~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#600 The Silent Patient


Alicia berprofesi sebagai seorang pelukis, sementara Gabriel adalah seorang fotografer. Keduanya adalah sepasang suami istri yang hidup saling mencintai, sampai suatu hari Gabriel ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan terikat di kursi dengan lima bekas tembakan di wajahnya, dan tentu saja kepalanya hancur. Saat ditemukan, Alicia berada di ruangan yang sama, berdiri di depan suaminya, dengan senjata api tidak jauh dari dirinya. Tangannya berdarah karena tersayat. Tidak ada yang tahu siapa pembunuh Gabriel, karena Alicia memilih untuk diam membisu dan tidak pernah berbicara lagi

Beberapa waktu setelah kematian suaminya, Alicia membuat lukisan dirinya. Alicia "berbicara" melalui lukisannya. Namun tidak seorangpun bisa memahami maksud lukisan itu, karena tidak ada petunjuk apapun kecuali sebaris huruf Yunani yang membentuk satu kata: ALCESTIS. Alicia sendiri kemudian dimasukkan ke dalam rumah sakit The Grove, tempatnya dirawat karena dianggap gila.

Theo Faber, seorang psikoterapis ingin sekali memecahkan kasus Alicia. Dia memulainya dengan mandaftar sebagai psikoterapis di The Grove. Theo mencoba membuat Alicia kembali berbicara, meski dia mendapatkan hambatan dari rekan-rekan kerjanya. Di sisi lain, Theo yang dibayangi oleh masa lalunya, menggali lebih jauh infomasi terkait Alicia. Dia menghubungi beberapa orang yang pernah dekat dengan Alicia. Ada sesuatu di masa lalu Alicia yang perlu dikuak untuk memancing Alicia berbicara.

Karya Alex Michaelides ini mendapatkan penghargaan Goodreads Choice Awards for Mystery and Thriller 2019. Novel ini membuat saya penasaran sejak muncul di timeline Goodreads, dan syukurnya bisa saya baca terjemahannya di Gramedia Digital. Penulis menggunakan dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang Theo dan sudut pandang Alicia melalui buku hariannya. Kedua sudut pandang ini disandingkan untuk saling melengkapi memberikan gambaran apa yang sebenarnya terjadi pada Alicia. 

Buku harian, Alcestis dan masa lalu Alicia menjadi kunci misteri membisunya Alicia. Ditambah dengan bumbu psikoterapi, novel ini menjanjikan alur yang sepertinya tidak mudah ditebak. Bagi yang sering membaca buku misteri tentu sudah menduga akan ada plot twist di akhir cerita. Saya bisa menebak siapa pelaku pembunuhan Gabriel dan apa yang menyebabkan Alicia membisu. Cara penulis menyajikan runtutan cerita demi cerita membantu pembaca untuk itu. Meski saya tidak menduga ada permainan waktu di dalamnya, ada sesuatu yang membuat saya hanya bisa memberikan bintang tiga untuk novel ini. Saya merasa sisi psikologis Alicia seharusnya digali lebih dalam. Dan keputusan penulis akan kondisi Alicia di akhir cerita membuat saya masih menyimpan pertanyaan. Salah satunya adalah penjelasan mengenai lukisan yang dibuat oleh Alicia di The Grove. 

Anyway... sebagai karya debut, novel ini mencuri perhatian. Novel ini bahkan dinominasikan jga dalam kategori Debut Novel di Goodreads Choice Awards., tapi kalah dari Red, White & Royal Blue-nya Casey McQuiston. Pencinta thriller mystery memang sebaiknya tidak melewatkan novel ini. 

The Silent Patient
Alex Michaelides
400 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2019

Be First to Post Comment !
Post a Comment