desty baca buku

~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#581 Bella and The Beast


Membaca judulnya, tentu akan teringat dengan dongeng "Beauty and The Beast". Bisa jadi penulis terinspirasi oleh dongeng tersebut, dengan beberapa modifikasi pada karakternya. Bellatrix a.k.a Bella adalah putri terakhir dari Hadi Wibisono. Bella hampir berusia 26 tahun, namun belum sekalipun dalam hidupnya dia dekat dengan seorang pria. Setelah Beatrice dan Bibiana menikah dan memiliki anak, kedua kakaknya itu menyarankan agar Bella juga segera dicarikan pasangan. 

Berbeda dengan Beauty yang smart, Bella adalah seorang gadis yang polos dan lugu. Sikap overprotektif kedua orang tuanya membuat Bella sedikit lemot.  Saat diperkenalkan dengan Demetri Yosa, seorang pengusaha yang akan dijodohkan dengannya untuk menjadi suaminya, Bella menerima tanpa banyak pertimbangan. Bella tidak menghiraukan pemberitaan tentang Demetri, yang mengabarkan bahwa Demetri pernah memperkosa dan menganiaya mantan tunangannya. Meski wajah Demetri menakutkan karena ada luka parut akibat kecelakaan, Bella tidak takut padanya. Demetri sendiri menginginkan pernikahan ini untuk memberikan kesan kepada partner bisnisnya bahwa dia bukan orang yang menakutkan seperti pemberitaan media. 

Kisah roman ini menjadi menarik karena keluguan dan kepolosan Bella. Setelah menikah, beberapa kali Demetri mencoba mendekati istrinya. Setiap kali Demetri menanyakan apakah luka parut di wajahnya terlihat menakutkan, Bella  selalu mengiyakannya dengan jujur. Akibatnya Demetri menarik diri lagi dan lagi. Sementara itu Bella ternyata sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukannya di malam pertama, selain membuat perjanjian kompromi dengan suaminya. Bella bahkan tidak tahu cara untuk membuat dirinya hamil seperti sahabatnya, Tatiana. 

Bella dekat dengan Tatiana, kekasih Michael yang adalah sahabat Demetri. Demetri selalu menganggap Tatiana adalah gadis sinis yang hanya mengincar kekayaan sahabatnya. Beberapa kali Demetri terlibat adu mulut dengan Tatiana dengan gaya sarkasme, yang dipandang Bella sebagai wujud perhatian Demetri pada Tatitana. Bella cemburu akibat sikap Demetri itu. Belum lagi kemunculan Sonya, wanita dari masa lalu Demetri, membuat Bella mempertanyakan apakah suaminya mencintainya.

Yang unik adalah semua tokoh utama dalam beberapa novel Amore karya Astrid Zeng saling berhubungan. Jadi rasanya harus membaca semua karya Astrid Zeng.

Bella and The Beast
Astrid Zeng
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2016



#580 Artemis



Tantangan Baca Goodreads Indonesia 2019 untuk bulan ini adalah buku bersetting luar angkasa. Saatnya membaca ebook Artemis karya Andi Weir yang sudah lama mengendap di smartphone saya.

Artemis adalah sebuah kota pertama dan satu-satunya di bulan. Kota ini terdiri atas 5 bubble (kubah bertingkat) yang terhubung satu sama lain. Tentu saja  hanya orang-orang dengan sejumlah kekayaan  yang dapat mengunjungi atau tinggal di kota ini. Namun, layaknya sebuah kota dengan strata sosial, kelompok pekerja tentu dibutuhkan untuk kota. Jazz Bashara salah satu dari pekerja di Artemis. Dia sudah tinggal di Artemis sejak umur 6 tahun, bersama ayahnya yang adalah seorang tukang las (welder). Saat ini Jazz bekerja sebagai porter, dan sesekali menyelundupkan barang terlarang di Artemis untuk orang-orang tertentu. Salah satu pelanggannya adalah Trond Landvik.

Sebenarnya Jazz adalah seorang gadis yang cerdas. Kemampuan analisis dan pengetahuannya cukup tinggi untuk menjadi seorang porter. Namun hanya pekerjaan itu yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan sejumlah slug (mata uang di Artemis). Ketika Trond menawarkan pekerjaan dengan imbalan satu juta slug, tentu saja langsung disambar oleh Jazz. Jazz harus menghancurkan harvester milik pengusaha Sanchez Aluminium agar Trond dapat mengambil alih perusahaan itu. Pekerjaan ini beresiko, tapi Jazz yang memiliki banyak akal menyanggupinya. Permasalahan besar muncul belakangan, ketika Jazz mendapati Trond terbunuh. Ada konspirasi di balik pekerjaan tersebut, yang bisa saja menghancurkan kota Artemis dan seisinya.

Terpilih sebagai Best Science Fiction pada Goodreads Choice Award 2017, dan nama besar Andy Weir atas karyanya The Martian, membuat saya memastikan harus membaca buku ini. Saya tidak bisa tidak membandingkan antara Artemis dan The Martian. Meskipun Jazz Bashara sama sarkas-nya dengan Mark Watney di The Martian, namun ada yang rasanya The Martian masih jauh di atas Artemis. Masa lalu Jazz dan bagaimana dia bisa (terpaksa) berkarir sebagai porter digambarkan lewat korespondensinya dengan seorang teman pena di bumi. Saya sedikit berharap ada ending mengejutkan dari email-email itu, tapi ternyata tidak.

Sisi plusnya, kita bisa mendapatkan gambaran dari Artemis. Kondisi kota, bangunan, penduduk yang multikultural, sistem pengelolaan kota, sampai prosedur keamanan bagi pengunjung dan penduduknya. Tinggal di bulan dengan gravitasi hanya seperenam gravitasi bumi tentunya menarik untuk disimak. Saya berharap buku ini juga akan diterjemahkan, dan semoga bisa diadaptasi juga dalam bentuk film.
  
Artemis
Andy Weir
305 halaman
Crown Publishing
November, 2017

#579 Rotasi & Revolusi



Trivia Ganggarespati sebenarnya sangat tidak ingin berurusan dengan seorang Arraf Abizard Rauf. Padahal Arraf dikenal sebagai idola di Fakultas MIPA Universitas Sapta Husada. Mantan Ketua BEM FMIPA yang bisa membawa FMIPA menjuarai Olimpiade Olahraga, asisten dosen dan asisten praktikum, memiliki banyak prestasi, dan bisa lulus tepat waktu dengan predikat cum laude. Sayangnya, dosen pembimbing Riv memintanya untuk menghubungi Arraf untuk mendapatkan material yang akan digunakan dalam penelitian skripsinya.

Satu peristiwa yang membuat Riv merasa ilfil kepada Arraf, adalah saat Arraf mempermalukan Dipa, seorang cowok yang kemayu, di kantin kampus. Dengan lantang Arraf memaksa Dipa untuk menunjukkan maskulinitas di depan para mahasiswa lainnya di kantin itu. Mungkin bagi Arraf tindakan itu tidak salah, tapi di mata Riv poin cemerlang Arraf merosot. Namun, semesta berkata lain. Pertanyaan sederhana dari Riv kepada Arraf saat mengambil material di rumah Arraf, membuat Arraf penasaran pada sosok Riv.

"Bang Arraf banyak prestasinya. Itu fakta. Tapi, prestasi itu diraih buat kepuasan Abang sendiri atau buat memuaskan ekspektasi orang-orang terhadap diri Abang? " (Hlmn 31).

Semakin Arraf berusaha mengenal Riv, semakin terpesona dirinya pada sosok Riv. Riv seakan-akan mampu menganalisis kepribadiannya. Hal yang belum pernah dijumpai Arraf dalam sosok wanita manapun. Arraf semakin bertekad ingin menjadikan Riv sebagai kekasihnya, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Riv. 

Saya tertarik membaca novel ini gara-gara sampulnya yang retro, dan judulnya yang berbau sains. Ternyata betul, kedua tokohnya adalah mahasiswa Biologi. Tapi isi novel ini nggak berbau ilmiah kok. Malah lebih terasa seperti self-help, sangat berbeda dengan novel romance kebanyakan. Dialog-dialog antara Arraf dan Riv seakan-akan mengajari pembaca mengenai esensi mencintai. Anehnya, saya yang sebenarnya tidak menggandrungi buku-buku self help malah menyukai novel ini. Saya suka dengan interaksi antara Arraf dan Riv, meski terkadang Arraf kerasa banget songongnya.

Meski demikian, karakter Arraf dan Riv terasa sempurna. Penulisnya sendiri menyebut keduanya sebagai too inhuman to be human. Arraf bisa dianalogikan sebagai matahari yang berotasi menjaga ketaraturan tata surya, sementara Riv adalah sosok komet yang hanya melintas, namun menarik perhatian sang matahari. Keduanya tentu tidak ingin saling menghancurkan, tapi apakah Karakter keduanya sama-sama kuat dan seimbang. 

Konon kabarnya buku ini adalah salah satu dari trilogi reinkarnasi Arraf-Riv. Saya jadi penasaran ingin membaca lanjutannya. 

Rotasi & Revolusi
Crowdstroia
448 halaman
Elex Media Komputindo
Maret, 2019





#578 Mata dan Manusia Laut



Di sebuah kampung bernama Sama, di kepulauan Sulawesi Tenggara, hiduplah seorang anak bernama Si Bambulo. Sebagaimana layaknya anak-anak di kampung itu, keseharian Bambulo sangat dekat dengan laut. Wajarlah, rumah penduduk kampung itu adalah rumah panggung di atas laut. Sejak lahir, Bambulo sudah akrab dengan air laut. Bambulo bisa menyelam sejauh seratus meter tanpa peralatan apapun. Kabar tentang penduduk kampung yang seperti manusia ikan ini terdengar hingga mancanegara, dibawa oleh sekelompok peneliti yang melakukan riset tentang struktur dan fungsi organ tubuh manusia di kampung Sama.

Kabar ini pula yang membawa Matara dan mamanya sampai ke Kaledupa. Mamanya ingin membuat tulisan tentang para manusia ikan ini. Bertepatan dengan kedatangan mereka, di Kaledupa sedang dilaksanakan pesta rakyat. Di lapangan Kaledupa, Matara bertemu dengan Bambulo. Matara tidak percaya dengan cerita Bambulo yang menyebut dirinya manusia laut. Bambulo mengajak Matara ke kampungnya, bahkan sampai ke atol tempat penduduk kampung Sama mencari ikan. Sayangnya Bambulo lupa kalau mereka tdak boleh mngunjungi atol saat bulan purnama. Laut marah, dan malapetaka mengancam keselamatan semua orang yang ada di daratan.

Dibandingkan kedua buku sebelumnya, menurut saya Mata dan Manusia Laut adalah buku yang paling seru dalam serial ini. Saya suka dengan legenda tentang lumba-lumba yang bersahabat dengan penduduk kampung. Ada banyak sekali kearifan lokal penduduk kampung yang mereka lakukan demi menjaga keberlangsungan kehidupan di laut. Mereka sadar bahwa laut bukan hanya menjadi sumber pencaharian, tetapi laut menjadi bagian dari hidup mereka.

Ada juga mitos tentang Masalembo, segitiga bermuda ala Indonesia. Konon yang melewati tempat itu menghilang. Di dalam buku ini diceritakan bahwa di Masalembo, ada sebuah perkampungan tempat orang-orang yang dinyatakan hilang itu bermukim. Mereka hidup abadi di sana setelah dijemput oleh Dewa Laut. Saya paling suka bagian tentang Masalembo di dalam buku ini.

Kali ini, sepertinya porsi Matara sebagai tokoh utama pada serial ini tergeser oleh kehadiran Bambulo. Sejak awal cerita, Bambulo sudah mencuri pusat perhatian. Matara dan mamanya hanya terasa sebagai pelengkap saja dalam cerita ini. Tapi, kalau tidka ada Matara, kisah dalam buku ini juga tidak akan seru. 

Kisah Matara sepertinya akan terus berlanjut. Ada bocoran judul buku #4 yang ditulis dalam buku ini: Mata di Dunia Purba. Wuih...saya jadi penasaran, tempat mana lagi di Indonesia yang akan menjadi latar belakang kisahnya.

Mata dan Manusia Laut
Okky Madasari
232 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2019


#577 Mata dan Rahasia Pulau Gapi



Matara telah tamat SD. Sayangnya dia tidak diterima pada SMP favorit di Jakarta. Mamanya marah dan kecewa. Solusinya Mata dan keluarganya akan pindah dari Jakarta. Kebetulan Papa Mata juga sudah resign  dari tempat kerja sebelumnya, dan mendapatkan pekerjaan di wilayah timur laut Indonesia. Tepatnya di Pulau Gapi, Ternate. Namun ternyata di tempat yang baru, Mata tidak masuk ke sekolah umum. Dia belajar di rumah bersama Mama sebagai tentornya. Selain Mama, ada juga Pak Zul yang mengajarkan mengaji dan Bahasa Arab.

Mata mengikuti pelajaran dengan terpaksa. Tapi lama kelamaan dia menikmati pertemuan dengan Pak Zul, karena selain mengaji Pak Zul juga menceritakan tentang legenda Pulau Gapi. Hingga suatu hari Mata menghadiri sebuah acara peringatan hari jadi kota yang diadakan besar-besaran di pusat kota. Di perayaan itu terjadi suatu peristiwa dimana banyak orang menjadi kerasukan dan Sultan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Kejadian itu menjadi berita besar di mana-mana. 

Rasa penasaran juga menyelimuti Mata. Berdasarkan penjelasan dari Pak Zul, kejadian itu ada hubungannya dengan keberadaan pusaka kesulatanan di Pulau Gapi. Pemerintah saat ini membolehkan reruntuhan benteng tua yang menjadi pusaka Gapi dijadikan tempat belanja. Cerita itu menghantui Mata sehingga dia tidak konsentrasi belajar dan dimarahi mamanya. Mata bertekad akan menjelajah untuk menuntaskan rasa penasarannya.

Petualangan Mata di Tanah Melus berlanjut ke Pulau Gapi. Kali ini Mata memiliki misi menyelamatkan pusaka Pulau Gapi. Ditemani Molu, seekor kucing ajaib, dan Gama, anjing peliharaan Sultan yang bereinkarnasi menjadi seekor laba-laba, Mata memulai petualangannya. Masih senada dengan buku #1, buku #2 dari Serial Mata ini juga memuat unsur fantasi yang bermuatan sejarah lokal. Ada kisah perjuangan sejak jaman penjajahan Portugis, Belanda hingga Jepang. Semuanya diramu dalam sebuah kisah yang menarik dan membuat pembaca ingin segera membalik halaman untuk mengetahui kelanjutan kisah Mata. Ada rahasia keramat terkait pusaka kesultanan yang harus dijaga oleh Molu dan Gama. Kedua makhuk immortal ini menjadikan Mata sebagai teman bertualang.

Okky selalu mencoba mengangkat mitos atau sejarah budaya lokal yang menjadi latar belakang setiap buku pada serial Mata. Seperti pada buku ini, ada mitos tentang dua ekor buaya yang menjaga Ternate. Kisah dua ekor buaya ini merupakan reinkarnasi sepasang suami istri yang ditugaskan Sultan untuk menjaga pusaka Ternate. 

Novel ini tidak tebal, hanya 256 halaman. Setiap bab juga isinya tidak panjang, sehingga memudahkan bagi anak-anak untuk menyimak isi ceritanya. Bahasanya juga disesuaikan dengan anak-anak. Dan tentunya kisah fantasi yang ajaib membuat anak-anak akan tertark membacanya. Oh iya, kisah Gama si laba-laba yang pandai merangkai kata-kata dengan jaringnya mengingatkan saya pada Charlotte's Web.  

Seharusnya saya membaca buku ini di akhir tahun 2018, saat buku ini diluncurkan. Dan akhirnya baru terealisasi di tahun 2019, ketika buku #3 yang berjudul Mata dan Manusia Laut terbit bulan Mei 2019. Meskipun sebenarnya kisah Mata ini bisa dibaca sebagai cerita yang terpisah, tapi rasanya sayang jika harus melewatkan urutan serialnya.

Mata dan Rahasia Pulau Gapi
Okky Madasari
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November, 2018