai saat ini urusan asmaranya belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Sejak pertama kali bertemu dengan Armin, April sudah mulai jatuh hati. Tapi cintanya tidak berbalas. Armin menghubunginya setiap hari, meminta pendapatnya atas berbagai hal, mengajak jalan, memegang tangan, tapi tidak pernah benar-benar menjadi pacar. Mungkin memang semua orang memiliki Armin mereka sendiri.

Lagipula April memang belum pernah mengungkapkan perasaannya pada Armin. April merasa Armin berada di luar jangkauannya. Masalahnya, setiap kali April berusaha menjauh dari Armin, pesona Armin kembali menariknya. 

Selain persoalan Armin, krisis lain juga menimpa April. Ayahnya menunjukkan gejala demensia, sementara ibunya tidak bisa mendampingi karena harus merawat eyangnya di kota lain. Kak Laras tentunya sibuk dengan keluarganya sendiri. Sementara Sita, sedang dimabuk euphoria memiliki bayi yang baru saja dilahirkannya. April merasa sendiri.

Awal mengetahui bahwa Annisa Ihsani akan mengeluarkan karya terbarunya pada lini metropop, saya sangat excited. Tiga karya sebelumnya di lini teenlit dan young adult memiliki cri khas tersendiri dengan gaya penulisan yang baku dan nuansa misteri. Dan saat membaca karya terbaru ini, saya juga merasa bahwa gaya penulisan baku itu masih ada, sehingga yang satu ini terasa berbeda dengan metropop biasanya. 

Saya sebenarnya sulit bersimpati pada karakter April. Hampir satu buku April menceritakan hal-hal yang tidak disukainya tapi harus dialami olehnya. Masalahnya April seperti sulit untuk beranjak dari hal-hal yang dikeluhkannya. Dia bahkan terkadang dengan sukarela menempatkan diri di posisi itu. Di sinilah istimewanya novel metropop ini. Bahwa hidup wanita urban yang lajang tidak mulus-mulus saja, bahwa ada yang juga merasa insecure dengan dirinya sendiri, bahkan juga menjadi budak cinta seperti April. Setiap orang memiliki kondisi simetrisnya masing-masing, dan tentu saja kita harus mencari simteri itu. Bahkan ketika hal yang kita kira tidak sederhana, ternyata hanya sesederhana itu di mata orang lain. 

Tentunya saya masih menunggu karya mbak Annisa selanjutnya. Terima kasih kepada mbak @dprihas  dan Gramedia Pustaka Utama yang sudah mengirimkan novel ini. 

Mencari Simetri
Annisa Ihsani
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2019




#582 Bad Boy



Adam dan Ziva bertemu untuk pertama kalinya di salah satu SMA di Jogja. Adam yang terkenal sebagai cowok misterius, ternyata mampu menarik perhatian Ziva. Ziva di mata Adam juga terlihat spesial, berbeda dengan gadis-gadis yang dikenalnya. Adam memanggil Ziva dengan sebutan Princess, panggilan yang sebenarnya tidak disukai oleh Ziva. Namun usaha gigih Adam membuat Ziva akhirnya jatuh hati. Ziva adalah cinta pertama bagi Adam, dan begitupun Adam adalah cinta pertama Ziva. Mereka berpacaran sejak berumur delapan belas tahun, dan bertunangan lima tahun kemudian.

Ziva pula yang menjadi suporter utama Adam untuk mengikuti audisi sebagai penyanyi. Ketika Adam akhirnya terkenal dengan Pentagon-nya, Ziva selalu hadir untuknya. Namun Ziva merasa ada yang kurang, dia terlalu bergantung pada Adam. Cintanya yang begitu besar membuat Ziva tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Akhirnya Ziva memberanikan diri melanjutkan S2 di London. Meski awalnya merasa keberatan karena Ziva mengurus segala persiapan lanjut studi ke luar negeri tanpa meminta persetujuan Adam, Adam sadar dia harus memberikan kesempatan kepada Ziva untuk berkembang. Perpisahan antar negara ini menjadi awal perpisahan kisah cinta mereka.

Novel #3 dari serial Pentagon ini diberi tajuk Bad Boy.  Setelah Taran di Boy Toy, dan Nico The WankerBad Boy adalah Adam. Itu adalah panggilan Ziva untuk Adam. Sebenarnya perilaku dan karakter Adam tidak seburuk panggilannya, Adam justru personil Pentagon yang romantis dan setia. Dia berusaha menjaga kesetiaannya hanya untuk Ziva karena cintanya yang begitu besar. Bahkan saat tahu dirinya berada dalam masalah yang pelik, dia memutuskan Ziva agar Ziva tidak terjerumus jatuh bersamanya. Keputusan yang kemudian disesalinya.

Agak berbeda dengan dua novel sebelumnya, kisah Adam lebih terasa manis namun juga dewasa. Meskipun hampir setengah isi novel ini bercerita tentang masa-masa Adam dan Ziva di SMA. Diceritakan dari sudut pandang Adam dan Ziva secara bergantian, membuat pembaca bisa menyelami pikiran dan cara pandang keduanya mengenai cinta yang begitu besar.

Well... masih ada Erik dan Pierre yang belum mendapat jatah dalam serial ini. Tebakan saya sih di buku #4 bagiannya Erik, si pendiam di Pentagon. 

Bad Boy
aliaZalea
336 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2019



#581 Bella and The Beast


Membaca judulnya, tentu akan teringat dengan dongeng "Beauty and The Beast". Bisa jadi penulis terinspirasi oleh dongeng tersebut, dengan beberapa modifikasi pada karakternya. Bellatrix a.k.a Bella adalah putri terakhir dari Hadi Wibisono. Bella hampir berusia 26 tahun, namun belum sekalipun dalam hidupnya dia dekat dengan seorang pria. Setelah Beatrice dan Bibiana menikah dan memiliki anak, kedua kakaknya itu menyarankan agar Bella juga segera dicarikan pasangan. 

Berbeda dengan Beauty yang smart, Bella adalah seorang gadis yang polos dan lugu. Sikap overprotektif kedua orang tuanya membuat Bella sedikit lemot.  Saat diperkenalkan dengan Demetri Yosa, seorang pengusaha yang akan dijodohkan dengannya untuk menjadi suaminya, Bella menerima tanpa banyak pertimbangan. Bella tidak menghiraukan pemberitaan tentang Demetri, yang mengabarkan bahwa Demetri pernah memperkosa dan menganiaya mantan tunangannya. Meski wajah Demetri menakutkan karena ada luka parut akibat kecelakaan, Bella tidak takut padanya. Demetri sendiri menginginkan pernikahan ini untuk memberikan kesan kepada partner bisnisnya bahwa dia bukan orang yang menakutkan seperti pemberitaan media. 

Kisah roman ini menjadi menarik karena keluguan dan kepolosan Bella. Setelah menikah, beberapa kali Demetri mencoba mendekati istrinya. Setiap kali Demetri menanyakan apakah luka parut di wajahnya terlihat menakutkan, Bella  selalu mengiyakannya dengan jujur. Akibatnya Demetri menarik diri lagi dan lagi. Sementara itu Bella ternyata sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukannya di malam pertama, selain membuat perjanjian kompromi dengan suaminya. Bella bahkan tidak tahu cara untuk membuat dirinya hamil seperti sahabatnya, Tatiana. 

Bella dekat dengan Tatiana, kekasih Michael yang adalah sahabat Demetri. Demetri selalu menganggap Tatiana adalah gadis sinis yang hanya mengincar kekayaan sahabatnya. Beberapa kali Demetri terlibat adu mulut dengan Tatiana dengan gaya sarkasme, yang dipandang Bella sebagai wujud perhatian Demetri pada Tatitana. Bella cemburu akibat sikap Demetri itu. Belum lagi kemunculan Sonya, wanita dari masa lalu Demetri, membuat Bella mempertanyakan apakah suaminya mencintainya.

Yang unik adalah semua tokoh utama dalam beberapa novel Amore karya Astrid Zeng saling berhubungan. Jadi rasanya harus membaca semua karya Astrid Zeng.

Bella and The Beast
Astrid Zeng
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2016



#580 Artemis



Tantangan Baca Goodreads Indonesia 2019 untuk bulan ini adalah buku bersetting luar angkasa. Saatnya membaca ebook Artemis karya Andi Weir yang sudah lama mengendap di smartphone saya.

Artemis adalah sebuah kota pertama dan satu-satunya di bulan. Kota ini terdiri atas 5 bubble (kubah bertingkat) yang terhubung satu sama lain. Tentu saja  hanya orang-orang dengan sejumlah kekayaan  yang dapat mengunjungi atau tinggal di kota ini. Namun, layaknya sebuah kota dengan strata sosial, kelompok pekerja tentu dibutuhkan untuk kota. Jazz Bashara salah satu dari pekerja di Artemis. Dia sudah tinggal di Artemis sejak umur 6 tahun, bersama ayahnya yang adalah seorang tukang las (welder). Saat ini Jazz bekerja sebagai porter, dan sesekali menyelundupkan barang terlarang di Artemis untuk orang-orang tertentu. Salah satu pelanggannya adalah Trond Landvik.

Sebenarnya Jazz adalah seorang gadis yang cerdas. Kemampuan analisis dan pengetahuannya cukup tinggi untuk menjadi seorang porter. Namun hanya pekerjaan itu yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan sejumlah slug (mata uang di Artemis). Ketika Trond menawarkan pekerjaan dengan imbalan satu juta slug, tentu saja langsung disambar oleh Jazz. Jazz harus menghancurkan harvester milik pengusaha Sanchez Aluminium agar Trond dapat mengambil alih perusahaan itu. Pekerjaan ini beresiko, tapi Jazz yang memiliki banyak akal menyanggupinya. Permasalahan besar muncul belakangan, ketika Jazz mendapati Trond terbunuh. Ada konspirasi di balik pekerjaan tersebut, yang bisa saja menghancurkan kota Artemis dan seisinya.

Terpilih sebagai Best Science Fiction pada Goodreads Choice Award 2017, dan nama besar Andy Weir atas karyanya The Martian, membuat saya memastikan harus membaca buku ini. Saya tidak bisa tidak membandingkan antara Artemis dan The Martian. Meskipun Jazz Bashara sama sarkas-nya dengan Mark Watney di The Martian, namun ada yang rasanya The Martian masih jauh di atas Artemis. Masa lalu Jazz dan bagaimana dia bisa (terpaksa) berkarir sebagai porter digambarkan lewat korespondensinya dengan seorang teman pena di bumi. Saya sedikit berharap ada ending mengejutkan dari email-email itu, tapi ternyata tidak.

Sisi plusnya, kita bisa mendapatkan gambaran dari Artemis. Kondisi kota, bangunan, penduduk yang multikultural, sistem pengelolaan kota, sampai prosedur keamanan bagi pengunjung dan penduduknya. Tinggal di bulan dengan gravitasi hanya seperenam gravitasi bumi tentunya menarik untuk disimak. Saya berharap buku ini juga akan diterjemahkan, dan semoga bisa diadaptasi juga dalam bentuk film.
  
Artemis
Andy Weir
305 halaman
Crown Publishing
November, 2017

#579 Rotasi & Revolusi



Trivia Ganggarespati sebenarnya sangat tidak ingin berurusan dengan seorang Arraf Abizard Rauf. Padahal Arraf dikenal sebagai idola di Fakultas MIPA Universitas Sapta Husada. Mantan Ketua BEM FMIPA yang bisa membawa FMIPA menjuarai Olimpiade Olahraga, asisten dosen dan asisten praktikum, memiliki banyak prestasi, dan bisa lulus tepat waktu dengan predikat cum laude. Sayangnya, dosen pembimbing Riv memintanya untuk menghubungi Arraf untuk mendapatkan material yang akan digunakan dalam penelitian skripsinya.

Satu peristiwa yang membuat Riv merasa ilfil kepada Arraf, adalah saat Arraf mempermalukan Dipa, seorang cowok yang kemayu, di kantin kampus. Dengan lantang Arraf memaksa Dipa untuk menunjukkan maskulinitas di depan para mahasiswa lainnya di kantin itu. Mungkin bagi Arraf tindakan itu tidak salah, tapi di mata Riv poin cemerlang Arraf merosot. Namun, semesta berkata lain. Pertanyaan sederhana dari Riv kepada Arraf saat mengambil material di rumah Arraf, membuat Arraf penasaran pada sosok Riv.

"Bang Arraf banyak prestasinya. Itu fakta. Tapi, prestasi itu diraih buat kepuasan Abang sendiri atau buat memuaskan ekspektasi orang-orang terhadap diri Abang? " (Hlmn 31).

Semakin Arraf berusaha mengenal Riv, semakin terpesona dirinya pada sosok Riv. Riv seakan-akan mampu menganalisis kepribadiannya. Hal yang belum pernah dijumpai Arraf dalam sosok wanita manapun. Arraf semakin bertekad ingin menjadikan Riv sebagai kekasihnya, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Riv. 

Saya tertarik membaca novel ini gara-gara sampulnya yang retro, dan judulnya yang berbau sains. Ternyata betul, kedua tokohnya adalah mahasiswa Biologi. Tapi isi novel ini nggak berbau ilmiah kok. Malah lebih terasa seperti self-help, sangat berbeda dengan novel romance kebanyakan. Dialog-dialog antara Arraf dan Riv seakan-akan mengajari pembaca mengenai esensi mencintai. Anehnya, saya yang sebenarnya tidak menggandrungi buku-buku self help malah menyukai novel ini. Saya suka dengan interaksi antara Arraf dan Riv, meski terkadang Arraf kerasa banget songongnya.

Meski demikian, karakter Arraf dan Riv terasa sempurna. Penulisnya sendiri menyebut keduanya sebagai too inhuman to be human. Arraf bisa dianalogikan sebagai matahari yang berotasi menjaga ketaraturan tata surya, sementara Riv adalah sosok komet yang hanya melintas, namun menarik perhatian sang matahari. Keduanya tentu tidak ingin saling menghancurkan, tapi apakah Karakter keduanya sama-sama kuat dan seimbang. 

Konon kabarnya buku ini adalah salah satu dari trilogi reinkarnasi Arraf-Riv. Saya jadi penasaran ingin membaca lanjutannya. 

Rotasi & Revolusi
Crowdstroia
448 halaman
Elex Media Komputindo
Maret, 2019





#578 Mata dan Manusia Laut



Di sebuah kampung bernama Sama, di kepulauan Sulawesi Tenggara, hiduplah seorang anak bernama Si Bambulo. Sebagaimana layaknya anak-anak di kampung itu, keseharian Bambulo sangat dekat dengan laut. Wajarlah, rumah penduduk kampung itu adalah rumah panggung di atas laut. Sejak lahir, Bambulo sudah akrab dengan air laut. Bambulo bisa menyelam sejauh seratus meter tanpa peralatan apapun. Kabar tentang penduduk kampung yang seperti manusia ikan ini terdengar hingga mancanegara, dibawa oleh sekelompok peneliti yang melakukan riset tentang struktur dan fungsi organ tubuh manusia di kampung Sama.

Kabar ini pula yang membawa Matara dan mamanya sampai ke Kaledupa. Mamanya ingin membuat tulisan tentang para manusia ikan ini. Bertepatan dengan kedatangan mereka, di Kaledupa sedang dilaksanakan pesta rakyat. Di lapangan Kaledupa, Matara bertemu dengan Bambulo. Matara tidak percaya dengan cerita Bambulo yang menyebut dirinya manusia laut. Bambulo mengajak Matara ke kampungnya, bahkan sampai ke atol tempat penduduk kampung Sama mencari ikan. Sayangnya Bambulo lupa kalau mereka tdak boleh mngunjungi atol saat bulan purnama. Laut marah, dan malapetaka mengancam keselamatan semua orang yang ada di daratan.

Dibandingkan kedua buku sebelumnya, menurut saya Mata dan Manusia Laut adalah buku yang paling seru dalam serial ini. Saya suka dengan legenda tentang lumba-lumba yang bersahabat dengan penduduk kampung. Ada banyak sekali kearifan lokal penduduk kampung yang mereka lakukan demi menjaga keberlangsungan kehidupan di laut. Mereka sadar bahwa laut bukan hanya menjadi sumber pencaharian, tetapi laut menjadi bagian dari hidup mereka.

Ada juga mitos tentang Masalembo, segitiga bermuda ala Indonesia. Konon yang melewati tempat itu menghilang. Di dalam buku ini diceritakan bahwa di Masalembo, ada sebuah perkampungan tempat orang-orang yang dinyatakan hilang itu bermukim. Mereka hidup abadi di sana setelah dijemput oleh Dewa Laut. Saya paling suka bagian tentang Masalembo di dalam buku ini.

Kali ini, sepertinya porsi Matara sebagai tokoh utama pada serial ini tergeser oleh kehadiran Bambulo. Sejak awal cerita, Bambulo sudah mencuri pusat perhatian. Matara dan mamanya hanya terasa sebagai pelengkap saja dalam cerita ini. Tapi, kalau tidka ada Matara, kisah dalam buku ini juga tidak akan seru. 

Kisah Matara sepertinya akan terus berlanjut. Ada bocoran judul buku #4 yang ditulis dalam buku ini: Mata di Dunia Purba. Wuih...saya jadi penasaran, tempat mana lagi di Indonesia yang akan menjadi latar belakang kisahnya.

Mata dan Manusia Laut
Okky Madasari
232 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2019


#577 Mata dan Rahasia Pulau Gapi



Matara telah tamat SD. Sayangnya dia tidak diterima pada SMP favorit di Jakarta. Mamanya marah dan kecewa. Solusinya Mata dan keluarganya akan pindah dari Jakarta. Kebetulan Papa Mata juga sudah resign  dari tempat kerja sebelumnya, dan mendapatkan pekerjaan di wilayah timur laut Indonesia. Tepatnya di Pulau Gapi, Ternate. Namun ternyata di tempat yang baru, Mata tidak masuk ke sekolah umum. Dia belajar di rumah bersama Mama sebagai tentornya. Selain Mama, ada juga Pak Zul yang mengajarkan mengaji dan Bahasa Arab.

Mata mengikuti pelajaran dengan terpaksa. Tapi lama kelamaan dia menikmati pertemuan dengan Pak Zul, karena selain mengaji Pak Zul juga menceritakan tentang legenda Pulau Gapi. Hingga suatu hari Mata menghadiri sebuah acara peringatan hari jadi kota yang diadakan besar-besaran di pusat kota. Di perayaan itu terjadi suatu peristiwa dimana banyak orang menjadi kerasukan dan Sultan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Kejadian itu menjadi berita besar di mana-mana. 

Rasa penasaran juga menyelimuti Mata. Berdasarkan penjelasan dari Pak Zul, kejadian itu ada hubungannya dengan keberadaan pusaka kesulatanan di Pulau Gapi. Pemerintah saat ini membolehkan reruntuhan benteng tua yang menjadi pusaka Gapi dijadikan tempat belanja. Cerita itu menghantui Mata sehingga dia tidak konsentrasi belajar dan dimarahi mamanya. Mata bertekad akan menjelajah untuk menuntaskan rasa penasarannya.

Petualangan Mata di Tanah Melus berlanjut ke Pulau Gapi. Kali ini Mata memiliki misi menyelamatkan pusaka Pulau Gapi. Ditemani Molu, seekor kucing ajaib, dan Gama, anjing peliharaan Sultan yang bereinkarnasi menjadi seekor laba-laba, Mata memulai petualangannya. Masih senada dengan buku #1, buku #2 dari Serial Mata ini juga memuat unsur fantasi yang bermuatan sejarah lokal. Ada kisah perjuangan sejak jaman penjajahan Portugis, Belanda hingga Jepang. Semuanya diramu dalam sebuah kisah yang menarik dan membuat pembaca ingin segera membalik halaman untuk mengetahui kelanjutan kisah Mata. Ada rahasia keramat terkait pusaka kesultanan yang harus dijaga oleh Molu dan Gama. Kedua makhuk immortal ini menjadikan Mata sebagai teman bertualang.

Okky selalu mencoba mengangkat mitos atau sejarah budaya lokal yang menjadi latar belakang setiap buku pada serial Mata. Seperti pada buku ini, ada mitos tentang dua ekor buaya yang menjaga Ternate. Kisah dua ekor buaya ini merupakan reinkarnasi sepasang suami istri yang ditugaskan Sultan untuk menjaga pusaka Ternate. 

Novel ini tidak tebal, hanya 256 halaman. Setiap bab juga isinya tidak panjang, sehingga memudahkan bagi anak-anak untuk menyimak isi ceritanya. Bahasanya juga disesuaikan dengan anak-anak. Dan tentunya kisah fantasi yang ajaib membuat anak-anak akan tertark membacanya. Oh iya, kisah Gama si laba-laba yang pandai merangkai kata-kata dengan jaringnya mengingatkan saya pada Charlotte's Web.  

Seharusnya saya membaca buku ini di akhir tahun 2018, saat buku ini diluncurkan. Dan akhirnya baru terealisasi di tahun 2019, ketika buku #3 yang berjudul Mata dan Manusia Laut terbit bulan Mei 2019. Meskipun sebenarnya kisah Mata ini bisa dibaca sebagai cerita yang terpisah, tapi rasanya sayang jika harus melewatkan urutan serialnya.

Mata dan Rahasia Pulau Gapi
Okky Madasari
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November, 2018

#576 Srimenanti [Reviewed by Yudha]


Joko Pinurbo mengeluarkan novel. Kabar ini membuat saya mengantisipasi novel karya seorang Joko Pinurbo yang lebih terkenal sebagai penyair. Saya sendiri menyukai puisi-puisi beliau, dan beberapa buku kumpulan puisi beliau sudah saya baca. Tapi novel adalah perkara lain. Saat novel Srimenanti hadir di Gramedia Digital, saya langsung membacanya. 

Kali ini bukan saya yang akan mengulasnya. Ada seorang pembaca cilik dari Jogja yang akan mengulasnya bersama dengan saya. Namanya Yudha Lantang (8 tahun), putra dari seorang blogger buku, Nurina. Hebatnya Yudha hadir saat peluncuran perdana novel ini di Jogja tempo lalu. Jadi, ulasan novel ini akan hadir dalam bentuk tanya jawab bersama Yudha.


Hai Yudha…, kenalan dulu dong. Nama lengkapnya siapa, dan sudah kelas berapa?
Hai... Namaku Yudha Lantang Basunjaya, sekarang aku kelas 2 SD Negeri di Yogyakarta.

Kata Ibu, Yudha suka baca buku juga ya? Buku favorit Yudha apa?
Aku suka buku-buku detektif dan misteri petualangan. Kadang horor juga suka sih. Buku yang paling kusuka judulnya Nimona. Bukunya dari Om Raafi. Baca Nimona enak cepat selesai, kalau baca buku yang tulisan semua selesainya agak lama. Tapi tetap suka juga sih.

Eh, Yudha sudah baca Srimenanti karya Joko Pinurbo ya… gimana menurut Yudha ceritanya 
Srimenanti?
Ceritanya kayak es campur. Ada eltece, ada asu, ada banyak benda warnanya biru. Banyak kata-kata yang aku nggak ngerti dan harus buka KBBI atau tanya ibuk. Ada dua orang yang bercerita di buku itu, srimenanti dan mas penyair. Srimenanti waktu kecil bapaknya hilang, nggak pulang lagi, mungkin diculik. Kasihan dia mungkin masih menunggu bapaknya pulang. Kata ibuk dulu orang-orang yang berani sama pemerintah suka tiba-tiba hilang. Diculik dan disiksa sampai berdarah-darah, kayak eltece. Di buku itu juga sering muncul asu. Ibuk bilang sekarang orang nggak lagi menyapa pakai asu, tapi pakai cebong dan kampret. Mungkin sebaiknya orang kembali menyapa satu sama lain pakai asu. Biar akrab kayak bapaknya mas penyair. Buku itu juga banyak potongan puisi. Ibuk sudah janji mau mencarikan semua puisi lengkapnya buat kubaca.

Wuih... Seumuran Yudha sudah bisa menangkap inti dari Srimenanti. Saya aja yang membacanya awalnya bingung. Tapi yah...kalau diikutin bisa paham juga sih. Saya sih lebih suka puisi-puisinya daripada novelnya.  Btw, Yudha suka puisi nggak? Pernah baca puisinya Joko Pinurbo?
Suka. Di sekolah sering disuruh bikin puisi sama bu guru. Pernah dibacakan beberapa puisinya Joko Pinurbo sama ibuk. Aku suka mendengar ibuk baca puisi. Isi puisinya lebih aneh daripada puisi-puisi yang di majalah.

Huahaha...puisi ibuk aneh ya. Ibukmu memang nganu nak.... #ups. Jadi, Yudha punya pesan nggak untuk pembaca yang mau membaca novel Srimenanti?
Apa ya? Om Joko Pinurbo bilang kalau baca Srimenanti pembaca bebas menafsirkannya sesuai pikiran masing-masing. Belum tentu sama antara pembaca satu dan yang lain. Jadi harus membaca sendiri biar bisa menafsirkan srimenanti sendiri.

Ibunya Yudha kan juga suka baca tuh… sering nggak baca buku-buku yang dibeli sama Ibu?
Sering. Ibuk suka cerita hal menarik dari buku yang sudah ibuk baca. Kadang-kadang buku horor kadang-kadang buku petualangan. Kalau aku penasaran sama cerita ibuk aku jadi kepengen ikut baca. Aku dibolehkan baca bukunya bebas yang mana saja. Karena ibuk gak selalu beliin aku buku. Aku cuma dibelikan buku kalau ulang tahun, nilai raporku bagus, selesai satu juz, renangku bagus, bisa menebak pelaku kasus dari buku yang kubaca, atau pas menang tanding.

Btw, Yudha punya akun Goodreads nggak? 
Akun goodreadsku namanya Yudha Lantang. Ada juga hestek #bacaanyudha di instagram. Pengen punya instagram sendiri tapi belum boleh sama ibuk 😀😀

Hehe... ibukmu ntar kalah tenar sama kamu kalo kamu punya akun instagram. Saya sempat nggintip bacaan Yudha, keren-keren lho. Terima kasih ya Yudha... sudah mau mengulas Srimenanti di blog ini. Senang sekali bisa mengenal seorang pembaca cilik yang juga mencintai buku. Ayo temanan sama Yudha di Goodreads ya.

Srimenanti
Joko Pinurbo
144 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2019


#575 Pasangan (Jadi) Jadian


Demi rencana jalan-jalan mengelilingi Eropa, Priyayi berniat mencari penghasilan tambahan dengan menyewakan kamar di rumahnya. Bersamaan dengan itu, Jagad temannya membutuhkan tumpangan karena rumah yang ditempatinya sedang direnovasi. Dengan niat membantu teman, Yayi membolehkan Jagad untuk tinggal di rumahnya.

Tentu saja keluarga Yayi tidak boleh tahu. Tapi Yayi tidak bisa merahasiakan hal itu pada Jimmy, kekasihnya. Meski Jimmy keberatan, Yayi tetap melaksanakan rencananya menyewakan kamar. Namun, karena satu kejadian, Yayi dan dan Jagad berakhir di dalam kamar yang sama dan kepergok keluarga Yayi juga keluarga Jagad. Buntutnya Yayi harus menikah dengan Jagad atas permintaan Kakeknya Yayi. Meskipun sudah menikah dan tinggal serumah, Yayi dan Jagad tetap hidup sendiri-sendiri. Tidak boleh ada yang tahu jika mereka hanya pasangan jadi-jadian.

Ini pertama kalinya saya membaca karya Lusiwulan. Sebenarnya ceritanya lumayan, asyik untuk diikuti. Tapi karakter Jagad yang lempeng dan cenderung pasrah pada keputusan Yayi membuat pasangan ini terasa berat sebelah. Yayi sebenarnya berusaha membuat Jagad juga bahagia dengan membebaskan Jagad saat akan berbaikan dengan mantannya. Apalagi Yayi pun masih mencintai Jimmy. 

Penuturan cerita dalam novel ini juga seperti terbagi dalam sub bab (iya ada judul sub bab-nya gitu) yang menegaskan waktu kejadian. Hanya ada beberapa bagian yang seperti melompat waktunya, jadi kesannya ceritanya terpotong. Ada beberapa plothole  juga, tapi over all masih bisa diikuti kok. Kalau butuh cerita ringan, dengan narasi nakal yang membuat tertawa silakan dibaca novel mteropop satu ini.

Pasangan (Jadi) Jadian
Lusiwulan
248 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari, 2008


#574 Rona Hidup Rona


Rona memutuskan pertunangannya dengan Tion. Selain posesif, Tion juga sering sekali pergi bersama perempuan lain. Jika sebelumnya Rona bisa memaafkan perbuatannya, kali ini Rona tidak tahan lagi, setelah Tion mengatakan Rona itu perek gara-gara pergi ke puncak dengan klien bisnisnya. Tiga bulan menjelang pernikahan mereka, Rona memilih untuk mengakhirinya.

Sekarang Rona menjomlo. Sebenarnya bagi Rona hal itu bukan masalah besar. Tapi sejak Kaka, sahabatnya dan Nena, adiknya selalu menjodohkan Rona dengan beberapa pria, Rona jadi kesal. Rona pun mulai bersandiwara. Tama, teman sekelas Nena, ternyata siap membantu Rona untuk menjadi pacar bohongannya. Namun sebenarnya Tama ingin lebih dari sekadar pacar bohongan. Usia terpaut sembilan tahun bedanya tidak menyurutkan niat Tama. Karena Rona juga punya perasaan sama, dia menerima Tama menjadi kekasihnya.

Pacaran beda usia, dimana yang perempuan lebih tua dibandingkan si lelaki, ternyata masih menjadi hal yang tidak lumrah. Jangankan orang lain, Rona sendiri masih belum sepenuhnya yakin dengan hubungan mereka. Sikap Tama yang dewasa ditambah indahnya masa-masa jatuh cinta membuat Rona bertahan. Meskipun harus backstreet karena tidak ingin ketahuan Nena, yang juga suka sama Tama.

Sebenarnya novel ini sudah pernah saya baca di tahun 2017 lalu. Berhubung ada Fiksimetropop Reading Challenge dengan tantangan baca ulang #novelMetropop favorit, saya jadi baca ulang novel ini. Kebetulan belum pernah direview juga di blog ini. Saya ingat sekali, gara-gara novel ini saya jadi jatuh cinta sama tulisannya Mia Arsjad yang selalu menyisipkan banyolan humor di dalam setiap novelnya. 

Rona Hidup Rona juga demikian.  Alur ceritanya mulus, penuh banyolan dan dialog yang bikin ngakak khas Mia Arsjad. Penyelesaian konfliknya pun menurut saya cukup adil, meski harus menghadirkan satu tokoh yang lain. Dan setelah membaca ulang novel ini, feeling-nya masih sama dengan saat membacanya pertama kali dulu. Tidak salah saya memasukkannya dalam rak buku favorit saya. 

Rona Hidup Rona
Mia Arsjad
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2007