~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#574 Rona Hidup Rona


Rona memutuskan pertunangannya dengan Tion. Selain posesif, Tion juga sering sekali pergi bersama perempuan lain. Jika sebelumnya Rona bisa memaafkan perbuatannya, kali ini Rona tidak tahan lagi, setelah Tion mengatakan Rona itu perek gara-gara pergi ke puncak dengan klien bisnisnya. Tiga bulan menjelang pernikahan mereka, Rona memilih untuk mengakhirinya.

Sekarang Rona menjomlo. Sebenarnya bagi Rona hal itu bukan masalah besar. Tapi sejak Kaka, sahabatnya dan Nena, adiknya selalu menjodohkan Rona dengan beberapa pria, Rona jadi kesal. Rona pun mulai bersandiwara. Tama, teman sekelas Nena, ternyata siap membantu Rona untuk menjadi pacar bohongannya. Namun sebenarnya Tama ingin lebih dari sekadar pacar bohongan. Usia terpaut sembilan tahun bedanya tidak menyurutkan niat Tama. Karena Rona juga punya perasaan sama, dia menerima Tama menjadi kekasihnya.

Pacaran beda usia, dimana yang perempuan lebih tua dibandingkan si lelaki, ternyata masih menjadi hal yang tidak lumrah. Jangankan orang lain, Rona sendiri masih belum sepenuhnya yakin dengan hubungan mereka. Sikap Tama yang dewasa ditambah indahnya masa-masa jatuh cinta membuat Rona bertahan. Meskipun harus backstreet karena tidak ingin ketahuan Nena, yang juga suka sama Tama.

Sebenarnya novel ini sudah pernah saya baca di tahun 2017 lalu. Berhubung ada Fiksimetropop Reading Challenge dengan tantangan baca ulang #novelMetropop favorit, saya jadi baca ulang novel ini. Kebetulan belum pernah direview juga di blog ini. Saya ingat sekali, gara-gara novel ini saya jadi jatuh cinta sama tulisannya Mia Arsjad yang selalu menyisipkan banyolan humor di dalam setiap novelnya. 

Rona Hidup Rona juga demikian.  Alur ceritanya mulus, penuh banyolan dan dialog yang bikin ngakak khas Mia Arsjad. Penyelesaian konfliknya pun menurut saya cukup adil, meski harus menghadirkan satu tokoh yang lain. Dan setelah membaca ulang novel ini, feeling-nya masih sama dengan saat membacanya pertama kali dulu. Tidak salah saya memasukkannya dalam rak buku favorit saya. 

Rona Hidup Rona
Mia Arsjad
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2007

#573 Teater Boneka


Teater Boneka Poppenkast terancam tutup. Erin, pemilik sekaligus pengelola Poppenkast, menyadari bahwa peminat teater boneka semakin menurun. Perkembangan teknologi membuat banyak anak-anak lebih menikmati gawai daripada menonton pertunjukan boneka. Erin mulai gelisah dan gundah dengan warisan Kakek dan Ayahnya ini. Belum lagi Robert kekasihnya mengatakan bahwa dia hanya melakukan hal yang sia-sia jika mempertahankan Poppenkast.

Di saat itu, Awan hadir. Awalnya Erin melihat Awan sebagai salah satu penonton yang ingin mengulang masa lalunya di Teater Boneka Poppenkast. Lalu tiba-tiba, Awan menawarkan diri menjadi karyawan di situ meskipun tanpa digaji. Dengan susah payah Erin meyakinkan rekannya untuk menerima Awan. Karena Erin memahami perasaan Awan yang terikat dengan kenangan teater boneka itu. Hanya saja, sosok Awan sangat misterius. Seperti ada yang sengaja ditutupi Awan darinya. Namun, di balik itu semua kehadiran Awan membawa perasaan baru yang bersemi di hati Erin.

Cerita dalam cerita. Itu sensasi yang saya dapatkan saat membaca novel ini. Soalnya ada beberapa selipan cerita skenario teater boneka yang ditampilkan oleh penulis, para penulis tepatnya. Dari sisi ide cerita, saya suka dengan tema teater boneka. Saya sendiri belum pernah menonton teater boneka, tapi saya bisa membayangkan serunya pertunjukan itu. Namun ada beberapa bagian dari novel ini yang masih "mengusik" saya. Misalnya tentang Awan yang tiba-tiba saja sadar setelah bermimpi tentang ayahnya. Dan hubungan antara Awan dan Erin yang chemistry-nya tidak begitu terasa, dan tiba-tiba saja Erin merasa jatuh cinta pada Awan. Terus soal ayahnya Erin. Saya pikir ayahnya sudah tiada, dan meninggalkan Teater Boneka Poppenkart untuk diurus oleh Erin sendirian. Eh, ternyata ayahnya masih hidup dan tinggal di Jogja.

Terlepas dari itu saya mengapresiasi novel kolaborasi yang menurut saya tergolong sukses. Meskipun ada tiga penulis, tapi kolaborasi yang apik membuat novel ini terasa ditulis oleh hanya satu orang saja. Saya berusaha menebak-nebak bagian mana yang ditulis oleh siapa, namun tidak berhasil. Salut untuk ketiga penulisnya. 

Teater Boneka
Emilya Kusnaidi, Orinthia Lee, Ayu Rianna
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2014


#572 Episode Para Lajang


Jarang sekali #novelMetropop hadir dalam bentuk kumpulan cerpen. Apalagi jika ditulis oleh hanya satu orang saja. Episode Para Lajang adalah contohnya. Kumpulan cerpen Metropop ini terdiri atas 12 cerita tentang para lajang. Mari kita "intip" satu per satu.

#1 You're the One That I Don't Want
Kisah pertama dibuka dengan pertanyaan sejuta umat untuk para lajang berumur tigapuluhan. Kapan menikah? Pertanyaan dari ibunya membuat Lucia meradang dan tidak mau pulang ke rumah. Bagi Lucia mencari jodoh itu sama halnya dengan mencari celana dalam yang nyaman digunakan. Gak sembarangan. Namun bisa jadi Lucia belum menemukan jodohnya karena penampilannya yang mirip pria. Sampai suatu ketika ada seorang pengunjung wanita di kafenya yang membuatnya bertanya-tanya tentang penampilannya sendiri. 

#2 Hot and Cool
Damayanti menggunakan kesempatan bertemu dengan anak-anak di rumah asuh milik sahabatnya untuk menggantikan kekosongan dalam dirinya atas kehilangan anaknya sendiri. Terutama saat dia bertemu dengan Kalila, seorang anak yang beberapa kali mendapatkan nasihat karena ringan tangan. Ada kedekatan instan yang terasa dalam diri Damayanti saat bersama dengan Kalila. Tapi saat hot daddy, ayah Kalila, menanyakan dirinya, Damayanti berubah menjadi sosok cool. Saya penasaran dengan cerita satu ini, yang sepertinya diakhiri bahkan sebelum dimulai. 

#3 the IDEAL man
My ideal man doesn't drink, doesn't smoke, doesn't gamble, doesn't do drugs and that means je doesn't exist.. Betulkah seperti itu? Riska berpendapat seperti itu ketika sepupunya Vero menyebutkan kriteria cowok idamannya. Vero hanya berbeda 4 bulan dengannya, dan belum juga memiliki kekasih. Sementara Riska sudah dilamar oleh Aldi kekasihnya. Akhirnya Riska mengatur kencan buta antara Vero dan Reynold. Percakapan di antara keduanya mengalir lancar sampai ketika kencan usai, dan Reynold menuntut pembayaran fifty-fifty. Vero lantas kecewa.
Sepertinya ada yang tidak konsisten dari diri Vero. Awalnya dia digambarkan sebagai sosok yang tangguh, bahkan dalam percakapan soal emansipasi dan penentuan sikap, Vero mendapatkan pujian dari Reynold. Lantas giliran diminta membayar makanan bersama, mengapa Vero justru kecewa. Aneh saja sih.

#4 Loser
Sudah tiga hari Hans, cowok playboy di kantor, menunggu Selvy di kedai kopi favorit gadis itu. Dan setelah tiga hari menguasai spot duduk favoritnya, Selvy memberanikan diri mendekati Hans. Tanpa basa-basi, Hans menembak Selvy. Tapi Selvy mengulur waktu tiga hari untuk memberi jawaban. Sebenarnya Hans cowok yang layak dijadikan pacar. Apalagi ketika dia menjatuhkan pilihan pada Selvy yang biasa-biasa saja. Tapi pacaran tanpa cinta? Atau ada sesuatu di balik niat Hans? Ceritanya lumayan bagus. Ending-nya unpredictable.

#5 Romantic is...
Rose merasa jengah ketika Grace, sahabatnya berusaha mengulik cerita darinya sepanjang makan siang. Tidak tanggung-tanggung, suara Grace membuatnya yakin kalau Kakei yang duduk tidak jauh dari tempat mereka mendengar percakapan itu. Tapi mengapa Kakei terlihat biasa saja? 

Sementara itu, Kakei sendiri resah mendengar kisah Rose yang sudah menaklukkan banyak pria. Padahal dia sudah melempar sinyal-sinyal romantis, meskipun sahabatnya bilang sinyalnya tidak tetap sasaran. Tapi mendengar bahwa ukuran pria yang sedang disukai Rose itu lebih besar membuatnya panas.

Cerita ini lucu. Dan romantis tentunya. Karena romantis itu sepenuh hati.

#6 Episode Para Lajang
Empat orang wanita lajang yang bersahabat, dan satu per satu memutuskan untuk menerima lamaran pria pilihan mereka. Padahal sebelumnya Valeri, Annisa, Sara dan Eva mengumbar mereka tidak membutuhkan pria dan memandang sebelah mata pada pernikahan. Tapi waktu membuat perubahan. Setelah Annisa, Eva menyusul melangsungkan pernikahan. Tinggallah Valeri dan Sara berdua. Cerita ini mengangkat benang merah tentang indahnya melajang. Saya tadinya berharap lebih pada cerita yang mengambil judul sama dengan judul kumpulan cerpen ini. Tapi kisahnya datar saja menurutku.

#7 Hari Ini Indah (Tessalonica Memutuskan Mati)
Setiap orang punya masalah. Dan semua yang bermasalah di sekitar Tessa berlari padanya. Dengan tangkas, Tessa memberikan saran, nasihat, semangat, apapun yang ingin didengarkan oleh orang itu. Pekerjaan Tessa juga seputar memberikan saran, nasihat, semangat, jawaban atas pertanyaan dari surat-surat yang diterimanya untuk dimuat dalam setiap edisi. Tugas Tessa adalah membuat hari-hari setiap orang menjadi indah. Lantas bagaimana dengan Tessa sendiri? Nice story.

#8 Dosa Memang Indah
Good girls only go to heaven. Bad girls go everywhere. Karina tahu label yang melekat di dirinya membuatnya tidak dapat melangsungkan pernikahan dengan Mahadewa. Tapi Mahadewa kembali padanya setelah pernikahan meski kini Marina, istrinya telah hamil. Karina bertanya-tanya apakah nanti anak mereka akan mirip dengan Mahadewa atau mirip dirinya, yang sangat mirip dengan Marina karena mereka kembar identik. Apa boleh buat, sejak zaman batu pun dosa selalu indah. Karina berjanji pada saudara kembarnya akan mencarikan nama yang indah untuk anaknya.

#9 And This Is My Story
Bukan salah Ibu tidak mencintaiku. Aryani hanyalah seorang penulis, pekerjaannya tidak mengharuskan dia berangkat pagi ke kantor dan pulang sore ke rumah. Ibu tidak tahu bahwa penghasilan Aryani jauh melebihi general manager di luar sana. Buku-buku karya Aryani menjadi best seller. Tapi Ibu hanya terpesona pada Dea, adiknya yang lulus kuliah S2 dari Australia dengan beasiswa. Sebentar lagi adiknya akan menikah. Sementara Aryani masih melajang ditemani dengan tulisan-tulisannya. Sampai kapan Ibu akan memahami dirinya?

Salah satu cerita terbaik dalam kumpulan cerpen dengan plot twist mengejutkan. 

 #10 Life of Pi/Pai
Pi dan Pai hidup bersama. Setiap pagi Pi akan menyiapkan sarapan untuk Pai, menikmati waktu bersama, saling bercerita. Apapun mereka ceritakan. Bahkan tentang desakan orangtua Pi agar anaknya segera menikah. 

Mungkin cerita ini dimaksudkan untuk memberikan kejutan di akhirnya. Tapi saya sudah bisa menebak akhir ceritanya, tentang siapa Pi dan Pai ini. 

#11 Jaka dan Dara
Karena singkatan nama, Jasmine dan Damian menjadi dua orang yang diduga memiliki gender sesuai singkatan namanya. Akibatnya, mereka harus sekamar dalam trip ke Bangkok. Harusnya kisahnya berawal di sini. Tapi sayangnya justru berakhir. Dan ada yang aneh, saat akan berangkat keluar negeri, bukannya di paspor identitas gender tertera kan? Dan agen trevelling punya fotokopian paspornya. 

#12 Take A Chance on Me
Wah ternyata ini lanjutan dari kisah #1 di atas. Kali ini Paris, partner Lucia yang kedatangan tamu dari masa lalu. Lucia mengajak Paris taruhan bahwa gadis itu akan mengajak Paris kembali jadian. Tapi Paris meyakinkan Lucia kalau mereka tidak akan jadian. Entah siapa yang akan menjadi pemilik selembar lima puluh ribuan itu. Yang pasti Paris berjanji ingin mengakhiri masa lajang seorang gadis.

Dua belas cerita tentang gadis lajang dalam berbagai versi. Lumayan menghibur, dan bisa dibaca dalam sekali duduk. Favorit saya ada pada cerita #5. Semoga ada dari kisah-kisah ini yang berkembang menjadi satu novel utuh. 

Episode Para Lajang
Shandy Tan
224 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2014


#571 Cinlok. Accidentally In Love?!


Shani akhirnya mendapatkan impiannya menjadi seorang reporter di stasiun televisi. Meski kurang didukung oleh tunangannya, Rey, Shani tetap ingin mengambil tawaran pekerjaan itu. Yang pasti Shani tetap akan memperhatikan rencana pernikahan mereka yang tidak lama lagi.

Menjadi reporter sungguhan tidaklah mudah, tapi Shani berusaha keras untuk itu. Dia sering berdampingan dengan Eri, kameramen yang menurut teman-teman seangkatannya tampangnya cukup macho. Mungkin karena sering bersama, dan juga perhatian dari Eri kala Shani bertengkar dengan tunangannya, membuat Shani merasakan ada yang berbeda jika berada di dekat Eri.

Gayung bersambut. Eri juga merasakan hal yang sama. Sebenarnya Eri tahu kalau Shani sudah bertunangan. Bahkan Eri sudah pernah berkenalan dengan Rey. Tapi perasaan suka itu tidak bisa ditahan oleh Eri. Dia ingin mengungkapkan perasaannya, bahkan rela menjalani hubungan tanpa status dengan Shani.

Ini adalah karya perdana Mia Arsjad di genre Metropop. Karya yang membuatnya memenangkan Lomba Penulisan Novel Metropop 2006 sebagai juara III. Novel ini renyah, banyak adegan lucunya, tapi juga punya konflik sendiri meski sederhana. Cinta lokasi antara Shani dan Eri menjadi poin utama, bagaimana Shani berusaha menyangkal perasaannya untuk Eri karena tidak ingin mengkhianati Rey. Sayangnya penyelesaian konfliknya terasa instan dan cepat. Ada pihak yang harus mengalah demi cinta.

Selain konflik Eri-Shani-Rey, novel ini juga mengangkat tentang kehidupan pekerja media televisi yang harus pulang malam demi menyelesaikan sebuah liputan. Bahkan ada beberapa karyawati yang terpaksa punya konflik dengan pasangannya karena bekerja sampai malam itu. Trus ada bagian perselingkuhan sahabatnya Shani juga, yang sayangnya tidak digali secara mendalam. Tapi untuk karya perdana, novel ini okelah. 

Cinlok. Accidentally In Love?!
Mia Arsjad
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei 2006


#570 Celebrate The Wait


Tema Tantangan Baca Goodreads Indonesia bulan April ini adalah "buku berdasarkan kisah nyata". Ada beberapa buku yang tadinya saya masukkan dalam daftar bacaan, tapi kemudian saya menemukan buku ini di Gramedia Digital. Dengan tagline inspired by true stories, saya rasa buku ini pas dengan tema Tantangan Baca Goodreads Indonesia bulan ini.

Celebrate The Wait adalah kolaborasi dari beberapa penulis jebolan kursus "Writing From The Heart" yang digawangi oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja. Keduanya menjadi fasilitator yang melakukan pelatihan penulisan kreatif. Ade Aprilia sendiri adalah penulis lebih dari 80 judul buku, dan lebih suka disebut sebagai Healing Coach. Sementara Irianti Erningpraja awalnya dikenal sebagai musisi dan juga menulis buku tentang pengembangan diri. Dia lebih suka disebut sebagai Self Discovery Coach.

Ada 17 cerita pendek yang terangkum di dalam buku ini. Beberapa diantaranya ditulis oleh Ade Aprilia dan Irianti Erningpraja sendiri. Ada benang merah dari semua cerita pendek di dalam buku ini, yaitu tentang menemukan diri sendiri di antara berbagai macam kejadian dalam hidup. Prosesnya pun beragam, tapi pada umumnya harus menjalani satu fase terendah. Sebagai contoh dalam cerita pendek berjudul When You Let Go and Let God karya Aryani Siti mengisahkan tentang seorang wanita yang divonis tidak dapat melahirkan karena ada mioma dalam rahimnya. Namun ketika dia mencoba menyerahkan diri pada Yang Maha Kuasa, mujizat datang padanya. Atau cerita A Journey From Lust To Love karya Irianti Erningpraja yang mengangkat tentang kisah seorang gay yang ingin menebus kesalahannya di masa lalu untuk membahagiakan seorang wanita. Setelah semua usaha dijalani, dia sampai pada kenyataan wanita itu memilih orang lain.

Saat membaca cerita-cerita di dalam buku ini, saya merasa tidak yakin semua cerita terinspirasi dari kisah nyata. Ada beberapa cerita yang menurut saya terlalu absurd jika itu berasal dari sebuah kisah nyata. Misalnya, Renjana Hati karya Dela Bunga Venus yang di dalamnya ada adegan makhluk dari luar angkasa yang mengaku sebagai pelindung galaksi. Tapi ada juga cerita yang saya yakin benar terinspirasi dari kisah nyata yaitu cerita Foto Bugil karya Irianti Erningpraja.

Dengan warna dasar putih, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto yang bagus, dan juga quote-quote yang cocok sekali kalau dijadikan status. Sayangnya terkadang penempatannya di tengah-tengah cerita jadi mengganggu. Soalnya quote-nya bukan diambil dari cerita, tapi dari sumber lain. Ohya, ada satu cerita yang berbentuk puisi berjudul Mukidi Ngorok karya Irianti Erningpraja malah tidak ada jdulnya. Saya sempat berpikir itu bagian dari cerita sebelumnya, yang ternyata bukan.

Untuk sebuah kolaborasi, buku ini patut mendapat apresiasi. Seperti blurb-nya, kisah-kisah ini mungkin menyentuh anda sebagai pembaca. Perkayalah pengalaman tanpa harus mengalami, nikmatilah buku ini saat menghadapi perjuangan hari ini.

Celebrate the Wait
Ade Aprilia & Irianti Erningpraja
204 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret 2019


#569 Scarlet Preludium


Scarlet memiliki masa lalu yang kelam. Masa lalu itu seakan mengikatnya sehingga Scrlet tidak bisa terlepas darinya. Scarlet pernah mengalami masa kejayaan sebagai pemain band, hingga terjerumus ke dunia narkoba. Bahkan dia harus kehilangan bundanya karena narkoba itu. Meski saat ini Scarlet sudah bersih, namun bayangan gelap itu masih terus muncul.

Aira, sahabatnya memberikan pekerjaan sebagai pianis di lounge tempatnya bekerja. Tapi posisinya mulai tergeser oleh live band pendatang baru. Bukan itu saja, Devon si vokalis malah membawa sial. Mobil Scarlet dirusak oleh mantan Devon yang mengira mobil itu milik Devon. Devon berusaha mendekati Scarlet sampai akhirnya Scarlet mulai merasa nyaman dan membuka hatinya untuk Devon. Tepat saat itu, Devon dan Aira justru mengumumkan status mereka yang kini pacaran. 

Saya tertarik membaca novel ini karena sampulnya yang beda dari biasanya. Ternyata kisahnya cukup "dark". Kegundahan Scarlet, upayanya terlepas dari rasa kehilangan, rasa beralah dan tidak layak membuatnya jatuh bangun. Scarlet selalu memilih jalan sunyinya agar tidak kehilangan sahabatnya. Ketika orang-orang yang di dekatnya mempertanyakan pilihannya, dan Scarlet mencoba jujur pada mereka, justru orang-orang itu menyalahkan Scarlet. Poor Scarlet.

Saya suka dengan pilihan nama Scarlet ini. Entah disengaja atau tidak, panggilan Scar sangat cocok untuk karakter Scarlet yang penuh luka. Saya bahkan ikut merasakan kesedihan Scarlet, dan juga kelegaan saat dia memilih untuk melepaskan segalanya. Buat kamu penikmat dark story, bolehlah mencicipi novel ini.

Scarlet Preludium
Silvia Arnie
296 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret 2014


#568 Papap, I Love You



Bima dan Rayna bercerai karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Rayna. Rayna menganggap Bima pria yang selalu berada dalam zona nyaman, tidak ada niat untuk memperbaiki nasibnya. Sementara Rayna adalah seorang direktur yang selalu giat berusaha. Kesenjangan ini membuat Rayna berpaling pada pria lain, sehingga akhirnya Bima dan Rayna berpisah.

Hak asuh anak mereka, Kaka jatuh di tangan Rayna. Perpisahan dengan Kaka membuat Bima harus menerima kenyataan pahit. Namun, kedekatan keduanya tidak bisa dipungkiri. Apalagi Rayna selalu memasang standar yang tinggi untuk Kaka. Dibandingkan dengan mamanya, Kaka lebih dekat dengan papanya. Akhir pekan bersama adalah hal yang selalu dinantikan oleh Kaka dan Bima.

Bukan Rayna jika dia tidak menginginkan segalanya. Rayna heran mengapa dia bisa mengatur sejumlah karyawannya di kantor, sementara seorang anak di rumah tak berhasil ditaklukkannya. Hubungan Kaka dan Danny, suaminya pun tidak dekat dan lebih terkesan canggung. Akhirnya Kaka dan Rayna lebih sering bertengkar. Dan puncaknya ketika Kaka hilang sepulang dari sekolah. 

Novel ini menceritakan banyak hal. Bima dengan upayanya keluar dari zona nyaman, juga bagaimana dia mengatasi kepedihan masa lalu karena pengkhianatan mantan istrinya. Sementara Rayna yang sebenarnya diliuti perasaan bersalah karena telah berselingkuh, semakin menjadi ketika anaknya malah menjauh. Kaka sendiri harus bertemu dengan psikolog karena kondisi mentalnya yang semakin menurun. Namun seperti judulnya, porsi terbesar dalam novel ini adalah tentang Bima yang berusaha memberikan cinta dan kasih sayangnya pada Kaka, meskipun keluarga mereka tidak utuh lagi.

Novel ini sebenarnya menarik, andai saja tidak terlalu banyak detail-detail background yang dituliskan di dalamnya sehingga membuat #novelMetropop ini mempunyai lembaran halaman sampai 400an lebih. Kelebihan lain dari novel ini karena mengambil Bima sebagai tokoh sentralnya. Jarang ada novel Metropop yang mengulik tentang kehidupan seorang pria dengan status duda punya anak. 

Saat membaca profil penulisnya di Goodreads, ternyata novel ini mendapatkan mbak Sundari mendapatkan penghargaan sebagai "Best New Comers" dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas novel ini. Dan novel ini juga debut beliau dalam label Metropop, dan belum pernah lagi menulis di label tersebut. Novel terbarunya, Genduk, juga menarik untuk dibaca karena mengangkat tentang sejarah tembakau. Semoga masih ada karya-karya beliu selanjutnya ya.

Papap, I Love You
Sundari Mardjuki
424 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2012

#567 If


Kika selalu menantikan hari Jumat sore saat pria itu mengunjungi toko buku. Kika pun tahu dia mulai jatuh cinta pada pria dambaannya itu. Di suatu sore, Kika hampir saja ditabrak oleh sepeda motor jika tidak ditolong oleh pria itu. Kika semakin kagum dengan pria pujaannya. Tetapi memiliki pria itu rasanya tidak mungkin. Selain Kika tidak mengenalnya, Kika sudah memiliki Ari sebagai kekasihnya.

Namun ternyata Kika bertemu lagi dengan pria itu saat menemani tantenya ke Thailand. Widhi adalah keponakan Dr. Bangun, teman dari tantenya Kika. Widhi juga seorang dokter sama seperti Kika. Beberapa kali Widhi menjadi penolong Kika dalam perjalanan ke Thailand. Rasa cinta Kika semakin mendalam, apalagi ketika dia mengetahui Widhi juga seorang kenshi (atlit kempo) sepertinya. Perasaan Kika pun tidak bertepuk sebelah tangan. Kika dan Widhi terlibat dalam cinta lokasi. Sayangnya, cinta itu harus berakhir saat Widhi mengetahui Kika sudah memiliki kekasih.

Sepulang dari Thailand, hubungan Ari dan Kika justru memburuk. Kika yang sering tidak fokus karena merindukan Widhi. Ketika akhirnya mereka putus, Kika malah mengetahui bahwa sebenarnya Widhi juga memiliki pacar dan sedang dalam tahap mempersiapkan pernikahan. Kika patah hati, tapi tidak bisa melepas bayangan Widhi.

Novel metropop yang mengambil setting kota Surabaya ini berkisah di seputar kehidupan Kika yang seorang dokter dan kenshi. Dan seperti tergambar di sampulnya, sebagian besar kejadian di dalam novel ini terkait dengan kempo. Membaca novel ini akan menambah pengetahuan pembaca tentang kempo dan filosofinya. Tidak heran, karena penulisnya pernah mendalami kempo meskipun tidak lama. Sayangnya profesi Kika sebagai seorang dokter tidak diulas lebih jauh. Padahal penulis adalah seorang dokter spesialis. Porsi tentang kempo di dalam novel ini terasa too much buat saya. Bukannya tidak bagus, tapi kesan metropop-nya jadi tidak terasa. Mungkin kalau novel ini diterbitkan ulang, cocoknya masuk dalam label Amore saja. 

Kemudian, hal lain yang membuat saya nyaris tidak menyelesaikan novel ini adalah karena pekerjaan tokoh utama dan tokoh pendukung yang hampir semuanya adalah dokter. Kika sendiri adalah dokter, tantenya yang tinggal bersamanya juga dokter. Ari kekasihnya juga seorang dokter. Widhi dan pamannya juga dokter. Kika melatih kempo di FK Unair. Lalu terakhir kakak sahabatnya juga seorang dokter. Duh...sempit sekali dunia Kika ini.

If adalah novel kedua karya Evy Ervianti, namun merupakan debutnya dalam label Metropop. Kabarnya novel ini ada sekuelnya yang berjudul So,... yang kabarnya ditulis karena banyak yang nggak puas dengan ending dari novel If. 

If
Evy Ervianti
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2009


#566 His Wedding Organizer



Harsya pemilik sebuah wedding organizer memutuskan menerima job dari Karin, temannya di SMA. Namun ketika dia tahu calon suami Karin adalah Figo, cowok yang menghiasi hari-harinya belakangan ini, Harsya menjadi galau. Dan seperti biasa kegalauannya ditumpahkan ke Adra, rekan sekaligus sahabatnya sejak kecil. Namun demi profesionalitas, Harsya melanjutkan pekerjaannya. 

Karin dan Harsya pernah terlibat sumpah darah semasa SMA. Apabila Karin duluan menikah, maka Harsya dan teman-temannya akan berpakaian bikini dan sayap peri di pesta Karin. Tentu saja Harsya menolak pempermalukan dirinya. Untungnya Karin bisa dibujuk, namun Karin meminta Harsya dan teman-temannya masing-masing membawa calon suamin. Jika saja bukan Figo yang menjadi mempelai pria, Harsya jelas akan menggandeng Figo. Akhirnya Harsya menggaet Adra sebagai calon suaminya. 

Awalnya Harsya tidak mengatakan pada Adra mengenai permintaan Karin itu. Harsya berpikir toh Adra selalu ada untuknya, melakukan apa saja saat Harsya membutuhkannya. Sayangnya, sandiwara itu malah jadi bumerang bagi Harsya. Keluarganya menyambut baik hubungan mereka. Dan Adra malah berniat melamarnya dan mengajaknya menikah.

Terlanjur basah, Harsya mencoba menjalani hubungan serius dengan Adra. Tapi saat Figo datang lagi, Harsya mengikuti kata hatinya mengejar kebahagiaan semu bersama Figo. Sampai membuat Adra menjauh darinya. Saat hubungan terlarangnya dengan Figo menemuka  jalan buntu, Harsya justru menginginkan Adra kembali di sisinya.

Membaca petualangan Harsya yang terombang-ambing oleh perasaannya sendiri memang bikin gregetan. Apalagi Adra karakter yang loveable, diperlakukan seperti ban serep. Jadi pengen jedotin Harsya ke tembok biar dia sadar. Namun saat Harsya berjuang untuk menemukan cinta sejatinya kembali, rasanya ingin ikut menangis bersama Harsya.

Saya selalu suka dengan cara mbak Retni menyajikan novel Metropop. Segar dan lucu. Kisah cintanya logis, ga melulu main perasaan dan dibalut romantisme. Apalagi ada selingan perjalanan ke pelosok Kalimantan segala. Bikin jadi pengen bertualang juga deh. 

His Wedding Organizer
Retni SB
272 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2008


#565 Mantan


Adi akan menikah dengan kekasihnya Jane. Tapi pertanyaan dari seorang sahabatnya membuatnya merancang perjalanan untuk menemui 4 orang mantan kekasihnya di masa lalu. Adi kemudian menghubungi Daniella di Bandung, Frida di Yogyakarta, Juliana di Bali, dan Tara di Medan untuk mengabarkan rencana pernikahannya.

Adi dan Daniella berpacaran saat di SMA. Namun di saat-saat terakhir mereka di SMA, Adi meninggalkan Daniella begitu saja dan berpacaran dengan Frida. Padahal hubungan Adi dan Daniella tidak ada masalah, bahkan Daniella merelakan keperawanannya dilepas untuk Adi. Ketika Adi meminta untuk bertemu, Daniella bertekad ingin melampiaskan kemarahannya.

Pertemuan dengan Frida di Yogyakarta termasuk yang berjalan lancar. Saat Adi mengatakan bahwa dia akan menikah, Frida masih berusaha merayunya dan mengingatkan masa-masa kebebasan mereka dahulu. Syukurlah Adi tidak tergoda, dan Frida bisa menerimanya.

Adi mengenal Juliana saat dia kuliah di Amerika. Pacar Juliana, William, adalah sahabat Adi. Tetapi Adi dan Juliana berselingkuh di belakang Will, hingga akhirnya perselingkuhan itu terbongkar karena tulisan Adi. Meski akhirnya Juliana memilih Will demi masa depannya, saat mereka bertemu di Bali Adi merasa perlu menanyakan apakah pilihan Juliana sudah tepat.

Tara seorang penyanyi sukses saat bertemu dengan Adi. Meski usianya empat tahun lebih tua daripada Adi, hubungan mereka berjalan lancar. Namun Tara meninggalkan Adi ketika dia mulai melakukan kekerasa fisik terhadap Tara. Pertemuan mereka di sebuah hotel milik Tara meyakinkan Adi bahwa Tara baik-baik saja.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dalam keputusan Adi menemui mantan-mantannya untuk melakukan rekonsiliasi atas masa lalu mereka. Apalagi putusnya hubungan Adi dengan empat orang ini bisa dibilang tidak putus baik-baik. Kegelisahan Adi akan pertanyaan tentang soulmate yang dilontarkan sahabatnya itu membuatnya merasa dia harus berdamai dengan masa lalunya.

Ide ceritanya menarik. Hanya saja, penuturan kisahnya terasa sederhana untuk ukuran novel Metropop. Separuh novel ini menceritakan perjalanan Adi, dan separuh lagi fashback pertemuannya dengan Jane. Sujujurnya nyaris tidak ada konflik dalam novel ini. Pertemuan Adi dengan mantan-mantannya berakhir begitu saja. Semacam "hai...apa kabar, aku mau menikah, bla..bla..bla..., tanya jawab singkat, dan goodbye". Tidak perlu ketemu sih, bisa lewat telepon saja. Kecuali mungkin di filmnya ada hal-hal lain yang ingin diperlihatkan dari perjalanan mengelilingi Indonesia ala Adi ini. Pariwisata dan keindahan kota Jogjakarta, Bali dan Medan mungkin. Entahlah, saya sendiri tidak menonton filmnya.

Saya membaca #novelMetropop ini gara-gara tantangan dari @fiksimetropop, dengan tema membaca #novelMetropop yang sudah/akan diadaptasi menjadi film/TV Series. Hmm... novel ini sebenarnya malah diadaptasi dari skenario film berjudul sama. Tapi novelnya rilis sebulan sebelum filmnya tayang. Jadi wajar sampul novelnya ini movie tie in. Kenapa saya memilih membaca novel ini? Karena beberapa #novelMetropop yang diadaptasi menjadi film lainnya seperti Critical Eleven, Antologi Rasa, Sunshine Becomes You, bahkan yang rencananya maun difilmkan seperti Resign semuanya sudah saya baca. Atau kalian ada saran #novelMetropop yang sudah/akan diadaptasi menjadi film/TV Series? Saya tunggu ya. 

Mantan
Bey Tobing
200 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2017



#564 XX


Donna bersiap-siap untuk menghadiri acara reuni bersama teman-temannya bekas teman sekostnya sewaktu kuliah di Bandung. Seperti biasa, dia mengajak suaminya, Archie, untuk ikut, tapi ditolak oleh Archie. Archie tidak pernah merasa bisa klop dengan teman-teman Donna. Akhirnya Donna pergi sendirian. Awalnya Donna berpikir reuni ini tidak akan lengkap lagi seperti biasa. Sudah beberapa kali reuni, Liana tidak hadir. Tapi reuni yang diadakan di rumah Putri dan Doddy menyambut kelahiran anaknya itu ternyata mampu menghadirkan semua personil D7++ lengkap. Melanie dan suaminya Akmal tentu saja hadir. 

Di acara reuni ini, Liana (yang tercantik di antara semua perempuan D7++) mengabarkan perceraiannya yang sudah sampai di tahap akhir. Status Liana yang sudah menjadi janda itu sedikit membuat Putri dan Melanie khawatir. Selain itu dia juga menceritakan tentang SMS dari pengagum rahasia yang sudah lama mengirimkan pesan-pesan cinta untuknya. Setiap SMS itu hanya mencantumkan XX di akhir pesan. Liana tidak punya bayangan sedikit pun siapa orangnya yang setia memujanya demikian lama, sampai kemudian XX menyampaikan sesuatu yang hanya diketahui Liana dan sahabat-sahabatnya beserta suami-suami mereka. Akhirnya Akmal, Doddy dan Archie menjadi tersangka. Perburuan terhadap XX mulai berkembang, namun ada tiga rumah tangga yang menjadi taruhannya.

Membaca sinopsis pada sampul belakang novel ini membuat saya awalnya berpikir kisahnya akan diceritakan oleh Liana. Ternyata bukan. "Aku" dalam kisah ini adalah Donna, yang memiliki suami yang gemar memecahkan misteri. Memang misteri XX akhirnya dipecahkan oleh Archie. Tapi sebelum sampai ke situ ada banyak kejadian yang mengawalinya. Ada kecurigaan terbesar pada Akmal karena kasus lingerie, juga fakta bahwa Doddy tidak berhenti mencintai Liana, dan keterlibatan dokter kandungan yang terlibat hutang dalam rumah tangga Donna.

Saat melihat judulnya, sebagai seorang yang menekuni bidang Genetika, simbol XX otomatis mengingatkan saya pada salah satu istilah Genetika. Saya tidak berani menjelaskannya di review ini karena akan menjadi spoiler. Gara-gara itu juga, saya bisa menebak sejak awal siapa XX ini. Penulis menebar beberapa hint yang bisa mengarahkan dugaan pada seseorang. Dan tebakan saya benar akan simbol XX itu, plus saya dapat tambahan informasi baru bahwa XX itu merujuk langsung pada sebuah nama. Analisis Archie memang hebat. Thanks to semua buku-buku misteri yang pernah dibacanya.

 #novelMetropop ini memang istimewa karena misterinya itu. Jarang-jarang kan label Metropop tapi tidak didominasi oleh romantisme. Meski kasus XX dalam novel ini didasari oleh cinta juga sih.  Penulisnya seorang pria, tapi mampu "membawakan" karakter Aku (dalam hal ini Donna yang seorang wanita) dengan baik. Dan sepertinya ini karya debut penulis dengan label Metropop dan belum lagi menelurkan Metropop lainnya. Saya merasa senang sudah menemukan novel berjudul unik ini. 

XX
A.R. Arisandi
216 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2007


#563 A Week to Forever



Amaya kembali ke Singapura untuk perjalanan bisnis setelah 6 tahun meninggalkan negara itu. Dia memiliki banyak kenangan yang tertinggal di sana, termasuk tentang seorang pria bernama Dirga. Siapa sangka, Tuhan mempertemukannya kembali dengan Dirga, yang pernah mematahkan hatinya. Hati Amaya mulai meragu, apakah ini pertanda dari Tuhan? Sementara cincin pertunangan di jarinya selalu mengingatkannya pada Caleb yang akan menikahinya tiga bulan lagi.

Bukan hanya Amaya, Dirga juga merasa pertemuan ini bukan kebetulan. Enam tahun lalu, Dirga dan Amaya tergabung dalam cell group yang sama, dan juga bergereja di tempat yang sama. Meski usianya masih muda saat itu, Dirga menunjukkan kedewasaan pribadi dan iman yang kuat. Amaya pernah menyatakan perasaannya untuk Dirga, tapi bagi Dirga belum waktunya untuk membalas perasaan itu. Ada banyak hal yang perlu diselesaikannya terlebih dahulu. Karena bagi Dirga, pacaran adalah tahapan menuju pernikahan.

Sosok Dirga bagi saya adalah gambaran pria ideal harapan mertua. Pintar, takut akan Tuhan, dewasa, dan bertanggung jawab. Kayaknya ga ada celanya sedikit pun, kecuali dia menggantungkan harapan Amaya. Meski begitu, Dirga mengaku dia selalu mendoakan Amaya, karena sebenarnya Dirga juga menaruh hati pada Amaya. Namun dia menyerahkan semuanya pada Tuhan. Jika Dia berkehendak, Amaya akan kembali padanya. Hanya saja... gimana ya... menurut saya, doa itu harus dibarengi dengan usaha. Dirga yang mendoakan Amaya sampai mereka bertemu kembali, tapi tidak sedikit pun mencari tahu tentang Amaya selama masa perpisahan itu. 

Sementara di sisi Amaya, rasanya wajar jika dia tidak lagi berharap pada Dirga. Namun pertemuan selama seminggu di Singapura itu memporak-porandakan semua keteguhan hatinya untuk menikah dengan Caleb. Rasanya judul novel ini sudah menggambarkan isinya ya...

Novel ini diberi label Metropop, meski di sampul belakang ada label Chrom (Christian Romance), suatu lini yang pernah dihadirkan oleh GPU beberapa waktu lalu yang kemudian menghilang. Memang novel ini sarat akan ajaran Kristiani, salah satunya mendoakan pasangan dari Tuhan. Dengan mengambil latar belakang kota Singapura (dan sedikit Jakarta di bagian akhir), novel ini menggunakan alur maju dan falshback (dipisahkan per bab) untuk menggambarkan hubungan Amaya dan Dirga. Gambaran metropolitan kota Singapura dengan beberapa tempat-tempat unik digambarkan dalam novel ini. Bagi yang pernah membaca Between The Raindrops yang juga karya penulis dalam lini Chrom, mungkin berasa tidak asing dengan settingan ceritanya. Soalnya novel A Week to Forever adalah spin off dari BTR. Tokoh Andrea dan Darwin pada BTR juga ada disinggung dalam AWtF ini. 

Meskipun sinopsis dan judulnya seperti sudah menggambarkan isi cerita, saya suka pada bagian akhir kisah ini. Saat Amaya, Caleb dan Dirga bertemu dalam satu ruangan. Bikin deg-degan membacanya. Jika kamu ingin membaca kisah romantis tentang penantian jodoh dari Tuhan, bolehlah membaca novel satu ini.

A Week to Forever
Stephanie Zen
248 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2014

#562 Alkisah Kasih


Andjani tahu cintanya hanyalah untuk Radja seorang. Sejak pertemuan pertama mereka di SMA, Andjani sudah jatuh hati pada Radja. Apalagi Radja pernah berucap jika kelak mereka bertemu kembali itu pasti karena mereka berjodoh. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu, dan sejak saat itu mereka seperti tak terpisahkan. Hingga satu malam, Radja mengajak Andjani untuk makan malam untuk mengatakan bahwa dia akan menikahi Nadya, seorang artis yang sedang naik daun.

Bagi Andjani, kehilangan Radja seperti kehilangan masa depan. Seumur hidup, Andjani selalu menunggu seorang yang mencintainya untuk membawanya keluar dari zona perjodohan yang telah diatur oleh Eyang dan Ibunya. Andjani memang sudah dijodohkan dengan seorang bangsawan yang belum pernah dijumpainya. Hanya karena perjanjian konyol yang dibuat oleh Eyang Kakung-nya, Andjani harus menjalani kembali periode zaman purba saat jodoh pun harus diatur oleh Eyang.

Saat Radja mengatakan bahwa dia hanya mencintai Nadya, Andjani langsung lari dari restauran itu. Sialnya dia ditabrak mobil. Untungnya pengendaranya berbaik hati membawanya ke rumah sakit. Ardian, yang menabraknya, ternyata seorang dokter anestesi. Dan entah kenapa sejak malam itu, Andjani sering melimpahkan kekesalan dan sakit hatinya karena ditinggal Radja pada Ardian. Begitu juga dengan rencana perjodohan Andjani yang semakin mendekati batas waktu yang ditetapkan Eyang. Ardian memang sosok pria konyol penggemar Dewa 19 yang tidak disukai Andjani. Tapi ada sesuatu pada diri Ardian yang membuat Andjani merasa nyaman bersamanya.

Mencari #novelMetropop dengan judul berbahasa Indonesia itu gampang-gampang susah. Ternyata memang sebagian besar #novelMetropop berjudul bahasa Inggris. Saya lantas memilih membaca novel ini karena tertarik dengan desain sampulnya yang manis. Plus, sepertinya saya belum pernah membaca novel berlogo Metropop karya penulis sebelumnya. Hanya saja namanya tidak asing. Setelah mengecek di Goodreads, ternyata beliau lebih banyak menulis dalam kumpulan cerpen yang sudah pernah saya baca. Misalnya Autumn Once More, Resolusi dan Me Time.

Novel ini mengangkat tema perjodohan. Andjani yang seorang jurnalis terkenal dan menganggap dirinya sebagai wanita modern menolak keras perjodohan yang dirancang oleh Eyangnya atas dasar balas budi. Namun Andjani tidak bisa serta merta keluar dari perjodohan itu. Sementara cinta pertamanya pada Radja  tidak pernah padam, meski dia telah didepak oleh Radja. Keberadaan Ardian yang ternyata adalah orang yang dijodohkan untuk Andjani justru menambah bumbu cerita. Pasalnya, Ardian tidak terus terang tentang siapa dirinya. Dia ingin memberi kesempatan pada Andjani untuk mengenalnya sebagai seorang pribadi yang utuh, bukan sebagai jodoh yang sudah diatur. Terkadang Ardian harus menahan diri saat mendengar Andjani mnejelek-jelekkan pria yang dijodohkan untuknya.

Perjodohan tidak selamanya berkonotasi negatif. Bagi Ardian, dia memiliki keyakinan bahwa Tuhan pasti menyediakan wanita yang baik untuk dirinya. Jika perjodohan itu masih bisa berjalan sampai saat ini, mungkin sudah menjadi rencana Tuhan. Hanya saja, meyakinkan Andjani untuk melupakan Radja adalah persoalan besar selama Andjani masih terpaku pada cinta pertamanya.

#novelMetropop ini agak berbeda dengan novel berlogo Metropop biasanya. Tidak banyak kehidupan ala metropolitan yang diumbar. Tetapi yang saya sukai adalah bagaimana penulis menyajikan kisah tentang seorang wanita modern yang juga di sisi lain harus menghargai budaya yang melatar belakangi keberadaan dirinya. Empat bintang untuk Alkisah Kasih.

Alkisah Kasih
Lea Agustina Citra
304 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2016





#561 Early


Early sudah mempersiapkan segalanya untuk kabur dari rumah hari ini. Ranselnya berisi beberapa barang yang harus dia bawa. Kali ini rencananya tidak boleh gagal. Jika gagal, Early tidak tahu bagaimana masa depannya nanti. Syukurlah keberuntungan berpihak padanya, dia bisa kabur ke bandara Polonia. Early belum pernah naik pesawat sebelumnya. Tapi dia harus pergi sejauh mungkin dari Medan.

DI bandara itulah Early bertemu dengan Marco pertama kali. Early tidak sengaja menabrak Marco, dan ternyata mereka menggunakan pesawat yang sama menuju ke Batam. Dengan bantuan Marco, hidup Early berubah. Tujuh tahun kemudian Early sudah menjadi tangan kanan Marco mengurus sejumlah pembangunan mall di Indonesia. Salah satunya di Medan, kota yang ingin dihindari Early. Tapi Early tentu saja tidak bisa menolak saat diperintahkan Marco untuk berangkat ke Medan. Apa yang disembunyikan Early di masa lalunya?

Jarang sekali saya menemukan #novelMetropop yang mengambil setting kota di luar Jakarta. Novel ini terbit pertama kali di tahun 2013, saat bandara Medan masih di Polonia. Tema prostitusi menjadi benang merah dalam novel ini. Saya tertarik dengan konflik keluarga Early, terutama ibunya Asnia yang terpaksa harus menjual diri demi menghidupi dirinya atas desakan kakaknya. Dan betapa naifnya si paman ketika dia merasa masih bisa mengendalikan hidup Early yang sdah kabur selama 7 tahun darinya.

Ada juga kisah asmara antara Early dan Marco, yang sayangnya mulai dari awal sampai berakhirnya kisah dalam novel ini nyaris tidak mengalami perkembangan. Lalu ada juga pihak ketiga, Mitha, yang hanya sekadar tempelan. Padahal kalau konflik antara Mitha dan Early lebih dibangung bisa menjadi cerita yang menarik.

Early
Syafrina Siregar
200 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2013


#560 Soulmate.com


Nadya tidak menyangka jika Dany pacarnya akan memutuskannya demi seorang wanita lain yang penampilannya biasa-biasa saja. Padahal Nadya termasuk perempuan yang punya segalanya. Cantik, cerdas, karir yang mapan. Rasa sakit hati dan kecewa yang dialami Nadya ditumpahkannya lewat tulisan-tulisan d blog. Ternyata ada satu orang pembaca setia blognya yang menanggapi kagalauannya.

Namanya Oka. Tinggal di Bali sebagai seorang desainer grafis dan juga musisi band. Berawal dari blog, kemudian beralih ke email, dan akhirnya chatting di YM (Yahoo Massenger) membuat keduanya menajdi dekat layaknya sahabat. Nadya tidak segan mengisahkan kehidupan percintaannya yang tragis pada Oka. Mulai dari pacarnya yang selingkuh, pacarnya yang posesif, dan masih banyak teman kencan lainnya. Oka pun tidak ragu memberikan semangat pada Nadya. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Sayangnya Oka menyimpan rahasia yang membuat Nadya mempertanyakan layakkah dirinya menikmati kebahagiaan dengan status sebagai selingkuhan.

Novel ini pertama kali terbit tahun 2006, termasuk #novelMetropop angkatan awal juga sepertinya. Jadi tidak heran jika di dalam novel ini percakapannya masih menggunakan aplikasi YM yang cukup populer di jamannya. Teknologi telepon genggam pun hanya sebatas bisa menelpon dan mengirimkan pesan singkat (SMS). Ada masa-masa dimana Nadya ataupun Oka menjadi galau karena salah satu dari mereka tidak sedang online, sementara SMS-nya pun pending. Mengangkat judul Soulmate.com, tadinya saya berpikir kisahnya seputar mencari jodoh melalui situs dating online. Ternyata bukan. Walaupun memang masih berhubungan dengan komputer dan teknologinya.

"Seharusnya orang yang elo cintai bisa membuat elo bebas merdeka mengekspresikan diri. Bukan dengan sembunyi-sembunyi. Saat elo susah, galau, gembira, bahagia, dia orang pertama yang harus hadir dalam hidup lo, bukan orang lain."

Novel ini menitikberatkan pada perjalanan Nadya mencari seseorang yang bisa dijadikan soulmate-nya. Sempat Oka berkelakar bahwa soulmate itu adalah soul that never met, yang ditanggapi Nadya sebagai gurauan. Padahal mungkin saja saat itu, Oka sedang menyuarakan apa yang ada di hatinya. Karakter Nadya ini memang bikin gregetan. Sebagai perempuan yang mengaku punya segalanya dan mandiri, dia tetap tertatih-tatih dalam urusan logika menghadapi cinta. Yah memang sih cinta itu didominasi perasaan, tapi kegalauan Nadya terasa berlebihan. 

Bagi yang pernah mengalami masa-masa seperti Nadya, ketika chatting di dunia maya tidak secanggih saat ini, mungkin bisa "klik" dengan kisah Nadya ini. Perselingkuhan yang bisa terjadi karena merasa cocok dengan seseorang yang dikenal di dunia maya mungkin masih ada sampai saat ini. Pilihan diksi yang cenderung nyastra membuat novel ini menarik untuk dibaca. Hanya saja, penyelesaian akhirnya terasa datar menurut saya.

Soulmate.com
Jessica Huwae
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November 2013 (cetak ulang)

#559 [Blogtour & Giveaway] Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga



"Karena sesungguhnya, pulang sejati hanyalah menuju pada hati yang tenang"

Gunawan Tri Atmodjo kembali mengeluarkan kumpulan cerpen terbaru dengan judul "Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga". Sesungguhnya, judul ini adalah salah satu dari cerita yang ada di dalamnya, tapi setelah membaca keseluruhan isi bukunya, saya sependapat jika isi kumpulan cerita ini menyerupai dongeng yang membuat bahagia pembacanya. 

Ada 17 cerita pendek dalam kumpulan cerpen ini yang ditulis dalam rentang waktu 2005 s.d 2015. Dan saya menangkap ada satu benang merah dalam ketujuhbelas cerita ini, yaitu kesedihan. Tidak salah jika kumcer ini diawali sebuah quote dari Agus Bambang Wiyanto, "Tidak ada kesedihan yang diciptakan sempurna". 

Seperti pada cerita pertama yang juga merupakan favorit saya, berjudul Sunyarunyi. Diceritakan seorang gadis buruk rupa bernama Sunyarunyi, yang sehari-hari hanya berkeliaran di kuburan. Dia dianggap sebagai pembawa sial dan hampir semua warga menghindarinya. Terkecuali si juru kunci makam, itupun dalam keadaan mabuk. Sayangnya Sunyarunyi yang rindu ingin berinteraksi dengan manusia tidak menyadari niat si juru kunci yang ingin melampiaskan nafsunya.

Begitupun dengan cerita Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga yang bercerita tentang gadis yang cacat pada telinga kirinya. Meskipun tampangnya rupawan, tapi semua lelaki yang mendekatinya lari menjauh saat melihat kondisi telinganya. Hingga datanglah satu orang pria yang tidak pergi setelah Prosesi Jati Diri yang dilakukan gadis ini.

Cerita lainnya yang menarik perhatian saya adalah yang berjudul Sebuah Kecelakaan Suci. Sepertinya kisah ini diilhami dari persembahan Kain dan Habel dimana hanya persembahan Habel yang berupa daging sembelihan yang diterima oleh Sang Kuasa. Cerita ini lucu dengan caranya sendiri, tapi tetap saja ada kesedihan di dalamnya.

Meskipun bertemakan kesedihan, jangan kuatir dengan ending-nya. Hampir semuanya bahagia. Bukankah memang dongeng seperti itu adanya? Dan berbicara soal dongeng, membaca buku ini rasanya memang seperti didongengi, soalnya minim dialog di dalamnya. 

Pertama kali mengenal karya Gunawan Tri Atmodjo adalah lewat kumpulan cerpen berjudul Pelisaurus dan Cerita Lainnya. Sayangnya kumpulan cerpen ini ditarik dari peredaran karena dianggap memuat konten yang tidak ramah anak. Satu ciri khas dari cerpen Gunawan adalah gaya bercerita yang unik, kadang nyeleneh, tapi tetap menarik untuk diikuti. 

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga
Gunawan Tri Atmodjo
144 halaman
Diva Press
Desember 2018



Waktunya Giveaway...Syaratnya mudah saja:

1. Berdomisili di Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun twitter @destinugrainy dan @diva_fiction atau fanpage fb "Penerbit DIVA Press" atau akun IG @fiksi.diva.
3. Share giveaway ini di twitter atau di story IG kamu dan jangan lupa mention akun kami.
4. Jawab pertanyaan berikut dengan format: nama | nama akun | link share | jawaban

"Kapan terakhir kali kamu membaca dongeng? Dongeng apakah itu?"

Saya tunggu jawabannya sampai tanggal 17 Maret 2019 ya. Pengumuman akan disampaikan via postingan ini pada tanggal 18 Maret 2019. 

******
Hai... Terima kasih untuk yang sudah berpartisipasi dalam Giveaway ini. Ada 6 orang peserta (sesuai urutan komentar). Jadi, biar adil, saya minta bantuan di random.org untuk mengundi. Dan inilah hasilnya


Selamat untuk Nike Rasyid. 

Mohon konfirmasi alamat pengiriman ya. Nanti akan saya hubungi via email/twitter. Untuk yang belum beruntung masih ada kesempatan di blognya Mbak Lila

Sampai jumpa di GA berikutnya. 

#558 Special Order


Kanaya Wibisono mencoba mengikuti kata hatinya untuk menjadi koki, meski harus disambi menunaikan amanat ayahnya. Ayahnya menginginkan dia menjadi seorang guru, tapi dalam hati Naya dia ingin seperti ibunya bekerja di restauran. Kesempatan akhirnya datang lewat pasangan Satria dan Anaya yang mengizinkannya masuk ke dapur The Golden Dish sebagai kitchen assistant. 

Meski sering lelet dan ceroboh, Naya seorang pekerja yang tekun. Tapi keadaan berbeda ketika TGD kedatangan seorang chef yang baru bernama Nando. Naya terkejut melihat Nando, karena dua pertemuan mereka sebelumnya tidak begitu bagus. Naya pernah manabok pipi Nando di kereta dan juga menuduhnya berpikiran asusila padanya. Ketika Naya tidak berhenti membuat kesalahan, Nando semakin marah dan akhirnya memecatnya.

Apakah karir Naya di dunia kuliner berakhir? Tidak juga.... Singkat cerita Nando juga yang membawanya kembali ke dapur TGD. Meski dengan kembalinya, Naya berhutang banyak pada Nando. Hanya saja sikap Nando yang panas dingin dan selalu berubah-ubah membuat Naya bingung. Apalagi saat Naya dekat dengan Nizar, cowok yang ingin diperkenalkan Anaya padanya. 

Debut Alifiana Nufi dalam label Metropop cukup berhasil. Dengan mengambil segmen khusus dunia kuliner, penulis mencoba menggambarkan bagaimana dua orang tokohnya berusaha mencapai mimpi mereka meski tidak didukung oleh keluarganya. Ya, sama dengan Naya, Nando juga pada awalnya diminta bersekolah aristektur oleh ayahnya. Namun, di tengah jalan dia berbelok arah menjadi chef. Ayahnya marah besar dan tidak mau mengakui Nando sebagai anak. 

Saya suka dengan konsistensi karakter Nando yang punya kadar percaya diri tinggi dan juga jutek. Begitupun dengan Naya yang selebor, lelet, tapi bisa memahami Nando. Adegan jadian mereka yang nggak ada romantisnya itu justru manis apa adanya. Juga ketika Naya berusaha memberikan pemahaman kepada Nando mengenai pentingnya keluarga. 

Memang masih ada beberapa plothole dalam novel ini, tapi overall ceritanya menarik dan enak diikuti. Apalagi ada chef-chef  Teletubbies abang-abangnya Naya di dapur TGD yang selalu membuat suasana menjadi meriah.

Special Order
Alfiana Nufi
272 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari 2019




#557 Nagra & Aru



Nagra dan Aru teman sekelas di SMA Grafika. Sudah sejak awal masuk sekolah ini, Aru jatuh cinta pada Nagra. Dan dia bertekad akan menjadi pendamping Nagra di masa akan datang. Untuk itu Aru melancarkan berbagai pendekatan pada Nagra, yang sayangnya ditolak mentah-mentah oleh lelaki jangkung itu. Namun Aru tidak berhenti, dia yakin suatu saat nanti perasaan Nagra akan berubah.

Sebenarnya Nagra bukannya tidak gerah melihat kelakuan Aru, tapi dia berpikir suatu waktu Aru akan menyerah sendiri. Lagipula Nagra masih menyimpan perasaan pada seorang gadis yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan dirinya dua tahun yang lalu. Kalaupun Nagra sering modus ke beberapa cewek di SMA Grafika, hanya sebatas itulah yang dilakukan Nagra.

Kemudian ada Igo, pentolan SMA Grafika. Hanya Nagra dan seorang temannya, Alex, yang tahu kalau Igo sering menggunakan narkoba. Dahulu Nagra dan Igo bersahabat dan ingin masuk ke kelompok pentolan SMA Grafika supaya lebih terkenal. Namun Nagra meninggalkan kelompok itu sebelum lebih jauh terlibat di dalamnya, sementara Igo terjerumus bersama obat-obatan yang dicekoki oleh kelompok tersebut. Nagra yang merasa bertanggung jawab pada Igo mencoba menyelamatkan Igo berkali-kali. Namun saat Igo mulai mendekati Aru, mengapa ada perasaan tidak rela yang dirasakan Nagra?

Inggrid Sonya dan Jenny Thalia Faurine berkolaborasi bersama menghidupkan kisah anak SMA lewat tokoh Nagra dan Aru. Kisah ini pertama kali hadir dalam format instagram di IG Nagra dan Aru. Kemudian diadaptasi ke bentuk buku. Yang bikin tidak bisa melepaskan buku ini sampai selesai adalah guyonan receh yang banyak bertebaran di dalam buku ini. Dan hampir semua karakternya begitu. Baik itu Nagra, Aru, Igo bahkan karakter pendukung lainnya. Satu SMA isinya kayaknya bodor semua deh.

Dengan banyaknya recehan guyonan itu, novel ini memang terasa panjang. Apalagi dikisahkan bergantian dari sudut pandang Nagra dan Aru yang kadang timeline-nya tumpang tindih. Memang sih memudahkan pembaca mengetahui pemikiran dua tokoh utama pada konflik yang sama, hanya ya itu...rasanya jadi sengaja dipanjang-panjangkan. Terutama begitu mendekati akhir, temponya menjadi lebih cepat, seperti ingin segera diselesaikan saja.

Tapi overall... novel ini menghibur. Apalagi untuk yang kangen dengan karyanya Jenny Thalia Faurine. Dan Shelia on 7 itu memang membangkitkan nostalgia banget ya.

Nagra & Aru
Inggrid Sonya & Jenny Thalia Faurine
360 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari 2019



**diikutkan dalam Tantangan Baca Goodreads 2019 bulan Maret dengan tema Buku yang Ditulis Oleh Dua Penulis Perempuan

Manfaat Gadget Untuk Anak


Semoga yang baca judulnya ini nggak langsung mencak-mencak ya...hehe. Tenang Bun, Yah... dibaca dulu sampai habis tulisannya. 

Jadi begini... semenjak saya ketagihan baca buku digital di handphone, hampir setiap malam saya akan menyempatkan diri membaca buku. Tentunya setelah anak saya tidur. Suatu malam, anak saya nggak bisa mau tidur meski sudah dikelonin. Huhu..kapan saya baca buku nih, pikir saya. Sampai akhirnya saya buka aplikasi Gramedia Digital di dalam handphone saya dan mencari buku anak bertema binatang. Lalu saya bacakan bukunya, dan akhirnya dia tertidur. Yah...resikonya, sampai sekarang tiap mau tidur harus dibacakan cerita dulu deh.

Lantas apa manfaatnya? Membacakan cerita untuk anak itu penting sekali, terutama sebelum anak tidur. Biasanya saat mau tidur anak dalam keadaan rileks, dan cerita yang didengarkan lebih mudah masuk dan tertanam dalam pikirannya. Imajinasi anak juga akan berkembang. Otaknya terstimulasi untuk menambah kosakata dan pengetahuan baru. Plus akan ada bonding antara orang tua dan anak yang dinantikan oleh anak setiap hari.

Awalnya, saya hanya sekadar membacakan cerita untuk anak saya. Selain dongeng binatang, saya juga kadang membacakan ensiklopedia cilik. Anak saya (4 tahun) dulunya malas sekali diminta belajar menggambar atau mewarnai. Sampai suatu hari, kami dikejutkan saat dia membawa selembar kertas bergambar tata surya yang dibuatnya. Lalu dia mulai menjelaskan nama-nama planetnya, dan bagaimana planet itu beredar mengelilingi matahari. Saya lantas bertanya, apakah dia mempelajarinya di sekolah? "Tidak....ini yang mama ceritakan kemarin itu", jawabnya. Ternyata saat saya membacakan ensiklopedia tentang tata surya, dia menyimak dengan baik. Kebetulan? Nggak juga. Di lain waktu dia menceritakan kembali salah satu dongeng lengkap dengan petuahnya.

Saya sangat bersyukur dengan paket premium dari Gramedia Digital, saya bisa membacakan banyak cerita untuk anak saya. Sekarang ada Kids Premium Package di Gramedia Digital, hanya dengan membayar Rp45.000 sebulan, kita sudah bisa mengakses ratusan buku anak terbitan Kompas Gramedia grup. Ketimbang beli bukunya, buku anak kan lumayan ya harganya. 

So... siapa bilang gadget gak bermanfaat untuk anak? Asalkan orang tua bijaksana dalam menerapkan pemakaian gadget, diambil manfaat positifnya ya.

gambar diambil dari sini