~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#604 Bukan Nikah Biasa


Dishi dan Dimas memutuskan untuk menikah. Mereka sudah lama saling mengenal, bahkan keluarga mereka juga sudah dekat. Tidak perlu ada cinta untuk mengawali pernikahan mereka. Nanti juga seiring dengan terbiasa bertemu, mereka bisa saling mencintai. Yang terpenting mereka berjanji untuk saling setia mempertahankan pernikahan mereka.

Dishi memang sudah lama tidak merasakan cinta. Sejak cinta pertamanya kandas di masa SMP. Dan tiba-tiba Ditya, cinta pertama Dishi hadir kembali. Dia adalah atasan Dishi di tempat kerjanya yang baru. Debar-debar di dada Dishi membuatnya ragu, dan Dishi berusaha membentengi dirinya agar tidak berselingkuh. Ternyata Ditya sudah lama berkenalan dengan Dimas, dan itu membuat Dishi semakin bingung. Belum selesai masalah Dishi dan Ditya, cinta pertama Dimas juga muncul kembali. Kali ini dengan kehadiran seorang anak.

Membaca judulnya, Bukan Nikah Biasa, saya sempat berpikir mungkin dalam pernikahan Dishi dan Dimas ada semacam kontrak atau perjanjian dalam jangka waktu tertentu. Ternyata tidak ada. Pernikahan tanpa cinta itu sendiri tergolong biasa menurut saya. Dishi sendiri mengakuinya, karena pernikahan orang tuanya saja yang dijodohkan tanpa dasar cinta bisa bertahan lama. Lantas apanya yang "bukan biasa"? Apakah diamnya Dishi menghadapi kehadiran Ditya juga usaha Dishi untuk membantu menyelesaikan masalah Ditya itu yang dikategorikan "bukan biasa" dalam pernikahan? 

Penggunaan nama karakter yang hampir mirip (Dishi, Dimas, Ditya, Dylan, Nina, Nana) membuat saya kadang jeda sejenak mencerna siapa yang lagi ngapain. Lantas ending-nya seakan pengen cepat-cepat diselesaikan saja. Untungnya karakter Dimas yang lucu dan suka mengeluarkan jokes-jokes receh menyelamatkan novel ini. 

Bukan Nikah Biasa
Maeta
268 halaman
Elex Media Komputindo
Februari, 2020


Be First to Post Comment !
Post a Comment